Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Kepala Desa di Madina Nihil Visi Ekonomi, Akibatnya Dana Desa Tak Berdampak Memakmurkan Rakyat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 4 Okt 2016
  • print Cetak

 

Dana Desa termasuk juga untuk infrastruktur ekonomi

Dana Desa termasuk juga untuk infrastruktur ekonomi

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mayoritas kepala desa di Mandailing Natal (Madina) tidak memiliki visi terhadap pengembangan perekonomian desa.

Hal itu dibuktikan minimnya jumlah desa yang mengarahkan Dana Desa bagi upaya pertumbuhan ekonomi desa.

“Niat pemerintah Indonesia memajukan ekonomi penduduk desa melalui Dana Desa justru mentok di tangan kepala desa,” kata Maruli Borotan, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Selasa (4/10).

Dikatakannya, mayoritas kepala desa di Mandailing Natal (Madina) justru terjebak pada sektor pemukiman seperti membangun jalan jenis rabat beton, pembangunan parit jalan desa, membangun gedung sekolah taman kanak-kanak. Kalau infrastruktur air bersih, masih wajar, karena air bersih merupakan kebutuhan vital penduduk.

Di Permendes Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2016, pemerintah Indonesia memberikan pilihan kepada desa menetapkan sektor-sektor yang akan dibiayai oleh Dana Desa, baik sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, pemukiman dan sosial.

Pemerintah memberikan pilihan itu kepada desa karena esensi kelahiran Dana Desa itu sendiri memberikan hak otonom kepada desa menetapkan pilihan berdasarkan kondisi masing-masing desa yang ditetapkan dalam musyawarah desa.

“Berdasarkan pilihan-pilihan yang diberikan pemerintah Indonesia itulah sebenarnya kita bisa menilai apakah kepala desa memiliki visi atau tidak terhadap pengembangan ekonomi penduduknya. Dan ternyata, mayoritas kepala desa lebih ke sektor pemukiman atau mempermak wajah desanya, mereka seolah buta terhadap pengembangan ekonomi,” katanya.

 Di sinilah dibutuhkan visi kepala desa dalam menetapkan skala prioritas, baik melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan Rencana Kerja Pemerintah Desa.

“Jika kepala desa berdalih bahwa penetapan prioritas Dana Desa berdasar hasil musyawarah desa, itu alasan dungu. Kepala desa itu seorang pemimpin, bukan tukang teken saja. Seorang pemimpin seharusnya mampu memberikan pencerahan, melobi dan meyakinkan tokoh-tokoh masyarakat tentang arah pembangunan desa berdasar visi misinya sebagai seorang kepala desa,” ujarnya.

“Dana Desa itu juga sama esensinya dengan dana kabupaten. Dana kabupaten ditetapkan melalui musyawarah di DPRD lalu menjadi APBD. Dan Dana Desa juga ditetapkan melalui musyawarah desa lalu menjadi APBDesa. Itu artinya, visi misi kepala desa tetap menjadi salah satu arah pembangunan desa walau melalui tahapan musyawarah desa, sebagaimana visi misi seorang bupati menjadi salah satu arah pembangunan kabupaten walau melalui musyawarah di DPRD,” imbuhnya.

Oleh karenanya, jika pemerintah desa tidak ada mengalokasikan Dana Desa pada sektor ekonomi, baik infrastruktur ekonomi, investasi desa maupun penguataan wirausaha penduduknya, maka kepala desa-nya yang tak memiliki visi ekonomi.

Oleh karenanya, pemerintah kabupaten harus mendorong desa agar memiliki program maupu arah tujuan pembangunan ekonomi penduduk.

