Senin, 9 Nov 2026
light_mode

Gubsu Jangan Korbankan Guru Honor SLTA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 18 Nov 2016
  • print Cetak

H. Ridwan Rangkuti,SH.MH

H. Ridwan Rangkuti,SH.MH

SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Pengalihan penanganan seluruh sekolah lanjutan atas (SLTA) dari kabupaten/kota kepada provinsi dikabarkan akan menggilas para guru honorer alias akan diberhentikan.

Oleh karenanya, Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia Tabagsel, H.Ridwan rangkuty,SH.MH dalam surat terbuka kepada gubernur Sumatera Utara dan para bupati serta walikota se-Sumut, Jum’at (18/11) mendesak dilakukan upaya penyelematan para guru honorer SLTA.

Di dalam surat terbuka itu, Ridwan menyatakan otonomi daerah semakin dikebiri oleh pemerintah pusat. Banyak kewenangan pemerintah kabupaten dan pemerintah kota ditarik menjadi kewenangan pemerintah provinsi selaku wakil pemerintah pusat.

Salah satunya adalah pengalihan/penarikan kewenangan pemerintah kabupaten /kota dalam pengelolaan pendidikan menengah setingkat SLTA, menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi terhitung sejak 1 Januari 2017.

Termasuk pengangkatan, pemberhentian guru dan kepala sekolah, pengelolaan aset, dan penggajian guru PNS setingkat SLTA. Sehingga pemerintah kabupaten /kota telah kehilangan asset, guru dan pengelolaan pendidikan setingkat SLTA tersebut.

Yang menjadi polemik dan permasalahan belakang ini adalah status guru honorer yang sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun mengabdi sebagai guru honorer di SLTA yang gajinya berasal dan bersumber dari APBD kabupaten/kota.  Apakah mereka guru honorer tersebut akan digaji oleh pemerintah provinsi atau tetap menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota?.

Issu yang berkembang bahwa guru honorer SMU/SMK di Sumatera Utara akan dirumahkan atau diberhentikan. Kecuali bupati atau walikota bersedia menampung gaji mereka dalam APBD dengan membuat surat pernyataan kesediaan kepada gubernur.

Jika Issu tersebut benar bahwa guru honorer SMA/SMK akan diberhentikan atau di rumahkan, maka ratusan guru honorer SMA/SMK akan menjadi pengangguran intelektual, dan dapat memicu permasalahan baru.

Seharusnya gubernur dan bupati/walikota tidak mengorbankan mereka yang sudah mengabdi sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa sebagai guru honorer dengan gaji apa adanya.

Gubernur atau bupati/walikota harus menghargai mereka yang sudah mengabdi bertahun-tahun, dengan tetap menampung gaji mereka dalam APBD Provinsi Sumut atau dalam APBD kabupaten /kota tiap tahunnya.

“Kita meminta kepada gubernur Sumatera Utara agar tidak mengorbankan guru honorer. Anggaran bidang pendidikan yang cukup tinggi dapat dipastikan akan mampu untuk menampung gaji mereka, dan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten /kota mempunyai tanggung jawab untuk melindungi dan memberikan kesempatan bekerja kepada mereka yang sudah berbakti dan mengabdi,” ujarnya.

Kepada pengurus organisasi guru honorer agar segera berkoordinasi dengan gubernur Sumatera Utara dan bupati /walikota untuk memperjuangkan hak-hak guru honorer agar tetap memperoleh pekerjaan yang layak sebagai guru bakti di SMU/SMK.

 

Editor    : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 13 Desa di Ulu Pungkut  Tolak Tanda Batas Hutan Lindung

    13 Desa di Ulu Pungkut Tolak Tanda Batas Hutan Lindung

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Sebanyak 13 di Kecamatan Ulupungkut, Mandailing Natal (Madina) menolak pembuatan tanda batas hutan lindung di kawasan itu yang dilakukan pihak Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I (BPKH W-I) Sumut. Alasan penolakan karena pihak BPKH tidak melakukan koordinasi dengan masyarakat 13 desa dalam program pemancangan batas hutan lindung. Tapal batas yang […]

  • Minat Generasi Muda pada Pertanian Menurun

    Minat Generasi Muda pada Pertanian Menurun

    • calendar_month Senin, 7 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB) Yonny Koesmaryono mengatakan tren minat generasi muda terhadap pertanian mulai menurun. "Saya melihat trennya menurun. Sudah lima tahun terakhir menurun," kata Yonny dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (5/11). Dia menekankan tren penurunan tersebut bukan dari IPB melainkan dilihat secara […]

  • Harga Sembako Relatif Stabil di Panyabungan

    Harga Sembako Relatif Stabil di Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Secara umum harga-harga bahan pokok dan bahan penting lainnya cenderung stabil di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Meskipun ada kenaikan harga, selisihnya tidak signifikan. Wakil Bupati (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution memantau harga sembako (sembilan bahan pokok) di Pasar Baru Panyabungan, Jumat (6/3/2026). “Untuk sayur-mayur, tomat mengalami penurunan hampir setengah harga […]

  • Anggota Dewan: Kok Pramugari Garuda Tua-tua

    Anggota Dewan: Kok Pramugari Garuda Tua-tua

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi V DPR RI mempertanyakan kenapa pramugari Garuda tua-tua dibandingkan dengan maskapai-maskapai penerbangan lainnya. Menjawab pertanyaan tersebut Direktur Utama, PT Garuda, Emirsyah Safar, menjelaskan bahwa memang hal tersebut merupakan aturan dari bagian kepagawaian Garuda. “Untuk Pramugari, berdasarkan aturan dari kepegawaiaan, ini prinsipnya sampai 56 tahun, tetapi kita tetap merekrut yang baru-baru dan saat […]

  • Hadirkan Gagasan Membangun di Pilkades Madina

    Hadirkan Gagasan Membangun di Pilkades Madina

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Halvionata Auzora Siregar Putra Batang Natal* Tak lama lagi 256 desa di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut akan melaksanakan pesta demokrasi, tepatnya tanggal 21 Agustus tahun 2023. Ini merupakan pemilihan kepala desa sebelum kita menyambut pesta demokrasi yang lebih besar yaitu Pemilihan Umum pada tahun 2024 yaitu pemilihan presiden, anggota DPR, DPD dan Kepala Daerah. […]

  • Gaji 11 Bulan Tak Jelas, Guru TKS SMA/SMK Demo ke DPRD Madina

    Gaji 11 Bulan Tak Jelas, Guru TKS SMA/SMK Demo ke DPRD Madina

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 200 guru TKS SMA dan SMK melakukan unjukrasa ke DPRD Madina mengadukan nasib soal gaji yang belum diterima selama 11 bulan. Mereka berjalan kaki dari lapangan Aek Godang menuju gedung DPRD Madina, Senin (27/11/2017). Sejumlah spanduk diusung. Salah satu bertulis “Gimana mau paten kalau gaji guru belum cair”. Bisri […]

expand_less