Senin, 20 Apr 2026
light_mode

Parbuko Ramadan : Toge Taing Tumpat Masih Dicari Warga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2015
  • print Cetak

 

Masyarakat  kota Panyabungan, Mandailing Natal setiap bulan Ramadhan selalu ramai mengunjungi tempat-tempat penjualan menu buka puasa (parbuko), baik yang di pinggir jalan maupun di pasar dadakan.

Yang paling ramai dikunjungi oleh masyarakat adalah Pasar Baru Panyabungan untuk membeli toge dan pakkat (pusuk ni otang) sebagai makanan yang tidak pernah tinggal jika waktu berbuka tiba.

Toge Panyabungan yang paling terkenal dulunya adalah toge “Taing Tumpat“ yang sampai saat ini masih juga dicari-cari masyarakat yang ingin membeli toge di pelataran parkir Pasar Baru Panyabungan. Padahal Taing Tumpat sudah beberapa tahun lalu meninggal dunia, dan memang keluarganya masih meneruskan usaha yang ditekuni sejak kecil bersama orangtuanya.

Penulis ingat betul kemasyhuran toge Taing Tumpat di era tahun 2000-an yang lalu. Nama Taing Tumpat semakin kesohor dimana pada waktu itu Bupati Madina H. Amru Daulay setiap kedatangan tamu dari luar Kabupaten Mandailing Natal selalu memesan toge Taing Tumpat yang merupakan salah satu makanan khas Panyabungan selain kipang.

Sewaktu Gubsu T. Rizal Nurdin yang berkunjung ke Kabupaten Madina, sempat bertanya kepada penulis,apa sebenarnya yang istimewa dari Toge Taing Tumpat?”. Penulis menjawab bahwa cara memasak dengan memakai kayu bakar adalah kuncinya. Sebab memasak cendol, lupis, gula dan santan yang menggunakan kayu bakar menyebabkan rasa dan aromanya sangat jauh berbeda dengan yang dimasak pakai kompor.

Dalam kesempatan itu juga, Pak Gubsu juga bertanya, “kenapa pembuat toge lain juga tak memakai kayu bakar?” Itulah, sebagaian besar pedagang toge yang ada di Kota Panyabungan, menganggap penggunaan kayu bakar lebih boros. Padahal, disitulah salah satu ciri khas yang dimiliki oleh toge Taing Tumpat yang namanya populer kemana-mana. Setelah Gubsu mendapat penjelasan dari penulis waktu itu, beliau langsung menyantap toge yang telah disajikan di pendopo Bupati Madina.

Almarhumah Taing Tumpat telah lama meninggal dunia, tetapi usaha toge-nya hingga sekarang, termasuk Ramadhan 1436 H ini, pembeli masih mencari dan bertanya, dimana tempat jualan toge Taing Tumpat sekarang? Salah seorang warga pun menanggapi, “Itu di sudut jalan ini, tapi Taing Tumpat sudah lama meninggal dunia dan yang meneruskan jualannnya adalah adik dan saudara-saudaranya. Memang kualitas togenya sampai sekarang tak berobah, rasa dan aromanya masih seperti dulu”.

Begitulah, ketika penulis Jum’at pekan lalu (19/6) belanja ke pelataran parkir Pasar Baru Panyabungan, nampak pembeli masih antri menunggu di sekitar tempat jualan toge keluarga Taing Tumpat.

Penulis : Iskandar

Editor  `: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto Bugil PNS Hebohkan Asahan

    Foto Bugil PNS Hebohkan Asahan

    • calendar_month Selasa, 10 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kabupaten Asahan pun geger dengan peredaran foto bugil mirip Kabag Hukum Pemkab Asahan Syahruh Tambunan di facebook. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai keaslian foto itu. Syahrul sendiri membantah pria di foto itu adalah dirinya. Dari hasil penelusuran diketahui, foto tersebut pertama kali muncul di akun facebook dengan nama Qakin Aulia, Jumat (6/7) malam pukul […]

  • Peta Ekonomi Atika dan Postur APBD Osteoporosis

    Peta Ekonomi Atika dan Postur APBD Osteoporosis

    • calendar_month Selasa, 10 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) Sejumlah kalangan menilai calon wakil bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution,B.AppFin.MFin sangat tajam melakukan pemetaan kekuatan potensi ekonomi rakyat. Penilaian itu merangkum hasil wawancara audio visual Atika di Mandailing Online yang ditayangkan pada Senin (9/11/2020). Meski wawacara itu masih sebatas membahas satu bidang yakni perikanan darat, tetapi telah menunjukkan ketajaman pisau akademis […]

  • Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 3)

    Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 3)

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masa Kolonial Beberapa tonggak sastra yang berkembang pada masa kolonial antara lain: Willem Iskander (1840-1876) Pria kelahiran Pidoli bernama asli Sati Nasution ini menulis beberapa buku, antara lain: 1) “Hendrik Nadenggan Roa, Sada Boekoe Basaon ni Dakdanak.” (Terjemahan). Padang: Van Zadelhoff and Fabritius (1865). 2) “Leesboek van W.C. Thurn in het Mandhelingsch Vertaald.” Batavia: Landsdrukkerij. (1871) […]

  • Apakah Khilafah Kedaluwarsa?

    Apakah Khilafah Kedaluwarsa?

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Akhir-akhir ini istilah khilafah menjadi topik perbincangan masyarakat. Ada anggapan bahwa istilah khilafah itu tidak ada dalam al-Quran. Karena itu Khilafah tidak perlu disuarakan. Bahkan seolah ingin ditanamkan kepada umat bahwa Khilafah itu bukan ajaran Islam sehingga umat tidak perlu menyibukkan diri dengan urusan Khilafah. Memang benar, kata khilafah dalam makna sistem pemerintahan Islam—sebagaimana […]

  • Bupati Madina: IDI Harus Memberikan Pelayanan Terbaik

    Bupati Madina: IDI Harus Memberikan Pelayanan Terbaik

    • calendar_month Sabtu, 17 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution menghadiri Pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Madina periode 2022-2025 di Gedung Serbaguna, Desa Parbangunan, Panyabungan, Sabtu (17/9/2022). Adapun yang dilantik sebagai pengurus adalah Ketua dr. Syafran Halim Harahap, Sp.PD, Finasim, Wakil ketua I […]

  • DPRD Sibolga Tolak Gabung ke Protap

    DPRD Sibolga Tolak Gabung ke Protap

    • calendar_month Minggu, 22 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIBOLGA- Pengesahan Provinsi Tapanuli (Protap) oleh DPRD Sumatera Utara (Sumut) ditolak anggota DPRD Kota Sibolga sebagai aspirasi masyarakat Kota Sibolga yang menolak rencana pembentukan Protap. Berkas penolakan Protap diserahkan anggota DPRD Sibolga kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho di kantor Gubernuran belum lama ini. Hal itu dikatakan Jamil Zeb Tumori […]

expand_less