Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Potensi Pemuda Rantau yang Diabaikan Pemda Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 18 Okt 2020
  • print Cetak

Oleh : Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Anak muda adalah aset negara. Kita percaya bahwa anak muda masih mempunyai banyak energi, ide-ide segar dan mau belajar. Mereka berani mengambil resiko dan tidak ragu mencoba hal-hal baru.

Sudah saatnya, Mandailing Natal membuka mata, pikiran dan hati seluas-luasnya bahwa selamanya bumi Gordang Sambilan tidak akan pernah berkembang jika masih terus menerus menutup diri. Menutup diri dari teknologi yang semakin canggih, pusat perbelanjaan yang ramah lingkungan, kesehatan yang diprioritaskan dan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pemuda Madina, notabenenya didominasi oleh para kaum perantau. Merantau ke luar kota untuk mendapat pendidikan dan meningkatkan kualitas diri. Pasalnya, di kota ini belum ada kampus yang menjanjikan pendidikan terbaik bagi para anak mudanya. Hanya ada satu kampus yaitu STAIN Madina.

Mandailing Natal banyak melahirkan putra putri daerah yang mempunyai segudang prestasi tapi minum apresiasi.

Mengapresiasi dan memfasilitasi adalah hal yang sangat penting bagi masing-masing pelajar ditengah hidup dengan ekonomi pas-pasan. Sebagian besar pemuda Madina memiliki keinginan yang sama untuk mengharumkan nama, budaya, kekayaan alam, pendidikan dan kesehatan di Madina. Namun, mereka selalu berpikir puluhan kali ketika sudah sukses dan menyelesaikan studi apakah harus pulang ke kampung halaman? Maka saat ini adalah momen yang tepat untuk melihat kembali peran anak muda dalam percaturan kehidupan sosial-politik, kesehatan dan pendidikan di Mandailing Natal (Madina). Mengapa?

Pertama, perlunya mengapresiasi anak muda yang merantau dengan berbagai hal yang membuatnya merasa dihargai dan dibutuhkan perannya untuk kemajuan Madina. Kita bisa membuat sebuah acara yang mengumpulkan dan membuat forum diskusi seluruh anak muda  yang sedang kuliah di berbagai PTN yang tersebar di Indonesia. Membuat data semua prestasi dan mengumumkannya dengan bangga bahwa apapun yang mereka perjuangkan tidak ada yang sia-sia. Madina membutuhkan anak muda. Hanya ajang apresiasi, yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh pemerintah atau para anggota DPD KNPI Madina. Dan lebih baik jika ditambahkan dengan adanya beasiswa.

Kedua, perlunya membuat platform digital yang resmi dan di-update secara berkala untuk transparansi pemerintah dan info-info Madina. Dan yang melek teknologi hanyalah anak muda. Yang bisa mengetahui pemblokiran, mencegah tersebar hoax di medsos dan yang hadir di tengah-tengah masyarakat adalah anak muda. Bahkan, masih banyak masyarakat desa dan para orang tua yang tidak memiliki hp dan tidak tahu menahu tentang apa-apa. Apalagi di masa pandemi virus corona ini, diharapkan yang bisa menyebarkan informasi adalah anak muda karena lebih paham orang-orang terdekatnya masing-masing. Dibandingkan berkoar-koar di sepanjang jalan tidak ada yang peduli. Pemerintah saat ini, hanya asal jadi, asal ada saja kegiatannya, masuk berita dan koran, tanggung jawab lepas. Seharusnya, berbaur dengan masyarakat, lihat apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Bukan hanya sehabis pemilu yang terdengar kasus korupsi.

Ketiga, berdayakan mahasiswa dan para anak muda dengan sebaik-baiknya. Anak muda ada dalam segala disiplin ilmu. Dari segi kesehatan, kita bisa membuat pengabdian masyarakat seperti sosialisasi kesehatan, cek tensi gratis dan lain-lain. Kerahkan anak muda untuk turun tangan dan percayakan kepada mereka. Dari segi pendidikan, selama pandemi tidak bersekolah bisa membuat komunitas naposo nauli bulung untuk mengajar anak-anak di daerah sekitar.

Banyak hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk perubahan Madina yang lebih baik. Jika bapak dan ibu yang sedang duduk di kursi pemerintahan hanya meneruskan jobdesk  dari kepengurusan sebelumnya tanpa ada memberikan perubahan, lebih baik anggarkan pendapatan negara untuk acara-acara kecil yang merakyat dan melibatkan warga secara utuh. Itu lebih memberikan dampak jika dilakukan terus menerus dengan evaluasi-evaluasi yang dimusyawarahkan.

