Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

11 Bocah Bersaudara Masih Kekurangan Biaya, Ulurkan Bantuan Anda

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 20 Sep 2018
  • print Cetak

Beberapa dari 11 bocah bersaudara di Hutaimabru

Ulurkan Bantuan Anda,

11 Bocah Bersaudara Masih Kekurangan Biaya

 

 

PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Bagi Ummi yang baru tamat SMK dan abangnya Amansyah yang juga baru lulus SMA tak mudah membiayai  kebutuhan hidup 11 adik yang masih kecil-kecil.

Termasuk biaya sekolah. Oleh karena itu, bantuan dari para derwaman sangat dibutuhkan. Bantuan bisa dihantar langsung ke kediaman mereka Desa Hutarimbaru, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Bagi Amansyah (19), pasca  ayah mereka dipenjara dan si ibu meninggal sekitar dua bulan lalu, membiaya sekolah adik-adiknya adalah suatu tanggung jawab besar. Sementara penghasilan per minggu dari kebun karet hanya menghasilkan 1 kaleng getah dengan nilai sekitar Rp110.000 per minggu.

Menurut, mereka ada sedikit  tanaman karet. Seminggu hasil deres paling banyak  satu ember atau setara sekitar 20 kg. Dengan asumsi harga karet Rp5.5000/kg, dalam seminggu didapat Rp 110.000.-

Paman  (uda-red) mereka,  selain  beli  buah pinang petani seharga Rp6000/kg, ia juga beli hasil deres petani meskipun  hanya “toke”  kecil-kecilan.

Berita terkait : Tiada Ayah Ibu, 11 Bocah Terancam Kelaparan

Setelah pinang dikupas oleh adik-adik Ummi, pinang dijemur sampai kering.  Kemudian, pinang kering dijual Rp7000/kg. Dalam  satu kilogram pinang kering, didapat dari sekitar 4 kg pinang belum dikupas.  Jadi keuntungan dalam 1 kg pinang kering sekitar 3.500,-.

Sebenarnya Ummi bersaudara ada 14,  namun satu di antaranya meninggal, sehingga  tinggal 13 orang. Yaitu,  Amansyah (19), Ummi Roiyah (18), Sofwatul Mardiyah (kelas dua SMK Negeri 2 Panyabungan), Marwah (kelas dua SMP Negeri Gunung Baringin), Al Farizi (kelas satu SMP Negeri  Gunung Baringin).

Selanjutya , Musyadi (kelas lima SD Negeri Hitarimbaru), Habibullah (kelas empat SD Negeri Hutarimbaru), Wahyu (kelas dua SD Negeri Hutarimbaru), Halif (Tk), Sadli (3 tahun), Ramlan (1,5 tahun), dan si kembar: Rahmat Yusuf serta Maulana Yusuf (2 bulan).

Bagaimana kebutuhan biaya sekolah dan jajan 11 bocah setiap hari. Ini perhitungannya, untuk Sofwatul:  jajan 5.000, dan ongkos pulang-pergi ke SMK Negeri 1 Panyabungan di Kelurahan Panyabungan 3, Madina 10.000, total 15.000,- Dari rumah ke sekolah berjarak sekitar 18 km.

Sofwatul  harus berangkat sekitar pukul 06.00 dan biasanya pulang sekitar pukul 16.00. Terkadang bisa lebih lama jika angkot susah didapat.  Saat pulang, biasanya ia harus jalan kaki dulu sekitar 2,5 kmsebelum sampai rumah  karena angkot hanya sampai simpang Hutarimbaru di Gunung Baringin.

Untuk dua siswa SMP Negeri 1 Gunung Baringin, uang jajan mereka Rp3000/orang, ditambah bensin sepeda motor yang dulu biasa dipakai Ali Mandan ke kebon sekitar Rp20.000/minggu. Uang jajan tingkat SD, TK dan belum sekolah Rp2000/hari.

Dengan demikian, dalam sebulan kebutuhan ongkos dan jajan, yaitu 26 hari X Rp33.000=Rp858.000,-+ Rp80.000,- (bensin sepeda motor)=Rp938.000,-. Ini belum termasuk susu si kembar: Rahmad dan Maulana.  Juga belum termasuk keperluan lain.

Berita terkait : Gerakan Donasi Digulirkan Untuk 11 Bocah di Hutarimbaru

Saat ini tas, sepatu, kaos kaki dan seragam sekolah sebagian sudah tak layak lagi.  Untuk buku  tulis sudah ada yang menyumbang. Baju putih dan baju batik sekolah juga sudah ada yang bersedekah.

