Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

Penjualan di Pasar Baru Turun Gara-gara Lumpur

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 13 Okt 2020
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Infrastruktur relokasi Pasar Baru Panyabungan menjadi faktor utama penurunan jumlah pembeli.

Gang pasar yang becek dan banyak titik berlumpur penyebab konsumen malas datang ke relokasi Pasar Baru Panyabungan.

Itu diutarakan sejumlah pedagang kepada Mandailing Online, Selasa (13/10/2020).

“Menurun. Dagangan sepi sejak hujan yang selalu turun. Orang malas datang karna pasar ini becek,” ungkap pedagang sayuran bermarga Pulungan.

Pedagang lain mengaku marga Nasution juga mengaku penurunan omset sejak penghujan.

“Hanya langganan rutin yang datang. Kayak langganan dari rumah makan itulah. Pelanggan lain tak mau datang karna gang pasar ini becek,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah penarik beca bermotor yang diwawancarai Mandailing Online mengungkap fakta lain.

Banyak warga Panyabungan yang beralih ke pasar pagi Gununtua dan Kotasiantar sejak penghujan dalam sebulan terakhir.

“Pasar pagi Gunungtua dan Hutasiantar tidak becek, bang. Lebih enak mereka ke sana dibanding pasar baru,” ungkap Arlen Nasution di lokasi mangkal beca tak jauh dari pintu masuk Pasar Baru Panyabungan.

Penarik beca bermotor memiliki peran penting dalam mobilisasi warga Panyabungan menuju dan dari pasar. Sehingga mengetahui rutinitas dan perubahan arah tujuan pengunjung pasar.

Kondisi Pasar Panyabungan di musim penguhujan saat ini sangat memprihatinkan. Gang pasar dipenuhi lumpur terutama zona bahan sembilan bahan pokok.

Banyak yang menyingkat rok panjang dan celana panjang saat belanja di lokasi sementara Pasar Baru Panyabungan ini.

Pakaian bagian bawah para pengunjung pasar rata-rata kotor berlumpur.

Para pedagang banyak yang memakai sepatu bot.

Desain pasar relokasi ini seolah tak mampu menjawab persoalan tata ruang kala musim penghujan tiba.

Gang pasar yang berliku-liku memperlihatkan sejumlah titik berkubang lumpur.

Badan gang terlihat bergelombang menimbulkan kebecekan dan genangan lumpur.

Banyak titik gang tidak memiliki drainase yang diyakini menjadi persoalan di musim penghujan saat ini.

Kolong-kolong lapak para pedagang yang rendah menyisakan tanah yang basah bekas genangan saat hujan mengguyur pasar.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 66 Tahun Indonesia, Medan Belum Merdeka Dari Jambret

    66 Tahun Indonesia, Medan Belum Merdeka Dari Jambret

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kota Medan belum merdeka dari tindakan kejahatan. Pagi-pagi buta, persis di hari 66 tahun Indonesia merdeka, sudah terjadi aksi penjambretan terhadap dua pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta di kawasan Jalan Kapten Muslim, Helvetia, Medan, Rabu (17/08/2011). Akibat aksi jambret ini, Putri Kemala Ulfa (21) penduduk Jalan Tuba IV Gang Perintis, Kelurahan Tegal Sari Mandala […]

  • Tahun ini Pemkab Madina Akan Perbaiki 36 Ruas Jalan Kabupaten

    Tahun ini Pemkab Madina Akan Perbaiki 36 Ruas Jalan Kabupaten

    • calendar_month Jumat, 13 Jan 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tahun ini Pemkab Mandailing Natal, Sumut, akan melakukan rekonstruksi dan pemeliharaan terhadap 36 ruas jalan kabupaten, menyebar di banyak penjuru, totalnya sepanjang 20,5 Km. Dana yang digelontorkan melalui  APBD Mandailing Natal tahun 2023 sebesar Rp50.642.945.924. Terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp34.146.389.924 (67,43%) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) […]

  • Jembatan Runtuh, Bos Bukaka Ditahan

    Jembatan Runtuh, Bos Bukaka Ditahan

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUTAI KARTANEGARA : Akhirnya tersangka ketiga dalam kasus runtuhnya Jembatan Kartanegara ditahan. MSF ditahan hanya berselang beberapa jam setelah penahanan terhadap dua tersangka lainnya yakni ST dan YS. Tiga tersangka itu ditahan di Mapolres Kukar. Sebelumnya, pada pukul 22.00 WITA, polisi mengumumkan bahwa mereka telah melakukan penahanan terhadap dua tersangka dari PU Kukar yakni ST […]

  • Humas PT.MMM: Kami Memiliki Legalitas

    Humas PT.MMM: Kami Memiliki Legalitas

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGA BAYU (Mandailing Oniline) – Setelah lama menjadi sorotan publik, pihak manajemen PT. Madina Madani Mining (MMM) akhirnya angkat bicara soal legalitas keamanan lingkungan di sekitar lokasi tambang. Humas PT.MMM, Darno menyatakan bahwa perusahaan tambang itu memiliki legalitas operasional sesuai dengan aturan perundangan investasi pertambangan yang berlaku. Perusahaan tambang emas di Desa Tapus itu juga […]

  • Ketika Koruptor dan Kapitalisme Berdisco di Atas Penderitaan Rakyat Batahan (bagian 3-selesai)

    Ketika Koruptor dan Kapitalisme Berdisco di Atas Penderitaan Rakyat Batahan (bagian 3-selesai)

    • calendar_month Rabu, 20 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Esai : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Jika saya seorang bupati, saya tidak akan membiarkan perusahaan itu mengadukan belasan warga Batahan itu kepada polisi, karena belasan warga Batahan itu tidak layak dituduh sebagai pencuri buah sawit, karena pohon-pohon sawit itu bukan milik perusahaan, melainkan dimiliki oleh “stanpass” dan dimiliki oleh rangkaian kerumitan demi kerumitan […]

  • BI: Kredit UMKM Sumut Tumbuh 15,25 Persen

    BI: Kredit UMKM Sumut Tumbuh 15,25 Persen

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Medan  – Bank Indonesia mencatat kredit usaha mikro, kecil, dan menengah di Sumut pada 2014 tumbuh sebesar 15,25 persen dibandingkan 2013 atau mencapai Rp45,77 triliun. “Pada 2013, penyaluran kredit UMKM Rp39,7 triliun dan 2014 mencapai Rp45,77 triliun,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Difi A Johansyah di Medan, Jumat. Pertumbuhan kredit tahun 2014 […]

expand_less