Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Pasca Terbitnya Hak Paten Kopi Mandailing : Penguatan Petani dan Negosiasi Mandheling Coffee (Bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 16 Nov 2016
  • print Cetak

bupati dan kopi Mandailing

bupati dan kopi Mandailing

Hak Paten untuk Kopi Mandailing telah diterbitkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM. Namanya Hak Paten Indikasi Geografis Kopi Arabika Sumatera Mandailing. Itu artinya, eksportir dari Indonesia dan produsen bubuk kopi di seluruh dunia yang memasang Mandheling Coffee sebagai nomenklatur labelnya tak dibolehkan lagi kecuali atas seizin dari Mandailing Natal.

Perkembangan itu tentu memiliki dampak terhadap sektor hulu dan hilir kopi di Mandailing Natal. Termasuk bagaimana pemerintah Kabupaten mandailing Natal dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Mandailing (MPIG) meningkatkan kualitas kopi di tingkat petani, baik dari sisi budidaya hingga pasca panen agar sesuai dengan standar kualitas pasar internasional. Serta bagaimana pula melakukan negosiasi dengan produsen-produsen yang selama ini memakai nama Mandailing.     

Tak kalah penting adalah bagaimana upaya Pemkab Mandailing Natal mensiasati ini sebagai salah satu peluang besar mendongkrak ekonomi petani di tengah terpuruknya harga karet. Untuk itu, Dahlan Batubara dan Maradotang Pulungan mewawancarai Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution dan Ketua MPIG Zubaei Lubis dalam dua kesempatan berbeda, pekan lalu.

Hasil wawancara dengan bupati diterbitkan pada segmen Pasca Terbitnya Hak Paten Kopi Mandailing :  Penguatan Petani dan Negosiasi Mandheling Coffee (Bagian 1). Sedangkan hasil wawancara diterbitkan di segmen Pasca Terbitnya Hak Paten Kopi Mandailing :  Penguatan Petani dan Negosiasi Mandheling Coffee (Bagian 2).

Berikut petikan wawancara dengan Bupati Madina, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution :

 

Bagaimana harapan Pak Bupati pasca terbitnya sertifikat hak peten ini?

Sertifikasi ini tentu rahmat tuhan yang maha besar buat kita semua, terutama rakyat para petani kopi. Jadi saya sangat berharap besar memboomingkan ini (kopi Mandailing) bersama ketua (Ketua MPIG) .

Nah, di APBD 2017 itu harus tertampung pembibitan, tapi harus kopi yang unggul. Berhubung karena di Pakantan itu di dekat Ulu Pungkut juga masih ada kopi-kopi yang besar yang sudah tumbang tapi masih tumbuh tunas, itulah sebagai tempat penghasil bibit, dan bibit ini harus benar-benar dibibitkan oleh pemerintah dalam hal ini oleh Dinas Pertanian, yang punya kualitas sehingga bibitnya bagus. Dan rakyat tidak boleh dibebani serupiah pun. Itulah dulu sumbangsih pemerintah kepada rakyat sehingga barangkali kemerosotan ekonomi masyarakat akan terpuruknya harga karet bisa segera kita tutupi.

Dan di sela-sela kopi saya minta ada sayur mayur. Berapa milyar, seperti yang sering saya sampaikan, berapa milyar kita antar setiap bulan ke Karo, kita antar tiap bulan Kebukit Tinggi membeli sayur mayur, itu kan pola hidup yang menyalah. Kita berharap agar segera ini kita akhiri, ayo berjalan di atas rel yang benar sehingga rakyat barangkali bisa tertolong.

Artinya, upaya untuk mengembangkan tanaman kopi satu keharusan pasca terbitnya hak paten ini? 

Budi daya kopi. Dan contohnya saya buat di sebelah kiri kantor bupati, mungkin dalam beberapa hari ini sudah ditanami semua, termasuk sayur mayurnya juga ditanami di situ (pola tumpang sari) sehingga rakyat bisa mencontohnya. Masyarakat kita kan sampai sekarang tak menerima kalau hanya ngomong, kalau kita ngomong tanpa bukti yang jelas, rakyat tidak akan mau.

Lalu dari sisi instrument ekspor Kopi Mandailing, bagaimana dampaknya?

Sebenarnya ketuanya (ketua MPIG) yang paling hajap sekarang, karena mereka (produsen bubuk kopi) ingin kontrak, saya bilang  jangan, nanti ketika kita mengadakan kontrak, hak-hak tentang trek harga yang berlaku secara internasional itu akan terabaikan. Saya bilang sama ketua, kalau boleh kita ikut harga pasaran saja, sehingga barangkali tidak terjebak kita ke dalam sistem pengijonan, jangan mau kita itu.

Harapan kepada asosiasi, terutama MPIG?

Harus didorong. Mereka sudah harus menyiapkan penyuluh yang betul-betul ahli kopi, baik pra panen maupun pasca panen. Mendorong masyarakat luas. Saya berharap, di mana pun, dia rumah yang sebesar apapun, sisa pekarangannya selain bunga-bungaan yang sudah terbiasa kita tetap berharap minimal satu batang tanaman kopi harus ada di pekarangan rumahnya.

Selama ini di berbagai negara sudah banyak produk bubuk kopi dengan Mandheling Coffee sebagai nomenklatur labelnya, bagaimana ini setelah hak peten ini terbit?

