Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

Sanusi Pane Pengusul Bahasa Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Okt 2019
  • print Cetak

 

Askolani Nasution

Catatan ringkas : Askolani Nasution

Yang pertama mengusulkan bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia adalah Sanusi Pane. Beliau lahir di Muara Sipongi, 14 November 1905.

Secara administratif, masa kini Muara Sipongi berada di Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Itu yang diceritakan kepala Balai Bahasa Medan, tanggal 23 September lalu, ketika saya diajak makan siang di ruang kerjanya, karena tahu saya dari Mandailing Natal.

Sanusi Pane bersaudara dengan Armijn Pane (Pelopor Angkatan Pujangga Baru dalam sastra Indonesia) dan Lafran Pane (pendiri HMI).

Sanusi Pane lahir di Muara Sipongi karena ayahnya Sutan Pangurabaan Pane, penulis novel “Tolbok Haleon”, ketika itu mengajar di Muara Sipongi.

Sutan Pangurabaan Pane, lulusan Kweekschool Padangsidempuan, belajar bahasa dan mengenal sastra dari membaca buku-buku Willem Iskander, pendiri Kweekschool voor Inlandsche Onderwijzers Tano Bato—cikal-bakal Kweekschool voor Inlandsche Onderwijzers Padangsidempuan.

Kongres Pemuda I dilaksanakan di Batavia tahun 1926. Dalam kongres itu Sanusi Pane pertama sekali mengusulkan untuk menetapkan Bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Tapi berdebat dengan M. Yamin dan Muhammad Tabrani yang belum setuju dengan usulan itu. Penetapan itu gagal, tetapi kemudian diadopsi lagi dalam Kongres Pemuda II.

Dalam kongres itu, hari kedua tanggal 28 Oktober 1928, usulan Sanusi Pane dua tahun sebelumnya, diakomodir dan ditetapkanlah Bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Sanusi Pane

Dan untuk pertama kalinya, Kongres Bahasa Indonesia I dilaksanakan di Medan, tanggal 28 Oktober 1954.

Mengapa di Medan? Karena kota ini semua masyarakat dinilai telah berbahasa Indonesia dengan kaidah-kaidah yang amat sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.

Tapi di sini, sekolah-sekolah tidak peduli dengan Bulan Bahasa, bulan lahirnya Bahasa Indonesia. Kecuali sebatas upacara di halaman sekolah sebagai rutinitas. Padahal, di tempat lain di Indonesia, bulan bahasa diperingati dengan berbagai kegiatan dan lomba, berhari-hari lamanya.

Setahu saya, hanya SMA Negeri 1 Natal yang tetap melaksanakan Bulan Bahasa, dan saya harus menyampaikan salut untuk mereka.

Tapi, jangankan peringatan Bulan Bahasa, peringatan lahirnya Willem Iskander saja tidak pernah dilakukan, sementara di Belanda dilakukan besar-besaran. Siapa peduli?

Kita memang bangsa naif. (Askolani Nasution adalah budayawan Mandailing)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Desak Kejaksaan Usut Korupsi Dana Proyek di Pemkab Madina

    DPRD Desak Kejaksaan Usut Korupsi Dana Proyek di Pemkab Madina

    • calendar_month Kamis, 31 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina Sahriwan Nasution mendesak aparat penegak hukum menyelidiki korupsi di Pemkab Madina, terutama dugaan pemerasan pejabat kepada para kontraktor. “Kita sudah melihat langsung selama ini di lapangan bahwa banyak proyek fisik yang kualitasnya kurang bagus, ini akibat banyaknya kutipan yang dilakukan kepada kontraktor dan juga pengawasan dari pihak PU […]

  • Batalnya Sunnatullah Karena Allah  Memenangkan Suatu Kaum

    Batalnya Sunnatullah Karena Allah  Memenangkan Suatu Kaum

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah Ummu Arifah, S.Pd Pendidik dan Pegiat Literasi Islam Kota Medan Terkadang manusia lupa akan satu perkara yang dihadapinya. Dia sejenak lupa bahwa dia hidup bersandar pada yang lainnya. Faktor x tempat dia bersandar itu, bahkan tak dipikirkannya. Saat kesulitan menimpa manusia tadi, manusia lupa ingin mengadu kepada siapa. Begitulah, sesuai namanya. Al-Insan yang […]

  • Kejari di Madina Pulihkan Keuangan Negara 200 juta Dari Kasus Korupsi Dana Desa

    Kejari di Madina Pulihkan Keuangan Negara 200 juta Dari Kasus Korupsi Dana Desa

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina) berhasil melakukan pemulihan keuangan negara sebesar Rp 200 juta dari total kerugian negara dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran Dana Desa Tanjung Medan, Kecamatan Muara Sipongi, tahun anggaran 2023. Kegiatan ini diketahui dan diarahkan langsung oleh Plt. Kajari Madina, Yos A Tarigan, […]

  • Kipang Panyabungan Belum Ditangani Baik

    Kipang Panyabungan Belum Ditangani Baik

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kipang Panyabungan sebagai penganan khas Mandailing sejauh ini sisi pemasarannya belum ditangani dengan baik. “Selayaknya sebagai makanan ciri kahs, kipang ini harus dipajangkan berjejer pada satu tempat yang khusus,” kata anggota DPRD Madina, Iskandar Hasibuan, Rabu (31/7/2013). Tempat khusus yang dimaksud adalah suatu lokasi pemasaran yang ditata tersendiri dan khas dan […]

  • Atika Pantau Korve ASN

    Atika Pantau Korve ASN

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution memantau secara langsung pelaksanaan pekan kedua korve ASN di Kompleks Perkantoran Pemkab Madina, Jumat (13/2/2026). Korve atau kerja bakti kebersihan yang dilaksanakan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowk Subianto dan hasil Rapat Koordinasi Kepala Daerah di […]

  • Anak Santri Diharap Membawa Perubahan Madina

    Anak Santri Diharap Membawa Perubahan Madina

    • calendar_month Jumat, 27 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon bupati dan wakil bupati mandailing natal nomor urut 3, Saparuddin Haji yang berlatar belakang seorang santri dan Miswaruddin Daulay, S.Pd seorang dosen diharapkan dapat membawa kemajuan dan kesejahteraan di Kabupaten Madina 5 tahun kedepan. Itu diungkapkan seorang warga Panyabungan, Muhammad Azwar Nasution yang juga santri alumni Pesantren Musthofawiyah Purba Baru, […]

expand_less