Jumat, 17 Jul 2026
light_mode

KESUSASTRAAN MANDAILING (3-habis)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 24 Jun 2013
  • print Cetak

Oleh: Askolani Nasution

SASTRA ENTERTAINMENT
Sastra dalam lirik lagu patut ditandai sebagai bentuk sastra. Tentu karena kita meyakini bahwa lirik lagu merupakan musikalisasi puisi. Hal ini menjadi penting karena pada saat sastra literer Mandailing meredup, musikalisasi puisi tersebut menguat perannya.

Lirik lagu Mandailing bukan hanya ungkapan perasaan, tetapi beberapa penulis lagu ternyata mampu menyelipkan berbagai khazanah norma dan budaya Mandailing. Misalnya lirik lagu yang ditulis Bahraini Lubis, Ali Asrun, Top Simamora, dan lain-lain.

Sastra entertainment berkarakter daerah tersebut mengalami berbagai bentuk dan medium yang berbeda. Bukan hanya musikalisasi puisi, sempat juga berkembang genre drama. Selain itu, pada masa transisi teknologi radio dengan teknologi satelit satelit, juga membedakan bentuk dan medium yang digunakan. Beberapa tonggak yang patut ditandai antara lain:

•Tahun 1970-an, muncul drama musikal berdurasi 60 menit dalam kepingan kaset tape recorder. Drama ini biasanya mengangkat kisah-kisah keluarga kontemporer di kawasan Tapanuli Selatan. Misalnya masalah dilema perkawinan, hubungan keluarga antara orang tua dan anak, kesedihan istri non-etnis yang menikah dengan lelaki Angkola Mandailing.

Drama ini dibuat dengan gaya serial radio. Selain rekam vokal, juga dibubuhi dengan sound effect. Misalnya suara angin, petir, dan lain-lain. Cover kaset biasanya dihiasi dengan adegan drama. Misalnya album drama musikal “Sar Tarbarita” yang ditulis oleh S. Parlagutan Siregar dan disutradarai Mulkan Harahap. Drama ini menggunakan bahasa daerah yang dikombinasikan dengan bahasa Indonesia dengan dialek lokal.

•Drama Sampuraga na Maila Marina. Musikal dikolaborasikan dengan ornamen musik lokal. Drama ini diangkat dari mitos yang dikenal baik masyarakat di kawasan Tapanuli Selatan. Drama ini ditampilkan oleh Teater Merak Jingga. Tokoh yang ditampilkan selain Sutan Sampuraga, ada juga Oloan, Baginda, Hulubalang, dan lain-lain.

Munculnya peran televisi dan Video Player HVS juga mengubah bentuk seni hiburan. Bus ALS, yang waktu itu memasang televisi, patut ditandai mempengaruhi genre kemasan hiburan yang berkembang kemudian.

Selain itu, berkembangnya album lagu bergenre Batak yang mengangkat karakter daerahnya, menimbulkan pemikiran baru bagi penikmat lagu di kawasan Tapanuli Selatan yang didominasi agama Islam. Karena itu munculnya album-album berlabel “Tapanuli Selatan.” Belakangan label itu bertambah: Album Tapsel, Madina, Palas, dan Paluta.

Berbagai karya lagu tumbuh menggunakan label itu dan menjadi seni hiburan baru bagi masyarakat di kawasan bekas kabupaten Tapanuli Selatan. Beberapa rumah produksi tumbuh sedemikian rupa dan menjadi industri baru. Pencipta lagu, penyanyi, dan koreografi menjadi profesi yang berterima.

Periode Awal. Periode ini menggunakan teknologi rekam tape recorder dan keping VCD, antara lain:
•Ali Asrun Siregar (Al-Asrun): album lagu Mariati Lubis.
•Zainal Abidin Daulay (Sidimpuan Power Band): Tamsor Hutasuhut, Asmar, Ucok Sumbara, Roni Saputra.
•Samsul Siregar (Menara Record) : Citra Hasibuan, Ucok Sumbara, Parlin Lubis, Nasir Rambe, Nurhayati Ray.
•Bahraini Lubis (Odang Production): Odang, Masdani, Namlis, Siti Hamijah, Sardi, Rini, Nur Arisyah.
•Amran Siregar (Mec Record – Padangsidimpuan): Laila Hasyim, Citra Hasibuan, Odang, Masdani, Parlin Lubis, Nasir Rambe, Nurhayati Ray.
•Hasan Harahap (Kurnia Music): Lanna, Lanni, Anni, Nila Sari, Ucok Sabata, Bernadi. Mayasari Tanjung.
•Citra Hasibuan (Chas Record): Citra Hasibuan, Laila, Guswin Pulungan
•Candra Nasution (Palapa Record): Jannah
•Bahri Efendi Hasibuan (Sinonoan Elektronic): Irsaidah, Jannah, Fitri, Aswan, Azis Aksay
•Siddiq (Tiara Record): Risky Nasution, Lili Amelia

