Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

KESUSASTRAAN MANDAILING (3-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 14 Okt 2015
  • print Cetak

 

Oleh: Askolani Nasution

 

SASTRA ENTERTAINMENT

Sastra dalam lirik lagu patut ditandai sebagai bentuk sastra. Tentu karena kita meyakini bahwa lirik lagu merupakan musikalisasi puisi. Hal ini menjadi penting karena pada saat sastra literer Mandailing meredup, musikalisasi puisi tersebut menguat perannya.

Lirik lagu Mandailing bukan hanya ungkapan perasaan, tetapi beberapa penulis lagu ternyata mampu menyelipkan berbagai khazanah norma dan budaya Mandailing. Misalnya lirik lagu yang ditulis Bahraini Lubis, Ali Asrun, Top Simamora, dan lain-lain.

Sastra entertainment berkarakter daerah tersebut mengalami berbagai bentuk dan medium yang berbeda. Bukan hanya musikalisasi puisi, sempat juga berkembang genre drama. Selain itu, pada masa transisi teknologi radio dengan teknologi satelit satelit, juga membedakan bentuk dan medium yang digunakan. Beberapa tonggak yang patut ditandai antara lain:

  • Tahun 1970-an, muncul drama musikal berdurasi 60 menit dalam kepingan kaset tape recorder. Drama ini biasanya mengangkat kisah-kisah keluarga kontemporer di kawasan Tapanuli Selatan. Misalnya masalah dilema perkawinan, hubungan keluarga antara orang tua dan anak, kesedihan istri non-etnis yang menikah dengan lelaki Angkola Mandailing. Drama ini dibuat dengan gaya serial radio. Selain rekam vokal, juga dibubuhi dengan sound effect. Misalnya suara angin, petir, dan lain-lain. Cover kaset biasanya dihiasi dengan adegan drama. Misalnya album drama musikal “Sar Tarbarita” yang ditulis oleh S. Parlagutan Siregar dan disutradarai Mulkan Harahap. Drama ini menggunakan bahasa daerah yang dikombinasikan dengan bahasa Indonesia dengan dialek lokal.
  • Drama Sampuraga na Maila Marina. Musikal dikolaborasikan dengan ornamen musik lokal. Drama ini diangkat dari mitos yang dikenal baik masyarakat di kawasan Tapanuli Selatan. Drama ini ditampilkan oleh Teater Merak Jingga. Tokoh yang ditampilkan selain Sutan Sampuraga, ada juga Oloan, Baginda, Hulubalang, dan lain-lain.

Munculnya peran televisi dan Video Player HVS juga mengubah bentuk seni hiburan. Bus ALS, yang waktu itu memasang televisi, patut ditandai mempengaruhi genre kemasan hiburan yang berkembang kemudian.

Selain itu, berkembangnya album lagu bergenre Batak yang mengangkat karakter daerahnya, menimbulkan pemikiran baru bagi penikmat lagu di kawasan Tapanuli Selatan yang didominasi agama Islam. Karena itu munculnya album-album berlabel “Tapanuli Selatan.” Belakangan label itu bertambah: Album Tapsel, Madina, Palas, dan Paluta.

Berbagai karya lagu tumbuh menggunakan label itu dan menjadi seni hiburan baru bagi masyarakat di kawasan bekas kabupaten Tapanuli Selatan. Beberapa rumah produksi tumbuh sedemikian rupa dan menjadi industri baru. Pencipta lagu, penyanyi, dan koreografi menjadi profesi yang berterima.

Periode Awal. Periode ini menggunakan teknologi rekam tape recorder dan keping VCD, antara lain:

  • Ali Asrun Siregar (Al-Asrun): album lagu Mariati Lubis.
  • Zainal Abidin Daulay (Sidimpuan Power Band): Tamsor Hutasuhut, Asmar, Ucok Sumbara, Roni Saputra.
  • Samsul Siregar (Menara Record) : Citra Hasibuan, Ucok Sumbara, Parlin Lubis, Nasir Rambe, Nurhayati Ray.
  • Bahraini Lubis (Odang Production): Odang, Masdani, Namlis, Siti Hamijah, Sardi, Rini, Nur Arisyah.
  • Amran Siregar (Mec Record – Padangsidimpuan): Laila Hasyim, Citra Hasibuan, Odang, Masdani, Parlin Lubis, Nasir Rambe, Nurhayati Ray.
  • Hasan Harahap (Kurnia Music): Lanna, Lanni, Anni, Nila Sari, Ucok Sabata, Bernadi. Mayasari Tanjung.
  • Citra Hasibuan (Chas Record): Citra Hasibuan, Laila, Guswin Pulungan
  • Candra Nasution (Palapa Record): Jannah
  • Bahri Efendi Hasibuan (Sinonoan Elektronic): Irsaidah, Jannah, Fitri, Aswan, Azis Aksay
  • Siddiq (Tiara Record): Risky Nasution, Lili Amelia

