Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Gawat! Menteri Malaysia Perkosa TKW

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
  • print Cetak


KUALA LUMPUR : Perwakilan pemerintah Indonesia di Malaysia tengah memonitor beredarnya kabar tentang seorang pembantu rumah tangga Indonesia yang diperkosa seorang menteri Malaysia pada 2007 lampau. Meski demikian, isu itu dinilai sulit diusut lebih jauh.

Demikian dinyatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.Kepala Penerangan KBRI Suryana Sastradipraja mengatakan kasus itu mengemuka belakangan ini di sebuah koran oposisi, Harakah Daily. Namun, ia melanjutkan, kabar itu sejauh ini belum bisa dibuktikan kebenarannya karena baru didasarkan pada laporan pihak ketiga.

“Kami sudah tahu, itu muncul tahun 2007, namun itu kan baru ‘katanya’ semua,” ujar Sastradipraja, Rabu, 5 Januari 2011.

Lantas kenapa KBRI sendiri tidak menindaklanjuti kasus ini?

Suryana mengatakan itu karena sejauh ini tidak ada laporan langsung dari korban, sehingga KBRI tidak dapat bertindak lebih jauh. “Kasus ini tidak pernah dilaporkan, kalaupun dilaporkan sekarang, apa buktinya? Kasus pemerkosaan itu perlu bukti,” kata Sastradipraja.

Seorang menteri Malaysia diduga telah memperkosa seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Banjarnegara, Jawa Tengah. Peristiwa itu terjadi pada 2007 di era Perdana Menteri Datuk Seri Abdullah Badawi.

Kabar ini dilansir salah satu situs berita Malaysia, Harakah Daily, dengan mengutip bocoran data dari WikiLeaks. WikiLeaks dikabarkan mengacu pada Rocky Bru, seorang blogger Malaysia yang juga mantan Pemimpin Redaksi The Malaysia Mail, sebuah koran gratis di Malaysia.

Dalam blog Rocky Bru, muncul tautan (link) pada suatu dokumen mengenai kasus yang menimpa seorang pembantu Indonesia yang disebut bernama Robengah. Dokumen itu adalah laporan investigasi lembaga pembela hak-hak pekerja asal Indonesia, Migrant Care.

Dikonfirmasi tentang laporan tersebut, Migrant Care menyatakan belum akan memberikan keterangan resmi. “Untuk sementara ini kami tidak bisa berkomentar dulu,” ujar Anis Hidayah, Direktur Eksekutif Migrant Care.

Tanggapan serupa dinyatakan analis kebijakan publik Migrant Care, Wahyu Susilo, saat dihubungi Selasa, 4 Januari 2011.

“Saya no comment dulu. Ini pelik sekali. Nanti saja setelah kami lapor ke LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban), baru kami sampaikan keterangan resmi,” kata Wahyu.

Siapa yang terancam sampai harus melapor ke LPSK?

“Ini juga soal keselamatan orang lain,” kata Wahyu.

Seperti dilansir dari laman Malaysia Today, 23 Desember 2010, laporan yang disebut-sebut berasal dari Migrant Care tersebut telah disampaikan ke KBRI dan Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur.

Namun, ketika ditanya soal ini, Sastradipraja menampik berita tersebut dan mengatakan tidak pernah menerima dokumen apapun mengenai kasus ini. “Kami tidak dapat dokumen apapun, kami baru tahu dari sebuah blog yang dicantumkan di koran Harakah,” ujarnya.(harakah daily/vn)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Pertanyakan Lampu Jalinsum Siabu

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga mengeluhkan lampu jalan di Jalan Lintas Sumatera titik pusat kota Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) yang sudah lama tak menyala. Kondisi yang gelap itu menyebabkan seringnya kenderaan menabrak pulau jalan di malam hari. Bahkan baru-baru ini satu tiang lampu jalan tumbang akibat tertabrak mobil. “Pengendara juga sudah sering kami dengar […]

  • Orang Malaysia tertarik bahasa Madura

    Orang Malaysia tertarik bahasa Madura

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tidak tampak kebanggaan berlebihan pada diri Ayu Kusuma atas keberhasilannya mempengaruhi perilaku orang lain di luar negeri. Ceritanya terkesan datar meskipun sebetulnya ia tak bisa menutupi kebanggaannya itu. Ayu bersama lima teman lainnya, siswa kelas III SMKN 2 Bondowoso, telah berhasil memperkenalkan salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia yakni bahasa dan logat Madura. Ayu Kusuma […]

  • 39 Anggota Polres Tebingtinggi Naik Pangkat

    39 Anggota Polres Tebingtinggi Naik Pangkat

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tebingtinggi. Sebanyak 39 anggota Polresta Tebingtinggi naik pangkat, masing-masing tiga orang menjadi perwira dan 36 selebihnya dari pangkat Brigadir, Sabtu (31/12). Pengambilan sumpah tugas dilakukan langsung oleh Kapolres Tebingtinggi AKBP Andi Rian Djajadi SIK didampingi oleh Waka Polres Tebingtinggi Kompol Safwan Khayat MHum, di Halaman Mapolres Tebingtinggi. Tiga personel perwira yang naik pangkat adalah Iptu […]

  • Batang Natal Jadi Lahan Subur Pelaku Tambang Emas Ilegal di Madina

    Batang Natal Jadi Lahan Subur Pelaku Tambang Emas Ilegal di Madina

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Wilayah  Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) menjadi salah satu wilayah terbebas praktek tambang emas ilegal dengan menggunakan alat berat. Setelah kemarenbdi wilayah Sipogu kali ini aktifitas tambang emas ilegal tertangkap camera diwilayah jambur baru tepatnya di simpang simanguntong. Pemodal tambang wilayah ini diduga berinisial AAN Menurut […]

  • Menunjang Kegiatan Pengamanan Pilkades, Pemda Madina Gelontorkan 3,5 M untuk Polri dan TNI

    Menunjang Kegiatan Pengamanan Pilkades, Pemda Madina Gelontorkan 3,5 M untuk Polri dan TNI

    • calendar_month Rabu, 26 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Sumatera Utara gelontorkan anggaran Rp 3,5 miliar untuk biaya pengamanan Pemilihan Kepala Desa ( Pilkades ). Ada 256 Desa yang akan melaksanakan Pilkades di 21 agustus 2023 depan. Hakim, Kabid Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah yang dikonfirmasi Mandailing Online Rabu 26/7/2023 […]

  • Mulai Besok, Guru TKS di Madina Terima Gaji 7 Bulan

    Mulai Besok, Guru TKS di Madina Terima Gaji 7 Bulan

    • calendar_month Senin, 7 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mulai besok, Selasa (8/11/2022) para guru status honorer TKS di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, akan memperoleh gaji 7 bulan. “Saya sudah menandatangani surat pencairan gaji guru honorer atau TKS. Saat ini sedang proses di Dinas Keuangan. Insa Allah besok sudah bisa dicairkan, pencairnya kita rapel 7 bulan sekaligus sampai bulan […]

expand_less