Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Menyikapi Perubahan Musim yang Tak Menentu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Mar 2017
  • print Cetak

Rahmat Ami Putra

Catatan : Rahmat Ami Putra, S.T

 

Indonesia merupakan suatu negara sub-tropis yang memiliki dua musim, yaitu penghujan dan kemarau. Belakangan ini pergantian antara musim kemarau dengan musim penghujan sudah mulai susah ditebak, beda dengan waktu sebelum tahun 2010-an. Musim kemarau terkadang sangat panjang, begitu juga dengan musim penghujan, sehingga sering terasa terik yang berkepanjangan saat kemarau melanda dan genangan yang tanpa berkesudahan ketika di guyur hujan tak berkesudahan. Begitulah gambaran pergantian musim yang mulai berubah-rubah.

Begitu juga dengan Kab. Mandailing Natal (Madina), salah satu kabupaten yang terdapat di pulau Sumatera, tentunya juga memiliki musim yang sama. Musim yang susah diperkirakan ini menjadi suatu masalah besar bagi rakyat Madina, mengingat sebagian besar rakyatnya yang memiliki mata pencaharian sebagai petani, sehingga pengaruh musim tersebut sangat menentukan terhadap kualitas panen mereka.

Musim kemarau yang panjang bahkan sampai membuat tanah menjadi kering hingga tanaman harapanpun menguning sebelum mati kering. Musim hujan yang dinanti menghanyutkan asa ketika tak kunjung berhenti hingga tanamanpun tergenang tak berarti. Apalagi bagi petani karet, musim sekarang bukanlah musim yang pernah mereka mimpikan, musim kemarau membuat pohon kering hingga getahpun enggan untuk menetes. Begitu juga dengan musim penghujan, getah menjadi encer hingga tak ada satupun toke yang mau menampungnya. Benar-benar serba salah, ibarat buah simalakama.

Pergantian musim yang berubah-ubah tidak tertebak ini memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat. Pekerjaan sebagai petani menjadi mata pencaharian yang dielakkan, masyarakat mulai beralih menjadi tenaga pemerintahan, persaingan menjadi Pegawai Negeri Sipil semakin ketat hingga tak jarang banyak ditemukan kecurangan ditambah lagi minimnya formasi yang disediakan. Tak ada rotan akarpun jadi, tak bisa menjadi PNS sebagai tenaga honorer pun jadi. Sehingga ini semakin menambah beban pemerintah dalam hal pengupahan disela-sela minimnya anggaran. Jelas pergantian musim ini menjadi hal yang sangat berpengaruh ditengah-tengah kegiatan pemerintahan.

Ternyata permasalahan pergantian musim tidak cukup sampai disitu saja. Salah satu efek yang ditimbulkan selain yang disebutkan diatas adalah ancaman bencana alam. Misalnya kekeringan, tanah longsor dan banjir. Hal ini jelas sangat merugikan, selain banyaknya kerugian materi yang dikorbankan ditemukan juga kerugian mental dan psikologi yang sangat berpengaruh terhadap masa depan keberlangsungan hidup.

Sehingga, permasalahan pergantian musim ini tidak cukup sekedar diratapi atau bahkan hanya sekedar menyiapkan rencana penanggulangan semata, namun perlu juga antisipasi pencegahan dan upaya dalam meminimalkan kerugian akibat pergantian musim ini. Pergantian antara musim penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya sudah menjadi suratan takdir tanah air ini, tak mungkin digeser atau dirubah menjadi musim yang diinginkan. Solusinya hanya dengan mecari suatu langkah dan rencana pembangunan yang tepat diantara musim yang terus mendesak.

Pengelolaan anggaran dan rencana pembangunan harus disusun dengan lebih hati-hati lagi, bukan sekedar bagaimana cara untuk membelanjakan anggaran semata, namun bagaimana anggaran itu dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Misalnya, pembangunan jalan dalam desa, memang itu penting dalam sebuah pembangunan dan peningkatan perekonomian rakyat, tetapi hal yang lebih penting lagi yaitu membebaskan suatu perkampungan dari ancaman bencana yang kerap menghantui. Jika infrastruktur suatu pedesaan sudah dilengkapi, namun ancaman bencana tidak diantisipasi, maka infrastruktur yang dibangun itu akan sia-sia ditelan ludes oleg bencana.

