Minggu, 19 Apr 2026
light_mode

KESUSASTRAAN MANDAILING (3-habis)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 24 Jun 2013
  • print Cetak

Oleh: Askolani Nasution

SASTRA ENTERTAINMENT
Sastra dalam lirik lagu patut ditandai sebagai bentuk sastra. Tentu karena kita meyakini bahwa lirik lagu merupakan musikalisasi puisi. Hal ini menjadi penting karena pada saat sastra literer Mandailing meredup, musikalisasi puisi tersebut menguat perannya.

Lirik lagu Mandailing bukan hanya ungkapan perasaan, tetapi beberapa penulis lagu ternyata mampu menyelipkan berbagai khazanah norma dan budaya Mandailing. Misalnya lirik lagu yang ditulis Bahraini Lubis, Ali Asrun, Top Simamora, dan lain-lain.

Sastra entertainment berkarakter daerah tersebut mengalami berbagai bentuk dan medium yang berbeda. Bukan hanya musikalisasi puisi, sempat juga berkembang genre drama. Selain itu, pada masa transisi teknologi radio dengan teknologi satelit satelit, juga membedakan bentuk dan medium yang digunakan. Beberapa tonggak yang patut ditandai antara lain:

•Tahun 1970-an, muncul drama musikal berdurasi 60 menit dalam kepingan kaset tape recorder. Drama ini biasanya mengangkat kisah-kisah keluarga kontemporer di kawasan Tapanuli Selatan. Misalnya masalah dilema perkawinan, hubungan keluarga antara orang tua dan anak, kesedihan istri non-etnis yang menikah dengan lelaki Angkola Mandailing.

Drama ini dibuat dengan gaya serial radio. Selain rekam vokal, juga dibubuhi dengan sound effect. Misalnya suara angin, petir, dan lain-lain. Cover kaset biasanya dihiasi dengan adegan drama. Misalnya album drama musikal “Sar Tarbarita” yang ditulis oleh S. Parlagutan Siregar dan disutradarai Mulkan Harahap. Drama ini menggunakan bahasa daerah yang dikombinasikan dengan bahasa Indonesia dengan dialek lokal.

•Drama Sampuraga na Maila Marina. Musikal dikolaborasikan dengan ornamen musik lokal. Drama ini diangkat dari mitos yang dikenal baik masyarakat di kawasan Tapanuli Selatan. Drama ini ditampilkan oleh Teater Merak Jingga. Tokoh yang ditampilkan selain Sutan Sampuraga, ada juga Oloan, Baginda, Hulubalang, dan lain-lain.

Munculnya peran televisi dan Video Player HVS juga mengubah bentuk seni hiburan. Bus ALS, yang waktu itu memasang televisi, patut ditandai mempengaruhi genre kemasan hiburan yang berkembang kemudian.

Selain itu, berkembangnya album lagu bergenre Batak yang mengangkat karakter daerahnya, menimbulkan pemikiran baru bagi penikmat lagu di kawasan Tapanuli Selatan yang didominasi agama Islam. Karena itu munculnya album-album berlabel “Tapanuli Selatan.” Belakangan label itu bertambah: Album Tapsel, Madina, Palas, dan Paluta.

Berbagai karya lagu tumbuh menggunakan label itu dan menjadi seni hiburan baru bagi masyarakat di kawasan bekas kabupaten Tapanuli Selatan. Beberapa rumah produksi tumbuh sedemikian rupa dan menjadi industri baru. Pencipta lagu, penyanyi, dan koreografi menjadi profesi yang berterima.

Periode Awal. Periode ini menggunakan teknologi rekam tape recorder dan keping VCD, antara lain:
•Ali Asrun Siregar (Al-Asrun): album lagu Mariati Lubis.
•Zainal Abidin Daulay (Sidimpuan Power Band): Tamsor Hutasuhut, Asmar, Ucok Sumbara, Roni Saputra.
•Samsul Siregar (Menara Record) : Citra Hasibuan, Ucok Sumbara, Parlin Lubis, Nasir Rambe, Nurhayati Ray.
•Bahraini Lubis (Odang Production): Odang, Masdani, Namlis, Siti Hamijah, Sardi, Rini, Nur Arisyah.
•Amran Siregar (Mec Record – Padangsidimpuan): Laila Hasyim, Citra Hasibuan, Odang, Masdani, Parlin Lubis, Nasir Rambe, Nurhayati Ray.
•Hasan Harahap (Kurnia Music): Lanna, Lanni, Anni, Nila Sari, Ucok Sabata, Bernadi. Mayasari Tanjung.
•Citra Hasibuan (Chas Record): Citra Hasibuan, Laila, Guswin Pulungan
•Candra Nasution (Palapa Record): Jannah
•Bahri Efendi Hasibuan (Sinonoan Elektronic): Irsaidah, Jannah, Fitri, Aswan, Azis Aksay
•Siddiq (Tiara Record): Risky Nasution, Lili Amelia

