Selasa, 27 Okt 2026
light_mode

Visi Misi Aswin Parinduri di PPP

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 29 Jan 2020
  • print Cetak

 

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Aswin Parinduri menyampaikan visi misi di hadapan DPC Partai Persatuan Pembangunan Madina bertempat di aula hotel Rindang, Panyabungan, Selasa (28/1/2020).

Penyampaian visi misi itu dilakukan PPP dalam proses penjaringan bakal calon kepala daerah untuk Pilkada Mandailing Natal 2020.

Aswin Parinduri yang akan berpasangan dengan Dahlan Hasan Nasution tampil dengan penjabaran lengkap seluruh sektor di Madina dalam penyampaian visi misi itu.

Tantangan, kendala dan peluang sektor-sektor urgen Mandailing Natal (Madina) saat ini dan masa mendatang terurai di visi misi itu, serta solusi yang dimunculkan dalam berbagai kebijakan strategis kelak.

Bahwa Madina 2021-2024 adalah lanjutan pembangunan dalam memperkuat masa akhir RPJPD 2006-2025, oleh karena itu Madina hari ini mestinya dalam posisi tinggal landas pada satu priode jangka panjang pembangunan.

Disebutkan, tantangan global ke depan memiliki banyak karakter yang mau tidak mau menjadi bagian dari tantangan daerah dan harus mampu dijawab dengan langkah-langkah strategis.

Diantara tantangan itu adalah era kehidupan dengan peradaban teknologi di era Revolusi Industri 4.0

Ancaman degradasi moral yang semakin nyata.

Kemampuan skill dan daya saing yang harus jadi hal utama.

Kerusakan lingkungan mengancam kehidupan.

Energi dan pangan semakin langka.

Ekonomi tumbuh dengan lambat akibat efek dari potensi resesi global.

Berdasar itu, apa yang harus dilakukan untuk menyongsong etape tinggal landas di rentang 2021-2024 sebagai masa akhir RPJPD 2006-2025 itu?

Poin-poin penting telah disiapkan dalam visi misi itu. Yakni :

Menjaga stabilitas sosial politik dengan membuka diri kepada semua pihak khususnya ulama dan kaum adat untuk bersama-sama sebagi patner sejajar pemerintah dalam pembangunan.

Pembangunan harus berorientasi dalam memperkuat penciptaan manusia unggul.

Pembangunan infrastruktur harus memperkuat sumber ketahanan pangan dan menutup ekonomi biaya tinggi serta mampu membuka sektor ekinomi baru bagi masyarakat.

Madina harus dikembalikan ke jatidirinya sebagai masyarakat yang beradat dan religius dalam mengantisipasi efek peradaban zaman yang merusak sendi moral kehidupan.

Kemajuan tehnologi harus diresfon secara positif dan mulai dikembangkan dalam kehiduoan masyarakat.

Memperkuat struktur ekonomi masyarakat khususnya pertanian, perikanan/kelautan dari hulu sampai hilir.

Ekonomi dikembangkan dengan memperkuat sisi produksi dan penciptaan nilai tambah.

Birokrasi pemerintah harus dikelola dengan murah dan kuat fungsi serta mempertegas dengan kuat posisi pemerintah sebagai pelayan masyarakat.

Peran keluarga harus dijadikan sebagai basis dasar pembangunan.

Memperkuat peran dunia usaha dan dunia industri dalam pembangunan.

Berdasar poin-poin tersebut visi misi itu tersusun program strategis. Yakni :

Menjadikan ulama dan tokoh adat sebagai mitra strategis pemerintah dan menjadikan keluarga sebagai basis pembangunan manusia unggul melaui program “Bina Keluarga Bahagia”.

Membantuk generasi milenial yang tangguh dalam menghadapi revolusi industri 4.0 melalui 3 paket program, yaitu :

1) “Sekolah Unggulan Terpadu” untuk pendidikan formal dasar 9 tahun.

2) “Bina Saudagar Muda” untuk para anak muda milenial melalui kerjasama dunia usaha dan industri dalam melakukan pendampingan bisnis.

3) “Pandu Minat dan Bakat” melalui pendampingan dan fasilitasi kreatifitas minat dan bakat untuk sebuah kecakapan hidup menuju dunia industri.

Mengembangkan usaha pertanian dan perikanan dengan orientasi optimalisasi produk melalui pendekatan tehnologi dan menggerakkan konsep “urban-farm” untuk keluarga dengan keterbatasan lahan usaha tani dalam rangka penguatan sistem ketahanan pangan.

Mendukung dan menguatkan program reforma agraria dimana kekuasaan tanah sebagai faktor produksi harus diutamakan penguasaanya oleh rakyat baik melalui konsep perhutanan sosial maupun konsep land reform dengan pendampingan dan fasilitasi hukum bagi kepentingan rakyat.

Membangun infrastruktur fisik dan sosial dengan tuntas untuk menghindari ekonomi biaya tinggi bagi masyarakat yang secara koneksifitas juga harus mendukung konsep ketahanan pangan melalui program “Rumbuk Marsialapari” yang digerakkan melalui kerjasama terpadu dengan dunia usaha dan industri.

