Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Razman Arief Nasution : Dua Kasus Madina Dilaporkan ke Mabes Polri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 5 Okt 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online)– Pengacara Razman Arief Nasution menyatakan ada dua kasus Madina yang ditangani Mabes Polri.

“Kemarin saya sudah melaporkan Dahlan Hasan Nasution kepada Bareskrim Polri, pertama terkait persoalan uang 700 juta kepada H.Tajuddin Pardosi, kemudian persoalan KP.USU perkebunan yang ada di Muara batang Gadis,” kata Razman kepada wartawan, Minggu (4/10) di Panyabungan dalam satu konfrensi pers.

Disebutkannya, kedatangannya ke Madina untuk berkoordinasi dengan Kapolres Madina terkait kasus-kasus yang yang telah dilaporkan ke Bareskrim Polri tersebut.

“Tadi saya sudah berkoordinasi dengan pak Kapolres dan saya sudah sampaikan alasan-alasan saya kenapa melaporkan kasus-kasus tersebut ke Bareskrim Polri dan mudah-mudahan alasan-alasan saya itu diterima dengan baik oleh bapak Kapolres,” ujar Razman.

Kasus uang 700 juta ini merupakan dugaan penggelapan uang warga bernama H. Tajuddin Pardosi, warga Hutabargot, Madina yang diduga dilakukan oleh Bupati Madina

Kasus ini resmi dilaporkan ke Mabes Polri, Kamis (1/10) diterima oleh Bareskrim oleh SPK, AKP.Herry Samosir dengan LP Nomor : 1138/X/BARESKRIM tertanggal 1 oktober 2015.

Sedangkan kasus KP USU terkait dugaan penyalahgunaan wewenang oleh bupati Madina terkait pengangkangan terhadap putusan tetap Mahkamah Agung yang memerintahkan bupati menghidupkan kembali Izin Usaha Perkebunan KPU USU di Muara Batang Gadis.

Rasman menyatakan, selain ke Polres Madina, Razman juga menemui H. Tajuddin Pardosi di Hutabargot. Sebelumnya Razman juga telah bertemu dengan pihak KP USU.

“Saya juga ikut dalam melaporkan penyalahgunaan wewenang tersebut dan telah ditunjuk oleh pihak dari Koperasi Perkebunan USU sebagai pengacaranya dan sudah kita tindaklanjuti dengan  melaporkan penyalahgunaan wewenang oleh bupati madina, yakni melakukan sesuatu terkait jabatan,” imbuh Razman.

Setelah melakukan konprensi pers Razman Arief bersama timnya melakukan kunjungan langsung ke rumah H. Tajuddin Pardosi di Desa Hutabargot Dolok, Kecamatan Hutabargot.

Habibi anak dari H.Tajuddin Pardosi pada kesempatan itu mengatakan kepada wartawan, bahwa persoalan hutang tersebut sudah menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum tentang hutang pinjaman Drs.Dahlan Hasan Nasution kepada orangtuanya.

Diungkapknnya. Selama ini Dahlan Hasan belum pernah membayar ataupun mencicil utangnya tersebut. Namun, setelah ada somasi dari kuasa hukum Razman Arif Nasution, barulah pihak Dahlan datang kepada keluarga itu untuk memberikan sebahagian hutangnya. Namun, keluarga Pardosi mengaku menolak karena segala sesuatunya tentang hutang itu, karema keluara itu sudah menyerahkan urusannya kepada kuasa hukum.

Sementara itu, sebelumnya pihak Dahlan Hasan Nasution seperti dilansir surat kabar Malintang Pos edisi Senin (21/9) menampik tuduhan penggelapan uang itu dan menyebut tuduhan itu termasuk pencemaran nama baik.

Dahlan Hasan menceritakan ketika pertama sekali niat H. Tajuddin Pardosi membantunya. “Dengan menyerahkan uang sebagai dana bantuannya kepada saya. Waktu itu, dia (Tajuddin Pardosi) mengutarakan, uang yang diberikan tak usah diganti, dan waktu itu saya mengatakan tak mungkinlah uang sebanyak itu tak diganti,” ungkap Dahlan Hasan mengingat pertama kali dibantu oleh Pardosi.

Lebih lanjut, Dahlan Hasan Nasution menyebutkan, “Kalau saya mau menipunya tak mungkin begitu caranya. Sayang, dia sudah stroke atau sakit, jadi tak bisa diajak bicara lagi. Kalau tidak, dia pasti mengatakan, ‘Itu ikhlas, aku membantunya.’ Begitupun, saya yang telah dibantunya telah saya kembalikan melalui orang-orang yang masih sehat dan langsung diberikan beberapa kali uang gantinya, kalau tak salah sudah mencapai Rp 400 juta,” imbuh Dahlan Hasan sebagaimana yang dilansir Malintang Pos.

