Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Perjalanan Mantan Wartawati AS Menggapai Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Jun 2016
  • print Cetak
Kristin Szremski bersama muslimah Africa

Kristin Szremski (pakai kaca mata) bersama muslimah Africa

Lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga penganut Kristen Lutheran di Missouri, Amerika Serikat, Kristin Szremski tidak pernah merasa puas dengan kehidupan spiritualnya. Hal itu lantas mendorongnya untuk berpindah keyakinan ke agama Katolik di usia 40 tahun.

Namun, pada 2001, perempuan itu akhirnya memilih Islam sebagai tempat berlabuh. Sejak itulah ia merasakan kebahagiaan yang sempurna dalam kehidupan ruhaninya.

Perkenalan Szremski dengan agama yang diwahyukan dari Nabi Muhammad SAW ini bermula pada 16 tahun silam. Ketika itu, dia yang masih bekerja sebagai jurnalis di salah satu surat kabar di Chicago, mendapat tugas dari kantornya untuk membuat liputan khusus tentang komunitas Arab.

“Ketika itu, saya tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang Islam. Yang saya tahu, semua agama dan nabi yang datang setelah Yesus (Isa AS) adalah palsu,” kata Szremski membuka kisah perjalanan rohaninya, seperti dikutip Huffington Post.

Untuk memenuhi tugas liputan dari kantornya tersebut, Szremski lalu melakukan penelitian terhadap komunitas Arab di AS selama enam pekan. Dia pun mewawancarai banyak Arab Muslim. Dalam proses liputan itulah, hatinya mulai terpesona dengan ajaran Islam.

“Saya menemukan bahwa agama Islam memiliki karakteristik yang mirip dengan yang disampaikan Bibel (kitab suci umat Nasrani),” tuturnya.

Menurut Szremski, pemahamannya tentang agama Lutheran dan Katolik cukup membantunya dalam mempelajari Islam. Bahkan, pengetahuannya mengenai konteks sejarah Bibel, justru membuka pikirannya untuk mempertanyakan kembali konsep keimanan Kristiani yang ia anut.

Setelah mempelajari Islam selama 18 bulan lamanya, Szremski semakin yakin bahwa Alquran adalah firman Tuhan yang sebenarnya. Dia juga meyakini Nabi Muhammad SAW sebagai rasul yang diutus oleh Allah SWT kepada umat manusia. Meskipun demikian, saat itu dia masih belum bisa melepaskan keyakinannya mengenai ketuhanan Yesus.

“Sampai akhirnya saya membaca Surah al-Ikhlas yang menyebutkan bahwa Allah itu tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Apa yang disampaikan oleh surah tersebut benar-benar menyadarkan saya, Yesus bukan Tuhan,” ungkapnya.

Keyakinan Szremski terhadap kebenaran Islam pun semakin kuat. Pada 21 Juli 2001, dia akhirnya mengikrarkan dua kalimat syahadat, menjadi seorang Muslimah. Kisahnya pun cukup unik.

Ketika itu, Szremski sedang berada di sebuah hotel di Washington DC untuk menghadiri rapat dengan pihak majalah tempat ia menulis. Di atas tempat tidur kamarnya, ada Alquran dalam posisi terbuka. Szremski lalu berlutut dan berdoa, meminta kepada Tuhan untuk membimbingnya kepada jalan kebenaran.

“Tiba-tiba dari bibir saya keluar kalimat, tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad SAW adalah utusan-Nya. Kemudian, saya mengulangi lagi pernyataan tersebut dalam bahasa Arab. Sejak itu, saya sudah menjadi Muslimah,” kenangnya.

Demi menyempurnakan kewajibannya sebagai Muslimah, tahun lalu, Szremski akhirnya berangkat ke tanah suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Dia pun mengaku sangat gugup saat menjalani rukun Islam yang kelima tersebut.

“Haji merupakan perjalanan spiritual yang berat. Dengan segala keterbatasan fisik yang saya miliki, banyak ujian yang harus dihadapi selama berada di Makkah. Mulai dari kelelahan, kurang tidur, hingga kondisi ekstrem yang dapat memengaruhi kesehatan,” tuturnya.