Jadi begini, itu benar, benar sekali. Selama ini produk kopi kita dari Mandailing hanya berkisar 25 ton sebulan, sebelum kami boomingkan, sebelum saya benahi dulu yang tujuh belas petani kopi, dari 25 ton itu bisa sampai ke Medan Kopi Mandailing ada 150 ton, mereka campur, tapi tetap nama Kopi Mandailing. Inilah barang kali dengan adanya ini (hak paten) tentu kita sudah bisa meng-cancel semua, ini lho Kopi Mandailing yang sebenarnya.

Tentunya, ini salah satu mensiasati keterpurukan harga komoditi karet?

Ini salah satu solusi yang kita harapkan mampu meningkatkan tingkat ekonomi di tengah terpuruknya harga karet.

Karena bagaimana pun, saya banyak berbincang dengan ahli ekonomi, terutama ahli ekonominya Bapak Presiden, beliau memprediksi, mudah-mudahan salah kata beliau, dalam rentang empat sampai lima tahun ini harga karet masih sulit untuk normal. Makanya jika kita tetap bertahan di karet tentu bisa hajab kita.

Nah itulah, selain kopi itu, sebelum petani kita mendapatkan hasil dari kopi, tanam sayur mayur dulu diantara tanaman kopi sehingga pendapatan petani sudah ada sebelum kopi masuk masa panen.

Bagaimana harapan Pak Bupati kepada Petani dalam intensifikasi kopi ini?

Tolong benar-benar terutama mengenai mutu. Saya akan mengerahkan penyuluh mendampingi petani. Ketua (ketua MPIG) harus tiap hari mencek, mengatur semuanya sehingga itu (kualitas kopi) tetap terjaga.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perolehan Suara Sementara di Panyabungan, Panyabungan Barat, Panyabungan Timur

    Perolehan Suara Sementara di Panyabungan, Panyabungan Barat, Panyabungan Timur

    • calendar_month Kamis, 10 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Data sementara di Kecamatan Panyabungan dan Panyabungan Timur pasangan Dahlan-Sukhairi masih unggul. Panyabungan Barat Yusuf-Imron unggul. Hingga pukul 1.16 WIB Kamis dini hari (10/12), data sementara rekapitulasi di website KPU Madina, pasangan Yusuf-Imron meraih suara 2.943, Dahlan-Sukhairi 5.032, Saparuddin-Miswaruddin 1.421. perolehan sementara itu berasal dari 42 TPS dari total 168 TPS di […]

  • Selisik Nilai Pancasila

    Selisik Nilai Pancasila

    • calendar_month Sabtu, 1 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Azhar Nasution Pancasila sebagai dasar negara yang otentik terpatri dalam pembukaan UUD 1945. Substansi dari nilai-nilai Pancasila tersebut, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial. Sabtu 1 Juni kita melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila. Berdasarkan Keppres Nomor 24 Tahun 2016, tanggal 1 Juni adalah salah satu hari penting dalam kalender bangsa Indonesia. Pasalnya, di tanggal tersebut […]

  • Harga Naik Atau Pemakaian BBM Bersubsidi Dibatasi

    Harga Naik Atau Pemakaian BBM Bersubsidi Dibatasi

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Depok – Pemerintah saat ini dihadapkan pada pilihan sulit, ibarat makan buah simalakama, terkait perkiraan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang membengkak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2011. Dua pilihan yang sama sulit adalah menaikkan harga BBM bersubsidi atau menerapkan pembatasan pemakaian BBM bersubsidi agar pembengkakan subsidi BBM dapat diminimalisasikan atau dikurangi. Karena itu […]

  • Ini Motif Tersangka S Bunuh Evi

    Ini Motif Tersangka S Bunuh Evi

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – kepada penyidik Reskrim Polres Madina, Suroso alias S tersangka pembunuh Evi mengaku menghabisi nyawa korban karena diminta bertanggung jawab dengan hubungan keduanya yang sudah berjalan 1 tahun. Namun fakta dibalik hubungan ke dua nya ternyata tersangka Suroso telah menikah 3 bulan lalu dan korban adalah selingkuhannya. Gegara minta dinikahi oleh korban, akhirnya […]

  • Tim Anti-Santet Banten Siap Bantu KPK

    Tim Anti-Santet Banten Siap Bantu KPK

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    JAKARTA, (Mandailing Online) – Pimpinan KPK menerima kunjungan belasan tokoh dan pendiri Provinsi Banten, di kantor KPK, Jakarta, Kamis (10/10/2013). Para tokoh dan pendiri Provinsi Banten menyampaikan dukungan moril kepada KPK untuk memberantas sejumlah kasus korupsi di Banten melalui pintu masuk kasus dugaan suap Ketua MK Akil Mochtar yang juga melibatkan adik Gubernur Banten Ratu […]

  • Manto Berpeluang Jadi Ketua KWRI Madina

    Manto Berpeluang Jadi Ketua KWRI Madina

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Mandailing Natal berencana melangsungkan Musyawarah Daerah (Musda) bulan ini. Ketua Panitia Musda, Muhammad Rusdi Batubara didampingi Sekretaris Panitia, Hendri Husein menjawab Mandailing Online di Panyabungan, Minggu (7/11/2021) menyatakan Musda direncanakan berlangaung pada 25 November 2021. Selain merumuskan program organisasi ke depan, Musda ini juga […]

expand_less