Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Ketika Koruptor dan Kapitalisme Berdisco di Atas Penderitaan Rakyat Batahan (bagian 3-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 20 Jul 2016
  • print Cetak
Dahlan Batubara

Dahlan Batubara

Esai : Dahlan Batubara
Pemimpin Redaksi Mandailing Online

Jika saya seorang bupati, saya tidak akan membiarkan perusahaan itu mengadukan belasan warga Batahan itu kepada polisi, karena belasan warga Batahan itu tidak layak dituduh sebagai pencuri buah sawit, karena pohon-pohon sawit itu bukan milik perusahaan, melainkan dimiliki oleh “stanpass” dan dimiliki oleh rangkaian kerumitan demi kerumitan sebagai akibat lesalahkaprahan para birokrat korup dan sebagai akibat kegagalan mekanisme birokrasi memenuhi hak-hak rakyat.

Jika saya seorang bupati, saya tidak akan membiarkan perusahaan itu mengadukan belasan warga Batahan itu kepada polisi, karena aksi yang disebut sebagai pencurian itu bukanlah  pencurian, melainkan sebagai sebuah simbol ketidakbagusan perjalanan negara, ketidakberesan penjalanan sistem oleh penyelenggara negara, dan sebagai pantulan perselingkuhan antara birokrat korup dan perusahaan yang berjalan di dalam ruh kapitalisme.

Jika saya seorang bupati, saya tidak akan membiarkan perusahaan itu mengadukan belasan warga Batahan itu kepada polisi, karena aksi yang disebut sebagai pencurian itu bukanlah  pencurian, melainkan sebagai dampak-dampak turunan dari kegagalan negara dalam mengelola antara semangat pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan investasi di satu sisi dan dengan pengelolaan perlindungan hak-hak rakyat di sisi lain. Kegagalan negara melaksanakan instrumen  melindungi rakyatnya ketika negara membabibuta memposisikan investor-investor sebagai dewa yang turun dari langit biru yang dipuja-puji dalam rangka mengejar pertumbuhan ekonomi negara.

Jika saya seorang bupati, saya tidak akan membiarkan perusahaan itu mengadukan belasan warga Batahan itu kepada polisi, karena aksi yang disebut sebagai pencurian itu bukanlah  pencurian, melainkan sebagai dampak-dampak turunan dari kerumitan-kerumitan di tingkat teknis yang dilahirkan oleh ketidakberesan kinerja para birokrat.

Bahwa seorang birokrat negara tidak memiliki keharusan untuk bertanggungjawab kepada perwujudan kebun plasma karena birokrat negara tidak memiliki keharusan untuk bertanggungjawab  pada “out put” karena negara hanya menagih pertanggungjawaban administratif.

Bahwa “ini lahan kami” – “lahan kalian di mana” – “ente bukan anggota plasma” – “lahan kalian sudah dialihkan ke sana” dan tetekbengek karancauan di tingkat teknis lainnya adalah merupakan pantulan dari kesalahkaprahan di awal mula pelaksanaan program pola inti-plasma atau disebut “muda sega di pandasoran, sega tu pambibiran” serta dosa-dosa para pelaksana negara yang  didelegasikan oleh rakyat kepadanya memundak amanah dan wewenang melaksanakan segala yang menyangkut perhutanan, perkebunan, perinvestasian, per-ukuran lahan, per-sosialisasian, (dan malah rakyat tak melarang para birokrat itu melakukan) menimbun harta dari hasil perbagian uang “angpao” yang diberikan oleh perusahaan itu atas kerjakerasnya memuluskan strategi mengaburkan kejelasan kebun plasma itu.

Jika saya seorang bupati, dan belasan warga Batahan itu sudah terlanjur disidangkan di pengadilan, maka saya akan memerintahkan perusahaan agar menyelamatkan belasan warga Batahan itu dari ancaman menghuni penjara, karena belasan warga Batahan itu dahulu kala adalah “Juliet” yang dirayu-rayu agar bersedia memenuhi ambisi-ambisi pertumbuhan ekonomi negara. Bahwa belasan warga Batahan itu adalah anak kandung dari “Julet” yang dilahirkan di dalam situasi kerumitan-kerumitan dan kekacaubalauan investasi dan dosa-dosa birokrat korup.