Periode Kedua yang hanya menggunakan teknologi rekam keping VCD. Beberapa nama yang patut disebut antara lain:
•Ahmad Huzein Nasution (SBN Pro): Ahmad Huzein Nasution, Parlin Lubis, Ummi Habibah, Budi R. Nasution, Evi Adila.
•Muksin Nasution (MN Production) : Thomas Dj, Monica, Viki Tanjung, Ucok Pasaman, Evi Sahria, Nora, Indah, Bombom, Gumbas, Roni Saputra Siregar, Risky Nasution, Ummi Habibah.
•Mulia Rangkuti (MR2 Production): Salamah Hasibuan, Masputra Pasaribu, Mulia Rangkuti, Gusnadi Hasibuan, Irma Hasibuan, Uci Tanjung, Salman, Lina Suriati Aes, Amas Muda, Nursaidah Hasibuan, Nisa WR.
•Budi R. Nasution (B@I Production): Budi R. Nasution, Fadly Lubis, Risky Nasution, Sari Maharani, Suci, Evi Adila
•Parlin Lubis (BRC) : Parlin Lubis, Reza, Ummi Habibah, Nina
•Mikrat Nasution (Nasty Pro.): Ovie Fristy, Dedi Gunawan, Maya KDI, Nila Sari.
•Top Simamora (Top Record): Top Simamora, Farro Simamora, Lenni Muzika.
•Saidun Lubis (HP Pro): Azis Aksay, Fitri Angraini, Suherman
•Abdul Holid Lubis (Ruva Pro): Roni Saputra Siregar, Ummi Habibah, Liza, Fadli Lubis.
•Salamat Hutapea (Rahma Prod): Salamat Hutapea, Ucok Pasaman, Givri WR, Nisa WR
•Fikri Fahreza (Gemini Pro): Rahman KDI, Fikri Fahreza.
•Rahmat Hidayat (Wasya Pro): Ali Nasution.
•Pendi (BMR) : Amas Muda, Habibah Lubis.
•Evita Lubis (Evita Music) : Evita Lubis, Gita Puspita, Reza, Dudi, Sari Maharani.
•Iyan : Evi Adila, Zein Aditya
•Tympanum Novem: Riskon Crypto, Pudji Carissa

Selain itu, beberapa rumah produksi juga mengangkat genre film daerah. Genre ini ternyata berterima dan menjadi industri seni hiburan baru yang berkarakter daerah. Misalnya:
•Tympanum Novem Films yang memproduksi film “Biola Na Mabugang”, “Tias Part I”, “Tias Part II”, “Lilu Part 1”, dan “Lilu Part 2”.
•Natama Pro : “Parhuta-huta 1”, “Parhuta-Huta 2”.
•MR2: “Bayo Panjala”, “Si Lian”.

Munculnya genre film tersebut berkausalitas dengan berkembangnya profesi baru yang berkaitan dengan film: aktor dan sineas (penulis skenario, penata lakon, penata artistik, komposer, dan lain-lain. Selain itu juga berkembang sanggar-sanggar seni peran.

SASTRA DAN PERUBAHAN SOLSIAL
Seni, sastra, dan Kebudayaan tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai dan perubahan sosial. Perubahan sosial merupakan merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Perubahan-perubahan itu diyakini erat kaitannya dengan perkembangan seni dan budaya suatu masyarakat. (Soekanto, 1990).

Interaksi yang komunikatif antar elemen perubahan sosial akan mempengaruhi perubahan kebudayaan. Perubahan itu terutama dipicu oleh rasa ketidakpuasan atas kebudayaan yang ada. Selain itu, perubahan juga terjadi karena penemuan baru, pertentangan masyarakat, pemberontakan sosial.

Berbagai karya seni dan sastra itu diyakini berpengaruh terhadap pembentukan opini sosial. Karena itu, peranan media amat besar dalam pembentukan opini sosial dimaksud. Sayangnya, berbagai perkembangan kekinian tampaknya belum sepenuhnya menjanjikan harapan untuk menguatkan karakteristik daerah.

Misalnya, lirik lagu mandailing yang gagal menyelipkan idiom-idiom lokal, belum adanya pakem konstruksi lagu Mandailing yang berkarakter, atau film-film yang hanya bernuansa hiburan tanpa muatan budaya.

Banyak faktor penyebabnya. Misalnya, produser yang hanya beriorinetasi pasar dan tidak berani mempublikasikan seni-seni alternatif, minimnya wawasan budaya, dan lain-lain.

Daftar Pustaka
Djoko Damono, Sapardi. 1984. Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Rodgers, Susan. 2003. “Folklore with a Vengeance: A Sumatran Literature of Resistance in the Colonial Indies andNew Order Indonesia,” The Journal of American Folklore. Website University of Illinois Press.

1986. “Batak Tape Cassette Kinship: Constructing Kinship Through the Indonesian National MassMedia,” American Ethnologist. Website www.jstor.org.

