Senin, 16 Mar 2026
light_mode

Islamophobia Perempuan dan Hijab

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 7 Okt 2020
  • print Cetak

Oleh : Sumiati
Tinggal di Sibanggor, Madina, Sumut

 

Pendahuluan

Media asal Jerman Deutch Welle (DW) membuat video kontroversial yang menggiring pada sentimen Islamphobia. Konten video ini dibagikan melalui akun Twitternya, @dw_indonesia pada Jumat 25 September 2020.

“Apakah anak-anak yang dipakaikan jilbab itu memiliki pilihan atas apa yang ingin ia kenakan?,” tulis DW Indonesia. DW juga mewawancarai psikolog dan tokoh feminis untuk menguatkan videonya itu. Mereka juga mengklaim bahwa video itu berimbang, imparsial, dan akurat. Tak hentinya kelompok pembenci syariat Islam beropini buruk. Sentimen Islamophobia terus mereka gulirkan atas nama kebebasan dan Hak Asasi Manusia.

Beginilah gambaran sistem kapitalis sekuler yang mengagungkan kebebasan di semua aspek termasuk kebebasan beragama. Kebebasan memilih dan berpikir. Mereka nyata-nyata telah menggiring generasi muda harapan bangsa menjadi generasi yang liberal dan jauh dari generasi unggul dan bertakwa.

Sementara negara, yang sejatinya sebagai penjaga generasi dari pemikiran rusak dan sekuler serta pemelihara akidah umat, justru abai dan tak berfungsi. Ya, negara seharusnya menjaga, melindungi dan, memelihara akidah umat. Bukan malah melanggengkan pemikiran dan gaya hidup liberal.

Pandangan Islam tentang Perempuan dan Aurat

Islam tidaklah seperti sistem sekuler yang menjadikan perempuan di belakang lelaki karena berlomba dalam jalur yang sama untuk mengejar harta, tahta dan cinta yang pasti akan didominasi oleh lelaki.

Dalam Islam, ridho Allah yang menjadi tujuan, dalam timbangan syariat Islam, bila lelaki memperoleh kemuliaan dengan bekerja serta sebagai pemimpin keluarga, Islam menjadikan wanita sebagai pemimpin bagi rumahnya. Ummu warabbarul bait adalah gelar Islam baginya, dialah ibu sekaligus pengelola rumah tangga.

Sedangkan untuk meraih takwa inilah, pada akhirnya Rasulullah Saw mewajibkan bagi lelaki dan wanita untuk sama-sama menuntut ilmu, hingga takwa bisa diraih. Tiada perbedaan bagi lelaki dan wanita dalam kewajiban menuntut ilmu, mengamalkan dan mengajarkannya.

Termasuk tentang batasan-batasan aurat lelaki dan wanita itu juga sudah jelas dalam syariat Islam. secara makna syariat, aurat adalah bagian tubuh yg haram dilihat, dan karena itu harus ditutup. Khusus bagi wanita/muslimah, auratnya adalah semua bagian tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangannya.

A’isyah r.a. meriwayatkan, suatu waktu Asma binti Abu Bakar datang menemui Rasulullah Saw dengan pakaian tipis. Tatkala melihatnya, Rasulullah Saw memalingkan wajahnya dari Asma, lalu bersabda:

“Wahai Asma”! Sesungguhnya wanita apabila sudah baligh, tidak boleh dilihat darinya kecuali ini dan ini.”Beliau menunjuk ke muka dan telapak tangannya (HR.Abu Dawud). Sedangkan aurat laki-laki hanya dari pusat sampai lutut.

Tidak pernah dimaksudkan aturan Islam selain untuk memuliakan wanita. Hanya saja banyak kaum wanita yang tidak mengetahuinya karena telah terjebak dalam pikiran -pemikiran sesat yang bukan dari Islam. Karena secara logika, tidak mungkin Islam yang justru datangnya menjadi penerang bagi kaum wanita lantas akan memberlakukan aturan yg mengekang wanita, yang menyebabkan keburukan baginya. tidak mungkin!