Periode Kedua yang hanya menggunakan teknologi rekam keping VCD. Beberapa nama yang patut disebut antara lain:
•Ahmad Huzein Nasution (SBN Pro): Ahmad Huzein Nasution, Parlin Lubis, Ummi Habibah, Budi R. Nasution, Evi Adila.
•Muksin Nasution (MN Production) : Thomas Dj, Monica, Viki Tanjung, Ucok Pasaman, Evi Sahria, Nora, Indah, Bombom, Gumbas, Roni Saputra Siregar, Risky Nasution, Ummi Habibah.
•Mulia Rangkuti (MR2 Production): Salamah Hasibuan, Masputra Pasaribu, Mulia Rangkuti, Gusnadi Hasibuan, Irma Hasibuan, Uci Tanjung, Salman, Lina Suriati Aes, Amas Muda, Nursaidah Hasibuan, Nisa WR.
•Budi R. Nasution (B@I Production): Budi R. Nasution, Fadly Lubis, Risky Nasution, Sari Maharani, Suci, Evi Adila
•Parlin Lubis (BRC) : Parlin Lubis, Reza, Ummi Habibah, Nina
•Mikrat Nasution (Nasty Pro.): Ovie Fristy, Dedi Gunawan, Maya KDI, Nila Sari.
•Top Simamora (Top Record): Top Simamora, Farro Simamora, Lenni Muzika.
•Saidun Lubis (HP Pro): Azis Aksay, Fitri Angraini, Suherman
•Abdul Holid Lubis (Ruva Pro): Roni Saputra Siregar, Ummi Habibah, Liza, Fadli Lubis.
•Salamat Hutapea (Rahma Prod): Salamat Hutapea, Ucok Pasaman, Givri WR, Nisa WR
•Fikri Fahreza (Gemini Pro): Rahman KDI, Fikri Fahreza.
•Rahmat Hidayat (Wasya Pro): Ali Nasution.
•Pendi (BMR) : Amas Muda, Habibah Lubis.
•Evita Lubis (Evita Music) : Evita Lubis, Gita Puspita, Reza, Dudi, Sari Maharani.
•Iyan : Evi Adila, Zein Aditya
•Tympanum Novem: Riskon Crypto, Pudji Carissa

Selain itu, beberapa rumah produksi juga mengangkat genre film daerah. Genre ini ternyata berterima dan menjadi industri seni hiburan baru yang berkarakter daerah. Misalnya:
•Tympanum Novem Films yang memproduksi film “Biola Na Mabugang”, “Tias Part I”, “Tias Part II”, “Lilu Part 1”, dan “Lilu Part 2”.
•Natama Pro : “Parhuta-huta 1”, “Parhuta-Huta 2”.
•MR2: “Bayo Panjala”, “Si Lian”.

Munculnya genre film tersebut berkausalitas dengan berkembangnya profesi baru yang berkaitan dengan film: aktor dan sineas (penulis skenario, penata lakon, penata artistik, komposer, dan lain-lain. Selain itu juga berkembang sanggar-sanggar seni peran.

SASTRA DAN PERUBAHAN SOLSIAL
Seni, sastra, dan Kebudayaan tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai dan perubahan sosial. Perubahan sosial merupakan merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Perubahan-perubahan itu diyakini erat kaitannya dengan perkembangan seni dan budaya suatu masyarakat. (Soekanto, 1990).

Interaksi yang komunikatif antar elemen perubahan sosial akan mempengaruhi perubahan kebudayaan. Perubahan itu terutama dipicu oleh rasa ketidakpuasan atas kebudayaan yang ada. Selain itu, perubahan juga terjadi karena penemuan baru, pertentangan masyarakat, pemberontakan sosial.

Berbagai karya seni dan sastra itu diyakini berpengaruh terhadap pembentukan opini sosial. Karena itu, peranan media amat besar dalam pembentukan opini sosial dimaksud. Sayangnya, berbagai perkembangan kekinian tampaknya belum sepenuhnya menjanjikan harapan untuk menguatkan karakteristik daerah.

Misalnya, lirik lagu mandailing yang gagal menyelipkan idiom-idiom lokal, belum adanya pakem konstruksi lagu Mandailing yang berkarakter, atau film-film yang hanya bernuansa hiburan tanpa muatan budaya.

Banyak faktor penyebabnya. Misalnya, produser yang hanya beriorinetasi pasar dan tidak berani mempublikasikan seni-seni alternatif, minimnya wawasan budaya, dan lain-lain.

Daftar Pustaka
Djoko Damono, Sapardi. 1984. Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Rodgers, Susan. 2003. “Folklore with a Vengeance: A Sumatran Literature of Resistance in the Colonial Indies andNew Order Indonesia,” The Journal of American Folklore. Website University of Illinois Press.

1986. “Batak Tape Cassette Kinship: Constructing Kinship Through the Indonesian National MassMedia,” American Ethnologist. Website www.jstor.org.

