Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Pengemban Dakwah Memang Harus Good Looking

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2020
  • print Cetak

Oleh : Novida Sari
Ketua Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal

Baru-baru ini Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi tengah menjadi sorotan. Bagaimana tidak, Menag menyebutkan radikalisme masuk masjid lewat anak good looking. (cnnindonesia.com, 03/09/2020). Bahkan di kanal Youtube Kemenpan RB, menag mengatakan “caranya masuk mereka gampang, pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan bahasa arabnya bagus, hafiz (hafal Alquran), mereka mulai masuk.”

Bukan kali ini saja Menag mengeluarkan pernyataan yang penuh dengan kontroversional, setelah sebelumnya melarang penggunaan cadar dan celana cingkrang untuk masuk instansi Pemerintah, sertifikasi ceramah, pendaftaran majelis taklim hingga merevisi buku-buku agama di sekolah. Terkesan bahwa pemerintah menderita penyakit islamophobia. Yang pada akhirnya tuduhan radikalisme pun kembali menyerang orang-orang yang peduli akan dakwah.

Radikalisme telah menjadi alat gebuk pemerintah dalam membungkam siapapun yang berseberangan dengannya. Padahal radikal sendiri memiliki arti yang netral. Radikal berasal dari kata radiks yang memiliki arti akar. Jadi Islam radikal itu adalah Islam yang mendalam sampai ke akar. Pelabelan muslim yang berupaya menjalankan Islam secara total sampai ke akar ajaran Islam sebagai muslim yang radikal melawan hukum. Telah ada jaminan kemerdekaan beragama di dalam UUD. Di dalam UUD 1945 Pasal 28E, ayat (1) setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, ayat (2) setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. Juga di dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.

Ajaran Islam telah menuntut pemeluknya untuk menjalankan Islam secara menyeluruh. Sebagaimana firman Allah swt,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu”. [TQS Al Baqarah: 208].

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah Swt telah mewajibkan setiap mukmin untuk melaksanakan syariat Islam secara menyeluruh. Dengan kata lain, menjalankan agamanya secara radikal sampai ke akar-akarnya. Mulai dari shalat, zakat, puasa, haji, menutup aurat, menghafal dan mentadabburi isi Alquran terutama dalam berdakwah. Sebagaimana Firman Allah Swt,

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah”. [TQS Ali Imron : 110]

Allah telah memilih Ummat Islam sebagai ummat terbaik di sepanjang sejarah peradaban manusia, asalkan mereka menyadari syarat untuk mewujudkannya. Menyuruh yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dengan kata lain dakwah untuk mengajak manusia agar senantiasa beriman kepada Allah Swt.

Bagaimana mungkin aktivitas yang dilakukan para pengemban dakwah itu bisa diterima jika mereka berpenampilan kucel, awut-awutan dan berantakan. Tentunya harus good looking, meyakinkan, fasih bahasa arab lengkap dengan dalil yang menguatkan.

Ketika para pengemban dakwah Islam menyadari bahwa syariat Islam adalah harga mati. Ia akan senantiasa memperjuangkan pengamalannya secara radikal dan menyebarkannya kepada sesamanya dengan ilmu yang mumpuni, dalil yang qath’i dan yang paling penting penampilan yang good looking.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadin Sumut dan Dubes Belgia Bahas KEK Madina

    Kadin Sumut dan Dubes Belgia Bahas KEK Madina

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara hari ini membahas progres dan peluang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batahan di Mandailing Natal. Pembahasan berlangsung di kantor Kadin Sumut di Medan, Senin (24/2/2020) dipimpin Ketua Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara. Hadir antara lain Duta Besar Belgia, Stephane De Locker serta delegasinya dan […]

  • Jangan Jual Sawah dan Kerbau untuk Jadi CPNS

    Jangan Jual Sawah dan Kerbau untuk Jadi CPNS

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    JAKARTA – Masih banyaknya warga peminat kursi CPNS yang termakan rayuan calo, membuat gemas Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen PNS Badan Kepegawaian Negara (BKN)  Aris Widiyanto. Dia mengingatkan, sistem rekrutmen CPNS saat ini sudah tidak bisa ditembus aksi suap menyuap yang melibatkan percaloan. “Dalam hal ini tidak mungkin ada calo atau penipu. Sehingga masyarakat di […]

  • Pemekeran Pantai Barat hanya angin sorga

    Pemekeran Pantai Barat hanya angin sorga

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sudah bertahun-tahun Pemekaran wilayah Pantai Barat Madina menjadi Kabupaten sampai saat ini belum ada upaya yang jelas dari pemerintah. Padahal dulu isu pemekaran pantai barat menjadi primadona di tenah-tengah masyarakat kabupaten Mandailing Natal ( MOL)

  • Mahasiswa Harus Kritisi Sektor Ekonomi

    Mahasiswa Harus Kritisi Sektor Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 23 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) harus kritis pada berbagai sektor, termasuk sektor ekonomi dan wirausaha. Hal itu disampaikan Ketua BPC HIPMI Mandailing Natal (Madina) Mhd. Zainal Arifin dalam seminar “Trik Jitu Menjadi Pengusaha Muda” yang diselenggarakan mahasiswa program studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) […]

  • KKN di Sumbar, Mahasiswa STAIN Madina Dilibatkan Musdes

    KKN di Sumbar, Mahasiswa STAIN Madina Dilibatkan Musdes

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Kuliah Kerja Nyata kelompok 19 dari Mahasiswa STAIN Madina saat dilibatkan Musdes di Desa Lubuk Gadang, Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat ( fikri)SUMBAR -Mandailing Online : ada sejumlah program yang ditawarkan kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 19 dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina saat dilibatkan langsung dalam Musyawarah Desa Lubuk […]

  • Temu Karya ke-III Panyabungan Barat

    Temu Karya ke-III Panyabungan Barat

    • calendar_month Minggu, 19 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LONGAT (Mandailing Online) – Caretaker Karang Taruna (KT) Kecamatan Panyabungan Barat melaksanakan Temu Karya ke-III Karang Taruna di SMPN 1 Panyabungan Barat, Minggu (19/12). Temu karya dengan tema “Peran Aktif Karang Taruna Menuju Kesejahteraan Sosial yang Berkesinambungan” ini untuk menentukan kepengurusan defenitif KT Panyabungan Barat. Acara ini dihadiri Camat Panyabungan Barat Aswar, Ketua KT Madina […]

expand_less