Periode Kedua yang hanya menggunakan teknologi rekam keping VCD. Beberapa nama yang patut disebut antara lain:

  • Ahmad Huzein Nasution (SBN Pro): Ahmad Huzein Nasution, Parlin Lubis, Ummi Habibah, Budi R. Nasution, Evi Adila.
  • Muksin Nasution (MN Production) : Thomas Dj, Monica, Viki Tanjung, Ucok Pasaman, Evi Sahria, Nora, Indah, Bombom, Gumbas, Roni Saputra Siregar, Risky Nasution, Ummi Habibah.
  • Mulia Rangkuti (MR2 Production): Salamah Hasibuan, Masputra Pasaribu, Mulia Rangkuti, Gusnadi Hasibuan, Irma Hasibuan, Uci Tanjung, Salman, Lina Suriati Aes, Amas Muda, Nursaidah Hasibuan, Nisa WR.
  • Budi R. Nasution (B@I Production): Budi R. Nasution, Fadly Lubis, Risky Nasution, Sari Maharani, Suci, Evi Adila
  • Parlin Lubis (BRC) : Parlin Lubis, Reza, Ummi Habibah, Nina
  • Mikrat Nasution (Nasty Pro.): Ovie Fristy, Dedi Gunawan, Maya KDI, Nila Sari.
  • Top Simamora (Top Record): Top Simamora, Farro Simamora, Lenni Muzika.
  • Saidun Lubis (HP Pro): Azis Aksay, Fitri Angraini, Suherman
  • Abdul Holid Lubis (Ruva Pro): Roni Saputra Siregar, Ummi Habibah, Liza, Fadli Lubis.
  • Salamat Hutapea (Rahma Prod): Salamat Hutapea, Ucok Pasaman, Givri WR, Nisa WR
  • Fikri Fahreza (Gemini Pro): Rahman KDI, Fikri Fahreza.
  • Rahmat Hidayat (Wasya Pro): Ali Nasution.
  • Pendi (BMR) : Amas Muda, Habibah Lubis.
  • Evita Lubis (Evita Music) : Evita Lubis, Gita Puspita, Reza, Dudi, Sari Maharani.
  • Iyan : Evi Adila, Zein Aditya
  • Tympanum Novem: Riskon Crypto, Pudji Carissa

Selain itu, beberapa rumah produksi juga mengangkat genre film daerah. Genre ini ternyata berterima dan menjadi industri seni hiburan baru yang berkarakter daerah. Misalnya:

  • Tympanum Novem Films yang memproduksi film “Biola Na Mabugang”, “Tias Part I”, “Tias Part II”, “Lilu Part 1”, dan “Lilu Part 2”.
  • Natama Pro : “Parhuta-huta 1”, “Parhuta-Huta 2”.
  • MR2: “Bayo Panjala”, “Si Lian”.

Munculnya genre film tersebut berkausalitas dengan berkembangnya profesi baru yang berkaitan dengan film: aktor dan sineas (penulis skenario, penata lakon, penata artistik, komposer, dan lain-lain. Selain itu juga berkembang sanggar-sanggar seni peran.


SASTRA DAN PERUBAHAN SOLSIAL

Seni, sastra, dan Kebudayaan tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai dan perubahan sosial. Perubahan sosial merupakan merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Perubahan-perubahan itu diyakini erat kaitannya dengan perkembangan seni dan budaya suatu masyarakat. (Soekanto, 1990).

Interaksi yang komunikatif antar elemen perubahan sosial akan mempengaruhi perubahan kebudayaan. Perubahan itu terutama dipicu oleh rasa ketidakpuasan atas kebudayaan yang ada. Selain itu, perubahan juga terjadi karena penemuan baru, pertentangan masyarakat, pemberontakan sosial.

Berbagai karya seni dan sastra itu diyakini berpengaruh terhadap pembentukan opini sosial. Karena itu, peranan media amat besar dalam pembentukan opini sosial dimaksud. Sayangnya, berbagai perkembangan kekinian tampaknya belum sepenuhnya menjanjikan harapan untuk menguatkan karakteristik daerah. Misalnya, lirik lagu mandailing yang gagal menyelipkan idiom-idiom lokal, belum adanya pakem konstruksi lagu Mandailing yang berkarakter, atau film-film yang hanya bernuansa hiburan tanpa muatan budaya.

Banyak faktor penyebabnya. Misalnya, produser yang hanya beriorinetasi pasar dan tidak berani mempublikasikan seni-seni alternatif, minimnya wawasan budaya, dan lain-lain.

 

Daftar Pustaka

Djoko Damono, Sapardi. 1984. Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Rodgers, Susan. 2003. “Folklore with a Vengeance: A Sumatran Literature of Resistance in the Colonial Indies andNew Order Indonesia,” The Journal of American Folklore. Website University of Illinois Press.