Jika saya seorang hakim yang mengadili belasan warga Batahan itu, maka saya akan memandang kasus itu bukan pencurian sebagaimana pencuri yang mencuri mangga di pekarangan Pak Rohim, melainkan satu aksi yang dilahirkan oleh rangkaian kerumitan demi kerumitan sebagai akibat lesalahkaprahan para birokrat korup dan sebagai akibat kegagalan mekanisme birokrasi terhadap hak-hak rakyat, terhadap kebun plasma untuk anak-anak yang dilahirkan oleh “Juliet”.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jumlah Pemilih di Aek Nabara Hanya 27 Orang

    Jumlah Pemilih di Aek Nabara Hanya 27 Orang

    • calendar_month Jumat, 29 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Desa Aek Nabara, Panyabungan Timur, Mandailing Natal termasuk rendah populasi penduduknya. Akibatnya, jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) di ajang Pilgubsu 2018 ini hanya sekitar 27 orang. Terdiri dari 14 pria, 13 perempuan. Desa ini memang tergolong terpencil. Lokasi pemukimannya masuk ke dalam kawasan hutan, teramat sulit dijangkau kenderaan roda dua. […]

  • Zulaikha Bika Ambon dan Pemuda Rangkuti Berbagi Sembako

    Zulaikha Bika Ambon dan Pemuda Rangkuti Berbagi Sembako

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Jelang lebaran, Zulaikha Bika Ambon dan Dewan Pimpina Pusat (DPP) Pemuda Rangkuti (Naposo Nauli Bulung Marga Rangkuti) memberikan bantuan kepada warga di 5 Desa dan Kelurahan, Jum’at (29/4/2022). Desa dan kelurahan itu berada di Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut. Bantuan yang dibagika meliputi bahan pangan, Al-Qur’an […]

  • Distan Palas Panen Kedelai di Lahan Tiga Poktan

    Distan Palas Panen Kedelai di Lahan Tiga Poktan

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Palas. Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Padang Lawas (Palas) melakukan panen kedelai di lahan tanaman kedelai yang dikelola oleh tiga Kelompok Tani (Poktan) seluas 30 Ha, di Desa Botung, Kecamatan Batang Lubu Sutam (Balutam), Selasa (30/9). Ketiga Poktan tersebut yakni Poktan Bersama, Poktan Garingging dan Poktan Makmur Jaya. Poktan tersebut merupakan dampingan Distan Palas, peserta program […]

  • Hama Tikus Hantui Petani

    Hama Tikus Hantui Petani

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Masyarakat petani Kabupaten Mandailing Natal masih merasa was-was dalam memasuki musim tanam kali ini. Pasalnya serangan hama tikus masih mengahantui karena sampai saat ini hama tikus belum bisa dibasmi habis. “Kita merasa was-was dalam menghadapi musim tanam kali ini karena benih yang kita tabur untuk bibit menghadapi musim tanam kali ini selalu habis dimakan […]

  • Tapal Batas Madina-Tapsel, Kabag Hukum: Kita hanya Menunggu

    Tapal Batas Madina-Tapsel, Kabag Hukum: Kita hanya Menunggu

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mengenai penetapan tapal batas Madina-Tapsel yang sebelumnya ditolak Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution, saat ini Pemkab Madina hanya bisa menunggu. Demikian disampaikan Kepala Bagian Hukum Sekretaris Daerah (Kabag Hukum Sekdakab) Madina Nurkholis, SH, MH ketika dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Rabu (14/9). Nurkholis menerangkan, minggu lalu tim yang […]

  • Mobil Offroad Kapolres Madina dan IOF Evakuasi Minibus yang Masuk Jurang di Putusan

    Mobil Offroad Kapolres Madina dan IOF Evakuasi Minibus yang Masuk Jurang di Putusan

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): Minibus mengalami kecelakaan tunggal di kawasan putusan, Kelurahan Tano Bato, Kecamatan Panyabungan Selatan, Mandailing Natal. Senin 3/6/2024. Mobil itu terjun ke jurang sedalam 50 meter saat hendak menuju pantai barat. Kecelakaan itu terjadi karena sang supir hilang kendali dan langsung nyungsep ke jurang. Dua penumpang di dalam mobil itu mengalami luka ringan. […]

expand_less