Secara akidah, lebih tidak mungkin lagi datangnya Islam sebagai pemasung kebebasan wanita. Islam datang sebagai Rahmat bagi seluruh alam, berkah bagi seluruh manusia, dan karunia terbaik untuk para wanita.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Susunan Pengurus Lembaga Adat Budaya Mandiling Priode 2017-2022

    Susunan Pengurus Lembaga Adat Budaya Mandiling Priode 2017-2022

    • calendar_month Selasa, 28 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

                          Susunan Pengurus Lembaga Adat Budaya Mandiling Priode 2017-2022 PENGETUA ADAT Patuan Mandailing Nasution Hutasiantar Mangaraja Sian Nasution Panyabungan Tonga Sutan Parluhutan Nasution Panyabungan Julu Sutan Batara Nasution Pidoli Dolok Mangara Kumala Oloan Nasution Gunung Tua Baginda Mangaraja Sualoon Nasution Pidoli Lombang Sutan Mangasa Pintor […]

  • Situs Menhir di Runding Indikasi Peradaban Mandailing Sudah Ada Sejak Zaman Batu

    Situs Menhir di Runding Indikasi Peradaban Mandailing Sudah Ada Sejak Zaman Batu

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tympanum Novem Film sejak pekan lalu memulai penggarapan video situs-situs peninggalan Mandailing masa lampau. Tiga situs yang direkam video pada Kamis (15/5/2014) meliputi situs reruntuhan candi di Saba Biara, Pidoli; situs yang diduga reruntuhan candi di Padang Mardia, Hutasiantar dan Menhir di Runding satu peninggalan dari zaman batu. Situs-situs tersebut sangat […]

  • BOC Kembali Selenggara Dua Seminar Wirausaha

    BOC Kembali Selenggara Dua Seminar Wirausaha

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Komunitas BOC (Business Owners Community) dan tim kembali mengadakan seminar usaha dalam melahirkan wirausahawan di kalangan generasi muda. Pada akhir tahun ini, dua kegiatan seminar dilangsungkan. Di kota Padangsidimpuan diadakan tanggal 22 Desember 2024 di Aula Budi Luhur, dikoordinatori Dedy Saputra S.Pd. Sedangkan di Panyabungan, Mandailing Natal diadakan tanggal 8 Desember […]

  • 3 Anggota DPRD Sibolga Tolak Provinsi Tapanuli

    3 Anggota DPRD Sibolga Tolak Provinsi Tapanuli

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Sibolga menyampaikan aspirasi berupa penolakan terhadap rencana pembentukan Provinsi Tapanuli kepada Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho di Medan, Kamis, 12 Mei 2011. Tiga anggota DPRD Kota Sibolga itu adalah anggota Fraksi Gabungan Bersama Hendri Tamba, anggota Fraksi Partai Golkar Jamil Zeb Tumori, dan anggota […]

  • Mengapa Kekerasan Seksual Tak Kunjung Usai?

    Mengapa Kekerasan Seksual Tak Kunjung Usai?

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Dahlena Pulungan, S.Pd Pengajar, tinggal di Sidimpuan   Memasuki tahun 2022 jagad media sosial dihebohkan kembali dengan kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang aktivis kampus. Media sosial diramaikan dengan viralnya dugaan pemerkosaan 3 mahasiswi yang dilakukan demisioner BEM (UMY).(POJOKSATU.id) Mengerikan, intelektual yang seharusnya  memikirkan perubahan negeri, cerminan budi pekerti yang tinggi, telah berubah […]

  • Ini Alasan Bupati Madina Membekukan Pengurus Badan Pemangku Adat

    Ini Alasan Bupati Madina Membekukan Pengurus Badan Pemangku Adat

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar konsideran Surat Keputusan Bupati Mandailing Natal (Madina) Nomor 224/614/K/2014 tanggal 30 Oktober 2014 tentang Pembekuan Badan Pengurus Pemangku Adat (BPA) Madina periode 2012-2017 ditemukan beberapa alasan. Pertama: bahwa pemerintah daerah berkewajiban melestarikan kebudayaan untuk memperkokoh jati diri bangsa, martabat dan menubuhkan kebanggan nasional. Kedua: eksistensi dan keberadaan Badan Pemangku […]

expand_less