Rabu, 26 Agu 2026
light_mode

Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 8 Mar 2017
  • print Cetak

Oleh : BASYRAL HAMIDI HARAHAP (In Memorial)
Sejarahwan Mandailing

 

Basyral Hamidi Harahap

Syekh Sulaiman yang lebih terkenal dengan Tuan Syekh Aek Libung pada tahun1905 dan wafat di Desa Aek Libung pada tahun 1970. Ulama bermarga Nasution ini lahir dan besar dalam keluarga ulama. Kakeknya, Syekh Rowani Al-Kholidy Naqsabandy bin Mangindal bin Maharaja Manambir Mandailing, adalah seorang ulama tarikat. Ayahnya juga seorang ulama tarikat Naqsabandiyah bernama Syekh Syihabuddin bin Syekh Rowani Al-Kholidy Naqsyabandy bin Mangindal bin Maharaja Mandailing, lahir tahun 1866. Ulama ini adalah murid dari Syekh Muhammad Ali Ridha ketika berkhalawat di Jabal Kubeis, Mekkah, pada tahun 1910.

Syekh Sulaiman menulis nama lengkapnya pada buku yang ditulisnya ialah Syekh Sulaiaman bin al-Allamah Syekh Syihabuddin bin Maharaja Manambin Mandailing.

Syekh Sulaiaman yang ahli hadis ini menulis buku Mabadi’u Mushthalah Hadist dicetak di Medan pada tahun 1960 oleh hadische Drukkerij.

Pendidikan Syekh Sulaiman mulai dari Sekolah rakyat, kemudian mengaji di Purb Baru sebelum belajar di Madrasah Darul Ulum Ad-Diniyah di Mekkah. Syekh Sulaiman belajar di Mekkah selama 15 tahun. Beberapa kawan seangkatannya ketika belajar di Mekkah antara lain: Syekh Ali Hasan Ahmad, Syekh Abdul Wahab Muaramais, Syekh Adnan Yahya di Medan, H. Miskuddin di Medan dan Syekh Ja’far Abdul Wahab di Padangsidimpuan.

Prestasi ulama yang utama ialah mendirikan pondok parsulukan di Aek Libung, Angkola Jae. Pernah juga mengelola Madrasah Asy-Syihabiyah di Sayurmatinggi.

Ada beberapa informasi tentang daerah asalnya, ada yang mengatakan dari Mandailing, ada yang mengatakan dari Singkuang, Pantai Barat Madina dan ada pula yang mengatakan bahwa leluhurnya berasal dari Desa Sigorbus di sibuhuan kemudian pindah ke Matondang. Nama kakek dari kakeknya, Maharaja Manambir (Manambin?Penulis) Mandailing, memberi indikasi bahwa Syekh Sulaiman berasal dari Mandailing. Wallahu a’lam bis Sawab.

Syekh Mahmud Aek Koboran, Tombang Bustak, naik haji pada tahun 1902 dan menuntut ilmu selama 8 tahun di Mekkah. Ia adalah putera Sutan Porang gelar Haji abdul Rahim dari Desa Manambin. Sutan Porang orang Mandailing pertama yang menunaikan ibadah haji pada tahun 1850.

Syekh Abdul  Hamid, Hutapungkut Jae, pada tahun 1895 kembali ke desanya dari Mekkah setelah sepuluh tahun belajar di kota suci Mekkah. Ualam besar ini terkenal sebagai ahli fiqh. Karena penguasaannya atas kitab Sabilal Muhtadin, ia digelar murid-muridnya Syekh sabilal. Murid-muridnya datang dari Kotanopan sekitarnya. Ia mengajar di beberapa desa antara lain Kotanopan, Hutapungkut, Tamiang. Muara Botung dan sekitarnya.

Dua orang muridnya yang terkemuka adalah Syekh Musthafa Husein dan Syekh Mahmud fauzi dari Batangtoru. Ia mendirikan masjid di Hutapungkut Julu yang ada pada masa pergerakan nasioanl sering dipakai sebagai tempat rapat-rapat politik, bahkan kelak rumahnya dijadikan kantor Prtindo dan Pesindo.

Syekh abdul wahab, Muaramais Jambur, belajar di Mekkah kemudian kembali ke desanya Muaramais Jambur. Ia mengadakan pengajian rutin di rumahnya, kemudian pada tahun 1989 mendirikan pesantren Darul Ulum di desa itu. Sepeninggalnya pesantren ini di pimpin oleh puteranya, Syekh Mawardi.

Syekh Husin Nasution (1866-1932) lahir di Huraba Kecamatan Siabu. Pada tahun 1890 naik haji dan belajar di Masjidil Haram selama tujuh tahun. Dalam perjalan pulang ke Mandailing, Syekh Husin Nasution, ditawari oleh teman seperguruannya ketika kembali dari Mekkah untuk berdiam beberapa tahun di Negeri Perak. Mereka aktif membina pondok pergurun Islam di Perak. Mereka berhasil memajukan pondiok itu, terbukti dengan banyaknya orang yang belajar di pondok tersebut.

