Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Harapan di Balik Aksi Pengibaran Bendera One Piece

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
  • print Cetak

Oleh: Hadi Kartini

Menjelang HUT Kemerdekaan ke-80 RI, media sosial dihebohkan dengan aksi pengibaran bendera bajak laut One Piece oleh sebagian masyarakat dan truk. Aksi ini menuai beragam respon dari berbagai kalangan.

Pemerintah berpendapat bahwa pengibaran bendera One Piece berpotensi menjadi simbol pembangkangan terhadap negara. Aksi ini bisa mengarah pada bentuk provokasi yang mengikis nilai-nilai kebangsaan. Pernyataan ini disampaikan oleh Anggota DPR dari fraksi partai Golkar, Firman subagyo.

Menurut Firman, DPR bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus memantau fenomena ini. Ini dilakukan sebagai upaya menjaga integritas ideologi negara (kompas.com, 1-8-25).

Makna Bendera One Piece

Bendera One Piece adalah bendera bajak laut dalam cerita fiksi dari Jepang. Bendera ini merupakan simbol kapal bajak laut yang di komandoi oleh kapten Luffy. Mempunyai logo tengkorak dan topi jerami yang bermakna sebagai identitas yang kuat dalam cerita fiksi tersebut.

Secara umum, logo pada bendera One Piece mencerminkan karakter sang kapten yang optimis, pantang menyerah, dan punya mimpi besar menjadi raja bajak laut. Dan makna yang terkandung pada simbol mengambarkan kebebasan, loyalitas, dan tekad untuk melindungi. Bisa dikatakan makna bendera One Piece mengambarkan sikap optimis dan pantang menyerah dalam kehidupan.

Aksi pengibaran bendera One Piece menjelang HUT kemerdekaan RI menggambarkan masyarakat masih mempunyai harapan akan adanya perubahan terhadap kehidupan rakyat. Rakyat mempunyai sikap optimis untuk bisa keluar dari berbagai masalah yang sedang dihadapi, serta tidak berputus asa terhadap kondisi saat ini. Apakah semangat seperti ini bisa dikatakan sebagai pembangkangan dan mengancam integritas negara? Ini adalah gambaran yang dirasakan oleh rakyat yang selalu merasa tidak adanya keadilan.

Kebijakan dari Sistem Kapitalisme Sekuler

Di usia kemerdekaan Indonesia yang sudah mencapai 80 tahun, kehidupan rakyat Indonesia semakin tertindas dan memprihatinkan. Dari hari ke hari rakyat dihadapkan dengan kenyataan hidup yang semakin menyengsarakan. Kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah lebih banyak berpihak kepada oligarki dan merugikan rakyat. Kebijakan seperti ini membuat kehidupan rakyat semakin terpuruk.

Selama pemerintah berpihak kepada rakyat dan memperhatikan kehidupan rakyat, rakyat tidak akan membangkang terhadap negara. Tetapi, jika pemerintah terus bersikap seperti saat ini, mungkin saja rakyat akan melakukan aksi yang lebih parah. Ancaman terhadap integritas negara mungkin saja terjadi karena rakyat sudah merasa lelah dan muak dengan kebijakan-kebijakan yang selalu menekan.

Kebijakan yang selalu berpihak kepada oligarki dan menindas rakyat harus dikaji ulang. Kebijakan seperti inilah yang berpotensi menjadi ancaman bagi integritas dan kedaulatan negara. Seperti kebijakan pengambilan utang kepada negara lain, utang yang berwujud investasi, dan memberikan karpet merah kepada investor, baik inverstor luar maupun dalam negeri. Kerjasama dengan luar negeri yang sering menekan dan merugikan Indonesia, dan lainnya.

Kebijakan-kebijakan ini dibuat atas dasar sistem kapitalisme sekuler. Akibatnya, terjadi kesenjangan ekonomi yang mencolok antara si miskin dan si kaya. Perbedaan ini menimbulkan berbagai masalah di tengah-tengah masyarakat dalam semua lini kehidupan. Masalah baru terus terjadi tanpa adanya solusi yang benar-benar menyelesaikan.

Saat ini rakyat hanya menginginkan kehidupan yang layak. Terpenuhinya semua kebutuhan hidup, biaya pendidikan terjangkau, biaya kesehatan terjangkau, dan adanya rasa aman tinggal di bumi pertiwi ini.

Ketersediaan lapangan pekerjaan bagi seluruh anak bangsa dan semua hal yang menunjang kehidupan yang layak. Jika semua itu bisa dipenuhi pemerintah, maka pemerintah tidak perlu khawatir dengan aksi-aksi yang dilakukan rakyat. Apalagi hanya sebatas pengibaran bendera dari cerita fiksi belaka.

Kesejahteraan Rakyat Tanggung Jawab Pemimpin

Untuk mencegah rakyat melakukan aksi pembangkangan adalah dengan memperhatikan kesejahteraan rakyat. Melalui kebijakan-kebijakan yang betul-betul berpihak kepada rakyat. Akan tetapi, kebijakan yang berpihak dan memenuhi semua hak rakyat hanya bisa diwujudkan dengan penerapan sistem Islam di semua lini kehidupan.

