Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Pers Kontekstual

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 3 Mei 2022
  • print Cetak

Oleh: Askolani Nasution
Budayawan

 

Kalau lembaga pers tidak ada, apakah langit akan runtuh? Ya, kalau itu sebelum era medsos. Sekarang? Siapa peduli. Selama konten berita hanya berorientasi update informasi, semua ada di medsos.

Update-nya bahkan per detik. Akurasinya sudah kita peroleh dengan postingan lain beberapa detik kemudian. Bahkan langsung dari sumber informasi, baik melalui postingan lanjutan maupun dari kolom komentar FB, IG, Twiter, dll.

Semua bisa mengambil alih fungsi jurnalis. Bedanya mereka tidak punya media, tidak punya kartu pers, tidak pernah ikut uji kompetensi, dan postingan mereka tidak diperlakukan sebagai konten pers.

Konten mereka bahkan kadang-kadang melebihi konten pers. Tidak sebatas 5W+1H. Sudah ada unsur problema solving, ada penguatan integritas manusia, ada merangsang kreativitas, dan seterusnya. Mereka tidak peduli komposisi teras berita sampai ekor berita, tetapi tulisannya bisa komprehensif, padu, ajek, dan seterusnya.

Pers seharusnya punya kelebihan, kalau itu digunakan dengan benar. Mereka media resmi, rutin terbit, ada tim advokat, dan dijamin UU Pokok Pers lagi. Enak betul untuk menulis apa saja. Dengan framing yang kita buat sendiri, semua bisa melayukan siapa saja.

Celakanya, fungsi kontrol sosialnya tendensius kadang-kadang. Ketika berhadapan dengan kekuasaan dan korporasi, banyak ewuh-pakewuh, tidak tajam, kalimat ambigu, dan jebakan ketidakprofesionalan lain. Jadinya konten berita hanya sebatas laporan humas, layaknya kantor kominfo.

Konon lagi ada muatan problema solving, penguatan integritas, apalagi rangsangan kreativitas. Apalagi menemukan tulisan yang deep report, feature, kolom, dan sebangsanya. Nyaris tidak ada. Konten media menjadi kering, kehilangan ruh, tidak tajam, dan bahkan “tidak terpercaya”.

Karena itu, sudah jamaknya kalau tiras media melorot tajam. Mereka kehilangan pembaca di tengah zaman yang juga rakyatnya malas membaca. Orang juga lebih suka gambar daripada teks. Padahal gambar tidak akan pernah sekuat teks dalam berkomunikasi.

Tentu, karena media sekarang hanya update tok. Semua pembaca sudah tahu fakta rilnya. Dan kita bukan masyarakat yang mementingkan kliping atau dokumentasi sebagai hal yang penting. Buktinya, lembaga kliping tidak laku lagi. Guru-guru juga tidak tertarik lagi menugaskan peserta didik untuk membuat kliping koran. Jangan-jangan lembaga arsip pun tak punya kliping (lagi).

Lebih tragis lagi media online yang hanya bertujuan menarik iklan. Pokoknya berita sebanyak-banyaknya tayang setiap hari. Kalau bisa agak 50 judul sehari. Tak perlu berat. Berita ringan saja. Kalau bisa macam koran kuning, berita gosip selebriti, kuliner, dst. Sebab, ternyata konten seperti itu lebih cepat menaikkan rating. Bayangkan saja, orang miskin juga ternyata suka berita kuliner mahal. Setidaknya, misalnya, dengan melihat foto semangkuk bakso seharga 200 ribu, selera makan ikan asinya naik. Atau ketika melihat artis tampil seronok, selera bla-blanya juga naik.

Tentu, bagi orang miskin tidak ada yang lebih asyik dari memelihara impian. Apalagi di negara yang hanya mengandalkan mukjizat untuk mengubah hidupnya. Jalur normal sudah imposibel. Semua berharap seperti doa tetua kampung saat mereka menikah, “Mudah-mudahan tarjomak sere hamu nadua”. Impian yang nyaris tak masuk di akal, tapi kita pelihara. Karena pernah bermimpi saja sudah anugrah.

Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • H. Aswin, Sosok Berjasa Melobi APBN Untuk Pembangunan Madina

    H. Aswin, Sosok Berjasa Melobi APBN Untuk Pembangunan Madina

    • calendar_month Jumat, 4 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Percepatan pembangunan Mandailing Natal mulai dikejar Pemkab Madina sejak 3 tahun terakhir. Pendanaan didukung oleh APBN, sebab untuk melakukan percepatan tak lah tercapai jika hanya mengandalkan APBD Madina dan APBD Sumut saja. Beberapa sektor percepatan itu meliputi infrastruktur dan perhubungan yang bertujuan bagi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor lainya antara lain […]

  • Jembatan Runtuh, Bos Bukaka Ditahan

    Jembatan Runtuh, Bos Bukaka Ditahan

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUTAI KARTANEGARA : Akhirnya tersangka ketiga dalam kasus runtuhnya Jembatan Kartanegara ditahan. MSF ditahan hanya berselang beberapa jam setelah penahanan terhadap dua tersangka lainnya yakni ST dan YS. Tiga tersangka itu ditahan di Mapolres Kukar. Sebelumnya, pada pukul 22.00 WITA, polisi mengumumkan bahwa mereka telah melakukan penahanan terhadap dua tersangka dari PU Kukar yakni ST […]

  • Terinspirasi Khadijah, Melanie Jane Peluk Islam

    Terinspirasi Khadijah, Melanie Jane Peluk Islam

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    DUBAI – Mualaf asal Inggris, Melanie Jane mengatakan bahwa dirinya sempat ragu untuk menjadi seorang mualaf karena cerita-cerita seram mengenai Islam dari lingkungannya di London. Jane kini tengah mengejar karirnya dan bekerja di salah satu perusahaan di Dubai, Uni Emirat Arab. Sebelumnya, ia sempat ragu untuk pergi mewujudkan ambisinya di salah satu negara Islam. Keraguannya […]

  • Inilah Kronologi Bentrok Warga di Tarakan

    Inilah Kronologi Bentrok Warga di Tarakan

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Divisi Humas Mabes Polri merilis kronologi bentrok antar kelompok warga yang terjadi di Kampung Juata Permai, Tarakan, Kalimantan Timur, Selasa (28/9/2010). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang tewas. Berikut konologi yang dirilis via jejaring sosial facebook oleh Divisi Humas Mabes Polri. Minggu tanggal 26 September 2010 sekitar pukul 22.30 WITA. Pada saat Abdul Rahmansyah, Warga Kel […]

  • Puluhan Ribu Calon Mahasiswa Bersaing Masuk USU

    Puluhan Ribu Calon Mahasiswa Bersaing Masuk USU

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Sebanyak 14.039 peserta akan bersaing masuk Universitas Sumatra Utara dalam ujian masuk bersama perguruan tinggi negeri yang digelar 12 universitas se-Indonesia. Humas Universitas Sumatra Utara (USU) Bisru Hafi mengatakan hingga batas akhir masa pendaftaran melalui panitia ujian masuk bersama perguruan tinggi (UMB-PT), Kamis, (7/7) tercatat 14.093 calon mahasiswa mendaftar ke perguruan tinggi itu. […]

  • 30 Siswa PDM Ikuti Olimpiade Sains IPB

    30 Siswa PDM Ikuti Olimpiade Sains IPB

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Plus Studi Tour ke ITB dan Observatorium Bosscha TAPSEL; Sebanyak 30 siswa dan siswi Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM), akan mengikuti Olimpiade Sains Institut Pertanian Bogor (IPB), pada Jumat (12/11) hingga Minggu (14/11) mendatang. Kemarin (8/11), keselurahan peserta diberangkatkan dari Desa Sidapdap-Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Puluhan siswa-siswi […]

expand_less