Sabtu, 8 Agu 2026
light_mode

Harapan di Balik Aksi Pengibaran Bendera One Piece

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
  • print Cetak

Oleh: Hadi Kartini

Menjelang HUT Kemerdekaan ke-80 RI, media sosial dihebohkan dengan aksi pengibaran bendera bajak laut One Piece oleh sebagian masyarakat dan truk. Aksi ini menuai beragam respon dari berbagai kalangan.

Pemerintah berpendapat bahwa pengibaran bendera One Piece berpotensi menjadi simbol pembangkangan terhadap negara. Aksi ini bisa mengarah pada bentuk provokasi yang mengikis nilai-nilai kebangsaan. Pernyataan ini disampaikan oleh Anggota DPR dari fraksi partai Golkar, Firman subagyo.

Menurut Firman, DPR bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus memantau fenomena ini. Ini dilakukan sebagai upaya menjaga integritas ideologi negara (kompas.com, 1-8-25).

Makna Bendera One Piece

Bendera One Piece adalah bendera bajak laut dalam cerita fiksi dari Jepang. Bendera ini merupakan simbol kapal bajak laut yang di komandoi oleh kapten Luffy. Mempunyai logo tengkorak dan topi jerami yang bermakna sebagai identitas yang kuat dalam cerita fiksi tersebut.

Secara umum, logo pada bendera One Piece mencerminkan karakter sang kapten yang optimis, pantang menyerah, dan punya mimpi besar menjadi raja bajak laut. Dan makna yang terkandung pada simbol mengambarkan kebebasan, loyalitas, dan tekad untuk melindungi. Bisa dikatakan makna bendera One Piece mengambarkan sikap optimis dan pantang menyerah dalam kehidupan.

Aksi pengibaran bendera One Piece menjelang HUT kemerdekaan RI menggambarkan masyarakat masih mempunyai harapan akan adanya perubahan terhadap kehidupan rakyat. Rakyat mempunyai sikap optimis untuk bisa keluar dari berbagai masalah yang sedang dihadapi, serta tidak berputus asa terhadap kondisi saat ini. Apakah semangat seperti ini bisa dikatakan sebagai pembangkangan dan mengancam integritas negara? Ini adalah gambaran yang dirasakan oleh rakyat yang selalu merasa tidak adanya keadilan.

Kebijakan dari Sistem Kapitalisme Sekuler

Di usia kemerdekaan Indonesia yang sudah mencapai 80 tahun, kehidupan rakyat Indonesia semakin tertindas dan memprihatinkan. Dari hari ke hari rakyat dihadapkan dengan kenyataan hidup yang semakin menyengsarakan. Kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah lebih banyak berpihak kepada oligarki dan merugikan rakyat. Kebijakan seperti ini membuat kehidupan rakyat semakin terpuruk.

Selama pemerintah berpihak kepada rakyat dan memperhatikan kehidupan rakyat, rakyat tidak akan membangkang terhadap negara. Tetapi, jika pemerintah terus bersikap seperti saat ini, mungkin saja rakyat akan melakukan aksi yang lebih parah. Ancaman terhadap integritas negara mungkin saja terjadi karena rakyat sudah merasa lelah dan muak dengan kebijakan-kebijakan yang selalu menekan.

Kebijakan yang selalu berpihak kepada oligarki dan menindas rakyat harus dikaji ulang. Kebijakan seperti inilah yang berpotensi menjadi ancaman bagi integritas dan kedaulatan negara. Seperti kebijakan pengambilan utang kepada negara lain, utang yang berwujud investasi, dan memberikan karpet merah kepada investor, baik inverstor luar maupun dalam negeri. Kerjasama dengan luar negeri yang sering menekan dan merugikan Indonesia, dan lainnya.

Kebijakan-kebijakan ini dibuat atas dasar sistem kapitalisme sekuler. Akibatnya, terjadi kesenjangan ekonomi yang mencolok antara si miskin dan si kaya. Perbedaan ini menimbulkan berbagai masalah di tengah-tengah masyarakat dalam semua lini kehidupan. Masalah baru terus terjadi tanpa adanya solusi yang benar-benar menyelesaikan.

Saat ini rakyat hanya menginginkan kehidupan yang layak. Terpenuhinya semua kebutuhan hidup, biaya pendidikan terjangkau, biaya kesehatan terjangkau, dan adanya rasa aman tinggal di bumi pertiwi ini.

Ketersediaan lapangan pekerjaan bagi seluruh anak bangsa dan semua hal yang menunjang kehidupan yang layak. Jika semua itu bisa dipenuhi pemerintah, maka pemerintah tidak perlu khawatir dengan aksi-aksi yang dilakukan rakyat. Apalagi hanya sebatas pengibaran bendera dari cerita fiksi belaka.

Kesejahteraan Rakyat Tanggung Jawab Pemimpin

Untuk mencegah rakyat melakukan aksi pembangkangan adalah dengan memperhatikan kesejahteraan rakyat. Melalui kebijakan-kebijakan yang betul-betul berpihak kepada rakyat. Akan tetapi, kebijakan yang berpihak dan memenuhi semua hak rakyat hanya bisa diwujudkan dengan penerapan sistem Islam di semua lini kehidupan.

Islam mempunyai aturan untuk mengatur kehidupan yang tidak menzolimi hak-hak manusia sebagai individu maupun masyarakat. Sejarah mencatat selama sistem Islam diterapkan, masyarakat berada dalam kesejahteraan. Islam memandang bahwa kesejahteraan rakyat dan terpenuhinya semua kebutuhan adalah tanggung jawab pemimpin.

