Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Tergantung Keuangan Daerah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Perintah Mahkamah Konstitusi kepada KPU Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk melakukan pemungutan suara ulang sangat tergantung kemampuan keuangan daerah.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Madina As Imran Khaitami Daulay di rumah dinasnya di Panyabungan, Selasa (14/12/2010), menepis anggapan sejumlah kalangan bahwa pemungutan suara ulang diperlambat.

Dikatakannya, sejauh ini DPRD masih mempersiapakan pembahasan RAPBD 2011. “Saya dengar draf dari pemerintah baru masuk ke DPRD untuk segara dibahas,” ujarnya.

Jangan pula karena keinginan menyegerakan pemungutan suara ulang, pembangunan menyangkut hajat hidup masyarakat banyak menjadi terhambat. “Intinya kita tidak mau gara-gara ini (pemungutan suara ulang) hajat hidup masyarakat banyak jadi terhambat,” terang Imran.

Secara tegas Imran juga membantah bahwa pelaksanaan pemungutaan suara ulang diperlambat, karena DPRD saat ini sedang melakukan pembahasan. “Kita bukan memperlambat tetapi pemungutan suara ini masih dalam proses,” jelas Imran.

Apalagi saat ini masih ada beberapa komponen yang melakukan upaya hukum terkait diktum MK yang dinilai belum sempurna. Artinya apabila pemilukada kemarin terdapat praktik money politics secara menyeluruh, sistimatis, massif, itu artinya pelakunya sudah terbukti. Kalau memang terbukti melakukan money politics, mestinya diberi sanksi pidana maupun perdata.

“Hasil itu pulalah yang kita tunggu. Kenapa? Sebab kita khawatir, apabila pemungutan suara ulang digelar, lalu terpilih yang diinginkan masyarakat, di kemudian hari muncul lagi masalah hukum yang sekarang yang masih dipersoalkan,” ujarnya.

Saat ini DPRD berupaya agar pada pemungutan suara ulang nanti tidak ada lagi aspek-aspek hukum yang terabaikan. Sehingga siapapun yang diinginkan masyarakat memang dialah yang betul-betul jadi pemenang yang diinginkan msayarakat untuk memimpin Madina 5 tahun ke depan.

“Jadi kita harus melihat itu semua mulai dari aspek hukum yang sekarang berkembang dan melihat keuangan daerah untuk melaksanakan pemungutan suara ulang. Saya berharap masyarakat jangan beranggapan bahwa pemungutan suara ulang diperlambat,” tandas Imran. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • CV Parak Tala Bantah Penyebab Abrasi Lahan Kebun Sawit Warga Kampung Sawah Natal

    CV Parak Tala Bantah Penyebab Abrasi Lahan Kebun Sawit Warga Kampung Sawah Natal

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL ( Mandailing Online )- Direktur CV Parak Tala Asruddin membantah aktifitas Kapal Keruk miliknya sebagai penyebab abrasinya sejumlah lahan perkebuna sawit warga Desa Kampung Sawah, Kecamatan Natal, Mandailing Natal. Senin 4/9/2023. Lewat sambungan tlephon, ia mengaku aktifitas Kapal Keruk milik perusahaan nya hanya beraktifitas selama dua hari di sungai batang natal di Desa Kampung […]

  • Kena Peluru Nyasar

    Kena Peluru Nyasar

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- Jamaluddin Pane (16), warga Desa Manegen, Kecamatan Padang Sidempuan (Psp) Tenggara, korban peluru nyasar akhirnya angkat bicara. Dia mengaku saat bentrokan antara warga dengan sejumlah personel polisi Polresta Psp di Desa Manegen Sabtu malam (13/11) ia baru pulang malam mingguan bersama teman-temannya. Saat ditemui wartawan, Minggu (14/11) RSUD Psp di Ruang Katelia II, Jamaluddin […]

  • Husein Nasution Sudah Mendaftar di 8 Parpol

    Husein Nasution Sudah Mendaftar di 8 Parpol

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, Ahmad Husein Nasution sejauh ini telah mendaftar di 8 partai politik untuk Pilkada Madina 2020. Hari ini Jum’at (8/11/2019) sosok pengusaha ini mendaftar di DPC Partai Gerindra Madina dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Madina. Kedua parpol itu merupakan parpol ke 6 dan ke 7 tempatnya mendaftar […]

  • Sipir Lapas Pemukul Santri Dipindah ke Polres Madina

    Sipir Lapas Pemukul Santri Dipindah ke Polres Madina

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Sipir penjara Lembaga Pemasyarakatan Natal, Derman Gultom ditengarai akan ditahan di Polres Mandailing Natal. Sejumlah polisi berpakaian preman terlihat menggiring Derman Gultom keluar dari sel tahanan Polsek Natal, Rabu (22/9/2021). Derman ditahan karena dugaan menganiaya Said Rahman, pelajar Pondok Pesantren Mustafawiyah beberapa waktu lalu. Dengan tangan diborgol, Derman Gultom terlihat menunduk […]

  • Wabup Atika Salurkan Gaji untuk Petugas Kebersihan

    Wabup Atika Salurkan Gaji untuk Petugas Kebersihan

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution kembali memberikan gaji pokoknya. Kali ini, Atika menyalurkan gajinya kepada petugas kebersihan dan keamanan di Rumah Dinas Bupati dan Wakil. “Alhamdulillah pada kesempatan ini saya menyalurkan gaji kepada petugas kebersihan dan keamanan berjalan sukses,” kata Atika setelah membagikan gaji pokoknya di Parkir […]

  • Biaya Pembuatan KTP di Madina Mancapai Rp50.000

    Biaya Pembuatan KTP di Madina Mancapai Rp50.000

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merasa keberatan. Pasalnya, biaya pembuatan Kartu Keluarga (KK) disebut mencapai Rp20.000 dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Rp50.000. Mahalnya biaya pembuatan KK dan KTP tersebut terungkap saat puluhan massa tergabung dalam Barisan Muda Mandailing Natal (Madina) terdiri dari PC PMII Madina, Madina Institute, Pantai Barat Mandailing Foundation, PMP Madina, IMA […]

expand_less