Pendeknya, bahwa Madina sebagai daerah yang plural adalah keniscayaan. Oleh karena itu, mengelola pluralitas masyarakat dengan melibatkan anak muda adalah jalan terbaik untuk Madina yang lebih madani. Budaya tidak membentuk manusia. Manusialah yang membentuk budaya. Mari kita bentuk budaya baru. Walaupun tidak sempurna, Madina layak diperjuangkan.***

Nanda Sri Wahyuni Pulungan adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran USU.

Tetapi dia juga menulis karya sastra, terutama pusi. 

Beliau sudah menerbikan dua buku kumpulan puisi : “Hujan di Semenanjung Gersang” (2018) dan  “Usah Kau Kenang Lagi” (2019).

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MENJAGA KEMURNIAN AKIDAH ISLAM

    MENJAGA KEMURNIAN AKIDAH ISLAM

    • calendar_month Jumat, 19 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Akhir Februari lalu, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom menyurati Kemenag untuk merevisi materi buku pelajaran Agama Islam terbitan Kemendikbud. Materi yang dimaksud oleh PGI terdapat pada buku pelajaran Agama Islam Kelas VII SMP dan Kelas XI SMA. Materi tersebut menyinggung pandangan terhadap Injil dan Taurat. Permintaan PGI pada Kemenag […]

  • Pegawai Honorer Jadi Kades. Ini Kata PMD Madina

    Pegawai Honorer Jadi Kades. Ini Kata PMD Madina

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Terkait Kepala Desa Batang Gadis yang masih ber status honorer di Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas PMD Madina Anjur Brutu mengatakan. Tidak ada aturan yang melanggar hal tersebut selagi Kades itu diberhentikan dari statusnya tenaga honorer apabila ia menang dalam pemilihan […]

  • Usulan Bronjong di Sungai Batang Natal, Pemkab Harus Selektif

    Usulan Bronjong di Sungai Batang Natal, Pemkab Harus Selektif

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina harus selektif meneliti setiap proposal usulan pembangunan bronjong di pinggiran Sungai Batang Natal. Tidak semua abrasi sungai Batang Natal diakibatkan bencana alam secara murni. Bisa jadi banyak titik pinggiran Sungai Batang Natal dan anak sungai lainnya rusak akibat aktifitas pertambangan liar menggunakan alat berat. Oleh karenanya sangat naif apabila […]

  • KPK Temukan 17 Titik Rawan Korupsi Pengelolaan Hutan

    KPK Temukan 17 Titik Rawan Korupsi Pengelolaan Hutan

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menurut Wakil Ketua Bidang Pencegahan KPK M Jasin, kerentanan terjadinya tindak pidana korupsi itu akibat dari ketidakpastian hak, ruang investasi, lemahnya regulasi, dan tidak adanya pengelola kawasan hutan di lapangan. “Hasil kajian menemukan 17 kelemahan sistemik dalam aspek regulasi (sembilan temuan), aspek kelembagaan (tiga emuan), aspek tata laksana (empat temuan), aspek manajemen SDM […]

  • Tahun Ini, Honor Kepala Desa Naik

    Tahun Ini, Honor Kepala Desa Naik

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TAPSEL – Untuk memaksimalkan kinerja dalam pelayanan masyarakat, Pemkab Tapsel akan menaikkan honor kepala desa pada tahun 2014 ini. Namun besarannya masih dalam tahap perhitungan Pemkab Tapsel. Tahun 2013, honor kepala desa Rp1 juta per bulan. Hal ini ditegaskan Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu pada peresmian 14 kantor lurah di Tapsel yang secara simbolik […]

  • Banjir di Madina Rendam Puluhan Rumah. Ini Penjelasan Kaban BPBD

    Banjir di Madina Rendam Puluhan Rumah. Ini Penjelasan Kaban BPBD

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lantaran sering di diguyur hujan beberapa Desa di Dua Kecamatan yang ada di Kabupaten Mandailing Natal terdampak banjir. Berdasarkan Laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal ada sekitar 70 KK (Kepala Kelurga) yang terdampak. Kata Kepala Badan BPBD Madina Muksin Nasution. Berdasarkan laporan tim hingga minggu pagi […]

expand_less