Jumat, 6 Mar 2026
light_mode

11 Bocah Bersaudara Masih Kekurangan Biaya, Ulurkan Bantuan Anda

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 20 Sep 2018
  • print Cetak

Beberapa dari 11 bocah bersaudara di Hutaimabru

Ulurkan Bantuan Anda,

11 Bocah Bersaudara Masih Kekurangan Biaya

 

 

PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Bagi Ummi yang baru tamat SMK dan abangnya Amansyah yang juga baru lulus SMA tak mudah membiayai  kebutuhan hidup 11 adik yang masih kecil-kecil.

Termasuk biaya sekolah. Oleh karena itu, bantuan dari para derwaman sangat dibutuhkan. Bantuan bisa dihantar langsung ke kediaman mereka Desa Hutarimbaru, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Bagi Amansyah (19), pasca  ayah mereka dipenjara dan si ibu meninggal sekitar dua bulan lalu, membiaya sekolah adik-adiknya adalah suatu tanggung jawab besar. Sementara penghasilan per minggu dari kebun karet hanya menghasilkan 1 kaleng getah dengan nilai sekitar Rp110.000 per minggu.

Menurut, mereka ada sedikit  tanaman karet. Seminggu hasil deres paling banyak  satu ember atau setara sekitar 20 kg. Dengan asumsi harga karet Rp5.5000/kg, dalam seminggu didapat Rp 110.000.-

Paman  (uda-red) mereka,  selain  beli  buah pinang petani seharga Rp6000/kg, ia juga beli hasil deres petani meskipun  hanya “toke”  kecil-kecilan.

Berita terkait : Tiada Ayah Ibu, 11 Bocah Terancam Kelaparan

Setelah pinang dikupas oleh adik-adik Ummi, pinang dijemur sampai kering.  Kemudian, pinang kering dijual Rp7000/kg. Dalam  satu kilogram pinang kering, didapat dari sekitar 4 kg pinang belum dikupas.  Jadi keuntungan dalam 1 kg pinang kering sekitar 3.500,-.

Sebenarnya Ummi bersaudara ada 14,  namun satu di antaranya meninggal, sehingga  tinggal 13 orang. Yaitu,  Amansyah (19), Ummi Roiyah (18), Sofwatul Mardiyah (kelas dua SMK Negeri 2 Panyabungan), Marwah (kelas dua SMP Negeri Gunung Baringin), Al Farizi (kelas satu SMP Negeri  Gunung Baringin).

Selanjutya , Musyadi (kelas lima SD Negeri Hitarimbaru), Habibullah (kelas empat SD Negeri Hutarimbaru), Wahyu (kelas dua SD Negeri Hutarimbaru), Halif (Tk), Sadli (3 tahun), Ramlan (1,5 tahun), dan si kembar: Rahmat Yusuf serta Maulana Yusuf (2 bulan).

Bagaimana kebutuhan biaya sekolah dan jajan 11 bocah setiap hari. Ini perhitungannya, untuk Sofwatul:  jajan 5.000, dan ongkos pulang-pergi ke SMK Negeri 1 Panyabungan di Kelurahan Panyabungan 3, Madina 10.000, total 15.000,- Dari rumah ke sekolah berjarak sekitar 18 km.

Sofwatul  harus berangkat sekitar pukul 06.00 dan biasanya pulang sekitar pukul 16.00. Terkadang bisa lebih lama jika angkot susah didapat.  Saat pulang, biasanya ia harus jalan kaki dulu sekitar 2,5 kmsebelum sampai rumah  karena angkot hanya sampai simpang Hutarimbaru di Gunung Baringin.

Untuk dua siswa SMP Negeri 1 Gunung Baringin, uang jajan mereka Rp3000/orang, ditambah bensin sepeda motor yang dulu biasa dipakai Ali Mandan ke kebon sekitar Rp20.000/minggu. Uang jajan tingkat SD, TK dan belum sekolah Rp2000/hari.

Dengan demikian, dalam sebulan kebutuhan ongkos dan jajan, yaitu 26 hari X Rp33.000=Rp858.000,-+ Rp80.000,- (bensin sepeda motor)=Rp938.000,-. Ini belum termasuk susu si kembar: Rahmad dan Maulana.  Juga belum termasuk keperluan lain.

Berita terkait : Gerakan Donasi Digulirkan Untuk 11 Bocah di Hutarimbaru

Saat ini tas, sepatu, kaos kaki dan seragam sekolah sebagian sudah tak layak lagi.  Untuk buku  tulis sudah ada yang menyumbang. Baju putih dan baju batik sekolah juga sudah ada yang bersedekah.

