80 Rumah Korban Banjir Bandang Batang Natal Dibiarkan Jadi Hutan Semak, 7 Tahun Mubazir di Lahan PTPSU
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

Kondisi perumahan bantuan korban Banjir Bandang Sungai Batang Natal yang kini dibiarkan mubazir(ist)
MADINA ( Mandailing Online ) Foto ini berbicara lebih keras dari seribu kata. Inilah kondisi nyata 80 kopel perumahan bantuan korban Banjir Bandang Sungai Batang Natal yang kini dibiarkan mubazir.
Foto yang diambil warga ini menunjukkan deretan rumah beratap merah yang catnya masih tampak baru, namun halaman dan akses jalannya sudah tertutup total oleh semak belukar setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa. Rumput liar, ilalang, dan tanaman merambat sudah menjalar hingga ke teras dan menutup fondasi rumah.
Tidak ada tanda kehidupan. Tidak ada jejak kaki. Yang ada hanya sunyi dan kesaksian bahwa aset negara ini telah mati suri sejak dibangun tahun 2018-2019.
“Kenapa ya Perumahan 80 Kopel ini dibiarin mubazir. Sejak 2018-2019 perumahan korban banjir bandang sungai batang natal ini tidak diurus. Sekarang tempat perzinaan dan tempat transaksi narkoba / tempat menyabu,” kata Ali Mutiara Tokoh Mayarakat Batang Natal Senin 26/10/2026.
Ia berharap, Pemkab Madina segera bertindak agar aset ini tidak mubazir dan tidak jadi dosa bagi pemerintah daerah.
Diketahui perumahan untuk korban banjir ini dibangun dengan sumber dana APBD Provinsi Sumut di atas lahan konsesi PT. Perkebunan Sumatera Utara (PTPSU) yang sudah dihibahkan.(*)
- Penulis: Muhammad Hanapi




