Minggu, 14 Jun 2026
light_mode

Penjualan di Pasar Baru Turun Gara-gara Lumpur

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 13 Okt 2020
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Infrastruktur relokasi Pasar Baru Panyabungan menjadi faktor utama penurunan jumlah pembeli.

Gang pasar yang becek dan banyak titik berlumpur penyebab konsumen malas datang ke relokasi Pasar Baru Panyabungan.

Itu diutarakan sejumlah pedagang kepada Mandailing Online, Selasa (13/10/2020).

“Menurun. Dagangan sepi sejak hujan yang selalu turun. Orang malas datang karna pasar ini becek,” ungkap pedagang sayuran bermarga Pulungan.

Pedagang lain mengaku marga Nasution juga mengaku penurunan omset sejak penghujan.

“Hanya langganan rutin yang datang. Kayak langganan dari rumah makan itulah. Pelanggan lain tak mau datang karna gang pasar ini becek,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah penarik beca bermotor yang diwawancarai Mandailing Online mengungkap fakta lain.

Banyak warga Panyabungan yang beralih ke pasar pagi Gununtua dan Kotasiantar sejak penghujan dalam sebulan terakhir.

“Pasar pagi Gunungtua dan Hutasiantar tidak becek, bang. Lebih enak mereka ke sana dibanding pasar baru,” ungkap Arlen Nasution di lokasi mangkal beca tak jauh dari pintu masuk Pasar Baru Panyabungan.

Penarik beca bermotor memiliki peran penting dalam mobilisasi warga Panyabungan menuju dan dari pasar. Sehingga mengetahui rutinitas dan perubahan arah tujuan pengunjung pasar.

Kondisi Pasar Panyabungan di musim penguhujan saat ini sangat memprihatinkan. Gang pasar dipenuhi lumpur terutama zona bahan sembilan bahan pokok.

Banyak yang menyingkat rok panjang dan celana panjang saat belanja di lokasi sementara Pasar Baru Panyabungan ini.

Pakaian bagian bawah para pengunjung pasar rata-rata kotor berlumpur.

Para pedagang banyak yang memakai sepatu bot.

Desain pasar relokasi ini seolah tak mampu menjawab persoalan tata ruang kala musim penghujan tiba.

Gang pasar yang berliku-liku memperlihatkan sejumlah titik berkubang lumpur.

Badan gang terlihat bergelombang menimbulkan kebecekan dan genangan lumpur.

Banyak titik gang tidak memiliki drainase yang diyakini menjadi persoalan di musim penghujan saat ini.

Kolong-kolong lapak para pedagang yang rendah menyisakan tanah yang basah bekas genangan saat hujan mengguyur pasar.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aliansi Enam Lembaga Lakukan Gerakan Koin Cinta Untuk Rizky Wasiah

    Aliansi Enam Lembaga Lakukan Gerakan Koin Cinta Untuk Rizky Wasiah

    • calendar_month Jumat, 22 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Usai solat Jum’at (22/`1) aliansi enam lembaga melakukan Gerakan Koin Cinta Untuk Rizky Wasiah, bayi 10 bulan yang mengalami usus keluar sejak lahir. Keenam lembaga itu meliputi Karang Taruna Madina, media Mandailing Online, surat kabar Malintang Pos, surat kabar Portibi DNP, surat kabar Metro Tabagsel dan DPC PDI Perjuangan Madina. Gerakan […]

  • DCS Dapil 1 Golkar Madina

    DCS Dapil 1 Golkar Madina

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DAFTAR CALON SEMENTARA ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Partai Golangan Karya ( GOLKAR ) Dapil 1 Madina

  • Dewan Masjid Terbentuk di Madina

    Dewan Masjid Terbentuk di Madina

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatra Utara (Sumut), resmi terbentuk, Sabtu malam (16/4/2022). Ini kali pertama pembentukan DMI sejak Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berdiri. PD DMI Madina terbentuk pada musyawarah pembentukan DMI Madina di Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan. Bupati Madina, HM Ja’far Sukhairi Nasution terpilih […]

  • Bupati Ditagih Mendirikan Remeling

    Bupati Ditagih Mendirikan Remeling

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Janji Hidayat Batubara mendirikan cram rubber atau remeling pengolahan karet, mulai menuai tagihan. Organisasi LIRa mendesak Hidayat Batubara yang kini telah menjadi bupati Madina merealisasikan remeling itu. “Hidayat Batubara telah menjadi bupati, kini saatnya kita mendesak agar remeling didirikan. Saat pilkada dulu, dia berjanji mendirikan remeling sebagai salah satu issu kampanye,” sebut […]

  • Anggota DPRD Aniaya Pengantar Jenazah

    Anggota DPRD Aniaya Pengantar Jenazah

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GUNUNG SITOLI-; Sungguh apes nasib Anuari Bu’ulolo (27) alias Anwar, warga Desa Lolowa’u Kecamatan Lolowa’u, Nias Selatan (Nisel). Sudah menolong oknum anggota DPRD Nisel berinisial YN (36), justru balasannya ia dipukul dan dikeroyok YN dan keluarganya. Peristiwa itu terjadi di Jalan Karet Gunung Sitoli, Rabu (27/10). Tidak terima, Anwar membuat pengaduan ke Polres Nias. Korban […]

  • Perpres 54/2010 Disosialisasikan

    Perpres 54/2010 Disosialisasikan

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah sangat penting untuk dilakukan. Karena Perpres tersebut merupakan sebagai pengganti dari Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Hal itu disampaikan Walikota Medan Rahudman Harahap diwakili Kabag Program Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Medan Mulia […]

expand_less