Menurut Ummi, padi hasil panen ayah sebelum masuk penjara, tinggal empat karung lagi. Sejak ayah tersangkut hukum dan sang ibu meninggal mereka belum pernah beli beras.

Ketika ditanya apakah mereka sudah pernah makan tidak pakai sayur atau gulai? Amansyah hanya senyum, lalu dijawab,”Terkadang pakai karupuk sambal, beberapa kali pakai garam saja.”

Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari keluarga ini, mereka dibantu paman, adik Ali Mandan. Meskpun penghasilan sang paman yang punya empat anak ini tidak terlalu besar,  tapi dia masih berusaha menyekolahkan adik-adik Ummi. “Tidak tahu sampai kapan,” ujar Ummi.

Sumber : BERITAHUta.com

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Derita Palestina, Derita Kita

    Derita Palestina, Derita Kita

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Suci Hati, S.M Aktivis Dakwah Kota Medan Berita tentang seorang jurnalis yang mengalami tindak kejahatan yang dialami jurnalis Fatima tewas beserta tujuh anggota keluarganya telah menjadi target sasaran serangan brutal tentara Israel karena foto-foto yang menjadi hasil karya dokumentasi beliau terhadap warga Gaza (19/04). Mengingat tentang kondisi saudara kita yang ada di Palestina penderitaan […]

  • KELOMPOK MASYARAKAT ADAT MANDAILING

    KELOMPOK MASYARAKAT ADAT MANDAILING

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tempat tinggal kelompok-kelompok masyarakat adat Mandailing, selain huta adalah: 1.BANJAR Suatu pemukiman yang biasanya terdiri dari 4 (empat) sampai 6 (enam) kepala keluarga, terletak ditengah perladangan atau persawahan dan mempunyai ikatan adat dengan ibu kampungnya (induknya). 2.LUMBAN Kelompok masyarakat yang terdiri dari 6 (enam) sampai 10 (sepuluh) kepala keluarga yang diurus oleh kerapatan adat dari […]

  • Mengatasi Kejahatan Anak Dengan Mengembalikan Fungsi Semua Pihak

    Mengatasi Kejahatan Anak Dengan Mengembalikan Fungsi Semua Pihak

    • calendar_month Kamis, 6 Apr 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini Penganiayaan dan kejahatan yang dilakukan anak-anak terus meningkat. Kasus yang menjadi sorotan publik saat ini adalah kasus penganiayaan yang dilakukan anak seorang penjabat pajak. Dilansir dari CNNIndonesia.com, 25 Februari 2023, menyatakan kasus penganiayaan anak pejabat pajak Mario Dendy Satrio terhadap putra petinggi GP Ansor Jonathan Lutumahina David, memasuki babak baru. Penganiayaan secara […]

  • Ditegur Polisi, Tambang Emas Ilegal di MBG Berhenti Operasi

    Ditegur Polisi, Tambang Emas Ilegal di MBG Berhenti Operasi

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Sejumlah alat berat milik penambang emas ilegal di wilayah Kecamatan Muara Batang Gadis tepatnya di Desa Saleh Baru yang sempat beraktifitas beberapa pekan, hari ini berhenti aktifitas. Informasi yang didapat, para pemilik alat berat mulai menurunkan alat beratnya dari lokasi pertambangan karena takut di amankan aparat kepolisian. ” Warga dan […]

  • Penyakit malaria PR Pemkab Madina

    Penyakit malaria PR Pemkab Madina

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Kabupaten Mandailing Natal selama ini rentan sebagai daerah yang endemis malaria. Dahulu, wabah penyakit malaria menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Saat ini kasus penyakit malaria menjadi pekerjaan rumah (PR) berat bagi Pemkab Madina untuk mencari solusi terbaik. Karena, hampir di semua rumah sakit pemerintah dan daerah pasiennya kebanyakan menderita penyakit malaria. Atas […]

  • Masyarakat Sinunukan Sumbang Rizky Wasiah Rp. 4.602.500

    Masyarakat Sinunukan Sumbang Rizky Wasiah Rp. 4.602.500

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Sumbangan kemanusiaan untuk Rizky Wasiah, bayi 10 bulan penderita usus keluar karena tak ada anus, terus mengalir. Masyarakat Kecamatan Sinunukan, Mandailing Natal berhasil mengumpulkan Rp. 4.602.500 untuk disumbangkan kepada keluarga Rizky Wasiah yang kini menjalani operasi di RSU Pringadi, Medan. Uang sumbangan masyarakat Sinunukan itu disampaikan Indra Budiman Lubis perwakilan warga […]

expand_less