Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Bulung Gadung Naiduda Goreng dari Mandailing Malaysia (bagian 2 – selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 23 Des 2016
  • print Cetak

bulung gadung naiduda goreng dan rempahnya

Oleh : Dahlan Batubara

 

Bicara cita rasa dan aroma, bulung gadung naiduda goreng ini ternyata sangat berbeda dengan bulung gadung naiduda gulai. Ada semacam rasa orisinil dari kaldu daun ubi di dalam bulung gadung naiduda goreng tersebut.

Saya bukan ahli kuliner, tetapi saya bisa merasakan zat-zat ekstraktif yang terdapat di dalam bulung gadung naiduda goreng ini sangat orisinil, sebuah rasa asli dari cairan murni suatu sayuran. Rasa orisinil begitu kentara dan menyengat ketika bulung gadung naiduda goreng itu menyentuh lidah saya.

Ketika menyentuh lidah, saya dapat membayangkan berbagai ekstrak : daun ubi, rimbang, talas, cabai, bawang merah dan bawang putih berkolaborasi menghasilkan rasa orisinil, satu paduan rasa yang tak dikontaminasi oleh kaldu lemak kelapa.

Berdasar itu, bisa dihipotesa bahwa keorisinilan rasa dari kolaborasi ekstrak ini dimungkinkan akibat tidak adanya pengaruh lemak santan kelapa di masakan bulung gadung naiduda goreng ini. Sebab, rasa itu tak diperoleh dari kaldu bulung gadung naiduda gulai.

Kondisi rasa itu bisa jadi terjadi akibat pola memasaknya yang hanya memakai sedikit minyak goreng (berdasarkan penjelasan saudara Ramli, minyak gorengnya hanya sedikit saja yang berfungsi untuk sekedar mematangkan saja), sehingga perubahan-perubahan pada sel-sel ekstrak daun ubi dan ekstrak rempah-rempahnya tak terlalu besar.

Memang, dari wujud fisik serta rasa, masakan bulung gadung naiduda goreng ini terlihat seperti setengah matang jika diamati dari perubahan warna daun ubinya. Begitu juga dengan rasa : terasa antara kondisi matang dengan kondisi kurang matang. Tapi, itulah mungkin ciri khas bulung gadung naiduda goreng ini.

Berbeda dengan cara menggulai pakai santan kelapa. Sebab, proses menggulai biasanya selalu matang sangat dan ada tahap “gur-gur” atau mendidih pada kuahnya. Kondisi kuah mendidih itu biasanya akan berdampak pada berubahnya molekul-molekul ekstrak daun ubi dan rempah-rempah yang mencampurinya. Perubahan itu menyebabkan rasa orisinil sayuran itu akan berubah. Perubahan itu makin nyata ketika lemak santan juga telah ikut mempengaruhi segmen rasa daun ubi dan rempah-rempahnya.

Itulah yang saya rasakan dan saya amati pada bulung gadung naiduda goreng ini. Sebuah rasa yang dihasilkan oleh inovasi kuliner dari saudara samara Mandailing di Malaysia. Satu semangat dalam mempertahankan masakan khas suku bangsanya, bangsa Mandailing yang berujung pada lahirnya sebuah inovasi.

Masakan bulung gadung naiduda goreng ini memperlihatkan adanya satu fakta sprit kemandailingan nan kuat dari saudara-saudara kita yang harus bertempat tinggal jauh di luar Tanah Leluhur akibat migrasi tahun 1800-an, yang belum tentu sekuat kita yang berada di Tanah Leluhur ini. 

Juga memberikan gambaran bahwa dimana pun berada, dan meski terpisah oleh geopolitik antar negara, darah Mandailing itu ternyata tetap darah Mandailing. Bukan darah Indonesia – bukan darah Malaysia. Senantiasa darah Mandailing.*** (Dahlan Batubara adalah pemipin redaksi Mandailing Online)

  

   

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • STRATEGI MENJADIKAN SUNGAI, DANAU DAN LAUT SEBAGAI LUMBUNG IKAN NASIONAL

    STRATEGI MENJADIKAN SUNGAI, DANAU DAN LAUT SEBAGAI LUMBUNG IKAN NASIONAL

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rahmad Daulay*   PENDAHULUAN Indonesia dianugerahi kekayaan perairan yang luar biasa. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki jutaan hektare laut, ribuan sungai, ratusan danau, waduk, serta kawasan pesisir yang menyimpan potensi perikanan sangat besar. Kekayaan tersebut bukan sekadar sumber daya alam, melainkan modal strategis bangsa untuk memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan […]

  • Tapteng Datangkan Artis Promosikan Pariwisata

    Tapteng Datangkan Artis Promosikan Pariwisata

    • calendar_month Minggu, 5 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidempuan. Pemkab Tapanuli Tengah (Tapteng) akan mendatangkan sejumlah artis ibukota untuk membantu dalam memperkenalkan dan mempromosikan berbagai potensi pariwisata yang ada di daerah itu. “Kami sedang mempromosikan Tapanuli Tengah sebagai “Negeri Sejuta Pesona”,” kata Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang, usai menghadiri pembukaan rapat kerja daerah PDIP Sumut, di Kota Padangsidimpuan, Kamis (2/2) malam. Menurut Bupati, […]

  • Polres Madina Jangan Pilih Kasih

    Polres Madina Jangan Pilih Kasih

    • calendar_month Rabu, 18 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Ketua Deklarator LSM Majelis Rakyat Madina, Abdul Muis Pulungan, mendesak polres Madina atau poldasu untuk mengusut tuntas pelaku penganiayaan dan pembacokan terhadap 5 warga Warga Naga Juang atau warga Kabupaten Madina dalam peristiwa pembakaran camp PT. SM di bukit Sambung. Aparat penegak hukum tak boleh pilih kasih, demi asas keadilan dan kepastian […]

  • Pemilih Diberi Rp10 Ribu Hadir pada Pilkades

    Pemilih Diberi Rp10 Ribu Hadir pada Pilkades

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Untuk merangsang agar seluruh masyarakat Desa Gunungtua Lumban Pasir, Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hadir pada pemilihan kepala desa (Pilkades), panitia memberikan uang kepada seluruh pemilih yang memiliki hak suara. Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Pilkades Gunungtua Lumban Pasir, Dahler Lubis SPd kepada METRO usai pelaksanaan pilkades, Kamis (16/12). Pemberian uang kepada pemilih […]

  • Mahasiswa Minta Poldasu Usut PT. Capital Mining Hutana

    Mahasiswa Minta Poldasu Usut PT. Capital Mining Hutana

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Kapolda Sumut didesak mahasiswa mengusut aktivitas tambang PT. Capital Mining Hutana (PT.CMH) di Linggabayu, Mandailing Natal. Desakan itu disuarakan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan saat berunjukrasa di Poldasu, Kamis (7/11/2019). Mahasiswa menyatakan perusahaan itu diduga merusak lingkungan dan diduga belum mengantongi izin penambangan emas. Poldasu […]

  • Jenazah Parbeca Ditemukan di Sungai Dengan Tangan Terikat

    Jenazah Parbeca Ditemukan di Sungai Dengan Tangan Terikat

    • calendar_month Jumat, 9 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Satu mayat pria ditemukan dalam kondisi tangan terikat di sungai Siping-ping, Desa Sirambas, Panyabungan Barat, Mandailing Natal (Madina). Pria yang teridentifikasi bernama Muhammad Nasai Batubara (46) warga Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan. Bekerja sebagai penarik beca bermotor (parbeca). Seorang wanita bernama Masran, penggembala kerbau warga Sirambas kali pertama  menemukan […]

expand_less