Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Parbuko Ramadan : Toge Taing Tumpat Masih Dicari Warga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2015
  • print Cetak

 

Masyarakat  kota Panyabungan, Mandailing Natal setiap bulan Ramadhan selalu ramai mengunjungi tempat-tempat penjualan menu buka puasa (parbuko), baik yang di pinggir jalan maupun di pasar dadakan.

Yang paling ramai dikunjungi oleh masyarakat adalah Pasar Baru Panyabungan untuk membeli toge dan pakkat (pusuk ni otang) sebagai makanan yang tidak pernah tinggal jika waktu berbuka tiba.

Toge Panyabungan yang paling terkenal dulunya adalah toge “Taing Tumpat“ yang sampai saat ini masih juga dicari-cari masyarakat yang ingin membeli toge di pelataran parkir Pasar Baru Panyabungan. Padahal Taing Tumpat sudah beberapa tahun lalu meninggal dunia, dan memang keluarganya masih meneruskan usaha yang ditekuni sejak kecil bersama orangtuanya.

Penulis ingat betul kemasyhuran toge Taing Tumpat di era tahun 2000-an yang lalu. Nama Taing Tumpat semakin kesohor dimana pada waktu itu Bupati Madina H. Amru Daulay setiap kedatangan tamu dari luar Kabupaten Mandailing Natal selalu memesan toge Taing Tumpat yang merupakan salah satu makanan khas Panyabungan selain kipang.

Sewaktu Gubsu T. Rizal Nurdin yang berkunjung ke Kabupaten Madina, sempat bertanya kepada penulis, “apa sebenarnya yang istimewa dari Toge Taing Tumpat?”. Penulis menjawab bahwa cara memasak dengan memakai kayu bakar adalah kuncinya. Sebab memasak cendol, lupis, gula dan santan yang menggunakan kayu bakar menyebabkan rasa dan aromanya sangat jauh berbeda dengan yang dimasak pakai kompor.

Dalam kesempatan itu juga, Pak Gubsu juga bertanya, “kenapa pembuat toge lain juga tak memakai kayu bakar?” Itulah, sebagaian besar pedagang toge yang ada di Kota Panyabungan, menganggap penggunaan kayu bakar lebih boros. Padahal, disitulah salah satu ciri khas yang dimiliki oleh toge Taing Tumpat yang namanya populer kemana-mana. Setelah Gubsu mendapat penjelasan dari penulis waktu itu, beliau langsung menyantap toge yang telah disajikan di pendopo Bupati Madina.

Almarhumah Taing Tumpat telah lama meninggal dunia, tetapi usaha toge-nya hingga sekarang, termasuk Ramadhan 1436 H ini, pembeli masih mencari dan bertanya, dimana tempat jualan toge Taing Tumpat sekarang? Salah seorang warga pun menanggapi, “Itu di sudut jalan ini, tapi Taing Tumpat sudah lama meninggal dunia dan yang meneruskan jualannnya adalah adik dan saudara-saudaranya. Memang kualitas togenya sampai sekarang tak berobah, rasa dan aromanya masih seperti dulu”.

Begitulah, ketika penulis Jum’at pekan lalu (19/6) belanja ke pelataran parkir Pasar Baru Panyabungan, nampak pembeli masih antri menunggu di sekitar tempat jualan toge keluarga Taing Tumpat.

Penulis : Iskandar

Editor  `: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Urus Naik Golongan, Guru Dimintai Uang

    Urus Naik Golongan, Guru Dimintai Uang

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PALUTA – Sejumlah guru di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mengaku dipersulit beberapa oknum di Dinas Pendidikan (Disdik) Paluta saat hendak mengurus naik golongan. Mereka juga dimintai sejumlah uang dengan dalih untuk menghitung angka kredit jam kerja. Menurut guru-guru yang meminta namanya tidak dituliskan ini, meskipun sudah dimintai uang dengan nominal antara Rp1 […]

  • Puluhan Guru di Madina terancam Gagal Terima Dana Fungsional

    Puluhan Guru di Madina terancam Gagal Terima Dana Fungsional

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bila Tak Serahkan Fotokopi Rekening hingga Jumat Hingga Senin (30/8), dana tunjangan fungsional guru non pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Mandailing Natal (Madina) belum bisa dicairkan. Penyebabnya, sejumlah guru penerima belum menyerahkan persyaratan, yakni fotokopi rekeningnya ke kantor Kemenag Madina. “Untuk itu, Kemenag memberikan tenggat waktu hingga Jumat (3/9) kepada […]

  • Soal Jalan ke Batu Tunggal, Tokoh Simangambat Angkat Bicara

    Soal Jalan ke Batu Tunggal, Tokoh Simangambat Angkat Bicara

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh masyarakat Kelurahan Simangambat Kecamatan Siabu, Mandailing Natal angkat bicara soal pembukaan jalan dari jembatan Muara Sada menuju bendungan Batu Tunggal. “Bupati tidak pernah menyentuh tanah masyarakat, tetapi hanya merapikan pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Muara Sada,” ungkap Hidayat Hasibuan didampingi Ketua Dewan Kelurahan Simangambat, Mangaraja Martua Hasibuan kepada Mandailing […]

  • Pemkab Madina Optimis Target PAD 700 Juta Sektor Perizinan Terpenuhi

    Pemkab Madina Optimis Target PAD 700 Juta Sektor Perizinan Terpenuhi

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tahun 2016 ini Bagian Perekonomian Pemkab Mandailing Natal memiliki target PAD sebesar 700 juta rupiah dari sektor perizinan HO. Pihak Bagian Perekonomian optimis mampu memenuhi target itu. Sebab, berdasar pengalamannya tahun 2015,  Bagian Perekonomian justru merealisasikannya sebesar 109 % dari target Rp.700 juta. Meski begitu, Pihak Bagian Perekonomian tetap secara rutin […]

  • Evaline Sago Duduk di Komisi II DPRD Madina

    Evaline Sago Duduk di Komisi II DPRD Madina

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Evaline Sago tercatat masuk di Komisi II DPRD Mandailing Natal. Putri pengusaha perkebunan sawit Ignasius Sago itu berposisi sebagai anggota di Komisi yang membidangi Pertanian itu. Dinas Pertanian Mandailing Natal merupakan instansi yang menangani bidang perkebunan. Berdasar data profil PT.Sago Nauli di www.sagonauli.com tercatat Drs. Ignasius Sago sebagai Direktur Utama […]

  • Aceh jelang 2012, peluru dimana-mana

    Aceh jelang 2012, peluru dimana-mana

    • calendar_month Minggu, 1 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BIRUEN – Menjelang tahun baru 2012, peristiwa penembakan terjadi di Bireun, Aceh, tadi malam. Dua insiden penembakan warga oleh orang tak dikenal yang bersenjata mengakibatkan korban jiwa. Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Saud Usman Nasution memastikan secara umum perayaan tahun baru berlangsung aman. Namun memang ada tiga kasus, di mana dua insiden terjadi di […]

expand_less