Szremski mengungkapkan, tujuan perjalanan hajinya ke Makkah semata-mata untuk menemukan hubungan yang lebih dalam dengan Sang Pencipta. Ketika berada di hadapan Kabah, dia mengaku merasakan kehadiran Allah dengan cara yang ia tidak pernah rasakan sebelumnya.

“Saya merasakan cinta yang luar biasa. Di sana (Makkah), saya bisa menyembah dan mencurahkan hati saya kepada Tuhan dengan lebih khusyuk,” akunya.

 

Dikutip dari : Republika Online

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Tak Digubris Kadisdik, Ketua Komisi I: Aspirasi Masyarakat Saja Tak Ditanggapi

    Mahasiswa Tak Digubris Kadisdik, Ketua Komisi I: Aspirasi Masyarakat Saja Tak Ditanggapi

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aksi unjuk rasa organisasi mahasiswa PC PMII Mandailing Natal (Madina) yang tidak digubris Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Lis Mulyadi Nasution mendapat tanggapan dari Ketua Komisi I DPRD Zubaidah Nasution. “Aspirasi masyarakat saja yang kita sampaikan melalui lembaga yang sah dan sebagai mitra pemerintah yang diamanahkan undang-undang tidak digubris,” kata Zubaidah ketika […]

  • Indra Porkas Lubis-Firdaus Nasution Menolak

    Indra Porkas Lubis-Firdaus Nasution Menolak

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sebanyak tiga pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) menandatangani kesepakatan pilkada damai di Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Madina, Panyabungan, Kamis (24/02/2011). Ketiga pasangan calon yang menandatangani kesepakatan yakni, Calon Bupati Nomor Urut 2 Aswin Parinduri, Calon Bupati Nomor Urut 5 Arsyad Lubis, Calon Bupati-Wakil Bupati Nomor Urut 6 Hidayat Batubara-Dahlan Hasan Nasution. Sedangkan […]

  • Hj Nurliyah Kades Wanita Pertama di Siabu

    Hj Nurliyah Kades Wanita Pertama di Siabu

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Hj Nurliyah terpilih sebagai Kepala Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Kades wanita pertama di kecamatan tersebut menang dalam pemilihan kades, Sabtu (27/11), dengan meraih 238 suara, mengalahkan saingannya Tagor Lubis dengan 114 suara dari 463 suara dalam daftar pemilih tetap. Ketua panitia Pilkades Abdul Lubis mengatakan, kemenangan Hj Nurliyah merupakan […]

  • Pariwisata Belum Pengaruhi Pendapatan Dearah

    Pariwisata Belum Pengaruhi Pendapatan Dearah

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sektor Pariwisatan sejauh ini melum mampu menyumbang terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mandailing Natal (Madina). Demikian disampaikan aktivis pemerhati lingkungan di Madina, Buyung RBD Daulay yang juga Ketua Angkatan Muda Demokrat Indonesia didampingi Sekretaris Imsaruddin Nasution SHI kepada wartawan, pekan lalu. Menurutnya, kondisi itu akibat pengelolaan objek wisata di Madina belum […]

  • Urus Surat Rekomendasi Berjualan Bensin Eceran

    Urus Surat Rekomendasi Berjualan Bensin Eceran

    • calendar_month Kamis, 11 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Pengecer Harus Setor Rp200 Ribu ke Camat MADINA- Sejumlah pedagang bensin eceran di Kecamatan Natal dan Muara Batang Gadis, Kabupaten Madina, mengaku memberikan uang sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu kepada camat. Uang itu untuk biaya pengurusan surat rekomendasi atau keterangan usaha. Hal ini disampaikan Irfan Nasution, kepada METRO, Rabu (10/8). Irfan merupakan pedagang eceran […]

  • Gunakan Alat Seadanya, Magrifat Buka Les Komputer Gratis untuk Anak-Anak

    Gunakan Alat Seadanya, Magrifat Buka Les Komputer Gratis untuk Anak-Anak

    • calendar_month Jumat, 29 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meskipun dengan menggunakan alat seadanya tidak menyurutkan niat Magrifat Lubis untuk memberikan les pengenalan dan pengoperasian komputer tingkat dasar secara gratis kepada anak-anak di lingkungannya. Aktivis Muda ini dengan sukarela dan penuh kesabaran mengajari anak-anak agar tidak gagap teknologi (gaptek). Kegiatan yang menggunakan 5 unit komputer yang dipinjamkan salah satu seniornya […]

expand_less