Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Potensi Pemuda Rantau yang Diabaikan Pemda Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 18 Okt 2020
  • print Cetak

Oleh : Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Anak muda adalah aset negara. Kita percaya bahwa anak muda masih mempunyai banyak energi, ide-ide segar dan mau belajar. Mereka berani mengambil resiko dan tidak ragu mencoba hal-hal baru.

Sudah saatnya, Mandailing Natal membuka mata, pikiran dan hati seluas-luasnya bahwa selamanya bumi Gordang Sambilan tidak akan pernah berkembang jika masih terus menerus menutup diri. Menutup diri dari teknologi yang semakin canggih, pusat perbelanjaan yang ramah lingkungan, kesehatan yang diprioritaskan dan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pemuda Madina, notabenenya didominasi oleh para kaum perantau. Merantau ke luar kota untuk mendapat pendidikan dan meningkatkan kualitas diri. Pasalnya, di kota ini belum ada kampus yang menjanjikan pendidikan terbaik bagi para anak mudanya. Hanya ada satu kampus yaitu STAIN Madina.

Mandailing Natal banyak melahirkan putra putri daerah yang mempunyai segudang prestasi tapi minum apresiasi.

Mengapresiasi dan memfasilitasi adalah hal yang sangat penting bagi masing-masing pelajar ditengah hidup dengan ekonomi pas-pasan. Sebagian besar pemuda Madina memiliki keinginan yang sama untuk mengharumkan nama, budaya, kekayaan alam, pendidikan dan kesehatan di Madina. Namun, mereka selalu berpikir puluhan kali ketika sudah sukses dan menyelesaikan studi apakah harus pulang ke kampung halaman? Maka saat ini adalah momen yang tepat untuk melihat kembali peran anak muda dalam percaturan kehidupan sosial-politik, kesehatan dan pendidikan di Mandailing Natal (Madina). Mengapa?

Pertama, perlunya mengapresiasi anak muda yang merantau dengan berbagai hal yang membuatnya merasa dihargai dan dibutuhkan perannya untuk kemajuan Madina. Kita bisa membuat sebuah acara yang mengumpulkan dan membuat forum diskusi seluruh anak muda  yang sedang kuliah di berbagai PTN yang tersebar di Indonesia. Membuat data semua prestasi dan mengumumkannya dengan bangga bahwa apapun yang mereka perjuangkan tidak ada yang sia-sia. Madina membutuhkan anak muda. Hanya ajang apresiasi, yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh pemerintah atau para anggota DPD KNPI Madina. Dan lebih baik jika ditambahkan dengan adanya beasiswa.

Kedua, perlunya membuat platform digital yang resmi dan di-update secara berkala untuk transparansi pemerintah dan info-info Madina. Dan yang melek teknologi hanyalah anak muda. Yang bisa mengetahui pemblokiran, mencegah tersebar hoax di medsos dan yang hadir di tengah-tengah masyarakat adalah anak muda. Bahkan, masih banyak masyarakat desa dan para orang tua yang tidak memiliki hp dan tidak tahu menahu tentang apa-apa. Apalagi di masa pandemi virus corona ini, diharapkan yang bisa menyebarkan informasi adalah anak muda karena lebih paham orang-orang terdekatnya masing-masing. Dibandingkan berkoar-koar di sepanjang jalan tidak ada yang peduli. Pemerintah saat ini, hanya asal jadi, asal ada saja kegiatannya, masuk berita dan koran, tanggung jawab lepas. Seharusnya, berbaur dengan masyarakat, lihat apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Bukan hanya sehabis pemilu yang terdengar kasus korupsi.

Ketiga, berdayakan mahasiswa dan para anak muda dengan sebaik-baiknya. Anak muda ada dalam segala disiplin ilmu. Dari segi kesehatan, kita bisa membuat pengabdian masyarakat seperti sosialisasi kesehatan, cek tensi gratis dan lain-lain. Kerahkan anak muda untuk turun tangan dan percayakan kepada mereka. Dari segi pendidikan, selama pandemi tidak bersekolah bisa membuat komunitas naposo nauli bulung untuk mengajar anak-anak di daerah sekitar.

Banyak hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk perubahan Madina yang lebih baik. Jika bapak dan ibu yang sedang duduk di kursi pemerintahan hanya meneruskan jobdesk  dari kepengurusan sebelumnya tanpa ada memberikan perubahan, lebih baik anggarkan pendapatan negara untuk acara-acara kecil yang merakyat dan melibatkan warga secara utuh. Itu lebih memberikan dampak jika dilakukan terus menerus dengan evaluasi-evaluasi yang dimusyawarahkan.

