Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Saparuddin Haji Lubis: Strategi 60-10 Hingga Program Kopi Menyelamatkan Petani Karet

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Membangun Madina itu bukan soal bisa atau tidak bisa, tetapi kuncinya adalah apakah kita semua mau bersama-sama membangun Madina?

Itu kalimat calon bupati Madina Saparuddin Haji Lubis yang menjadi perhatian audiens dalam penyampaian visi misi calon bupati sebagai satu dari rangkaian tahapan penjaringan calon kepala daerah yang diselenggarakan PKB Madina dalam Pilkada, di aula Hotel Rindang, Panyabungan, Kamis (11/6).

Selain itu, ada 2 poin dari visi Saparuddin Haji yang juga menyedot perhatian audiens. Pertama, visi tentang pembangunan Madina pola 60-10-10-10-10. Kedua, visi menyelamatkan petani karet (pangguris) dengan cara menggalakkan program tanaman kopi Mandailing.

Pola 60-10-10-10-10 ini merujuk pada peta Madina yang terbagi dalam 5 Daerah Pemilihan. Pola 60-10-10-10-10 merupakan konsentrasi pembangunan selama 5 tahun, dimana pada tahun pertama alokasi dana APBD akan difokuskan sebanyak 60 persen pada satu Daerah Pemilihan, sedangkan  4 Daerah Pemilihan lainnya masing-masing 10 persen.

Di tahun kedua giliran satu Daerah Pemilihan lain yang difokuskan 60 persen. Begitu seterusnya sehingga seluruh Daerah Pemilihan akan pernah mengecap pembangunan dari alokasi 60 persen dalam rentang 5 tahun itu.

Pola ini diyakini akan menjawab keluhan daerah-daerah dan desa-desa terpencil yang selama ini merasa dianak-tirikan, termasuk kawasan  Pantai Barat yang hingga kini selalu dalam fakta dinomorduakan.

Sementara visi menyelamatkan petani karet, beranjak dari kondisi harga karet yang dewasa ini selalu dalam keterpurukan, menyebabkan petani karet di Madina menjerit.

Menurut Saparuddin Haji, konstlasi persaingan ekspor karet di berbagai negara telah menyebabkan komoditi karet asal Indonesia mengalami keterpurukan harga. Termasuk di Mandailing Natal. Mengatasi itu, salah satu solusi yang dianggap pas adalah mengalihkan konsentrasi usaha petani karet ke tanaman kopi dengan tetap mempertahankan kebun karet yang ada.

Kopi menjadi ladang usaha petani disamping usaha kebun karet. Pilihan komoditas kopi itu mengingat komoditi kopi asal Mandailing merupakan komiditi primadona di pasaran dunia.

Dari sekitar 350.000 ton ekspor kopi Indonesia per tahun ke berbagai negara, sekitar 150.000 ton adalah atas nama kopi Mandailing atau Mandheling Coffee, meski kopi yang diekspor itu sebagian besar bukan kopi dari Mandailing, tetapi semacam inovasi kartel perdagangan kopi dunia.  Sebab, produk biji kopi di Madina saat ini masih sekitar belasan ribu ton per tahun untuk kualitas ekspor.

Pangsa pasar kopi ini merupakan potensi dan peluang yang harus diraih, sehingga mampu menyelamatkan ekonomi petani karet dan petani lainnya dari keterpurukan dengan pendapatan tambahan dari kopi.

Editor    : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasdim 0212/Tapsel Monitoring Pemungutan Suara Pilkades Serentak

    Kasdim 0212/Tapsel Monitoring Pemungutan Suara Pilkades Serentak

    • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Padang Sidempuan( Mandailing Online ) – Dandim 0212/Tapsel diwakili oleh Kasdim Mayor Inf Donald Alex Surbakti Dampingi Walikota beserta Forkopimda lainnya Monitoring TPS Pemilihan Kepala Desa(Pilkades) Serentak diwilayah Kota Padang Sidempuan, Kamis (24/08/2023) Sebanyak 42 Desa di Kota Padang Sidempuan hari ini melaksanakan pemilihan kepala desa secara serentak Kasdim 0212/Tapsel Mayor Inf Donald Alex Surbakti […]

  • Tender DAK Disdik Madina di Duga Formalitas

    Tender DAK Disdik Madina di Duga Formalitas

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan – Tender yang dilakukan panitia pengadaan barang dan jasa pemerintah pada Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diduga hanya formalitas belaka, sebab kuat dugaan 78 paket di instansi tersebut sudah di kapling jauh-jauh hari. Buktinya, para kontraktor yang datang telah mengantongi lokasi kegiatan serta jenis kegiatan yang akan di daftarkannya. “Rp 35 miliar Dana […]

  • Miniatur Mandailing Makin Mudah Didapat

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kehadiran Kampoeng Kaos Madina (KKM) dalam memproduksi miniatur rumah adat Mandailing semakin memudahkan pencinta barang seni mendapatkanya di panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Sebelum, miniatur seperti Bagas Godang dan miniatur Gordang Sambilan harus terlebih dahulu melakukan pesanan ke Bukit Tinggi. Rasyid, yang tinggal di rantau asal Panyabungan kepada wartawan, Kamis (23/5/2013) mengatakan […]

  • Misionaris Ini Kini Jadi Ulama yang Disegani

    Misionaris Ini Kini Jadi Ulama yang Disegani

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    FREETOWN,- Masa lalunya, Musa Bangura adalah seorang misionaris. Ternyata, Tuhan punya cerita lain. Kini, ia seorang ulama yang disegani. Tercatat, ratusan warga Sierra Leon ia bimbing memeluk Islam. “Untuk beberapa tahun belakangan, saya ajak Muslim di negara saya untuk berpindah agama lain, lalu saya bermimpin diajak memeluk Islam,” kenang dia seperti dilansir, Anadolu Agency, Senin […]

  • Pemilihan Putri Tabagsel dan Lomba Dangdut Khas dibuka

    • calendar_month Senin, 3 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Paluta, – Pemilihan Putri Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) tahun 2013, dan lomba menyanyi lagu Dangdut khas Tapsel, Madina, Palas dan Paluta se-Tapanuli Bahagian Selatan (Tabagsel) telah dibuka. Pendaftaran dimulai 1 Juni hingga 23 Juni 2013, dan pelaksanaannya direncanakan pada pertengahan Juli. Panitia pelaksana juga Pimpinan Batamindo Cafe, Bakhtiar Harahap, kepada Analisa mengatakan, seleksi pemilihan Putri […]

  • Wacana Amandemen UUD 1945 dan Urgensinya

    Wacana Amandemen UUD 1945 dan Urgensinya

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Halvionata Auzora Siregar Putra Batang Natal. Saat ini kuliah di Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh / Kader HMI Cabang Lhokseumawe   Seminggu yang lalu ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mewacanakan tentang amandemen UUD 1945 dengan menambah Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) dan menambah kewenangan MPR untuk menyetujui rancangan dari PPHN tersebut dengan payung hukum yaitu Tap […]

expand_less