Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Sampuraga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2020
  • print Cetak

Catatan ringkas : Askolani Nasution

 

Kalau Anda berpikir untuk mencari nenek moyang “Sampuraga”, baik keturunan, marga, asal-usul, dst.; itu benar-benar naif. Karena ia hanya dongeng. Dalam sastra bisa disebut dengan folklor, cerita rakyat yang diceritakan secara verbal, turun-temurun. Tidak tertulis, banyak versi, dan pengarangnya anonim.

Bisa juga disebut legenda, karena diyakini berkaitan dengan asal-usul sebuah tempat. Tetapi bukan sejarah. Unsur sejarahnya hanya karena ada objek yang terkait dengan cerita itu, tetapi setengah dari cerita itu “angan-angan”.

Sebagai sebuah karya sastra, ia adalah seni murni, hasil proses kreatif sastrawan atas lingkungan sekitarnya. Dan di zaman Sastra Klasik, bahkan jauh sebelum itu, cerita-cerita ala “Sampuraga” ini memang dibutuhkan. Karena itu diciptakan sebagai sarana didaktik atas budaya yang berlaku. Sebab itu juga ada cerita “Sangkuriang” yang terkait dengan Gunung Tangkuban Perahu, dll.

Apalagi legenda anak durhaka. Banyak ragam. Dan hampir semua budaya di Nusantara punya cerita begitu. Ada legenda “Batu Menangis” di Kalimantan Barat, legenda “Malin Kundang” di Sumatera Barat, “Si Lancang” di Melayu Riau, “Si Mardan” di Toba, dst. Bahkan, jangan kaget, di Kalimantan Tengah, di Kabupaten Lamandau, ada cerita dengan judul yang persis sama di Mandailing Natal, “Sampuraga” (https://id.wikipedia.org/wiki/Sampuraga). Jangan tanya “Sampuraga” mana yang asli, karena Anda tidak akan menemukan tahun munculnya cerita itu.

Saya meyakini bahwa “Sampuraga” versi Mandailing baru muncul awal abad 19. Karena beberapa buku yang bercerita tentang Sumatera dan Mandailing masa sebelum abad 19, sama sekali tak pernah disebut. Di buku “Heester Nedham’s Work in Sumatera” yang terbit tahun 1899, misalnya, sama sekali tak menyinggung nama itu. Padahal buku itu bercerita amat detail tentang Maga, tentang Sibanggor, kawasan antara Malintang dan Pakantan, dll.

Asumsi awal saya tentang “Sampuraga” baru muncul saat berkembangnya sastra Hikayat tahun 1870-an. Itu bersamaan dengan berkembangnya pendidikan modern di Mandailing, dan Sastra Melayu menjadi pelajaran penting. Misalnya di Kweekschool Tano Bato (1862). Masa itu, terutama di Sumatera, memang menjadi tempat berkembangnya bacaan-bacaan sastra Melayu semacam Hikayat. Ada “Hikayat si Miskin” misalnya, yang ditulis dengan Aksara Arab Melayu, dll.

Cerita-cerita rakyat di Mandailing justru berkembang pesat masa 1920-an ketika Pelopor Cerita Pendek Indonesia, M. Kasim, mengajar di Sekolah Rakyat Kotanopan. Dan tragisnya, cerita-cerita berbahasa Mandailing yang dibuatnya tidak tertulis. Misalnya, cerita “Si Bisuk na Oto.” Ada cerita lainnya, misalnya “Si Tapis Surat Tagan” juga tidak tahu siapa pengarangnya, tidak tertulis. Ketika tahun lalu saya menulis ulang cerita ini, saya benar-benar kesulitan mencari sumbernya. Dan banyak cerita folklor lain di Mandailing yang mulai hilang, tidak tertulis, tidak terdokumentasi, dst. Karena tidak ada yang peduli. Jangankan untuk mendanai penelitian tentang itu, menulis ulang, dst., apalagi untuk menerbitkannya sebagai bahan literasi sekolah di Mandailing Natal, misalnya.

