Senin, 21 Sep 2026
light_mode

CATATAN RAMONA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 3 Feb 2018
  • print Cetak

 

Cerpen (publis bagian 1)
Karya : Wahyuni Lubis

Catatan Ramona cover

Tuan, ejaan kata mana lagi yang akan kau lontarkan padaku agar hujan di pipiku menjadi reda, bisakah kau beri aku solusi untuk keluar dari pilu ini? Kau tau jika aku adalah wanita yang mudah jatuh hati apalagi semenjak kau katakan padaku bahwa aku adalah wanita yang tak pantas untuk disakiti. Tapi, dengan mudahnya kau malah main hati.

Kau sungguh kejam, Tuan. Kau semai mawar di dalam hatiku dan kau biarkan dia tumbuh menjadi mekar hingga durinya menusuk ke relung hati. Harusnya kau biarkan mawar itu layu tanpa harus memupuknya dengan perhatian dan menyiraminya dengan kasih sayang, dengan begitu aku tak perlu lagi bersusah payah mencari obat untuk luka yang sudah mulai menganga.

Kata demi kata yang tak akan habis untuk mengungkapkan rasa sakit ini. Rasa yang selalu menyakitiku ketika ku membiarkannya menjalar, mengalir hingga ke seluruh aliran darahku. Bicaralah, aku mohon beri aku penjelasan, kenapa harus aku korban dari sebuah penghianatan? Kenapa harus pada ku anak panah dusta itu kau tancapkan? Apa cintaku tak cukup meyakinkan bagimu untuk membuatmu bertahan? Aku mohon jawab?

“Maafkan aku Ramona,”

“Apa katamu? Maaf”?

“Kau pikir ini sebuah lelucon, apa kau sangka ini sebuah drama yang endingnya akan baik-baik saja ketika kau meminta maaf. Dimana letak hatimu Riki? Dengan mudahnya kau meminta maaf sedangkan hati ku sudah retak menjadi kepingan-kepingan luka yang tak terbilang. Ah…..aku tak habis pikir denganmu Riki”.

“Lantas dengan kata apalagi aku harus bisa mengembalikan hatimu, Mona?”, sungguh aku sudah kehabisan cara untuk membuatmu kembali seperti semula. Aku akui aku salah, aku terjerat akan rayuannya, aku terperangkap dalam jeruji kebohongannya hingga akhirnya situasi ini membuat ku jatuh dalam pilihan yang salah,” aku mohon, maafkan aku, Mona!!!

“Entahlah, aku bingung harus bagaimana lagi, bagiku ini adalah kado ulang tahun termewah yang pernah kuterima, kado yang membuatku merasakan hujan sendirian dan basah hanya di bagian wajahku saja. Kau cukup lihai memerankan lakonmu , kau panggil aku dengan sebutan “sayang”  dan padanya juga kau panggil demikian, panggilan yang sama untuk dua orang yang berbeda. Mungkin bagimu itu hal yang biasa namun bagiku itu sangat istimewa”.

Kenapa harus dia yang hadir di tengah-tengah kita, dia yang kau sebut masa lalumu, dengan mudahnya kau persilahkan dia masuk. Kau sempat bercerita tentang luka yang dia lukis, katamu tak ada yang lebih menyakitkan dari lukisan yang bertintakan air mata.

Aku tak habis pikir kau bisa melakukan ini semua padaku. Nyatanya, kau tebang habis rasaku, sempat ku berpikir ini tidak mungkin. Tapi kau memang tak bisa menjaga hati. Aku seperti tak mengenal siapa kamu. Kusangka kau tulus dalam hal ini. Namun ternyata diam-diam kau menyimpan senjata runcing yang menusukku tiada ampun.

Luka yang kemarin baru sembuh, kini kau robek kembali, dengan sengaja kau tancapkan pisaumu disaat aku sedang memelukmu dengan erat. Ingin rasanya kukutuk pertemuan kita dahulu jika pada akhirnya aku tak lebih bagimu hanya sebagai candaan. Ku akui aku cukup bodoh mempercayaimu bahwa kau juga memiliki rasa yang sama denganku. Ternyata aku salah, cintaku kau buat hanya sebagai gurauan semata, setiaku kau anggap sebagai palsu belaka.

