Senin, 10 Agu 2026
light_mode

Kementerian Datang, Nasib Pasar Baru Panyabungan Belum Jelas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 27 Mar 2019
  • print Cetak

Direktur Sarana Prasarana Logistik Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution mendampingi Sihar Ajhopan Pohan meninjau Pasar Baru Panyabungan.

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) Pejabat kementerian perdagangan Indonesia meninjau Pasar Baru Panyabungan, Rabu (27/3/2019).

Pejabat yang datang ini adalah Sihar Hadjopan Pohan, Direktur Sarana Distribusi dan Logistik, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan.

Ini kunjungan pejabat Kementerian Perdagangan RI kali pertama setelah pasar ini terbakar bulan Juni 2018 lalu.

Dan, di depan Direktur itu, pedagang memohon agar pasar segera dibangun kembali.

Sayangnya, tidak ada bahasa APBN yang diucapkan Sihar Hadjopan.

Padahal pedagang memerlukan bahasa itu : kapan dana pembangunan pasar baru ini dianggarkan ke dalam APBN.

Bahkan juga tidak ada bahasa : berapa angka rupiah yang dibutuhkan.

Atau, tidak ada bahasa : apakah akan ditangani swasta atau jalur APBN.

Sihar Hadjopan hanya berkata bahwa ke depan pasar ini akan dibangun sesuai standar nasional. Dan untuk dana relokasi akan dibantu pemerintah dengan catatan harus ada dana pendamping dari APBD.

Alhasil, para pedagang hanya garuk-garuk kepala setelah rombongan pejabat pusat itu berlalu dari pasar itu bersama bupati dan pimpinan SKPD.

Sebelumnya menantu Joko Widodo (Presiden Indonesia) telah pula meninjau pasar ini pada 22 Oktober 2018.

Di hadapan Boby, bahasa pedagang ketika itu juga memohon agar pasar segara dibangun kembali.

Di dalam benak pedagang, Boby akan membisikkan kepada mertuanya agar memasukkan dana ke dalam APBN untuk membangun kembali Pasar Baru Panyabungan.

Tetapi, apa hendak dikata. Sekiranya Boby berhasil berbisik kepada sang mertua. Dan sekiranya sang mertua juga mentitahkan agar APBN segera menganggarkannya, tentu bahasa Sihar Hadjopan sudah menyebut kepastian tahun berapa dibangun.

Lalu, sampai kapan pasar ini akan kembali dibangun? Apakah masih ada pejabat pusat lainnnya yang akan datang? Dan apakah masih ada pedagang bermohon di depan sang pejabat? Permohonan agar pasar segara dibangun kembali?

Yang jelas, setelah rombongan pejabat itu berlalu, pedagang kembali ke lapak masing-masing. Lapak yang sumpek. Sempit. Pengap. Sambil menunggu pembeli. (Dahlan Batubara)

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenapa Tidak Ada Kata Fir’aun dalam Kisah Nabi Yusuf as?

    Kenapa Tidak Ada Kata Fir’aun dalam Kisah Nabi Yusuf as?

    • calendar_month Jumat, 18 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Banyak kisah yang disebut dalam Al-Quran. Kebanyakan adalah kisah para nabi. Di antaranya adalah Nabi Yusuf as. Namun kisah beliau tergolong istimewa karena dikhususkan dalam satu surat. Nama suratnya pun memakai nama pribadi beliau. Sebanyak 13 halaman mushaf hanya bercerita tentang beliau dari kecil hingga berkuasa di Mesir. Sebanyak 11 halaman khusus bercerita saat […]

  • Anak Madina Ipong Brothers Ikut Seleksi IMB 2 ke Jakarta

    Anak Madina Ipong Brothers Ikut Seleksi IMB 2 ke Jakarta

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anak-anak Madina Ipong Brothers akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti seleksi terahkir setelah lulus seleksi di Medan dalamajang bergengsi Indonesia Mencari Bakat 2 (IMB 2) yang di adakan di Jakarta dan akan di gelar beberapa hari lagi di saluran televise swasta TransTV. Masyarakat Sumatera Utara umumnya dan Kabupaten Madina Khususnya di minta untuk mendukung Ipong […]

  • Pilih Mana, CSR Tak Seberapa Atau Kelola SDAE, Rakyat Sejahtera?

    Pilih Mana, CSR Tak Seberapa Atau Kelola SDAE, Rakyat Sejahtera?

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi melayangkan protes karena Rp 200 miliar dana CSR perusahaan tambang batu bara di wilayahnya disalurkan ke kampus-kampus di pulau Jawa. Dia tidak terima, karena selama ini perusahaan tersebut mengeruk sumber daya alam di Kaltim, namun tidak memperhatikan pendidikan di […]

  • Himbauan Agar Anak-Anak Tetap Riang Belajar dari Rumah, Mungkinkah?

    Himbauan Agar Anak-Anak Tetap Riang Belajar dari Rumah, Mungkinkah?

    • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Pandemi belum juga landai yang menunjukkan situasi sudah bisa bersahabat kembali. Pasien terinfeksi hingga meninggal terus berjatuhan. Baik yang dirawat di RS maupun yang hanya isolasi mandiri (isoman). Sehingga membuat pemerintah harus memberlakukan PPKM, bahkan memperpanjangnya. Meskipun terjadi pro-kontra dengan kebijakan tersebut, tetap saja diberlakukan. Walhasil, rakyat […]

  • Dalih Biaya ” Administrasi” Dana BOS, Kepsek di Panyabungan Ngaku Setor 1 Juta. Manager BOS Disdik Madina Membantah

    Dalih Biaya ” Administrasi” Dana BOS, Kepsek di Panyabungan Ngaku Setor 1 Juta. Manager BOS Disdik Madina Membantah

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA|| Mandailing Online – Pengakuan mengejutkan dari sejumlah Kepala Sekolah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Mereka diwajibkan membayar “biaya administrasi” kepada Manager Dana BOS Dinas Pendidikan Madina saat pencairan Dana Operasional Sekolah (BOS). Pemotongan dana ini terjadi setiap kali pencairan, dengan jumlah yang bervariasi tergantung dana yang dicairkan. ” paling rendah yang kita […]

  • BANDARA DI TENGAH JALAN ASPAL (bagian 2)

    BANDARA DI TENGAH JALAN ASPAL (bagian 2)

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum Mengapa Bus, Travel, dan Moda Darat Tetap Menjadi Tulang Punggung Madina Dalam euforia membicarakan bandara, ada satu kelompok yang tidak boleh dilupakan: para pelaku angkutan umum darat. Karena jauh sebelum bandara hadir, yang menjaga keterhubungan Madina dengan dunia luar adalah: * bus AKAP, * travel Medan–Madina, * trayek Madina–Padang, * […]

expand_less