Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Peta Provinsi Sumteng Harus Dirumus Ulang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 9 Jul 2019
  • print Cetak
Fahrizal Efendi Nasution,SH

Fahrizal Efendi Nasution,SH

 

JAKARTA (Mandaiing Online) : Pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara nampaknya harus memperhatikan kembali luas wilayah dan jumlah penduduk untuk mencapai syarat minimal.

Hal itu diketahui dari hasil pertemuan antara anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) Dapil Sumut 7 dengan pejabat Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Anggota DPRD Sumut, H. Fakhrizal Efendi Nasution,SH kepada Mandailing Online melalui sambungan telefon usai pertemuan di Kemendagri, menyatakan bahwa pemekaran daerah merujuk kepada Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pengganti UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah lama.

Fahrizal mengungkapkan, pihak Kemendagri merujuk UU 23/2014 disebutkan bahwa berdasarkan persyaratan dasar kewilayahan ditetapkan berdasar luas wilayah minimal (LWM) dan jumlah penduduk minimal (JPM).

Untuk Sumatera Utara berada dalam kelompok 1 berdasarkan pendekatan kesatuan kawsan pulau.

Pihak Kemendagri dalam pertemuan itu memberikan rujukan data tahun 2015, yakni pembentukan Provinsi Bangka Belitung sebagai pemekaran provinsi dimana syarat wilayah minimal calon provinsi baru adalah 28.140,5 Kilometer persegi, setara dengan 2.840.000 hektar. Sedangkan dari sisi persyaratan jumlah penduduk minimal adalah sekitar 3,4 juta jiwa.

Berdasar syarat minimal yang ditetapkan UU Nomor 23 Tahun 2014 itu, maka calon provinsi Sumatera Tenggara (Sumteng) diyakni harus kembali merevisi kembali luas wilayah dan jumlah penduduk.

Sebab, berdasar data Kemendagri, luas wilayah calon Provinsi Sumteng sekitar 18.896,50 Km persegi dengan jumlah penduduk sekitar 1.500.000 jiwa. Itu meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padangsidimepuan, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas dan Kabupaten Padang Lawas Utara.

Oleh karena itu, Fahrizal menghimbau semua pihak di 5 kabupaten/kota ini harus kembali duduk bersama menggodok luas wilayah dan jumlah penduduk ini. Termasuk lobi-lobi kepada kabupaten/kota tetangga yang memiliki kultur yang sama untuk bergabung dalam Sumteng.

Kawasan Labuhan Batu raya dimungkinkan dari sisi kultural untuk memperkuat barisan Provinsi Sumteng.

Semua pihak harus seraya menunggu pencabutan moratorium pemekaran daerah otonom.

Dalam hal ini, Fahrizal berharap agar wacana ibukota tidak diperrumit demi kelancaran pemenuhan syarat minimal pendirian provinsi.

Fahrizal menyatakan keoptimisannya bagi pendirian Provinsi Sumteng. Sebab, dari sisi peluang, calon Provinsi Sumteng sudah masuk dalam kelompok 22 di dalam Ampres (Amanat Presiden) tahun 2013 semasa Prsiden Susilo Bambang Yodhoyono.

Syarat dari sisi sosial dan keamanan juga terpenuhi.

Fahrizal mengungkapkan, berdasar data Kemendagri, hingga ini terdapat 546 usulan daerah otonomi baru di Indonesia, 8 diantaranya provinsi. Pemekaran masih tertunda oleh moratorium pemekaran daerah.

Proses moratorium ini berada di tangan DPOD (Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah) yang diketuai Wakil Presiden RI. Semantara Kemendagri hanya di tataran teknis.

Artikel terkait : Pembentukan Provinsi Sumteng Mendesak, DPRD Sumut Desak Moratorium Dicabut

Di dalam pertemuan antara anggota DPRD Sumut dengan Kemendagri itu juga membicarakan masa transisi provinsi baru. Dimana terungkap bahwa selama 3 tahun provinsi baru berada dalam masa transisi.

Di masa transisi itu, pemerintah provinsi baru melakukan tugas utama yakni pembangunan perkantoran dan pelaksanaan pemilihan gubernur devenitif.