Pendeknya, bahwa Madina sebagai daerah yang plural adalah keniscayaan. Oleh karena itu, mengelola pluralitas masyarakat dengan melibatkan anak muda adalah jalan terbaik untuk Madina yang lebih madani. Budaya tidak membentuk manusia. Manusialah yang membentuk budaya. Mari kita bentuk budaya baru. Walaupun tidak sempurna, Madina layak diperjuangkan.***

Nanda Sri Wahyuni Pulungan adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran USU.

Tetapi dia juga menulis karya sastra, terutama pusi. 

Beliau sudah menerbikan dua buku kumpulan puisi : “Hujan di Semenanjung Gersang” (2018) dan  “Usah Kau Kenang Lagi” (2019).

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMGP Mau Buka Sumur Lagi, Sibanggor Minta Tunda

    SMGP Mau Buka Sumur Lagi, Sibanggor Minta Tunda

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIBANGGOR (Mandailing Online) – PT SMGP hendak membuka sumur lagi. Rencananya hari ini. Tetapi warga Desa Sibanggor Julu justru minta tunda. Warga masih trauma pada peristiwa demi peristiwa keracunan yang menimpa warga dalam beberapa tahun terakhir. Keracunan sangat fatal. Bukan saja pingsan, banyak warga yang tewas kala sumur panas bumi dibuka. Konflik kepentingan yang saling […]

  • Polres Madina Terbitkan SP2HP, Saipullah Nasution Bakal Diperiksa

    Polres Madina Terbitkan SP2HP, Saipullah Nasution Bakal Diperiksa

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ||Mandailing Online – Kasus dugaan pemerasan dan pencemaran nama baik yang dilaporkan Ketua Tim Gordang Sambilan Center (TGSC) Miswaruddin Daulay mulai bergerak. Polres Madina resmi menerbitkan SP2HP dan telah memeriksa dua saksi. Surat bernomor B/215/IV/RES.1.24./2026/Reskrim tertanggal 9 April 2026 itu diterima langsung Miswaruddin. Isinya, penyidik Satreskrim sudah memeriksa Khairul Fahmi Lubis, S.T. bin H. […]

  • KontraS Sumut: Pemidanaan Dua Youtuber di Medan Membunuh Demokrasi

    KontraS Sumut: Pemidanaan Dua Youtuber di Medan Membunuh Demokrasi

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – KontraS Sumatera Utara menyatakan pemidanaan dua youtuber di Medan merupakan pembuhuhan terhadap demokrasi dan kontrol sosial publik. Dimikian rilis pers Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumut yang diterima redaksi Mandailing Online, Senin (5/4/2021). KontraS Sumut mengungkap, sidang perkara pidana Reg. No. 3564/Pid.Sus/2020/PN Mdn dengan Terdakwa dua Youtuber […]

  • DPRD Tapsel Bisa Dipidana

    DPRD Tapsel Bisa Dipidana

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Sikap sejumlah anggota DPRD Tapanuli Selatan Periode 2004-2009 yang hingga kini masih membandel dan belum melakukan pengembalian atas tunjangan komunikasi intensif (TKI) dan dana operasional (DO) pimpinan dinilai merupakan perwujudan tindakan melawan hukum. “Pemberian TKI dan DO itu diatur dalam Peraturan Pemerintah 37 Tahun 2006 yang telah direvisi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun […]

  • CV Parak Tala Bantah Penyebab Abrasi Lahan Kebun Sawit Warga Kampung Sawah Natal

    CV Parak Tala Bantah Penyebab Abrasi Lahan Kebun Sawit Warga Kampung Sawah Natal

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL ( Mandailing Online )- Direktur CV Parak Tala Asruddin membantah aktifitas Kapal Keruk miliknya sebagai penyebab abrasinya sejumlah lahan perkebuna sawit warga Desa Kampung Sawah, Kecamatan Natal, Mandailing Natal. Senin 4/9/2023. Lewat sambungan tlephon, ia mengaku aktifitas Kapal Keruk milik perusahaan nya hanya beraktifitas selama dua hari di sungai batang natal di Desa Kampung […]

  • Ini Penjelasan Terkait Kenaikan Anggaran 226,7 % di BKSDM Madina

    Ini Penjelasan Terkait Kenaikan Anggaran 226,7 % di BKSDM Madina

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ||Mandailing Online-  Badan Kepegawaian dan Sumberdaya Manusia (BKSDM) Pemkab Mandailing Natal (Madina) menganggarkan Rp.2.024.018.000 untuk sertifikasi kelembagaan pembangunan kompetensi manajerial dan fungsional tahun 2026, naik drastis 226,7% dari tahun 2025. Mainul Lubis, Kepala BKSDM, melalui Fauzi Ahmad, Plt Kabid Mutasi BKSDM Madina, menjelaskan bahwa kenaikan anggaran ini disebabkan oleh biaya pelatihan dasar CPNS bagi […]

expand_less