Menurut Ummi, padi hasil panen ayah sebelum masuk penjara, tinggal empat karung lagi. Sejak ayah tersangkut hukum dan sang ibu meninggal mereka belum pernah beli beras.

Ketika ditanya apakah mereka sudah pernah makan tidak pakai sayur atau gulai? Amansyah hanya senyum, lalu dijawab,”Terkadang pakai karupuk sambal, beberapa kali pakai garam saja.”

Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari keluarga ini, mereka dibantu paman, adik Ali Mandan. Meskpun penghasilan sang paman yang punya empat anak ini tidak terlalu besar,  tapi dia masih berusaha menyekolahkan adik-adik Ummi. “Tidak tahu sampai kapan,” ujar Ummi.

Sumber : BERITAHUta.com

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Padang Kekurangan Tenaga Kesehatan

    Kota Padang Kekurangan Tenaga Kesehatan

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG : Pelayanan kesehatan di Kota Padang Provinsi Sumatra Barat dihadapkan masalah kurangnya tenaga kesehatan, baik dokter, paramedis dan petugas administrasi, kata Walikota Padang, Fauzi Bahar. Hingga akhir 2010, pelayanan kesehatan di Padang masih kekurangan 14 orang dokter, dari kebutuhan 80 orang baru tersedia 66 orang dokter, kata Fauzi Bahar dalam laporan pertanggungjawaban Walikota 2010 […]

  • Sampuraga

    Sampuraga

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan ringkas : Askolani Nasution   Kalau Anda berpikir untuk mencari nenek moyang “Sampuraga”, baik keturunan, marga, asal-usul, dst.; itu benar-benar naif. Karena ia hanya dongeng. Dalam sastra bisa disebut dengan folklor, cerita rakyat yang diceritakan secara verbal, turun-temurun. Tidak tertulis, banyak versi, dan pengarangnya anonim. Bisa juga disebut legenda, karena diyakini berkaitan dengan asal-usul […]

  • Elemen Masyarakat dan Mahasiswa Madina Dukung Perampingan SKP

    Elemen Masyarakat dan Mahasiswa Madina Dukung Perampingan SKP

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa Mandailing Natal menyatakan dukungan penuh terhadap draf perampingan SKPD yang diajukan Pj. Bupati Mandailing Natal kepada DPRD pada sidang paripurna yang digelar Kamis (11/11) di ruang Paripurna DPRD. Usulan Pj. Bupati Madina untuk memangkas instansi / SKPD yang dinilai tumpang tindih (Over Lapping) dan tidak efektif merupakan langkah maju […]

  • Sumtra Sudah Ngebet segera Disahkan

    Sumtra Sudah Ngebet segera Disahkan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Target dimulainya lagi pembahasan lima Rancangan Undang-undang (RUU) pemekaran di wilayah Sumut dipastikan bakal molor lagi. Jika sebelumnya dijanjikan pembahasan dilakukan setelah kelarnya revisi UU pilkada dan UU pemda, kini muncul alasan baru. Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarulzaman mengatakan, pihaknya belum memastikan tanggal dimulainya pembahasan 65 RUU pemekaran, yang empat di antaranya […]

  • FRB SU Demo Mapolres Deli Serdang

    FRB SU Demo Mapolres Deli Serdang

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM- Diperkirakan ratusan massa yang tergabung dalam Forum Rakyat Bersatu Sumatera Utara (FRB SU) menggelar aksi unjuk rasa, di depan Mapolres Deliserdang, Jalan Sudirman Lubuk Pakam, Kamis (18/8) sekira pukul 14.00 WIB. Pengunjuk rasa meminta, agar tiga orang teman mereka, masing-masing Eko Sofianto, Kanang dan Senja, anggota kelompok petani penggarap ‘Jas Merah’, yang ditahan […]

  • Kapolda Sumut Digoyang?

    Kapolda Sumut Digoyang?

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Isu penculikan anak menggila. Isu ini diduga sebagai upaya menggoyang kepemimpinan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Oegroseno. Analisis tersebut disampaikan Pengamat Politik dari UMSU Arifin Saleh Siregar melalui telepon kepada wartawan di Medan, Senin (13/12/2010). Dijelaskannya, Oegro dikenal dikenal sebagai sosok yang tegas dan cerdas. Sehingga orang tertentu diduga menjadi terganggu. Lantas dibuatlah perlawanan […]

expand_less