Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Penjualan di Pasar Baru Turun Gara-gara Lumpur

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 13 Okt 2020
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Infrastruktur relokasi Pasar Baru Panyabungan menjadi faktor utama penurunan jumlah pembeli.

Gang pasar yang becek dan banyak titik berlumpur penyebab konsumen malas datang ke relokasi Pasar Baru Panyabungan.

Itu diutarakan sejumlah pedagang kepada Mandailing Online, Selasa (13/10/2020).

“Menurun. Dagangan sepi sejak hujan yang selalu turun. Orang malas datang karna pasar ini becek,” ungkap pedagang sayuran bermarga Pulungan.

Pedagang lain mengaku marga Nasution juga mengaku penurunan omset sejak penghujan.

“Hanya langganan rutin yang datang. Kayak langganan dari rumah makan itulah. Pelanggan lain tak mau datang karna gang pasar ini becek,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah penarik beca bermotor yang diwawancarai Mandailing Online mengungkap fakta lain.

Banyak warga Panyabungan yang beralih ke pasar pagi Gununtua dan Kotasiantar sejak penghujan dalam sebulan terakhir.

“Pasar pagi Gunungtua dan Hutasiantar tidak becek, bang. Lebih enak mereka ke sana dibanding pasar baru,” ungkap Arlen Nasution di lokasi mangkal beca tak jauh dari pintu masuk Pasar Baru Panyabungan.

Penarik beca bermotor memiliki peran penting dalam mobilisasi warga Panyabungan menuju dan dari pasar. Sehingga mengetahui rutinitas dan perubahan arah tujuan pengunjung pasar.

Kondisi Pasar Panyabungan di musim penguhujan saat ini sangat memprihatinkan. Gang pasar dipenuhi lumpur terutama zona bahan sembilan bahan pokok.

Banyak yang menyingkat rok panjang dan celana panjang saat belanja di lokasi sementara Pasar Baru Panyabungan ini.

Pakaian bagian bawah para pengunjung pasar rata-rata kotor berlumpur.

Para pedagang banyak yang memakai sepatu bot.

Desain pasar relokasi ini seolah tak mampu menjawab persoalan tata ruang kala musim penghujan tiba.

Gang pasar yang berliku-liku memperlihatkan sejumlah titik berkubang lumpur.

Badan gang terlihat bergelombang menimbulkan kebecekan dan genangan lumpur.

Banyak titik gang tidak memiliki drainase yang diyakini menjadi persoalan di musim penghujan saat ini.

Kolong-kolong lapak para pedagang yang rendah menyisakan tanah yang basah bekas genangan saat hujan mengguyur pasar.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • RSU Natal kurang diperhatikan Pemkab

    RSU Natal kurang diperhatikan Pemkab

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA – Keberadaan Rumah Sakit Umum (RSU) Natal, kurang mendapat perhatian seius dari pihak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Hal ini terlihat minimnya anggaran yang diberikan pada tahun 2011 lewat APBD Madina, serta tidak adanya penempatan tenaga medis ke rumah sakit tersebut. Demikian disampaikan anggota DPRD Madina, Ali Nafiah yang merupakan Putra Daerah Pantai Barat, malam […]

  • Rapim I PD Muhammadiyah "Berantas Miras dan Judi"

    Rapim I PD Muhammadiyah "Berantas Miras dan Judi"

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Pihak terkait diminta memberantas berbagai penyakit sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, seperti perjudian, minuman keras (miras), peredaran narkoba serta perbuatan maksiat lainnya. Demikian rekomendasi Rapat pimpinan (Rapim) I Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tahun 2011 yang digelar di aula Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), Minggu (10/4). Dalam Rapim tersebut, […]

  • Pemkab Kurang Berani Berinvestasi Di Sektor Perkebunan

    Pemkab Kurang Berani Berinvestasi Di Sektor Perkebunan

    • calendar_month Senin, 14 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) dinilai kurang berani membuka perkebunan milik pemkab. Padahal potensi perkebunan sangat hebat meningkatkan pendapatan daerah menuju otonomi daerah yang lebih mandiri. “Fakta yang ada ternyata sampai sekarang Pemkab Madina belum pernah mengalokasikan anggaran belanja-nya untuk belanja modal secara serius, terencana dan terukur untuk investasi di bidang perkebunan,” […]

  • Usai UN Siswa SMK Coret -coret

    Usai UN Siswa SMK Coret -coret

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk SMK berakhir Rabu (20/4) kemarin. Berakhirnya UN tersebut, beberapa peserta meluapkan rasa kegembiraan dengan aksi corat-coret seragam. Bagi mereka tentu hal ini merupakan tren atau luapan kegembiraan, tetapi harus disadari tindakan tersebut kurang terpuji apalagi dibarengi dengan tindakan lain di luar corat-coret karena tidak mencerminkan generasi terdidik. Pantauan METRO, […]

  • Sungai Parlampungan  dan Batang Natal Terus Digarap Pelaku Tambang Emas Ilegal

    Sungai Parlampungan dan Batang Natal Terus Digarap Pelaku Tambang Emas Ilegal

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ( Mandailing Online )- Daerah aliran sungai ( DAS ) di wilayah Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) nampaknya tidak ada yang selamat dibuat para pelaku tambang emas ilegal.  Mereka terus merusak ekosistem sungai dan sekitarnya. Sungai parlampungan yang berada di desa aek baru jae saat ini menjadi lahan subur pelaku […]

  • Pembangunan 8 Rumah Terbakar di  Ujung Marisi Tahap Pengerjaan

    Pembangunan 8 Rumah Terbakar di Ujung Marisi Tahap Pengerjaan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Pembangunan 8 unit rumah yang habis terbakar di Desa Ujung Marisi, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) sedang tahap pengerjaan. Saat ini, keluarga korban kebakaran dan warga serta tukang sedang bahu membahu menyiapkan rumah tersebut dalam beberapa minggu kedepan. Pantuan di lapangan, hampir semua pertapakan rumah sudah selesai dikerjakan. Sebagian lagi […]

expand_less