Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Karut Marut Dana Desa (bagian 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2020
  • print Cetak

Catatan : Askolani Nasution

 

Lima tahun Dana Desa berjalan. Apa yang berubah?

(1) Rapat beton bersilang di tengah perkampungan tanpa urgensi apa pun terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(2) Pertikaian masyarakat meninggi, antara mereka yang kecipratan dengan yang tidak.

(3) Kesejahteraan Kepala Desa sebagian besar meningkat tajam, berbanding terbalik dengan kesejahteraan penduduk desa.

Akumulasi dana desa yang nyaris lima milyar selama ini malah tidak berdampak langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tentu karena program dana desa gagal memilih program yang sungguh-sungguh menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Di bidang fisik misalnya, hanya bermain di rabat beton lingkungan desa, sedikit yang menyentuh jalan sentra produksi. Kita membuat kantor kepala desa yang gagah mewah tapi tidak berbanding lurus dengan fungsi pelayanan dan fungsinya.

Kita membuat gapura desa yang cantik dengan lampu-lampu kemerlip, padahal tidak sama sekali bersinggungan dengan semangat mencari nafkah. Kita membuat Bumdes yang sama sekali rendah potensi wirausahanya. Dan lain-lain.

Sektor Pemberdayaan Masyarakat lebih buruk lagi. Namanya pemberdayaan, sepatutnya membuat rakyat makin berdaya. Tapi yang muncul kegiatan yang aneh-aneh. Bukan kegiatan yang sungguh meningkatkan daya saing rakyat misalnya, peningkatan pemahaman budi daya pertanian, teknologi sederhana pertanian, pengembangan UKM, bantuan modal dan kewirausahaan, inovasi ekonomi pedesaan, dan lain-lain.

Sektor pemberdayaan malah sibuk dengan beragam bentuk sosialisasi penataan keuangan, sosialisasi lalu lintas, wawasan kebangsaan, dan seterusnya. Tentu saja sektor itu penting, tapi cantolannya tidak pas dengan Dana Desa. Karena Dana itu sepatutnya tidak keluar dari sektor pemberdayaan ekonomi rakyat.

Masalahnya di mana? Pertama, kita gagal membuat penekanan bahwa pemberdayaan memang bervisi ekonomi kerakyatan. Baik sektor pertanian, jasa, UKM, kerajinan, kuliner, teknologi sederhana, kewirausahaan, multimedia, kapasitas pekerja seni-budaya, pekerja informal, dan seterusnya.

Kedua, pendamping kecamatan dan desa sepatutnya mempu menawarkan program-program yang bervisi ekonomi itu untuk desa. Kalau hanya membiarkan musyawarah desa tanpa “mem-push” dan perlakuan khusus lain, musyawarah cenderung liar. Karena masyarakat tidak cukup memiliki kapabilitas untuk melihat kemungkinan-kemungkinan yang lebih inovatif.

Ketiga, desa sepatutnya membentuk tim perumus yang terdiri dari kelompok intelektual, wirausaha, dan lain-lain yang merumuskan secara terukur pola pengembangan ekonomi desa melalui Dana Desa. Dengan begitu ada capaian yang signifikan untuk dilakukan, dan terukur. Kita tahu penekanan untuk membentuk tim itu ada. Namanya Tim Inovasi Desa. Tapi tidak tidak di-“endorse” sebagaimana mestinya.

Sayang sekali, dana sebesar itu sama sekali tidak mampu mengubah kesejahteraan rakyat. Saya ragu, kita sebenarnya punya niat baik atau tidak untuk memanfaatkan dana besar itu bagi kesejahteraan bersama. Tidak juga mengubah hidup petani tanaman pangan, para buruh bangunan, tukang jahit, pelaku UKM, buruh tani, dan segala komponen usaha tradisional pedesaan. Mereka yang menjadi sasarannya, bukan kita.***

Askolani Nasution adalah budayawan/sutradara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Pemuda di Madina Ikuti Seminar Internasional

    Ratusan Pemuda di Madina Ikuti Seminar Internasional

    • calendar_month Senin, 11 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online)- Penyelenggaraan seminar kepemudaan di aula Gedung Serbaguna, Panyabungan, Mandailing Natal, Sukses dihadiri 700 anak muda Madina, Syafi’i Efendi M.M (Motivator Muda Indonesia) berikan pemahaman pentingnya mindset serta mental wirausaha bagi Peserta yang hadir. Minggu, (10/9/2023). Event Internasional Seminar Youth Power dengan sub tema ” Kekuatan Pemuda dalam tatanan Kewirausahaan”, berlangsung meriah […]

  • Raja Singa Marak, Kemana Negara Harus Berlabuh?

    Raja Singa Marak, Kemana Negara Harus Berlabuh?

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Kolumnis, tinggal di Padangsidimpuan Sifilis atau yang disebut juga raja singa menjadi penyakit yang menjadi sorotan pemerintah saat ini. Karena Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), jumlah kasus sifilis telah mengalami peningkatan hingga 70 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir. (Dinkes Aceh, 11/05/23). Diperoleh data pada tahun 2022 tercatat sebanyak 16.283 […]

  • Kejati Periksa 20 Saksi Dugaan Korupsi Pemkab Batubara

    Kejati Periksa 20 Saksi Dugaan Korupsi Pemkab Batubara

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah memeriksa sedikitnya 20 saksi terkait dugaan korupsi dana pembangunan kantor tujuh Satuan Kerja Prangkat Daerah (SKPD) senilai Rp6,7 miliar. “Sudah ada 20 saksi setingkat kepala dinas kita periksa, disamping sejumlah rekanan proyek,” kata Kasi Penerangan Hukum/Humas Kejati Sumut Edi Irsan Kurniwan Tarigan di Medan, Kamis […]

  • Siapakah Orang Kaya Itu?

    Siapakah Orang Kaya Itu?

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Kekayaan merupakan tema yang menarik diperbincangkan. Sedikit sekali penghuni dunia ini yang tidak ingin kaya dalam hidupnya. Hidup kaya bisa dikatakan impian setiap orang. Kesuksesan orang baru diakui kalau dia sudah menjadi orang kaya. Keberhasilan pendidikan juga sering dilihat dari sejauh mana hasil pendidikan itu dapat mengantarkan peserta didiknya menjadi orang kaya. Lawan dari kaya […]

  • Harapan di Balik Aksi Pengibaran Bendera One Piece

    Harapan di Balik Aksi Pengibaran Bendera One Piece

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini Menjelang HUT Kemerdekaan ke-80 RI, media sosial dihebohkan dengan aksi pengibaran bendera bajak laut One Piece oleh sebagian masyarakat dan truk. Aksi ini menuai beragam respon dari berbagai kalangan. Pemerintah berpendapat bahwa pengibaran bendera One Piece berpotensi menjadi simbol pembangkangan terhadap negara. Aksi ini bisa mengarah pada bentuk provokasi yang mengikis nilai-nilai […]

  • Tidak Semua Dana ADD Untuk Pembangunan Desa

    Tidak Semua Dana ADD Untuk Pembangunan Desa

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dari total dana untuk Anggaran Dana Desa (ADD) untuk tiap desa, tidak semuanya dialokasikan bagi pembangunan desa, sebab sebagaian besar diperuntukkan bagi honor aparat serta ATK kantor desa. Alokasi pembangunan desa dari dana ADD itu tak bisa dipatok. “Kita mengambil contoh misalnya desa itu menerima Rp.48 juta (ADD) dalam satu […]

expand_less