Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 5)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
  • print Cetak

Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980)

 

Hari pertama di bulan Ramadhan,  kampung kami seperti baru selesai bersolek merias diri. Masjid masjid dipoles dengan cat yang baru, bak bak penampungan air di masjid dikuras kembali, setelah dikuras terakhir ramadhan tahun lalu.  Bahkan ada beberapa masjid yang mendirikan gapura bambu dengan hiasan pucuk enau. Kami menyebutnya gaba gaba.

Sambutan bulan ramadhan semakin meriah dengan dibersihkannya lahan lahan pekuburan. Masyarakat seperti dikomando bergotong royong membersihkannya.  Kampung serasa makin benderang.

“Biar tidak terlalu menyeramkan” kata amangboru Jamangkilang sembari menyeruput kopi pahitnya. 

“Ah, melihat nisan yang bak pucuk rebung baru tumbuh itu, tetap saja membuat bergidik”, kata si Janako, rada serius.

Dengan bijaksana ompung Oji menyampaikan, “kita membersihkan itu supaya mengingatkan kita, bahwa hidup di dunia ini begitu singkat, nanti juga kita akan ke sana”.

Angkang Lokot mengangguk tanda mengerti.

Tapi dari gayanya ia juga ingin menyampaikan sesuatu. 

Benar saja. 

Ia menyebut, hanya Jamandulang saja yang tidak ngeri melintas di tengah malam gulita di pekuburan itu,  maklum ada gadis berlesung pipit di kampung sebelah yang rajin ia kusip. 

Ah, kita tinggalkan dulu percakapan lepau itu. Kita kembali cerita tentang bebersih- bersih. Bagi anak laki yang sudah waktunya untuk berkhitan. Bulan Ramadhan ini jugalah waktu yang tepat, karena vakansinya relatif cukup panjang.  Biasanya bersunat dilakukan di awal ramadhan, maksudnya supaya pada hari raya nanti sudah sembuh total.  Bahaya kalau tidak sembuh, celana baru yang sudah jahitkan, bisa gagal dipakai di hari raya. Akan menjadi penyesalan seumur hidup.  Akh… Itu hanya kekhawatiran yang berlebihan. Yang penting jangan sekali kali nginjak tahi ayam,  risikonya cukup besar, bisa bontan.

Masa itu ada dua mantri senior yang sudah punya jam terbang tinggi untuk potong memotong balom jambi dimaksud, keahliannya tak perlu diragukan lagi.  Asalkan mantri amangtua Situmeang atau ompung Kalibatuah yang akan mengeksekusi, batin akan menjadi tenang. Bagaimana tidak, abang abang yang sudah duluan ditotak tahun lalu, sering menakut nakuti.  Mereka bilang dipotongnya menggunakan gunting yang sudah berkarat atau menggunakan kampak tumpul dengan tatakan batang pisang. Wooow,  mengerikan sekali.

Di bulan suci ini, semoga Allah Subhana Wata’ala memberikan ampun, kelapangan dalam kubur dan membukakan pintu surga,  kepada orang orang yang telah mengkhitan kami Ya Allah,  sehingga kami menjadi pemeluk islam seutuhnya. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bapenda Raih Juara Umum, Pemkab Madina Serahkan Hadiah Lomba Inovasi Daerah 2025

    Bapenda Raih Juara Umum, Pemkab Madina Serahkan Hadiah Lomba Inovasi Daerah 2025

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Bertempat di Aula Bupati, Komplek Perkantoran Payaloting, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar acara puncak penyerahan hadiah Lomba Inovasi Daerah tahun 2025 pada Senin (2/2/2026). Acara ini menjadi momentum penting dalam mengapresiasi kreativitas serta terobosan inovatif yang lahir dari masyarakat dan perangkat daerah. Lomba yang diinisiasi oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berkolaborasi dengan […]

  • Sistem Tak Menjamin Kesehatan

    Sistem Tak Menjamin Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Endang Pohan Mahasiswi tinggal di Padang Lawas Utara Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan vital masyarakat yang pelayanannya dijamin oleh negara. Berita viral pekan ini yang banyak tersebar melalui media di kalangan masyarakat, menyatakan seorang mantan atlet timnas bola Volli Putri  dan juga sebagai Serda TNI-AD, yang telah disahkan secara hukum di persidangan penggantian nama […]

  • Satu Desa Rata-Rata Kelola Rp 1 Miliar

    Satu Desa Rata-Rata Kelola Rp 1 Miliar

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    JAKARTA – Rancangan Undang-Undang Desa akhirnya diketok menjadi undang-undang dalam rapat paripurna DPR, Rabu (18/12). Dengan ketentuan alokasi sebesar 10 persen dari dana transfer daerah APBN, tiap desa bisa mengelola anggaran hingga Rp 1 miliar setiap tahun. Jika besaran 10 persen itu mencapai Rp 104,6 triliun, kemudian dibagi sekitar 72 ribu desa, maka rata-rata bisa […]

  • Lia Eden Bebas

    Lia Eden Bebas

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lia Aminudin alias Lia Eden (64), terpidana kasus penodaan agama dijemput tujuh orang pengikutnya saat keluar dari Lapas Wanita Tangerang, Banten, Jumat (15/4). Lia Eden bebas setelah menjalani masa tahanan 2,5 tahun yang dijatuhkan vonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang diketuai Sujbacran pada 2 Juni 2009. Sumber : Analisa

  • Manggore

    Manggore

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Manggore (mendulang emas) merupakan mata pencaharian tambahan bagi penduduk Mandailing. Di sela-sela kesibukan bertani sebagai mata pencaharian utama, beberapa orang turun ke sungai dengan alat-alat yang amat tradisional. Sungai Batang Gadis yang berhulu dari Gunung Kulabu dan melintasi hampir seluruh bagian Mandailing memang diyakini menyimpan banyak bijih emas. Bahkan beberapa abad yang lalu para pedagang […]

  • Warga Aek Nabara Akhirnya Nikmati Listrik

    Warga Aek Nabara Akhirnya Nikmati Listrik

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Akhirnya penduduk Desa Aek Nabara Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Nata menikmati aliran listrik. Ini kali pertama desa itu terang di malam hari sejak Indonesia merdeka. Arus listrik itu diperoleh dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dibangun pemerintah desa setelah menerima anggaran Dana Desa Tahun 2015. Desa Aek Nabara […]

expand_less