2002. Compromise and contestation in colonial Sumatra An 1873 Mandailing schoolbook on the Wonders of the West

Tugby, Donald J. 1959. “The Social Function of Mahr in Upper Mandailing,” American Anthropologist. Website: www.jstor.org.

TENTANG PENULIS
Askolani Nasution. Lahir di Tapsel, 17 September 1966. Lulus pada Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Padang tahun 1993. Pemenang I Lomba Menulis Cerpen Depdiknas tahun 2005 dan Pemenang III Tahun 2006. Beberapa cerpen dimuat dalam beberapa buku antologi cerpen terbitan Depdiknas sepanjang tahun 2004 – 2008. Menulis skenario dan menyutradarai film produksi Tympanum Novem Films: “Biola na Mabudang” (2011), “Lilu” (2013), dan “Senandung Willem” (sedang proses). Menyutradarai film “Tias” (2012). Pimpinan Redaksi Buletin “Gema Pendidikan” (2006 – sekarang).
Website: www.askolani-nasution.com dan http://askolan.wordpress.com serta www.tympanumnovem.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Obyek Wisata yang Dikelola Pemkab Madina Ternyata hanya Pemandian Air Panas Hutaraja. Ini Anggaran Perjalanan Dinas Pariwisata Madina

    Obyek Wisata yang Dikelola Pemkab Madina Ternyata hanya Pemandian Air Panas Hutaraja. Ini Anggaran Perjalanan Dinas Pariwisata Madina

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meski destinasi wisata cukup banyak di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ternyata tidak dapt mendongkrak pendapatan asli daerah. pasalnya dari sekian banyak destinasi wisata itu, hanya satu saja yang bisa yang bisa dikelola dan menghasilkan retribusi yakni pemandian air panas yang terletak di Desa Hutaraja Kecamatan Panyabungan Selatan. Kepala Dinas […]

  • Miliaran Anggaran Dialokasikan, Ali Napiah Nilai RSU Husni Thamrin Natal Rasa Puskesmas

    Miliaran Anggaran Dialokasikan, Ali Napiah Nilai RSU Husni Thamrin Natal Rasa Puskesmas

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : Rumah Sakitnya kumuh, kotor tak terawat, Pegawai tidak disiplin warga pantai barat Mandailing Natal ( Madina) menilai keberadaan RSU Husni Thamrin di Kecamatan Natal layaknya Puskesmas tidak pantas jadi Badan Layanan Umum ( BLU) kalau kualitas pegawai nya tidak disiplin. Hal ini diungkapkan tokoh masyarakat pantai barat Ali Napiah pada […]

  • General Manager KP.USU Tak Bisa Masuk Ke Perkebunan KP.USU

    General Manager KP.USU Tak Bisa Masuk Ke Perkebunan KP.USU

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekretaris Koperasi Maju Bersama Jaya, Parwis Batubara yang merupakan mitra KP.USU, Senin (27/10) mengatakan bahwa PT. ALN dinilai sangat arogan. Sejak 9 September 2014, General Manager KP.USU, Hotri Pulungan tidak bisa masuk ke lokasi KP.USU untuk melakukan tugasnya sebab dilarang oleh manajemen PT.ALN melewati portal yang diklaim PT.ALN sebagai jalan […]

  • Panyabungan Ibu Kota Kabupaten (bagian 1)

    Panyabungan Ibu Kota Kabupaten (bagian 1)

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Pernah Bernama Fort Elout Oleh : Basyral Hamidi Harahap Sejarahwan Mandailing Kupasan ini antara lain merupakan cuplikan dari sebuah buku kecil berjudul Panyabungan Ibukota Daerah Tingkat II Kabupaten Mandailing Natal, 40 halaman. Penulis menyusun buku tersebut sebagai upaya ikut membantu mengatasi kebuntuan dalam proses pembentukan Kabupaten Mandailing Natal di DPR RI. Buku tersebut khusus […]

  • Warga Gunung Manaon Harap Saparuddin-Miswaruddin Pimpin Madina

    Warga Gunung Manaon Harap Saparuddin-Miswaruddin Pimpin Madina

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Gunung Manaon Kecamatan Panyabungan berharap Pilkada Madina 2015 menghasilkan pimpinan figure baru dan muda serta memiliki kepedulian serta mengayomi. Hal itu diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat Gunung Manaon di acara silaturrahim Calon Wakil Bupati Madina Miswaruddin Daulay, Selasa (20/10) yang dilansir media PBMNews. Pasangan calon Saparuddin Haji Lubis- […]

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (3-selesai)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (3-selesai)

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution   SASTRA ENTERTAINMENT Sastra dalam lirik lagu patut ditandai sebagai bentuk sastra. Tentu karena kita meyakini bahwa lirik lagu merupakan musikalisasi puisi. Hal ini menjadi penting karena pada saat sastra literer Mandailing meredup, musikalisasi puisi tersebut menguat perannya. Lirik lagu Mandailing bukan hanya ungkapan perasaan, tetapi beberapa penulis lagu ternyata mampu […]

expand_less