Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Kepala Desa di Madina Nihil Visi Ekonomi, Akibatnya Dana Desa Tak Berdampak Memakmurkan Rakyat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 4 Okt 2016
  • print Cetak

 

Dana Desa termasuk juga untuk infrastruktur ekonomi

Dana Desa termasuk juga untuk infrastruktur ekonomi

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mayoritas kepala desa di Mandailing Natal (Madina) tidak memiliki visi terhadap pengembangan perekonomian desa.

Hal itu dibuktikan minimnya jumlah desa yang mengarahkan Dana Desa bagi upaya pertumbuhan ekonomi desa.

“Niat pemerintah Indonesia memajukan ekonomi penduduk desa melalui Dana Desa justru mentok di tangan kepala desa,” kata Maruli Borotan, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Selasa (4/10).

Dikatakannya, mayoritas kepala desa di Mandailing Natal (Madina) justru terjebak pada sektor pemukiman seperti membangun jalan jenis rabat beton, pembangunan parit jalan desa, membangun gedung sekolah taman kanak-kanak. Kalau infrastruktur air bersih, masih wajar, karena air bersih merupakan kebutuhan vital penduduk.

Di Permendes Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2016, pemerintah Indonesia memberikan pilihan kepada desa menetapkan sektor-sektor yang akan dibiayai oleh Dana Desa, baik sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, pemukiman dan sosial.

Pemerintah memberikan pilihan itu kepada desa karena esensi kelahiran Dana Desa itu sendiri memberikan hak otonom kepada desa menetapkan pilihan berdasarkan kondisi masing-masing desa yang ditetapkan dalam musyawarah desa.

“Berdasarkan pilihan-pilihan yang diberikan pemerintah Indonesia itulah sebenarnya kita bisa menilai apakah kepala desa memiliki visi atau tidak terhadap pengembangan ekonomi penduduknya. Dan ternyata, mayoritas kepala desa lebih ke sektor pemukiman atau mempermak wajah desanya, mereka seolah buta terhadap pengembangan ekonomi,” katanya.

 Di sinilah dibutuhkan visi kepala desa dalam menetapkan skala prioritas, baik melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan Rencana Kerja Pemerintah Desa.

“Jika kepala desa berdalih bahwa penetapan prioritas Dana Desa berdasar hasil musyawarah desa, itu alasan dungu. Kepala desa itu seorang pemimpin, bukan tukang teken saja. Seorang pemimpin seharusnya mampu memberikan pencerahan, melobi dan meyakinkan tokoh-tokoh masyarakat tentang arah pembangunan desa berdasar visi misinya sebagai seorang kepala desa,” ujarnya.

“Dana Desa itu juga sama esensinya dengan dana kabupaten. Dana kabupaten ditetapkan melalui musyawarah di DPRD lalu menjadi APBD. Dan Dana Desa juga ditetapkan melalui musyawarah desa lalu menjadi APBDesa. Itu artinya, visi misi kepala desa tetap menjadi salah satu arah pembangunan desa walau melalui tahapan musyawarah desa, sebagaimana visi misi seorang bupati menjadi salah satu arah pembangunan kabupaten walau melalui musyawarah di DPRD,” imbuhnya.

Oleh karenanya, jika pemerintah desa tidak ada mengalokasikan Dana Desa pada sektor ekonomi, baik infrastruktur ekonomi, investasi desa maupun penguataan wirausaha penduduknya, maka kepala desa-nya yang tak memiliki visi ekonomi.

Oleh karenanya, pemerintah kabupaten harus mendorong desa agar memiliki program maupu arah tujuan pembangunan ekonomi penduduk.

Peliput : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Narasi Jahat Mengkaitkan Perempuan dengan Terorisme

    Narasi Jahat Mengkaitkan Perempuan dengan Terorisme

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Aksi terorisme belum lama ini kembali terjadi di Indonesia, kali ini menyasar Katedral Makassar dan Mabes Polri, Jakarta. Dari tiga pelaku, dua diantaranya berjenis kelamin perempuan. Peneliti hukum dan HAM LP3ES sekaligus dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, Milda Istiqomah mengatakan, ada peningkatan tren aksi teror yang melibatkan perempuan dalam beberapa […]

  • MEMBASMI KORUPSI LEBIH MUDAH DENGAN HUKUM SYARIAH

    MEMBASMI KORUPSI LEBIH MUDAH DENGAN HUKUM SYARIAH

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah kalangan menilai upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air mengalami kemunduran. Memasuki tahun 2020 publik dikagetkan dengan kasus korupsi Jiwasraya, suap (risywah) Komisioner KPU oleh kader parpol, dan Garuda. Juga masih ada dugaan tindak pidana korupsi yang belum tuntas seperti di Kemenperindag dan Kementerian Agama. Kerugian yang dialami negara mencapai triliunan rupiah. Padahal penindakan terhadap […]

  • Inspektorat Madina Harus Usut Kegagalan Program SRI

    Inspektorat Madina Harus Usut Kegagalan Program SRI

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Inspektorat harus segera mengusut gagalnya program optimalisasi pertanian dalam program SRI (System of Race Intencification) tahun anggaran 2013 dan 2014 Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang bersumber dari APBN tersebut. “Diduga anggaran yang diperuntukkan untuk kelompok tani itu banyak yang diselewengkan oleh oknum yang ada di Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madina, […]

  • 24 Tahun Madina, Sudah Saatnya Menuju Umur Dewasa

    24 Tahun Madina, Sudah Saatnya Menuju Umur Dewasa

    • calendar_month Rabu, 8 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Halvionata Auzora Siregar* Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Sumatra Utara, terbentuk melalui Undang- Undang Nomor 12 Tahun 1998 dan diresmikan  tepatnya tanggal 9 Maret 1999. Artinya usia Mandailing Natal sudah dewasa, bukan lagi usia seumur jagung. Usia 24 tahun pada 2023 tahun ini adalah masa peralihan habisnya […]

  • Soal Irigasi Hancur, PU Madina Akan Surati Kontraktor

    Soal Irigasi Hancur, PU Madina Akan Surati Kontraktor

    • calendar_month Kamis, 12 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait bangunan irigasi hancur di Gunung Baringin, panyabungan Timur, pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mandailing Natal akan menyurati kontraktor. Kasi Pengairan Dinas Pekerjaan Umum, Rijal, Kamis (12/11) menyatakan pihaknya akan segera menyurati manajemen CV Menara Berlian Pantai Barat. Bangunan irigasi itu sudah hancur, padahal baru sekitar 1,5 bulan selesai dikerjakan pembangunannya. […]

  • Bencana Madina, Gubsu Ajak Solat Taubat

    Bencana Madina, Gubsu Ajak Solat Taubat

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menyaksikan bencana alam di nyaris seluruh wilayah Mandailing Natal, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengajak kita bermuhasabah, istighfar berkali-kali, berdoa di sepertiga malam. Itu dikatakan gubernur saat membuka rapat kordinasi penanganan bencana alam Madina di Panyabungan, Senin malam (12/11/201). Manusia tidak mampu menepis jika Allah SWT menghadirkan amuk alam, tentunya jika bukan atau belum termasuk […]

expand_less