Inilah yang aku cemaskan selama ini, jatuh cinta sendirian, padahal masih tangkas dalam ingatan, janji yang pernah kau lontarkan. Bersumpah untuk tidak meninggalkan, namun nyatanya kau malah pergi dengan dia yang pernah kau ludahkan.

Kau tau,bagaimana aku tanpa mu!!!!

Ah,,,,,sudahlah, tidak penting. Aku baik-baik saja. (bersambung)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenangan Positif Dari Achmad Fauzi

    • calendar_month Sabtu, 1 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – AKBP Achmad Fauzi Dalimunthe S.Ik menyatakan memiliki banyak kenangan positif di Mandailing Natal (Madina). Itu dikatakannya, Jum,at (31/5/2013) sebelum meninggalkan jabatan kapolres Madina dan pindah ke Kabupaten Labuhan Batu sebagai kapolres baru di sana. “Madina bukanlah daerah asing bagi saya, karena di Madina sendiri masih banyak keluarga dari orang tua, terutama […]

  • Kejari di Madina Pulihkan Keuangan Negara 200 juta Dari Kasus Korupsi Dana Desa

    Kejari di Madina Pulihkan Keuangan Negara 200 juta Dari Kasus Korupsi Dana Desa

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina) berhasil melakukan pemulihan keuangan negara sebesar Rp 200 juta dari total kerugian negara dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran Dana Desa Tanjung Medan, Kecamatan Muara Sipongi, tahun anggaran 2023. Kegiatan ini diketahui dan diarahkan langsung oleh Plt. Kajari Madina, Yos A Tarigan, […]

  • Tahun Depan Jalan Simpang Pagur Panyabungan Timur di Hotmix

    Tahun Depan Jalan Simpang Pagur Panyabungan Timur di Hotmix

    • calendar_month Rabu, 8 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online)-Bersumber dana dari DAK Kementerian PUPR, tahun depan jalan Simpang Pagur -Banjar Lancat Kecamatan Panyabungan Timur, Madina akan di hormix. Untuk melancarkan program ini, Dinas PUPR Madina pun melaksanakan sosialisasi ke masyarakat dan Kepala Desa bertempat di Aula Beringin Kantor Camat Panyabungan Timur Rabu 8/11/2023. Dalam sosialisasi yang dihadiri Wakil Bupati Atika […]

  • Laporan Keuangan Pemerintah Masih "Amburadul"

    Laporan Keuangan Pemerintah Masih "Amburadul"

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terus mengingatkan pemerintah memperbaiki laporan keuangannya yang amburadul. Menumpuknya hasil temuan BPK dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) menunjukkan masih banyaknya pekerjaan rumah yang mesti dibereskan pemerintah. “Berdasarkan pemeriksaan atas LKPP 2010, masih terdapat area-area yang mengharuskan pemerintah untuk meningkatkan perbaikan kinerja transparansi pengelolaan keuangan negara,” ungkap Anggota BPK Taufiequrrahman […]

  • Jalan Propinsi Pagur – Hapung Palas Menunggu Izin Menhut

    Jalan Propinsi Pagur – Hapung Palas Menunggu Izin Menhut

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Rencana pembukaan jalan propinsi yang menghubungkan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Desa Pagur, Kecamatan Panyabungan menuju Hapung Kabupaten Padang Lawas, tinggal menunggu izin dari Menteri Kehutanan Republik Indonesia. Demikian disampikan Camat Panyabungan Timur Awaluddin kepada MedanBisnis, Rabu (23/3) di Perkantoran Pemkab Mandailing Natal, Parbangunan, Kecamatan Panyabungan. Dijelaskannya, usulan dari Madina telah disetujui oleh Badan Perencanaan […]

  • Pemilih Pilkada Masih Bermental Politik Transaksional

    Pemilih Pilkada Masih Bermental Politik Transaksional

    • calendar_month Jumat, 6 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailiing Online) –Prilaku mayoritas pemilih di Pilkada masih cenderung bermental politik transaksional finansial dalam menetapkan pilihan pada hari pencoblosan 9 Desember. Itu disampaikan Anggota DPRD Sumatera Utara, H. Fahrizal Efendi Nasution,SH dalam status di akun pribadinya Fahrizal Efendi Nasution yang diposting hari ini, Jum’at (6/11/2020). Gambaran menunggu saweran politik uang itu bukan saja di […]

expand_less