Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Tambang Batang Natal : Madina Bagai Tak Berhukum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2020
  • print Cetak

Satu unit beko beraktivitas tak jauh dari bantaran Sungai Batang Natal

Ratusan sudah alat berat jenis beko atau eskavator meluluhlantakkan kiri kanan Sungai Batang Natal di Kecamatan Batang Natal.

Beko beko itu menghancurkan lingkungan. Tanpa izin. Mereka meraup emas tiap hari sejak setahun terakhir.

Cukongnya bukan saja dari kawasan setempat, tetapi juga didominasi mafia mafia dari Sumatera Barat dan Bengkulu.

Dan ini membuat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara bagai kabupaten tak berhukum.

Pemkab Madina terkesan diam saja. Bahkan pihak polisi pun terkesan tutup mata. Pemprov Sumut juga bagai buta tuli.

Teriakan rakyat tak terdengar. Sungai tak lagi jernih. Senantiasa keruh berlumpur. Ikan ikan bermatian karena insangnya dipenuhi tanah.

Masyarakat desa di sepanjang aliran sungai tak lagi bisa berwudu dengan air bening; ibu rumah tangga mencuci pakaian dan piring keluarga di air kotor. Warga mandi di air lumpur menyisakan benih penyakit kulit.

Tokoh Madina, Ali Mutiara Rangkuti dalam akun page facebook-nya Sahabat Ir. Ali Mutiara Rangkuti,MM postingan Selasa (21/7/2020) menghitung hingga kini terdapat sekitar jumlah beko yang beroperasi di sepanjang Sungai Batang Natal.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) Kabupaten Madina, Parlin Lubis dalam satu wawancara dengan Mandailing Online dua pekan lalu
di ruang kerjanya menyebutkan bahwa pihaknya belum pernah menerima dokumen pengajuan perizinan lingkungan dari aktivitas tambang emas di Kecamatan Batang Natal.

“Belum ada pengajuan izin lingkungan dari dinas lingkungan (Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madina),” katanya.

Dia menjelaskan, kabupaten hanya memberi izin lingkungan untuk semua usaha tambang.

Izin berada dalam kewenangan pemerintah pusat.

Dalam hirarki proses perizinan : pengusaha menyusun dokumen lingkungan, lalu mengajukan kepada Dinas Lungkungan Hidup kabupaten yang berwenang menerbitkan rekomendasi.

Lalu Dinas PMPPTSP kabupaten akan mengumumkan rekomendasi Dinas Lingkungan Hidup itu kepada masyarakat untuk memperoleh saran dan tanggapan.

Jika tak ada saran tanggapan maka izin lingkungan terbit. Dan izin lingkungan ini merupakan salah satu dari berbagai macam syarat penerbitan izin oleh pemerintah pusat.

Sebab, tambang jenis logam izinnya diterbitkan pemerintah pusat. Sedangkan usaha tambang jenis batu izinnya oleh pemerintah provinsi.

Hingga kini pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madina belum mencuatkan sikap terhadap ilegal mining di Batang Natal ini.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Bandang di Kotanopan, 1 Orang Hanyut

    Banjir Bandang di Kotanopan, 1 Orang Hanyut

    • calendar_month Rabu, 26 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Banjir bandang terjadi di Sungai Aek Sampuran Desa Hutadangka, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal, Rabu (26/4), menghanyutkan 1 orang dan setidaknya 3 unit rumah warga rusak. Sejauh ini, korban diketahui bernama Nurnainah (52). Dia dilaporkan hanyut ketika  berada di sawah. Hingga kini belum ditemukan. Keterangan yang diperoleh dari Sekcam Kotanopan, Pamilu […]

  • Ingat ya, Masa Pendaftaran SNM PTN Tinggal 10 Hari

    Ingat ya, Masa Pendaftaran SNM PTN Tinggal 10 Hari

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Terhitung per hari ini (6/3) masa pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN) 2015 tinggal 10 hari. Pendaftaran seleksi masuk kampus negeri tanpa ujian tulis ini ditutup 15 Maret pekan depan.   Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Humas SNM PTN 2015 Bambang Hermanto mengatakan data pendaftar hingga kemarin berjumlah 230.694 siswa. "Seluruh […]

  • Jembatan Parmompang Ganggu Arus Mudik

    Jembatan Parmompang Ganggu Arus Mudik

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jembatan di jalur Panyabungan-Gunung Baringin titik Desa Parmompang dipastikan akan menggangu kelancaran arus mudik lebaran. Pasalnya, jembatan yang berada di Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal (Madina) ini rusak parah akibat amblas beberapa bulan lalu. Sekitar 60 persen badan jembatan itu kini sudah diganti dengan batang kelapa. Semua kendaran dari dua arah […]

  • Ketua Panwaslu Madina Cek Logistik Pemilu 2014

    Ketua Panwaslu Madina Cek Logistik Pemilu 2014

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN, Demi untuk memastikan keadaan logistic Pemilu 2014 mendatang, Ketua Panwaslu Madina Henri S.sos melakukan pengecekan logistic pemilu 2014 di gudang KPU Madina Jalan Lidang Panyabungan kompleks kantor Bupati Lama yang didampingi oleh Budi Ariansyah Komisioner KPU Madina Bagian Perencanaan logistic dan SDM, Rabu (15/1). Dalam kesempatan tersebut Ketua Panwaslu Madina mengatakan bahwa mengingat kondisi […]

  • Anggota DPRD Madina Dapil I

    Anggota DPRD Madina Dapil I

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    1. Nama lengkap                      : SYAHRIWAN NST ( KOCU ) 2. Tempat/tanggal lahir/Umur : Tapanuli Selatan, 03 Januari 1966 / 47 Tahun 3. Jenis Kelamin                      : Laki-Laki 4. Agama                                  : Islam 5. Status Perkawinan   […]

  • Pakan Lokal Solusi untuk Tekan Biaya Produksi Ternak Ayam

    Pakan Lokal Solusi untuk Tekan Biaya Produksi Ternak Ayam

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Peningkatan produksi jagung dan kedelai dinilai mampu menekan harga pakan ternak ayam dan itik. Bahan baku pakan ternak yang masih tergantung pada impor terutama jagung menyebabkan biaya produksi ternak di Sumatera Utara sangat mahal. Mahalanya pakan ternak ini menyebabkan peternak bagai menghadapi buah simalakama. Disatu sisi tak bisa menaikkan harga daging […]

expand_less