“Tudingan yang mengatakan saya melakukan penipuan sudah merupakan pencemaran nama baik. Saya tak pernah menipu, karena H. Tajuddin Pardosi waktu itu ikhlas ingin membantu saya dan memang uang yang ada saya terima beberapa kali diberikan dan sudah saya kembalikan sebahagian. Tapi belakangan anaknya bernama Habibi justru mengadukannya kepada pengacara sehingga proses pengembalian yang saya pakai ditolak belakangan ini,” imbuhnya.

“Abang saya, H. Imbalo Nasution, Ikhwan dan Samsir menjadi saksi serta banyak saksi-saksi saya sewaktu H.Tajuddin Pardosi membantu saya. Tak mungkinlah saya melakukan penipuan, yang menuding saya melakukan penipuan sudah mencemarkan nama baik saya dan saya akan balik menuntutnya,” katanya.

 

Peliput                         : Maradotang Pulungan

Editor                          : Dahlan Batubara

Sumber tambahan      : Malintang Pos

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Pilkada Madina 37 vs 40,3

    Dana Pilkada Madina 37 vs 40,3

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Dana Pilkada di Madina kali ini menjadi versus. Angka 37 milyar versus angka 40,3 milyar. Rasional vs regulatif. DPRD Madina ngotot di angka 37 milyar. KPU Madina ngotot di angka 40,3 milyar. Versus-versusan ini ronde kedua. Versus ronde pertama adalah antara KPU Madina versus Pemkab Madina. Antara angka 65 milyar yang diakukan KPU […]

  • Biang Kerok Kisruh Seleksi KPID Sumut Hadapi Gugatan Rp 1,3 M

    Biang Kerok Kisruh Seleksi KPID Sumut Hadapi Gugatan Rp 1,3 M

    • calendar_month Jumat, 20 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Diduga menjadi biang kerok kisruh pelik Seleksi Pemilihan Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut periode 2021-2024, Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto hadapi gugatan senilai Rp 1,3 Milyar dan harus menjalani sidang perdana awal bulan Juni 2022. Tujuh orang Calon Anggota KPID Sumut periode 2021-2024, yakni Valdesz Junianto […]

  • Pulang dari Rantau, Sukses di Budidaya Cabe

    Pulang dari Rantau, Sukses di Budidaya Cabe

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Pulang dati tanah rantau, Abdul Hamid berhasil dalam budidaya cabe di Desa Tanjung Larangan Kecamatan Muara Sipongi, Mandailing Natal. Saat ini panen awal kebun cabe seluas ¼ hektar itu menghasilkan panen yang sangat memuaskan serta harga yang masih tinggi. “Memang pada pertanaman cabe kita pada saat ini alhamdulilah masih bagus, hasilnya […]

  • Jumlah Penerima Raskin Untuk Madina Tak Berubah

    Jumlah Penerima Raskin Untuk Madina Tak Berubah

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah keluarga miskin yang mendapat beras miskin (raskin) di Mandailing Natal (Madina) tahun tidak ada perubahan dengan tahun 2013. Tetap sebanyak 29.856 kepala keluarga. Data itu berdasarkan SK Bupati Madina Nomor:511.1/191/K/2014 tahun 2014 yang dilansir Pemkab Madina, Rabu (5/3/2014). “Jika kita lihat dari pagu raskin yang akan disalurkan dalam waktu dekat, […]

  • 4 Langkah yang Bisa Jadi Solusi Kemenhan Atasi Persoalan Alutsista

    4 Langkah yang Bisa Jadi Solusi Kemenhan Atasi Persoalan Alutsista

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Jakarta – Kecelakaan pesawat Hercules C-130 di Medan Sumatera Utara membuat publik bertanya-tanya, seperti apa kondisi alutsista yang dimiliki oleh TNI Indonesia. Kementerian Pertahanan pun ikut diminta untuk segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada alutsista milik bangsa ini. “Ada 4 langkah utama Kemenhan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Yang pertama melakukan […]

  • Adat Perkawinan Pantai Barat Mandailing

    Adat Perkawinan Pantai Barat Mandailing

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      Adat dalam sebuah pernikahan memiliki perbedaan antara kawasan Mandailing dengan Pantai Barat Mandailing. Budaya dan adat di Pantai Barat Mandailing banyak bernuansa Melayu Pesisir. Anggota DPRD Madina,Teguh W Hasahatan Nasution bersama istri dr. Mahyuni Lubis diarak keliling kampung Desa Tabuyung dalam prosesi adat perkawinan oleh anak dendang, usai akad nikah, Sabtu (24/10). Prosesi ini […]

expand_less