Menjaga lingkungan dari kerusakan tangan-tangan manusia dan melestarikannya sehingga memberikan kenyamanan dan kedamaian serta melahirkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui program “Hidup Asri Karena Lestari”.

Mendekatkan pelayanan birokrasi dengan sentuhan tehnologi informatika melalui sebuah sistem aplikasi dan menguatkan program pelayanan “Turun Ke-bawah” sehingga rakyat menjadi tuan dan pemerintah menjadi pelayan serta menguatkan peran kecamatan dan desa/kelurahan sebagai ujung tombak pelayanan.

Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui optimalisasi pelayanan dan pendampingan kesadaran hidup sehat khususnya dalam menghadapi persoalan malaria dan stunting dengan program “Satu Desa Satu Pelayanan Medis”.

Membuka dan mengembangkan potensi wisata sebagai industri dengan tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai agama dan budaya yang dimiliki melalui program “Keta Tu Madina”.

Memperkuat program strategis nasional maupun daerah di Mandailing Natal seperti bandara, pelabuhan, rumah sakit, pasar modern, pengembangan STAIN Madina, dengan memperkuat sinergitas dengan pemerintah pusat dan masyarakat perantau.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • FPI juga protes istilah 'sapi berjanggut'

    FPI juga protes istilah 'sapi berjanggut'

    • calendar_month Senin, 4 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Front Pembela Islam (FPI) angkat bicara soal istilah Sapi Berjanggut yang digunakan untuk mengaitkan kasus dugaan suap dalam impor daging sapi. Ketua FPI DKI Jakarta Habib Salim Umar Al Attas alias Habib Selon menilai istilah tersebut tidak tepat. Janggut merupakan syariat Islam yang tidak boleh dilecehkan. “Istilah daging terlalu melecehkan umat Islam, […]

  • Miliki Sabu, Istri Mantan PLH Kadis PU Siantar Diringkus

    Miliki Sabu, Istri Mantan PLH Kadis PU Siantar Diringkus

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR : Sarina br Sianipar alias Omek (47), istri mantan Pelaksana Harian (PLH) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kota Pematangsiantar, almarhum Dohar Sidabutar, ditangkap Sat Narkoba Polres setempat, Selasa malam 10 Mei 201, saat menggelar pesta sabu-sabu di rumahnya Jalan Narumonda bawah, Kelurahan Kebun Sayur Kecamatan Siantar Timur. Selain itu, juga diamankan lima orang […]

  • Warga Aek Mata Keluhkan Jalan Berlumpur. Kadis PUPR Madina Pastikan Perbaikan 2024 Masuk di Dana DAK

    Warga Aek Mata Keluhkan Jalan Berlumpur. Kadis PUPR Madina Pastikan Perbaikan 2024 Masuk di Dana DAK

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Warga Desa Aek Mata, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) keluhkan jalan ke desa mereka yang tak kunjung dapat perhatian Pemerintah Daerah. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses satu satunya warga menunu Ibu kota Kabupaten yakni Panyabungan. Kondisi jalan menuju desa tersebut tergolong parah, jalan yang masih tanah dilapis batuan […]

  • Satu Bayi Ditemukan Dalam Keranjang

    Satu Bayi Ditemukan Dalam Keranjang

    • calendar_month Kamis, 29 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seorang bayi ditemukan di keranjang tergeletak di RSU Panyabungan, Kamis pagi (29/9). Bayi yang diperkirakan berumur 8 hari itu diduga diletakkan ibu yang melahirkannya agar diadopsi orang lain. Informasi yang di peroleh wartawan, penemu bayi pertama adalah salah seorang keluarga pasien RSU Panyabungan, sekitar pukul 5.45 wib, melihat bayi di dalam […]

  • Esensi Keterwakilan di Reses Fakhrizal Efendi Nasution

    Esensi Keterwakilan di Reses Fakhrizal Efendi Nasution

    • calendar_month Senin, 25 Des 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Anggota DPRD Sumut, H. Fakhrizal Efendi Nasution melakukan rangkaian Reses di berbagai titik di Kecamatan Siabu. Reses hari pertama berlangsung di Balai Desa Kecamatan Siabu, Jum’at (22/12/2017) dihadiri perangkat-perangkat pemerintahan desa se-Kecamatan Siabu. Hari Sabtu di Desa Hutapuli dihadiri masyarakat desa itu. Hari Minggu di Kelurahan Simangambat. Dari seluruh rangkaian Reses […]

  • Todung Mulia Lubis : Pemerintah dan Kepolisian telah melakukan ‘ommission’ Terhadap Penambang Emas Liar di Madina

    Todung Mulia Lubis : Pemerintah dan Kepolisian telah melakukan ‘ommission’ Terhadap Penambang Emas Liar di Madina

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): tokoh nasional asal Mandailing Natal (Madina), Todung Mulya Lubis sangat menyayangkan kondisi lingkungan yang hancur khususnya ekosistem air sungai Batang Natal, sehingga masyarakat hilir sungai di Natal menjadi korban. Dalam postingan media sosial (Medsos) Facebook miliknya. Beliau memposting sebuah foto tentang keruhnya air Sungai Batang Natal. Menurut Todung dalam postingan […]

expand_less