Peliput : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masdoelhak Nasoetion, Kematiannya Menimbulkan Kemarahan PBB (Bagian 2 – selesai)

    Masdoelhak Nasoetion, Kematiannya Menimbulkan Kemarahan PBB (Bagian 2 – selesai)

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siapa Masdoelhak? Masdoelhak adalah anak Padang Sidempoean kelahiran Siboga. Nama lengkapnya Masdoelhak Nasoetion gelar Soetan Oloan, cucu dari Soetan Abdoel Azis dari Goenoeng Toea, Mandailing. Ayah Masdoelhak bernama Nazar Samad Nasoetion gelar Mangaradja Hamonangan (lahir di Padang Sidempoean) dan ibunya bernama Namora Siti Aboer br Siregar (lahir di Padang Sidempoean). Masdoelhak, anak keenam dari tujuh […]

  • Mengapa Barus Menjadi Titik Nol Masuknya Islam ke Indonesia? (bagian 2-selesai)

    Mengapa Barus Menjadi Titik Nol Masuknya Islam ke Indonesia? (bagian 2-selesai)

    • calendar_month Rabu, 22 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

                        Disebutkan pula bahwa di perkampungan-perkampungan ini, orang-orang Arab bermukim dan telah melakukan asimilasi dengan penduduk pribumi dengan jalan menikahi perempuan-perempuan lokal secara damai. Mereka sudah beranak-pinak di sana. Dari perkampungan-perkampungan ini mulai didirikan tempat-tempat pengajian al-Qur’an dan pengajaran tentang Islam sebagai cikal bakal madrasah dan […]

  • Rapel Gaji Guru Ditahan Disdik

    Rapel Gaji Guru Ditahan Disdik

    • calendar_month Jumat, 7 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIMALUNGUN-Rapel gaji guru 100 persen PNS angkatan 2009 selama 3 bulan yang seharusnya dibayar Januari, diduga ditahan Dinas Pendidikan Simalungun. Salah seorang guru PNS di salah satu SMP di Raya, Kamis (6/1), mengatakan, dia heran kenapa gaji tidak kunjung dibayarkan. Ironisnya, seluruh guru PNS seangkatannya di sekolah lain sudah dibayarkan. “Teman-teman kami PNS angkatan 2009 […]

  • Guru TKS Minta Kejaksaan Panggil Oknum Dinas Pendidikan

    Guru TKS Minta Kejaksaan Panggil Oknum Dinas Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN , Ulah yang di lakukan oknum dinas Pendidikan di Kabupaten Mandailing natal, guru Tenaga suka Rela (TKS) cuma mendapat kontrak kerja hanya empat bulan saja dan di berikan honorer Rp.280.000, namun hingga setelah berahirnya perjanjian kontrak kerja belum pernah menerima honorer dari Dinas Pendidikan yang di tangani oleh oknum JML. Ketika hal ini di […]

  • Penghianat Diberi Hormat, Layakkah?

    Penghianat Diberi Hormat, Layakkah?

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Penghianat! Munafik! Laknatullah alaihi! Itulah kata-kata yang layak disematkan kepada sosok Mustafa Kemal Attaturk. Namanya baru-baru ini menjadi viral karena rencana pemerintah menjadikan nama tersebut sebagai salah satu nama jalan di DKI. Alasannya, sebagai simbol kerjasama bilateral yang baik dan rasa hormat terhadap negara Turki. Sayangnya, rencana […]

  • Baru Beberapa Bulan, Bahu Jalan Proyek Pintu II Kantor Bupati Madina Benilai 1,9 Miliar Retak

    Baru Beberapa Bulan, Bahu Jalan Proyek Pintu II Kantor Bupati Madina Benilai 1,9 Miliar Retak

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): baru beberapa bulan selesai, proyek peningkatan Jl. Utama Komplek Perkantoran Payaloting (Pintu II) senilai Rp.1.977.000.000 sudah retak di bagian bahu jalan beton tanpa tulangan. Pt.Gashabat Sukses Mandiri diketahui sebagai pelaksana proyek tersebut. Dari data, sumber dana pembangunan proyek ini dari APBD Madina tahun 2025.Uraian pekerjaan sendiri beton struktur dan selesai […]

expand_less