Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

PT Virco ‘Usir’ Anggota Dewan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
  • print Cetak


Tinjau Perusahaan, Tak Ada Pemberitahuan
SIDIMPUAN

Petugas keamanan PT Virco tidak memperbolehkan tujuh anggota DPRD Padangsidimpuan yang hendak masuk ke perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan karet tersebut, Jumat (25/3). Para wakil rakyat itu hendak melakukan tinjauan lapangan seputar bocornya pipa limbah PT Virco beberapa waktu lalu.
Hal ini sontak membuat gerah tujuh anggota DPRD Padangsidimpuan (Psp) dari Komisi II tersebut yang dikoordinatori Waki Ketua DPRD Taty Aryani Tambunan, Ketua Komisi II Ashari Harahap, Sekretaris Sopian Harahap, dan anggota Erwin Nasution, Indar Sakti Tanjung, Frans Mico Lubis, serta Isnandar Nasution.
Kemudian dengan kesal, tujuh anggota dewan itu kembali ke kantor. Dalam waktu dekat, mereka berencana akan memanggil pihak Kantor Dampak Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (Kapedalda) Psp serta manajemen PT Virco untuk menanyakan seputar kejadian bocornya pipa limbah PT Virco.
Sebelumnya, Jumat (25/3), dilangsungkan rapat kerja antara Komisi II DPRD dengan Kapedalda. Namun, karena Kakanpedalda Imran Hasibuan tidak hadir dengan alasan sedang ada tugas di Jakarta dan diwakilkan oleh stafnya, maka raker tersebut dibatalkan. Sebab, staf Kapedalda itu tidak bisa membuat keputusan.
Komisi II DPRD Psp pun memutuskan melakukan tinjauan lapangan ke PT Virco di Jalan Tapian Nauli, Kelurahan Aek Tampang untuk melihat langsung sistem pengolahan limbah PT Virco. Namun, ketika masih di gerbang pintu masuk, tujuh anggota DPRD ini tidak diperbolehkan masuk oleh petugas keamanan PT Virco.
Ketua Komisi II DPRD, Ashari Harahap menegaskan, apa yang dilakukan oleh PT Virco sudah mencederai dan merusak martabat anggota DPRD sebagai perwakilan rakyat. Kedatangan mereka ke PT Virco juga dalam rangka menyahuti keluhan dan pengaduan masyarakat soal limbah PT Virco.
Diutarakan Ashari, jika masih dalam wilayah kerja DPRD Psp, semua tempat di Kota Psp bisa dilakukan tinjauan langsung tanpa harus ada pemberitahuan resmi kepada yang bersangkutan.
“Penolakan ini kesannya ada yang ditutup-tutupi perusahaan, belum lagi Kapedalda yang tidak hadir saat kita undang raker. Kita menduga ada kesepahaman antara PT Virco dan Kapedalda. Kita ini anggota DPRD, untuk melakukan tinjauan ke suatu tempat tidak harus pakai surat pemberitahuan segala. Kalau sudah dikasih tahu duluan apalagi ini bermasalah, ya tentunya yang baik-baik sajalah nantinya ditunjukkan kepada kita, untuk apa,” kesalnya.
Oleh karena itu, sebut Ashari, mereka merencanakan akan memanggil PT Virco dan Kapedalda pekan depan untuk membahas masalah limbah dan persoalan di PT Virco. Juga solusi apa yang diambil agar jangan ada kejadian yang sama terulang lagi seperti beberapa waktu lalu.
Kemudian, Komisi II DPRD juga akan mendesak Kapedalda untuk segera mempublikasikan hasil uji laboratorium limbah PT Virco yang sudah diambil sampelnya dan dikirimkan ke laboratorium di Medan.
“Kita akan usut persoalan PT Virco ini sampai tuntas, bukan karena penolakan mereka atas kunjungan kita ini. Tapi lebih kepada bagaimana agar masyarakat tidak lagi mengeluhkan soal limbah PT Virco dan persoalan lainnya yang merugikan masyarakat sekitar, termasuk keberadaan PT Virco yang ada di tengah-tengah pemukiman masyarakat,” tegasnya.
Herman: Harus Ada
Surat Pemberitahuan
Sementara itu perwakilan PT Virco, Herman kepada METRO, Jumat (25/3) melalui telepon selulernya mengatakan, dirinya tidak mengetahui sama sekali terkait kedatangan anggota DPRD Psp ke perusahaannya.
Diutarakan Herman, saat petugas keamanan tidak mengizinkan anggota DPRD Psp masuk untuk melihat sistem pengolahan limbat PT Virco, dirinya tidak berada di kantor.
“Tapi itu sudah disampaikan kepada saya. Cuma waktu kejadian itu saya tidak berada di kantor tapi sedang di rumah,” ungkapnya.
Terkait penolakan itu, kata Herman, merupakan hal yang wajar. Sebab dalam sistem administrasi, seharusnya DPRD Psp sebelum melakukan kunjungan harus membuat surat pemberitahuan resmi kepada pihaknya, sehingga bisa mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, termasuk pertanyaan yang nantinya diajukan oleh DPRD.
“Seharusnya ada surat pemberitahuan dululah, mana bisa main datang-datang gitu aja. Kita kan punya administrasi juga. Jadi kalau mau kunjungan harus buat surat pemberitahuan dulu,” elaknya.
Sementara itu, Kakanpedalda Psp Imran Hasibuan tidak bisa dihubungi melalui telepon selulernya. Dari pengakuan stafnya yang hadir saat raker dengan Komisi II DPRD Psp, Imran Hasibuan sedang berada di Jakarta.
Sekretaris Komisi II DPRD Psp Sopian Harahap menambahkan, Komisi II akan mengawasi hasil uji laboratorium tersbeut dan mengklarifikasinya sekali lagi untuk kepastiannya jika sudah dipublikasikan. “Kita tak mau ada permainan. Kita tak ingin kejadian serupa terjadi berulang-ulang yang dapat merugikan warga,” tuturnya. (phn)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubsu Lantik Saipullah-Atika