2002. Compromise and contestation in colonial Sumatra An 1873 Mandailing schoolbook on the Wonders of the West

Tugby, Donald J. 1959. “The Social Function of Mahr in Upper Mandailing,” American Anthropologist. Website: www.jstor.org.

TENTANG PENULIS
Askolani Nasution. Lahir di Tapsel, 17 September 1966. Lulus pada Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Padang tahun 1993. Pemenang I Lomba Menulis Cerpen Depdiknas tahun 2005 dan Pemenang III Tahun 2006. Beberapa cerpen dimuat dalam beberapa buku antologi cerpen terbitan Depdiknas sepanjang tahun 2004 – 2008. Menulis skenario dan menyutradarai film produksi Tympanum Novem Films: “Biola na Mabudang” (2011), “Lilu” (2013), dan “Senandung Willem” (sedang proses). Menyutradarai film “Tias” (2012). Pimpinan Redaksi Buletin “Gema Pendidikan” (2006 – sekarang).
Website: www.askolani-nasution.com dan http://askolan.wordpress.com serta www.tympanumnovem.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Namur-mapincur Doma Boto Parkouman  Songon Pusuk Nirobung

    Namur-mapincur Doma Boto Parkouman Songon Pusuk Nirobung

    • calendar_month Kamis, 21 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mur-moderen zaman ning halak sannari mur mapincur parsudaroan sangape parkouman, anggo pandokon ni halak napistar, erosi ningia gorarna, songonima tangkangna boto maso sannari, bope idokon tobang-tobang di bagas paradatan hatiha ipatobang pinompar napabolak pinggan panganan gorarna, anggo sapetona mur pincurdo parkouman sangape parsudaroan dimaso sannarion. Anggo pandokoni sutani sian napa-napa ni gunung Sorikmarapi marmocom-mocomdo sobobna […]

  • AMMPBB: APBD Sidimpuan 2011 Untuk Siapa?

    AMMPBB: APBD Sidimpuan 2011 Untuk Siapa?

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bukan untuk membiayai urusan birokrasi semata. Kebijakan-kebijakan yang menyentuh langsung pada kemaslahatan masyarakat harus dikedepankan. Elemen masyarakat merasa dikebiri akan alokasi APBD Sidimpuan yang 75% nya dialokasikan untuk birokrasi. Dana APBD Sidimpuan Tahun 2011 sebesar Rp435 miliar telah disahkan. Namun APBD itu dinilai sama sekali tidak menyentuh […]

  • Pemkab Madina Dilema Terkait PETI

    Pemkab Madina Dilema Terkait PETI

    • calendar_month Jumat, 19 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) H.M.Ja’far Sukhairi Nasution melihat  Penamnang Emas Tanpa Izin atau PETI di Kecamatan Kotanopan mengakibatkan pemerintah daerah dilema. Dirinya menegaskan penertiban Petambang Emas Tanpa Izin atau PETI di Kotanopan bukan untuk menutup mata pencaharian masyarakat. Hanya saja, diperlukan penataan yang lebih baik yang tidak bertentangan […]

  • BKD Madina Belum Terima Salinan Pengumuman CPNS

    BKD Madina Belum Terima Salinan Pengumuman CPNS

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 9Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum memperoleh daftar nama-nama yang lolos hasil tes kompetensi dasar (TKD) CPNS 2013. “Hingga kini kita belum memperolehnya dari Jakarta,” kata Sekretaris BKD Madina, Kaspan Usman Nasution di ruang kerjanya kepada Mandailing Online, Selasa petang (24/12/2013). Menurunya, jika salinannya sudah mereka dapatkan, akan […]

  • Bupati Madina : Gordang Sambilan Mulai Diperhitungkan Secara Nasional

    Bupati Madina : Gordang Sambilan Mulai Diperhitungkan Secara Nasional

    • calendar_month Minggu, 22 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait keikutsertaan kesenian Mandailing, Gordang Sambilan di acara pembukaan Asian Games pada Agustus mendatang menjadi kebaggaan bagi Mandailing Natal. Momen ini menunjukkan gambaran bahwa kesenian Mandailing, Gordang Sambilan telah diperhitungkan secara nasional. Dan, juga menjadi cemeti sebagai daya dorong untuk lebih memaksimalkan go internasional keberadaan Gordang Sambilan. Lebih dari itu, kesempatan […]

  • 7 bintara Polres Taput positif narkoba

    7 bintara Polres Taput positif narkoba

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TARUTUNG – Sejumlah tujuh personil Kepolisian Resort (Polres) Tapanuli Utara (Taput) berpangkat bintara dinyatakan positif menggunakan narkoba. “Dari 422 personil Polres Taput yang melakukan tes urine, ternyata ada sebanyak 7 Bintara yang positif telah mengkomsumsi Narkoba,” kata Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu W Baringbing, kemarin. Ditegaskan dia, awalnya ada 27anggota dicurigai sebagai pengkomsumsi narkoba. Namun […]

expand_less