Hadis riwayat Bukhari menyatakan bahwa, “Imam (penguasa) adalah raa’in (pengurus) dan ia bertanggung jawab atas kepengurusannya.” Melalui dalil ini pemimpin umat Islam paham betul bahwa kepemimpinannya nanti akan dipertanggungjawaban. Maka dalam mengambil kebijakan, setiap pemimpin tidak akan lari dari syariat yang telah ditetapkan oleh Islam.

Mengenai hubungan luar negeri dengan negara-negara lain, Islam juga mempunyai aturan. Tidak boleh asal menjalin hubungan luar negeri dengan negara lain. Apalagi kerjasama dengan negara-negara yang menampakkan permusuhan dengan Islam. Serta melarang semua kerjasama yang berpotensi merugikan negara dan mengancam kedaulatan negara.

Selain negara yang bertindak sangat hati-hati dalam mengurus rakyat, rakyat dalam pemerintahan Islam juga faham bahwa wajib untuk mentaati penguasa yang tunduk kepada Allah dan Rasul-Nya. Selama penguasa berjalan di atas syariat Islam maka tidak ada rakyat yang akan membuat keonaran dan membangkang kepada negara.

Tetapi, jika penguasa menyimpang dalam menjalankan pemerintahannya maka rakyat wajib menegur dan menasehati. Pemimpin tidak akan merasa direndahkan dan tidak dihargai oleh rakyat karena rasa tanggungjawab tadi. Apa pun kritik dan nasehat dari rakyat akan diterima dan dipertimbangkan demi kemajuan dan keharmonisan rakyat banyak.

Wallahu’alam bissawab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kendaraan Plat Merah Tak Boleh Beli BBM di SPBU

    Kendaraan Plat Merah Tak Boleh Beli BBM di SPBU

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pandan – Sejak dikeluarkannya peraturan tentang wajib kendaraan milik pemerintah berplat merah menggunakan BBM jenis Pertamax, di Tapteng para PNS Tapteng sebagai pengguna kendaraan plat merah mengeluh. Pasalnya, akibat belum adanya SPBU yang menyediakan Pertamax di Tapteng, SPBU juga tidak memperbolehkan kendaraan berplat merah mengisi BBM di SPBU. Banyak pengguna kendaraan berplat merah, terpaksa membeli […]

  • Pemkab Madina Diminta Kendalikan Harga

    Pemkab Madina Diminta Kendalikan Harga

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah daerah diminta melakukan antisipasi terkait harga kebutuhan pokok yang mulai merangkak naik dua hari terakhir di Mandailing Natal (Madina). Arman Tanjung, konsumen yang ditemui di pasar lama Panyabungan, Rabu (19/6/2013) mengatakan dua hari ini harga kebutuhan pokok terus merangkak. (berita terkait di http://mandailingonline.com/harga-naik-di-panyabungan/) Asiah, seorang pedagang, mengungkapkan ada dua faktor […]

  • 1058 Mengungsi, 20 Rumah Rusak, 444 Rumah Terrendam
    Tak Berkategori

    1058 Mengungsi, 20 Rumah Rusak, 444 Rumah Terrendam

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, Rizpan Zuliardy ST, Selasa (30/4/2013) mengungkapkan sekitar 1058 jiwa yang mengungsi. Sementara jumlah rumah rusak dan terrendam akibat banjir bandang Sungai Aek Mata dan anak sungai Sigalapang dan luapan Sungai Rantopuran mencapai sekitar 464 unit. Di sepanjang aliran Sungai Aek Mata, terdapat sejumlah desa […]

  • PT. Madina Madani Mining dan PT. Medan Madani Mining sama-sama PT.MMM

    PT. Madina Madani Mining dan PT. Medan Madani Mining sama-sama PT.MMM

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGA BAYU (Mandailing Oniline) – Selama ini ada kerancuan pada ranah publik terhadap dua perusahaan tambang emas yang berbeda di Kecamatan Lingga Bayu tetapi memiliki singkatan nama perusahaan yang sama, yakni antara Madina Madani Mining (PT. MMM) dengan Medan Madani Mining (PT.MMM). Situasi itu oleh Wakil Direktur Utama PT. Madina Madani Mining, Robert Dermawan sangat […]

  • Bupati Jalur Linggabayu, Atika Jalur Batangtoru

    Bupati Jalur Linggabayu, Atika Jalur Batangtoru

    • calendar_month Senin, 20 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANTAI BARAT (Mandailing Online) – Menyusul terbukanya akses jalan menuju Pantai Barat Madina, bupati dan wakil bupati langsung menuju kawasan banjir terparah, Senin (20/12/2021). Selain melakukan kordinasi langusung di lapangan, kedua pimpinan Pemkab Mandailing Natal (Madina) itu juga menyalurkan bantuan sembako dan material yang dibutuhkan warga. Bupati Madina, Ja’far Shukairi Nasution didampingi Dandim 0212, Letkol […]

  • DPC Ikanas Sambut Positif Sertifikat Bebas Frambusia untuk Madina

    DPC Ikanas Sambut Positif Sertifikat Bebas Frambusia untuk Madina

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) memperoleh Sertifikat Eradikasi Frambusia mendapatkan respon positif dari DPC Khusus Ikanas Madina. Penghargaan untuk daerah bebas Frambusia tersebut diterima oleh Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution di sela-sela Peringatan Hari Malaria Sedunia yang dipusatkan di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa (31/5). Ketua […]

expand_less