_______     1986. “Batak Tape Cassette Kinship: Constructing Kinship Through the Indonesian National MassMedia,” American Ethnologist. Website www.jstor.org.

_______     2002. Compromise and contestation in colonial Sumatra An 1873 Mandailing schoolbook on the Wonders of the West

Tugby, Donald J. 1959. “The Social Function of Mahr in Upper Mandailing,” American Anthropologist. Website: www.jstor.org.

 

Artikel ini menjadi bahan Sarasehan Kebudayaan Mandailing, Jakarta, 1 Juni 2013

TENTANG PENULIS : Askolani Nasution. Lahir di Tapsel, 17 September 1966. Lulus pada Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Padang tahun 1993. Pemenang I Lomba Menulis Cerpen Depdiknas tahun 2005 dan Pemenang III Tahun 2006. Beberapa cerpen dimuat dalam beberapa buku antologi cerpen terbitan Depdiknas sepanjang tahun 2004 – 2008. Menulis skenario dan menyutradarai film produksi Tympanum Novem Films: “Biola na Mabudang” (2011), “Lilu” (2013), dan “Senandung Willem” (sedang proses). Menyutradarai film “Tias” (2012). Pimpinan Redaksi Buletin “Gema Pendidikan” (2006 – sekarang).

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaji SBY naik, daerah bangkrut

    Gaji SBY naik, daerah bangkrut

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Rencana menaikkan gaji presiden dipandang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap anggaran keuangan daerah. Kenaikan gaji presiden yang akan diikuti dengan kenaikan sekitar 8000 pejabat negara lainnya hingga ke daerah akan menguras anggaran daerah. “Kalau presiden naik gaji, pejabat naik juga, akan bebani APBD karena kepala daerah juga akan ikut naik,” ujar Koordinator Investigasi […]

  • SMP Negeri  5 Panyabungan Satu-Satunnya SMP Pelakasan UN Berbasis Komputer

    SMP Negeri 5 Panyabungan Satu-Satunnya SMP Pelakasan UN Berbasis Komputer

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – SMP Negeri 5 Panyabungan, Mandailing Natal satu-satunya sekolah yang siap untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun pelajaran 2015-2016 di Madina. UN SMP akan digelar pada tanggal 9 hingga 12 Mei 2016. Kepala SMP 5 Panyabungan, Marsaulina Pane S.Pd menjawab wartawan, Senin (4/4) mengungkap bahwa persiapan siswa telah matang untuk […]

  • Mahasiswa Unimal Kembangkan Apotek Hidup

    Mahasiswa Unimal Kembangkan Apotek Hidup

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ACEH TAMIANG (Mandailing Online) – Apotek hidup merupakan kumpulan tanaman-tanaman berkhasiat obat yang dibudidayakan di pekarangan rumah. Dinamakan apotek hidup karena terdiri dari ragam tumbuhan sebagai obat mencegah dan penyembuh berbagai penyakit. Ada beberapa dari penduduk Desa Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang sudah memiliki apotek hidup yang ditanam di pekarangan rumah seperti lidah […]

  • PT Virco ‘Usir’ Anggota Dewan

    PT Virco ‘Usir’ Anggota Dewan

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tinjau Perusahaan, Tak Ada Pemberitahuan SIDIMPUAN Petugas keamanan PT Virco tidak memperbolehkan tujuh anggota DPRD Padangsidimpuan yang hendak masuk ke perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan karet tersebut, Jumat (25/3). Para wakil rakyat itu hendak melakukan tinjauan lapangan seputar bocornya pipa limbah PT Virco beberapa waktu lalu. Hal ini sontak membuat gerah tujuh anggota DPRD […]

  • Turnamen Catur Piala Bupati Madina Usai

    Turnamen Catur Piala Bupati Madina Usai

    • calendar_month Senin, 30 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyerahan tropy dan hadiah Turnamen Catur Piala Bupati Madina yang dilaksanakan Percasi Madina resmi diserahkan kepada para pemenang, Senin (30/12/2013) di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Turnamen catur tingkat lopo (kedai kopi) se Madina ini yang diikuti 196 pecatur dari 20 kecamatan di Mandailing Natal ini berlangsung dari tanggal 23 hingga 28 […]

  • Ibukota Baru Untuk Kepentingan Siapa?

    Ibukota Baru Untuk Kepentingan Siapa?

    • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Aisyah Pegiat Literasi Medan   Nasi goreng dimakan malam hari / Tambah lezat dicampur terasi Presenden buruk terjadi berulang kali / Bukti penguasa tak mencintai rakyatnya tulus dari hati Polemik pemindahan Ibukota masih terus berlanjut. Pasalnya banyak pakar dan kalangan yang menilai rencana ini terkesan buru-buru dan memaksakan kehendak. Padahal tidak urgen dan […]

expand_less