Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Penjualan di Pasar Baru Turun Gara-gara Lumpur

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 13 Okt 2020
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Infrastruktur relokasi Pasar Baru Panyabungan menjadi faktor utama penurunan jumlah pembeli.

Gang pasar yang becek dan banyak titik berlumpur penyebab konsumen malas datang ke relokasi Pasar Baru Panyabungan.

Itu diutarakan sejumlah pedagang kepada Mandailing Online, Selasa (13/10/2020).

“Menurun. Dagangan sepi sejak hujan yang selalu turun. Orang malas datang karna pasar ini becek,” ungkap pedagang sayuran bermarga Pulungan.

Pedagang lain mengaku marga Nasution juga mengaku penurunan omset sejak penghujan.

“Hanya langganan rutin yang datang. Kayak langganan dari rumah makan itulah. Pelanggan lain tak mau datang karna gang pasar ini becek,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah penarik beca bermotor yang diwawancarai Mandailing Online mengungkap fakta lain.

Banyak warga Panyabungan yang beralih ke pasar pagi Gununtua dan Kotasiantar sejak penghujan dalam sebulan terakhir.

“Pasar pagi Gunungtua dan Hutasiantar tidak becek, bang. Lebih enak mereka ke sana dibanding pasar baru,” ungkap Arlen Nasution di lokasi mangkal beca tak jauh dari pintu masuk Pasar Baru Panyabungan.

Penarik beca bermotor memiliki peran penting dalam mobilisasi warga Panyabungan menuju dan dari pasar. Sehingga mengetahui rutinitas dan perubahan arah tujuan pengunjung pasar.

Kondisi Pasar Panyabungan di musim penguhujan saat ini sangat memprihatinkan. Gang pasar dipenuhi lumpur terutama zona bahan sembilan bahan pokok.

Banyak yang menyingkat rok panjang dan celana panjang saat belanja di lokasi sementara Pasar Baru Panyabungan ini.

Pakaian bagian bawah para pengunjung pasar rata-rata kotor berlumpur.

Para pedagang banyak yang memakai sepatu bot.

Desain pasar relokasi ini seolah tak mampu menjawab persoalan tata ruang kala musim penghujan tiba.

Gang pasar yang berliku-liku memperlihatkan sejumlah titik berkubang lumpur.

Badan gang terlihat bergelombang menimbulkan kebecekan dan genangan lumpur.

Banyak titik gang tidak memiliki drainase yang diyakini menjadi persoalan di musim penghujan saat ini.

Kolong-kolong lapak para pedagang yang rendah menyisakan tanah yang basah bekas genangan saat hujan mengguyur pasar.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Segera Disidang di Medan

    Bupati Madina Segera Disidang di Medan

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Berkas perkara Bupati Mandailing Natal, Sumatera Utara, Hidayat Batubara, dalam waktu dekat ini akan segera dilimpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi. Hidayat Batubara bakal disidangkan di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Medan, Sumut. “Disidang di Medan dan kami segera memberikan surat rekomendasi kepada Mendagri Gamawan Fauzi untuk menonaktifkan Bupati Mandailing Natal,” kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan […]

  • Tambang Emas Ilegal di Madina Kembali Renggut Nyawa Pekerja

    Tambang Emas Ilegal di Madina Kembali Renggut Nyawa Pekerja

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): AK (25), warga Desa Ampung Siala, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ditemukan tidak bernyawa setelah material tanah menimbun sekujur tubuhnya saat melakukan aktifitas  penambangan emas ilegal di dusun pulau padang desa simpang durian Kecamatan Linggabayu pada Minggu, 25 Mei 2025. Korban tewas akibat tambang emas ilegal […]

  • Do’a Sakti Penangkal Berbagai Keburukan

    Do’a Sakti Penangkal Berbagai Keburukan

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nazwar, S.Fil.I, M.Phil Penulis Lepas Lintas Jogja Sumatera Kenyaatan sebagaimana dipahami berupa takdir sesungguhnya wajib diyakini dalam dua kondisi yaitu baik dan buruk. Baik yang merupakan rahmat atau buah kebaikan dari Allah senantiasa diminta atau dimohonkan agar dikaruniakan baik bagi diri sendiri juga orang lain. Adapun keburukan atau takdir buruk adalah suatu kenyataan juga […]

  • Sumut Sepakat Suarakan Lantang Rebut Saham Jepang di Inalum

    Sumut Sepakat Suarakan Lantang Rebut Saham Jepang di Inalum

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEDAN, – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan 10 kabupaten/kota se kawasan Danau Toba dan Asahan sepakat untuk bersama memperjuangkan 58,88 persen saham Jepang di PT Inalum. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan yang dilaksanakan di Hotel JW Mariott Medan, Sabtu (12/10/2013). “Pemprov Sumut dan Pemerintah kabupaten/kota sepakat berjuang menyuarakan hal yang sama,” ujar Gubernur Sumut Gatot […]

  • Ano Ditemukan Terapung Di Sungai Batang Natal

    Ano Ditemukan Terapung Di Sungai Batang Natal

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gambar jasad Ano ketika di RSUD Natal usai dilakukan visum (foto: Muhammad Ali Hanafiah) NATAL (Mandailing Online) – Anwar Alias Ano (52 Tahun), warga Desa Setya Karya, Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ditemukan terapung di pinggiran Sungai Batang Natal sudah tak bernyawa pada Rabu (20/11/2013). Berdasar keterangan keluarga, hari itu Ano berangkat dari rumahnya […]

  • Pers Kontekstual

    Pers Kontekstual

    • calendar_month Selasa, 3 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Askolani Nasution Budayawan   Kalau lembaga pers tidak ada, apakah langit akan runtuh? Ya, kalau itu sebelum era medsos. Sekarang? Siapa peduli. Selama konten berita hanya berorientasi update informasi, semua ada di medsos. Update-nya bahkan per detik. Akurasinya sudah kita peroleh dengan postingan lain beberapa detik kemudian. Bahkan langsung dari sumber informasi, baik melalui […]

expand_less