Pembiayaan selama transisi itu ditanggung oleh gabungan APBD provinsi induk dan masing-masing APBD kabupaen/kota yang tergabung dalam provinsi baru tersebut. Tidak ada dana hibah kucuran APBN.

 

Perubahan isi oleh Tim Redaksi : Paragraf 4 dan 5 adalah paragraf tambahan setelah perubuahan isi berita pada Jum’at (12/7/2019). Sedangkan pargraf 6 mengalami perubahan isi. Demikian maklumat ini kami beritahukan kepada pembaca yang budiman.

 

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Utang Indonesia bertambah lagi

    Utang Indonesia bertambah lagi

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Indonesia terus menumpuk utang. Di awal 2014, utang luar negeri bertambah senilai US$5,214 miliar atau setara Rp58,824 triliun. Hal itu termuat dalam statistik utang luar negeri Indonesia yang dipublikasikan Bank Indonesia, hari ini. Dengan penambahan utang tersebut, total pinjaman dana asing mencapai US$269,274 miliar. Total utang itu tumbuh 7,1% dibandingkan posisi Januari 2013. […]

  • Kejar Target WTP, Inspektorat Madina Pacu Integritas Internal

    Kejar Target WTP, Inspektorat Madina Pacu Integritas Internal

    • calendar_month Selasa, 13 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, melakukan upaya penting dalam menghambat  potensi korupsi di daerah ini. Instrumennya antara lain pengawasan serius di internal Inspektorat Madina sendiri; juga menghambat peluang berbuat “nakal” para pejabat Inspektorat saat melakukan pemeriksaan reguler di seluruh institusi pemerintah. Upaya ini merupakan arahan Wakil Bupati Mandailing Natal, […]

  • Nelayan Madina Ditangkap, Arsidin Batubara: Saatnya Tim Hukum Pemkab Bekerja

    Nelayan Madina Ditangkap, Arsidin Batubara: Saatnya Tim Hukum Pemkab Bekerja

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabar penangkapan 16 nelayan asal Madina oleh tim razia gabungan DKP Sumatera Barat (Sumbar) di kawasan Teluk Ilalang, Batahan pada Sabtu (9/10) kemarin menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Madina Arsidin Batubara yang dihubungi Mandailing Online pada Minggu (10/10) meminta tim hukum Pemkab Madina bekerja dalam kasus […]

  • Inilah Praktik Dinasti Politik yang Berkuasa di Sumut

    Inilah Praktik Dinasti Politik yang Berkuasa di Sumut

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Praktik dinasti politik di Sumatera Utara ternyata lebih banyak dari data yang dilansir Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri). Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, menyebut ada 57 dinasti politik di seluruh Tanah Air, termasuk dinasti politik Bachrum Harahap yang kini menjabat Bupati Padanglawas Utara dan anaknya Andar Amin Harahap sebagai Wali Kota Padangsidimpuan. […]

  • Kabag Keuangan Langkat Ditahan

    Kabag Keuangan Langkat Ditahan

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Pemkab Langkat Taufik, secara resmi ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, sebagai tersangka kasus korupsi pematangan lahan di Taman Wisata Bukti Lawang senilai Rp 1,7 miliar, Selasa (21/12/2010) sore, usai diperiksa selama 7 jam di Kantor Kejatisu. Kajatisu Sution Usman Adji mengatakan, setelah pihaknya menetapkan Taufik sebagai tersangka dalam […]

  • Gemasu Unjukrasa, Dukung Kejatisu Usut Dugaan Korupsi Taman Raja Batu

    Gemasu Unjukrasa, Dukung Kejatisu Usut Dugaan Korupsi Taman Raja Batu

    • calendar_month Rabu, 7 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sumatera Utara (Gemasu) berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera  Utara (Kejatisu), Selasa (6/3). Massa menyatakan mendukung penuh terhadap langkah Kejatisu dalam penyelidikan dugaan korupsi pembangunan objek wisata  Taman Raja Batu dan Tapian Siri-siri Syariah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang diduga […]

expand_less