Kamis, 11 Jun 2026
light_mode

Tim Cek Covid-19 di Perbatasan Madina Tak Dikasih Makan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2020
  • print Cetak

 

Anggota DPRD Sumut, H. Fakhrizal Efendi Nasution, SH (kanan berdiri) saat meninjau pos pemeriksaan Sihepeng, Sabtu.

SIABU (Mandailing Online) – Nasib petugas di Pos Pemeriksaan Covid-19 perbatasan Mandailing Natal menyedihkan.

Tidak ada biaya makan diterima mereka dari Pemkab Mandailing Natal (Madina).

Jika lapar mereka harus beli dan bayar sendiri.

Kondisi itu sangat kontras dengan risiko nyawa yang harus mereka tanggung sebagai garda terdepan mengawal kabupaten Madina dari sebaran virus Corona di perbatasan.

Itu diketahui saat Anggota DPRD Sumut, H. Fakhrizal Efendi Nasution, SH meninjau pos pemeriksaan Sihepeng, Sabtu (4/4/2020).

Posko itu berada di Desa Sihepeng Kecamatan Siabu, perbatasan Madina dengan Tapsel. Berfungsi sebagai pemeriksaan terhadap semua orang yang memasuki Madina dari arah Medan siang malam.

Tim bekerja 24 jam non stop. Tim jaga dibagi dalam 3 kelompok shift kerja.

Tim terdiri dari petugas medis, aparat polisi dan TNI dibantu petugas Dinas Perhubungan.

Saat Fakhrizal melakukan peninjauan siang hari itu tidak menemukan petugas dari Dinas Perhubungan. Hanya petugas medis, polisi dan TNI.

Tim medis di siang hari itu berasal dari Puskesmas Malintang.

Petugas polisi dan TNI melakukan penyetopan semua kenderaan yang memasuki Madina dan menggiringnya ke posko agar semua penumpang dicek suhu tubuh oleh tim medis.

Dan semua kenderaan yang distop disemprot disinfektan.

Petugas medis yang mayoritas wanita itu mengakui sejak posko itu didirikan Maret lalu mereka tak memperoleh biaya makan, puding, uang saku dan insentif.

“Hutang makan kami masih numpuk di warung makan itu. Belum mampu kami bayar,” ujar satu tenaga medis.

Fahrizal pun mencek besaran hutang makan di warung nasi yang berada di samping posko itu.

Total hutang yang tercatat sekitar 400 ribu rupiah. Dan Fahrizal pun melakukan penanggulangan terhadap hutang itu.

Selain biaya operasional yang menyedihkan, tim juga mengungkapkan bahwa posko itu juga kekurangan APD (alat pelindung diri) seperti masker dan pakaian. Juga alat tes suhu tubuh.

Fasilitas posko juga memprihatinkan. Tempat solat tak ada. Toilet pun mereka harus menumpang di kakus milik warung di dekat posko.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika Sebut Menyantuni Yatim Anjuran Agama

    Atika Sebut Menyantuni Yatim Anjuran Agama

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon Wakil Bupati Mandailing Natal (Mdina) nomor urut 2, Atika Azmi Utammi Nasution kembali memberikan santunan kepada 59 anak yatim dan piatu di Kecamatan Panyabungan Selatan, Madina. Kali ini anak yatim dan piatu yang menerima santunan dari Wakil Bupati Madina yang sedang cuti ini berada di empat desa, yakni 14 anak […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 19)

    MARSIDAO-DAO (episode 19)

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Dung do sidung manaktak sibodak dohot mambongka arambir, na marmulian ma deba tu bagasna. Tar dua tolu kahanggi sisolkot dohot Si Muklan boti Maramis les juguk dope i sopo i mangidup-idup sareto manyirup kopi. Si Poso pe madung muli do parjolo, harana ngada sadia dao bagas ni alai tingon […]

  • SMP Muara Batanggadis Cuma Ada 1 Guru PNS

    SMP Muara Batanggadis Cuma Ada 1 Guru PNS

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Panyabungan (MO)- Ini terjadi di SMP Negeri 6 Kecamatan Mura Batang Gadis, Madina. Sekolah ini hanya diisi 1 guru PNS merangkap kepala sekolah. Selebihnya diperkuat beberapa tenaga guru honor. Kondisi ini gambaran kepincangan sebaran tenaga pendidik, di mana wilayah terpencil seperti Kecamatan Muara Batang Gadis mengalami kekurangan guru. Sementara di kawasan kota-kota di Madina kelebihan […]

  • DPD RI Akan Bahas Calon Kabupaten Pantai Barat Mandailing Bulan Ini

    DPD RI Akan Bahas Calon Kabupaten Pantai Barat Mandailing Bulan Ini

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Jika tak ada aral melintang, Dewan Perwakilan daerah (DPD) RI akan mulai membahas rencana pembentukan Kabupaten Pantai Barat Mandailing, pemekaran dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada tanggal 21 Oktober nanti. itu dikatakan Anggota DPD RI, Rahmadsyah saat kunjungan kerja ke Pantai Barat Mandailing, Rabu (16/10/2013) dalam rangka meninjau langsung keberadaan calon […]

  • Paket Bahan Pangan dari Pemprovsu Disalurkan di Madina

    Paket Bahan Pangan dari Pemprovsu Disalurkan di Madina

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Sebanyak 1000 paket dari total 54.225 paket bahan pangan untuk rakyat Madina dari Pemprov Sumut mulai disalurkan sejak Kamis (4/6/2020). Penyaluran perdana berlangsung di Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal (Madina). Penyerahan dilakukan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sumut, Ashar Harahap disaksikan Anggota DPRD Sumut dari Komisi B, H. Fahrizal Efendi Nasution, […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 13)

    MARSIDAO-DAO (episode 13)

    • calendar_month Senin, 4 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I Huta Donok, ima na madung pukul 9 manyogot, Si Siti langka tingon bagas. Igoruksa pintu ni bagas i dohot labi-labi namenek, anak ni labi-labi nai ipajopkonsa i toru ni batu na adong ilambung pat ni tangga bagas i. Madung mamboto do daganak ni ia ima Si Poso boti […]

expand_less