Kamis, 24 Sep 2026
light_mode

MUI Minta Polda Sumut Sikat Habis Judi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
  • print Cetak


Medan – MUI Sumatera Utara minta aparat kepolisian setempat bertindak tegas untuk menyikat habis segala bentuk permainan judi yang telah meresahkan masyarakat.

“Segala bentuk yang namanya judi harus diberantas dan menyeret cukong atau bandar yang membuka perjudian tersebut,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara H Abdullah Syah di Medan, Selasa, ketika diminta komentarnya mengenai semakin maraknya perjudian itu.

Berbagai jenisnya judi yang dewasa ini cukup marak di wilayah Sumut, menurut dia, harus secepatnya diantisipasi, sehingga bentuk permainan yang dilarang pemerintah dan agama itu, tidak sampai diikuti para pelajar, pemuda sebagai generasi muda harapan bangsa.

Sebab, katanya, permainan judi dengan jenis toto gelap (togel), Samkwan, KIM serta judi jackpot itu, telah mulai “merajalela” di masyarakat dan ini terdapat di daerah Medan, Belawan, Binjai, Labuhan Batu dan kota-kota lainnya di Provinsi Sumatera Utara yang berpenduduk lebih kurang 12 juta jiwa itu.

“Kita tidak ingin akibat judi itu, mental dan moral generasi muda menjadi kropos dan tidak bisa dibina lagi.ini harus secepatnya dihindari demi menyelamatkan anak bangsa yang ada di negeri ini,” kata Guru besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara itu.

Lebih jauh ia mengatakan, untuk mengantisipasi permainan judi yang terus “menjamur” itu, aparat penegak hukum harus bertindak tegas untuk membongkar segala bentuk penyakit masyarakat tersebut.

Kepolisian di jajaran wilayah hukum Sumatera Utara itu, tidak perlu diskriminasi atau “tebang pilih” terhadap tempat-tempat perjudian.

Selain itu, petugas kepolisian juga harus menangkap orang-orang yang mensponsori atau “bankir” sehingga adanya rumah-rumah yang menyediakan permainan yang melanggar hukum tersebut.

Toke atau bandar besar perjudian di Sumut itu, juga perlu ditangkap dan diproses secara hukum, sehingga bisa membuat efek jera bagi mereka dan tidak mengulangi lagi perbuatan salah tersebut.

“Kita menginginkan daerah Sumatera Utara ini, harus terbebas dari judi. Akibat perjudian ini sudah banyak orang yang jatuh bankrut atau jatuh miskin, mengalami gangguan kejiwaan, bercerai, serta menghancurkan keluarga dan rumah tangga,” kata Abdullah Syah.(*)
(T.M034/R010/R009)
Sumber : Antara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejaksaan Stabat tetapkan 4 tersangka korupsi BLH

    Kejaksaan Stabat tetapkan 4 tersangka korupsi BLH

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    LANGKAT – Kejaksaan Negeri Stabat menetapkan empat tersangka kasus dugaan korupsi di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang merugikan negara sekitar Rp 500 juta. “Benar sudah empat yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi di Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Stabat Jhon Leonardo Hutagalung di Stabat, hari […]

  • Demo M3, Minta Ketua DPRD Madina Mundur

    Demo M3, Minta Ketua DPRD Madina Mundur

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kejaksaa Juga Diminta Tuntaskan Kasus-kasus Korupsi   Panyabungan (MO)-Puluhan massa dari Gerakan Masyarakat Madina Care dan DPP Ikatan Mahasiswa Muslim Madina (M3) melakukan unjuk rasa ke DPRD Madina, Kamis (9/2) mengusung lima agenda yang menyangkut pemerintahan, mosi tak percaya kepada ketua DPRD Madina, PT.Sorikmas Mining, Geotermal dan kasus percetakan sawah. Massa yang berjumlah sekitar 60 […]

  • Jalan ke Aek Nabara Jenis Tanah dan Berbahaya

    Jalan ke Aek Nabara Jenis Tanah dan Berbahaya

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Kondisi jalan menuju Desa Aek Nabara Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih berjenis jalan tanah dan sempit hanya mampu dilewati kenderaan roda dan berbahaya jika tak hati-hati melewatinya. Desa ini sudah terlalu lama dalam penantian panjang mengharapkan infrastruktur yang memadai layaknya sebuah desa yang berada di wilayah negara […]

  • Strategi Pendidikan Islam, Jamin Kualitas Generasi

    Strategi Pendidikan Islam, Jamin Kualitas Generasi

    • calendar_month Senin, 29 Mei 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dinnar Fitriani Susanti Pengamat Kebijakan Publik Dalam kegiatan Forum Pemangku Kepentingan Daerah (FPKD) oleh Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Samarinda dibahas satu program. Program tersebut merupakan Penggerak Sekolah Provinsi Kaltim yang bertajuk “Membangun Komitmen Bersama Meningkatkan Mutu Pendidikan”.(https://kaltim.akurasi.id/news/peningkatan-mutu-pendidikan-melalui-sekolah-penggerak-kaltim/) Bongkar Pasang […]

  • Dianggap Berjasa, Warga Banjar Malayu Janji Menangkan Harun – Ichwan di Pilkada Madina

    Dianggap Berjasa, Warga Banjar Malayu Janji Menangkan Harun – Ichwan di Pilkada Madina

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Banjar Malayu ( Mandailing Online) : Tim Harun – Ichwan kali ini menelusuri  daerah Desa Banjar Malayu di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina). Dengan mengendarai kendaraan khusus Of Road, tim ini akhirnya bisa sampai ke lokasi dan disambut hangat masyarakat sekitar. ” Terimakasih atas kedatangan Mudir Ponpes Mustafawiyah beserta tim On Ma […]

  • Lahan Pertanian Diserobot Ratusan Warga Madina Terancam Kehilangan Lahan

    Lahan Pertanian Diserobot Ratusan Warga Madina Terancam Kehilangan Lahan

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Sekitar 500-an warga di Dusun Bulung Gadung dan Dusun Bronjong Desa Selebaru Kecamatan Batang Gadis Kabupaten Madina, terancam kehilangan tempat tinggal dan lahan pertanian akibat aksi penyerobotan tanah yang dilakukan oleh pengusaha. Kepada MedanBisnis, Selasa (27/9) di Medan, Saroha Siregar (37) salah satu perwakilan masyarakat asal Madina yang ditemui mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan […]

expand_less