    Gubsu Lantik Saipullah-Atika

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution melantik dan mengambil sumpah jabatan Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal Priode 2025-2030, Jum’at (21/3). Pelantikan yang dilaksanakan di aula Raja Inal Siregar, Medan. Dihadiri oleh para tamu penting, mulai dari tingkat pejabat provinsi hingga dari […]

  • Pusat Kota dan Titik-Titik Pasar Potensi Macet Arus Mudik

    Pusat Kota dan Titik-Titik Pasar Potensi Macet Arus Mudik

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pusat kota Panyabungan dan sejumlah titik pasar di Mandailing Natal (Madina) diperkirakan menjadi potensi penyebab kemacetan di sepanjang Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) yang dimungkinkan menganggu arus mudik lebaran tahun ini. Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Madina, Rizaldi Lubis menjawab Mandailing Online, Selasa (15/7/2014 mengatakan, pasar lama dan pasar baru Panyabungan […]

  • Atika Minta Polisi Hentikan Tambang Ilegal di Sungai Batang Gadis, Kotanopan

    Atika Minta Polisi Hentikan Tambang Ilegal di Sungai Batang Gadis, Kotanopan

    • calendar_month Sabtu, 4 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menemui Kapolres membicarakan upaya penghentian tambang ilegal di pinggiran Sungai Batang Gadis kawasan Kotanopan. Atika menyatakan, dia dan bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution tidak akan tinggal diam terhadap aktivitas ilegal itu. Persoalan alat berat di DAS Batang Gadis, Kecamatan Kotanopan tidak luput dari perhatian […]

  • Brigjend TNI Sofwat Nasution Silaturrahim dengan Wartawan

    Brigjend TNI Sofwat Nasution Silaturrahim dengan Wartawan

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal calon bupati Madina, Brigjend TNI (Purn) Sofwat Nasution melakukan silaturrahim dengan kalangan wartawan di Panyabungan, Rabu (17/7/2019). Silaturrahim yang berlangsung di rumah makan Paranginan, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) itu membincangkan berbagai sisi Kabupaten Madina serta pemilihan kepala daerah yang sudah dekat.. Sekitar 20 wartawan dari berbagai media massa […]

  • PDIP  Dukung Kajari Usut Kasus Korupsi Dinkes Madina

    PDIP Dukung Kajari Usut Kasus Korupsi Dinkes Madina

    • calendar_month Kamis, 9 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PDI Perjuangan Mandailing Natal mendukung sepenuhnya langkah kejaksaan negeri yang akan melakukan pengusutan dan membongkar berbagai dugaan korupsi di Dinas Kesehatan Mandailing Natal. Langkah Kejakasan Negeri Mandailing Natal (Madina) itu, menyusul adanya gerakan pengaduan Aliansi Rakyat Peduli Madina (ARPM) ke Kejaksaan Agung di Jakarta beberapa waktu lalu, dan kini pihak Kejaksaan […]

  • Propam dalami penganiayaan wartawan

    Propam dalami penganiayaan wartawan

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Penganiayaan yang dilakukan mantak Kapolres Pematang Siantar, AKBP Fathori terhadap Andi Siahaan, salah satu wartawan televisi swasta di dalam sel Polresta P. Siantar, kini didalami penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) serta Direktorat Reskrim Polda Sumut. Kapoldasu Irjen Oegroseno mengatakan, dugaan penganiayaan yang dilakukan Fathori saat menjabat Kapolresta P. Siantar sudah ditangani […]

expand_less