Syekh Husin Nasution menikah dengan gadis asli Melayu di Perak, bernama Zainab. Mereka dianugrahi dua orang putera bernama Abdul Malik san Ahmad Zein. Kaum kereabat Syekh Husin Nasution datang ke Perak untuk mengajaknya kembali ke kapung halaman Huraba. Isterinya tidak bersedia ikut. Setelah bermukim lima tahun di Perak, Syekh Husin Nasution kembali ke Huraba, kemudian menikah dengan gadis sekampungya, Masdaur, yang melahirkan seorang putera dan tiga orag puteri, masing-masing: Asmah, Halimah dan Abdul Jawad Nasution.

Setibanya di Huraba pada tahun 1902, Syekh Husin Nasution mendirikan Pondok Huraba. Muridnya datang dari berbagai penjuru anatar alain: Siabu, Barumun dan Padang Sidimpuan. Setelah mengasuh Pondok Huraba selama 24 tahun. Syekh Husin nasution pindah ke Padangsidimpuan dan mengajar di Masjidil Raya Lamo. Nasution di Kantin, Padangsidimpuan. Beberapa orang di anatar muridnya anatar lain: Haji Abdul Wahab, Ratal, Haji Abdul Gani, Haji Kari, Haji Shomad dan Syekh abdul Manan Siregar.

Dakwah Syekh Husin Nasution di Padangsidimpaun adalah memberantas kemungkaran termasuk adat istiadat yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Ulama ini wafat pada tahun 1932 dalam usia 66 tahun. Sesuai wasiatnya, ia dimakamkan di kampung halamannya, Huraba, Kecamatan Siabu. (bersambung / dikutip dari buku Madina Madani)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Motif Pembunuhan: Untuk Ambil Roh Anak Nabi Muhammad?

    Motif Pembunuhan: Untuk Ambil Roh Anak Nabi Muhammad?

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Belum diketahui alasan pasti pembunuhan terhadap anak-anak di Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) yang terjadi Minggu (15/11) kemarin. Sejauh ini, tersangka bernama Syahril alias Wawa (25) yang ditengarai mengalami stress, mengaku melakukan pembunihan karena ada bisikan roh halus untuk mengambil roh anak Nabi Muhammad. “Sampai saat ini kita belum bisa memeriksa […]

  • Ini Parpol yang Sudah Menyerahkan B1- KWK ke Cabub Madina Harun – Ichwan

    Ini Parpol yang Sudah Menyerahkan B1- KWK ke Cabub Madina Harun – Ichwan

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : Tiga Partai Politik yakni Partai Gerindra, Golkar dan PAN resmi mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) H. Harun Mustafa Nasution dan Muhammad Ichwan Husein Nst. Partai Terakhir yang diperoleh pasangan ini adalah Partai Amanat Nasional setelah sebelumnya Partai Gerindra dan Golkar. “Alhamdulillah hari ini […]

  • KSU Kopi Mandailing Berperan Penting di Ulupungkut

    KSU Kopi Mandailing Berperan Penting di Ulupungkut

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Koperasi Serba Usaha Kopi Mandailing memiliki peran penting di Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal. Selain upaya menstabilkan harga kopi. Koperasi ini juga sebagai benteng penolakan terhadap eksplorasi alam oleh perusahaan  pertambangan di kecamatan itu. “Sebelum koperasi ini didirikan, harga jual gabah kopi petani jauh seperti yang diharapkan, meskipun kopi terbaik di […]

  • Kejari Madina Kejar Bukti Baru, Proyek Smart Village Rugikan Negara Rp1,7 Miliar

    Kejari Madina Kejar Bukti Baru, Proyek Smart Village Rugikan Negara Rp1,7 Miliar

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA|| Mandailing Online – Kejaksaan Negeri Madina terus memburu alat bukti baru dalam kasus korupsi proyek Smart Village 2023. Tersangkanya MA, Direktur Utama PT ISN. Nilai proyek Rp24,9 juta per desa, tapi aplikasinya tak bisa dipakai. “Tim Pidsus masih terus melakukan pengumpulan alat bukti dan barang bukti sembari melakukan pemberkasan dalam perkara MA,” kata Kasi Intel […]

  • 350 Juta Uang Dinas Pendidikan Madina Dirampok

    350 Juta Uang Dinas Pendidikan Madina Dirampok

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dana Ujian Nasional sebesar Rp.350.000.000 digondol maling dari mobil Kurniawan Siregar, Bendahara Dikmenumjur Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Madina), Rabu (4/6/2014). Kejadian terjadi pada pukul 13:00 Wib di pelataran parkir Madina Market, Panyabungan. Uang itu berada di tas dalam mobil yang baru saja diambil dari Bank Rakyat Indonesia. Keterangan Satpam Madina Market, […]

  • Curah Hujan Tinggi Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    Curah Hujan Tinggi Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam satu pekan terakhir mengakibatkan produksi dan harga getah karet di pasar-pasar lelang karet menurun. Seperti di Kelurahan Kota Siantar, harga getah karet turun dari semula Rp15.000 menjadi Rp13.500 per kilogramnya. Begitu juga di Desa Gunungtua Kecamatan Panyabungan, harganya hanya Rp13.000 per kg, dan di […]

expand_less