Islam mempunyai aturan untuk mengatur kehidupan yang tidak menzolimi hak-hak manusia sebagai individu maupun masyarakat. Sejarah mencatat selama sistem Islam diterapkan, masyarakat berada dalam kesejahteraan. Islam memandang bahwa kesejahteraan rakyat dan terpenuhinya semua kebutuhan adalah tanggung jawab pemimpin.

Hadis riwayat Bukhari menyatakan bahwa, “Imam (penguasa) adalah raa’in (pengurus) dan ia bertanggung jawab atas kepengurusannya.” Melalui dalil ini pemimpin umat Islam paham betul bahwa kepemimpinannya nanti akan dipertanggungjawaban. Maka dalam mengambil kebijakan, setiap pemimpin tidak akan lari dari syariat yang telah ditetapkan oleh Islam.

Mengenai hubungan luar negeri dengan negara-negara lain, Islam juga mempunyai aturan. Tidak boleh asal menjalin hubungan luar negeri dengan negara lain. Apalagi kerjasama dengan negara-negara yang menampakkan permusuhan dengan Islam. Serta melarang semua kerjasama yang berpotensi merugikan negara dan mengancam kedaulatan negara.

Selain negara yang bertindak sangat hati-hati dalam mengurus rakyat, rakyat dalam pemerintahan Islam juga faham bahwa wajib untuk mentaati penguasa yang tunduk kepada Allah dan Rasul-Nya. Selama penguasa berjalan di atas syariat Islam maka tidak ada rakyat yang akan membuat keonaran dan membangkang kepada negara.

Tetapi, jika penguasa menyimpang dalam menjalankan pemerintahannya maka rakyat wajib menegur dan menasehati. Pemimpin tidak akan merasa direndahkan dan tidak dihargai oleh rakyat karena rasa tanggungjawab tadi. Apa pun kritik dan nasehat dari rakyat akan diterima dan dipertimbangkan demi kemajuan dan keharmonisan rakyat banyak.

Wallahu’alam bissawab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Rantonatas Masih Takut ke Kebun

    Warga Rantonatas Masih Takut ke Kebun

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN  TIMUR (Mandailing Online) –  Penduduk Rantonatas Kecamatan Panyabungan Timur masih takut ke kebun pasca bentrokan dengan warga Pardomuan. Meski Polres Mandailing Natal sudah menempatkan personilnya siang malam di Desa Rantonatas, tetapi hingga Kamis (18/2) ketakutan berada di kebun masih mendominasi penduduk. Warga Desa Rantonatas bentrok dengan warga Desa Pardomuan pada Jum’at (12/2) lalu menyebabkan […]

  • Kurikulum 2013, akan jadi malapetaka

    Kurikulum 2013, akan jadi malapetaka

    • calendar_month Kamis, 3 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Pemerintah harus membatalkan program kurikulum baru yang akan diberlakukan tahun ajaran 2013 mendatang. Pasalnya, perubahan kurikulum tanpa melalui sosialisasi bertentangan dengan UU No.20/2003 tentang Sisdiknas dan Peraturan Pemerintah No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. “Karena itu, tidak ada alasan bagi pemerintah memaksakan penerapan kurikulum 2013 yang akan berlaku mulai efektif mulai Juni […]

  • Bulan Ini Dana Insentif Guru Madrasah Bakal Cair

    Bulan Ini Dana Insentif Guru Madrasah Bakal Cair

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bulan ini dana insentif guru-guru Diniyah, TPA dan Pesantren yang berasal dari APBD Kabupaten Mandailing Natal bakal dicairkan. Saat ini lagi berproses di bank BRI setelah sekitar pertengahan Agustus 2016 pihak Pemkab Madina mengirimkan berkasnya ke BRI Cabang Panyabungan. Besaran dana insentif tersebut sebesar Rp. 300.000 per bulan per guru. Pihak […]

  • Siaga Darurat Covid-19, MUI Sumut Terbitkan Tausiyah

    Siaga Darurat Covid-19, MUI Sumut Terbitkan Tausiyah

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara merilis tausiyah menanggapi situasi siaga darurat Covid-19 di daerah ini. Lima poin disampaikan, termasuk mengharamkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 berada di tempat umum, termasuk masjid. Tausiyah itu diterbitkan tanggal 26 Maret 2020 yang ditandatangani Ketua Umum MUI Sumut, Prof.Dr.H. Abdullah Syah, MA dan Sekretaris […]

  • KPK Periksa Politikus Golkar Soal Korupsi Hambalang

    KPK Periksa Politikus Golkar Soal Korupsi Hambalang

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, – Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat, Ferdiansyah, Selasa, 16 Juli 2013. Politikus Partai Golkar ini diperiksa sebagai saksi kasus korupsi proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor. “Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi tindak pidana korupsi pembangunan sarana/prasarana olahraga di Hambalang,” ujar Kepala Bagian […]

  • Koridor Timur Terus Digenjot

    Koridor Timur Terus Digenjot

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Jalur Panyabungan-Pagur menjadi salah satu prioritas karena akan menjadi koridor timur bagi Mandailing Natal menuju kawasan Padang Lawas. Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bertetangga dengan Kabupaten Padang Lawas (Palas), dua kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Koridor timur ini diproyeksi menjadi jalur ekonomi bagi dua kawasan itu. Oleh karenanya, peningkatan ruas […]

expand_less