Masalah pergantian musim ini bisa juga diantisipasi dengan pembuatan suatu waduk penyimpanan air berlebih atau juga sebagai persediaan air dimusim kemarau, namun hal ini juga harus dikaji terlebih dahulu disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia.

  • Penulis tinggal di Kayujati, Panyabungan / Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Umak-Umak Pengajian Undang Atika, Karena Dinilai Calon Pemimpin Cerdas

    Umak-Umak Pengajian Undang Atika, Karena Dinilai Calon Pemimpin Cerdas

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – Kaum ibu-ibu pengajian wirid yasin Pagaran Tonga, Desa Hayuraja, Kecamatan Panyabungan Selatan mengundang calon wakil bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution ke pengajian itu. Atika hadir di pengajian itu pada Sabtu (24/10/2020) lalu. Penyambutan calon wakil calon bupati nomor 1 itu diiringi dengan pemembacaan suroh yasin tiga kali berturut turut, […]

  • PNS,TNI dan Polisi Boleh Calon Kepala Desa

    PNS,TNI dan Polisi Boleh Calon Kepala Desa

    • calendar_month Kamis, 13 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kalangan PNS, TNI dan polisi boleh mencalonkan diri sebagai calon kepala desa dalam Pemilihan Kepala Desa serentak yang tak lama lagi akan berlangsung di Mandailing Natal (Madina). Kepastian itu berdasar Peraturan Bupati Kabupaten Mandailing Natal Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala […]

  • IPW: Kompol M Hasan Dicopot Karena Kasus SIM

    IPW: Kompol M Hasan Dicopot Karena Kasus SIM

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Medan – Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol M Hasan, dicopot dari jabatannya dan dimutasi sebagai Perwira Menengah (Pamen) di Rorena Polda Sumut. Hal itu tertuang dalam Telegram Rahasia Kapolda Sumut nomor ST/1208/X/2015, tertanggal 16 Oktober 2015. Menanggapi hal itu Ketua Presidium Indonesi‎a Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengatakan bahwa Kompol M Hasan dimutasi, […]

  • Ratusan KPM Panyabungan Rela Antri Berjam Jam di Kantor Pos Demi Jatah Bepanas

    Ratusan KPM Panyabungan Rela Antri Berjam Jam di Kantor Pos Demi Jatah Bepanas

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meskipun antri selama berjam jam, tidak menyurutkan niat Keluarga Penerima Manfaat ( KPM )  untuk mendapatkan bantuan beras jenis bulog 10 kg. Bantuan beras tersebut merupakan Bantuan Pangan Nasional (Bapanas) untuk keluarga miskin yang dilakukan pendistribusiannya melalui kantor Pos Indonesia. Kata Husein, Branch Manajer Kantor Pos Cabang Panyabungan Kota Jum’at 17/2/2024. […]

  • Tingkatkan SDM, Bupati Madina Salurkan Bansos untuk Mahasiswa

    Tingkatkan SDM, Bupati Madina Salurkan Bansos untuk Mahasiswa

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Peningkatan sumber daya manusi (SDM) sangat dibutuhkan dalam membangun satu daerah. Pemerintah sebagai fasilitator harus bisa membangun infrastruktur peningkatan SDM. Salah satunya kelanjutan pendidikan masyarakatnya. Dalam rangka peningkatan SDM di Mandailing Natal (Madina), Bupati Madina H. M. Ja’far Sukhairi Nasution pada Selasa (19/10) menyalurkan bantuan sosial kepada 50 mahasiswa kurang mampu-berprestasi-yang […]

  • Dua Pimpinan Parpol Soroti Layanan RSU Panyabungan

    Dua Pimpinan Parpol Soroti Layanan RSU Panyabungan

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua pimpinan partai politik menilai pelayanan di RSU Panyabungan kian menurun, padahal anggaran untuk rumah sakit itu telah dinaikkan. Penilaian itu disampaikan Ketua DPC Hanura Madina Ir.Ali Makmur Nasution yang juga anggota DPRD Madina, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, Iskandar Hasibuan, Kamis (29/10). Dalam sepekan terakhir, kedua parpol itu […]

expand_less