Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Pengemban Dakwah Memang Harus Good Looking

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2020
  • print Cetak

Oleh : Novida Sari
Ketua Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal

Baru-baru ini Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi tengah menjadi sorotan. Bagaimana tidak, Menag menyebutkan radikalisme masuk masjid lewat anak good looking. (cnnindonesia.com, 03/09/2020). Bahkan di kanal Youtube Kemenpan RB, menag mengatakan “caranya masuk mereka gampang, pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan bahasa arabnya bagus, hafiz (hafal Alquran), mereka mulai masuk.”

Bukan kali ini saja Menag mengeluarkan pernyataan yang penuh dengan kontroversional, setelah sebelumnya melarang penggunaan cadar dan celana cingkrang untuk masuk instansi Pemerintah, sertifikasi ceramah, pendaftaran majelis taklim hingga merevisi buku-buku agama di sekolah. Terkesan bahwa pemerintah menderita penyakit islamophobia. Yang pada akhirnya tuduhan radikalisme pun kembali menyerang orang-orang yang peduli akan dakwah.

Radikalisme telah menjadi alat gebuk pemerintah dalam membungkam siapapun yang berseberangan dengannya. Padahal radikal sendiri memiliki arti yang netral. Radikal berasal dari kata radiks yang memiliki arti akar. Jadi Islam radikal itu adalah Islam yang mendalam sampai ke akar. Pelabelan muslim yang berupaya menjalankan Islam secara total sampai ke akar ajaran Islam sebagai muslim yang radikal melawan hukum. Telah ada jaminan kemerdekaan beragama di dalam UUD. Di dalam UUD 1945 Pasal 28E, ayat (1) setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, ayat (2) setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. Juga di dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.

Ajaran Islam telah menuntut pemeluknya untuk menjalankan Islam secara menyeluruh. Sebagaimana firman Allah swt,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu”. [TQS Al Baqarah: 208].

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah Swt telah mewajibkan setiap mukmin untuk melaksanakan syariat Islam secara menyeluruh. Dengan kata lain, menjalankan agamanya secara radikal sampai ke akar-akarnya. Mulai dari shalat, zakat, puasa, haji, menutup aurat, menghafal dan mentadabburi isi Alquran terutama dalam berdakwah. Sebagaimana Firman Allah Swt,

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah”. [TQS Ali Imron : 110]

Allah telah memilih Ummat Islam sebagai ummat terbaik di sepanjang sejarah peradaban manusia, asalkan mereka menyadari syarat untuk mewujudkannya. Menyuruh yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dengan kata lain dakwah untuk mengajak manusia agar senantiasa beriman kepada Allah Swt.

Bagaimana mungkin aktivitas yang dilakukan para pengemban dakwah itu bisa diterima jika mereka berpenampilan kucel, awut-awutan dan berantakan. Tentunya harus good looking, meyakinkan, fasih bahasa arab lengkap dengan dalil yang menguatkan.

Ketika para pengemban dakwah Islam menyadari bahwa syariat Islam adalah harga mati. Ia akan senantiasa memperjuangkan pengamalannya secara radikal dan menyebarkannya kepada sesamanya dengan ilmu yang mumpuni, dalil yang qath’i dan yang paling penting penampilan yang good looking.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tempe Tahu Madina Dikecilkan

    Tempe Tahu Madina Dikecilkan

    • calendar_month Jumat, 27 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terkait Melonjaknya Harga Kedelai PANYABUNGAN (MO) – Lonjakan harga kedelai secara nasional juga berimbas di Mandailing Natal (Madina). Pengrajin tahu dan tempa terpaksa mengecilkan ukuran tahu dan tempe yang diproduksi. “Meski untung tipis, kami harus tetap harus memproduksinya, tapi takarannya dikurangi,” ungkap Paijo, pengrajin tahu tempe di Desa Aek Galoga, Panyabungan menjawab artawan, Jum’at (27/7). […]

  • Modus Belikan Bensin, Sepeda Motor Milik Santri Malah Dilarikan

    Modus Belikan Bensin, Sepeda Motor Milik Santri Malah Dilarikan

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online): di Mandailing Natal (Madina) tepatnya di jalan Kol MH Nurdin Panyabungan Jae seorang pria berkameja hitam lengan panjang terekam kamera pengawas cctv melarikan sepeda motor seorang santri kelas 7 pesantren. Modus yang dilakukan pelaku dengan berpura pura mau beli bensin dan minta tolong kepada korban yang saat itu sedang melintas agar mengantarnya ke […]

  • THR Tak Cair, SMS ke 08126406526

    THR Tak Cair, SMS ke 08126406526

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengusaha Diimbau Bayar Paling Lambat Tujuh Hari Sebelum Lebaran Pemkab Tapsel mengimbau seluruh pengusaha untuk segera membayarkan Tunjangan Hari Raya atau THR paling lambat tujuh hari sebelum Idul Fitri. Jika imbauan ini diabaikan maka pemilik usaha yang bersangkutan bisa dipidana. Ini sesuai dengan diatur Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Manaker) Ri Nomor Per.04/MEN/1994 tanggal 16 September […]

  • HES STAIN Madina Raih Akreditasi Unggul

    HES STAIN Madina Raih Akreditasi Unggul

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal, Sumut, berhasil meraih Akreditasi Unggul. Akreditasi Unggul tertuang dalam sertifikat nomor 6001/SK/BAN-PT/Ak/S/IX/2024 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian ini merupakan kali pertama bagi Program Studi di STAIN Mandailing Natal (Madina) meraih Akreditasi Unggul sejak STAIN Mandailing […]

  • Demi Sukses Pilkada, Mendagri Larang Satpol PP Cuti, Kecuali…

    Demi Sukses Pilkada, Mendagri Larang Satpol PP Cuti, Kecuali…

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Pemilihan Kepala Daerah serentak di 269 wilayah provinsi, kabupaten, kota se-Indonesia, Desember 2015 sudah semakin dekat. Seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah diminta untuk berpartisipasi mensukseskan pesta demokrasi yang baru pertama kali digelar sepanjang sejarah berdirinya republik ini. Suksesnya Pilkada juga tak terlepas dari peran aparat Satpol PP. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memerintahkan […]

  • MERDEKA DI DEPAN ALGORITMA

    MERDEKA DI DEPAN ALGORITMA

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Moechtar Nasution
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution* Penggiat GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Madina)   Pendahuluan Setiap fajar menyingsing hal pertama yang mengetuk kesadaran kita bukanlah derit pintu yang dibuka melainkan membuka telpon selular. Sesuatu yang intim telah berpindah, seakan-akan telepon selular itulah yang menemani malam hingga azan subuh memecah sunyi. Kita hidup di dalam dunia di mana hasrat, […]

expand_less