Tentu saja pendapat saya. Yang lain boleh berpendapat dengan asumsi masing-masing.***

Penulis adalah budayawan/sutradara tinggal di Mandailing Natal

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Desa Lancat di Lingga Bayu Dikejutkan Penemuan Mayat Ditimpa Batu Besar

    Warga Desa Lancat di Lingga Bayu Dikejutkan Penemuan Mayat Ditimpa Batu Besar

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Linggabayu ( Mamdailing Online ): warga desa Lancat di Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal dihebohkan dengan penemuan mayat yang tertimpa batu di pinggiran sungai batangnatal. Penemuan mayat itu sontak membuat warga sekitar mendatangi lokasi. Dalam video yang beredar di media sosial sekujur tubuh korban tertimpa batu kecuali bagian kepala korban. Belum diketahui pasti identitas […]

  • Jenazah Wanita Ditemukan di Simanondong

    Jenazah Wanita Ditemukan di Simanondong

    • calendar_month Rabu, 27 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Satu jenazah yang ditemukan di Desa Simanondong, Panyabungan Utara, Mandailing Natal, Sumut, pagi ini, Rabu (27/7/2022). Jenazah wanita itu ditemukan warga di parit jalan berposisi telungkup. Warga langsung melapor kepada kepala Desa Simanondong. Selanjutnya dilaporkan kepada polisi. Awalnya belum diketahui identitas jenazah. Baru pada siang hari pihak Polres […]

  • Putra Mandailing Natal Ikuti Pameran Kaligrafi Internasional

    Putra Mandailing Natal Ikuti Pameran Kaligrafi Internasional

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN (Mandailing Online) – Salah satu putra Mandailing Natal (Madina) Drs. Mukti Hidayatullah Nasution, MM, akan mengikuti Pameran Kaligrafi Kontemporer Internasional. Pameran yang diselenggarakan oleh Pusat pengkajian dan pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Centre) ini mengusung tema “The Power of Quran” dengan diikuti oleh 26 negara, antara lain Saudi Arabia, Kuwait, Syiria, India, Amerika, Inggris, […]

  • Judi Berevolusi Hukum tak Ditakuti

    Judi Berevolusi Hukum tak Ditakuti

    • calendar_month Senin, 1 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Ummu Ameera Guru Tahfidz, tinggal di Medan Judi adalah perbuatan yang meresahkan warga dan Allah tegas melarangnya, namun masih kerap terjadi bahkan seperti jamur yang tumbuh setelah hujan. Sudah ada sanksi namun belum menjadikan para pelakunya jera dan terkesan hukum tak ditakuti. Seperti kasus yang terjadi baru-baru ini. Polsek Medan Labuhan menggerebek sejumlah […]

  • 2 Warga Jerber Korban Penembakan di Bireun

    2 Warga Jerber Korban Penembakan di Bireun

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JEMBER: Dua warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi korban atas insiden penembakan di Kabupaten Bireun, Aceh, pada malam Tahun Baru 2012. “Kami tidak menyangka Suparno menjadi korban penembakan di tempatnya bekerjanya di Aceh dan tidak ada firasat apapun,” kata paman korban, Maksum di Jember, Senin 2 Januari 2012. Keduanya adalah Suparno (26) warga Desa Sidomekar, […]

  • Tanpa Sapujagat

    Tanpa Sapujagat

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Er Gham Kok Malaysia bisa. Padahal masalahnya sama. ———————– Membaca komentar Er Gham di Disway Jumat lalu itu saya langsung menghubungi ahli satu ini: Prof Dr Hendri Saparini. Dia terkenal dalam urusan “menghadirkan kembali fungsi negara dan rakyat untuk menegakkan kedaulatan pangan Indonesia”. Dia bisa bicara fasih apa yang dilakukan oleh Malaysia. Dr Saparini […]

expand_less