Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Mandailing, Mahasiswa dan Literasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2020
  • print Cetak

Oleh : Muhammad Anwar Lubis

Sejak 2017 silam, ketika saya masih semester tujuh di UIN Jakarta, saya aktif sebagai ketua seksi sosial-keagamaan dalam sebuah perhimpunan mahasiswa Mandailing Natal Jakarta, himpunan itu bernama HM Madina (Himpunan Mahasiswa Mandailing Natal). Saya terlibat banyak obrolan dengan teman-teman HM Madina, terutama soal kemandailingan: sosial, politik, ekonomi, budaya, dan agama.

Beberapa kali dalam setiap kesempatan pertemuan di ruang-ruang diskusi, saya “memuncratkan” kegelisahan dan renungan-renungan yang terbenam dalam pikiran saya selama ini. Di antara renungan yang sering sekali saya “muncratkan” dalam forum adalah pentingnya dan mendesaknya melakukan revivalisasi (menghidupkan) kultur literasi di internal HM Madina Jakarta, khusunya, mahasiswa Madina di seluruh nusantara pada umumnya.

Tak hanya di Jakarta, dalam beberapa kesempatan ketika saya “ngopi” dengan kawan-kawan aktivis mahasiswa STAIM (sekarang STAIN) yang aktif di beberapa organisasi, seperti IM3, Parmusi, Semmi, PMII, dan HMI di Mandailing Natal, satu-satunya yang sering sekali saya tanyakan: bagaimana tingkat literasi para aktivis mahasiswa di Mandailing? Jawaban mereka sering membuat saya sedih. Kebanyakan dari mereka tak kenal buku-buku dan pemikiran tokoh yang menjadi penggagas, perancang, dan ideolog dalam organisasi mereka.

Kenapa harus dengan literasi? Saya ingin memaknai literasi dengan pemaknaan yang integral-radikal. Literasi, saya kira bukan hanya membaca teks dalam sebuah buku, majalah, koran, dlsb. Tapi, literasi juga adalah kegiatan berefleksi, merenung, mengkaji, dan berpikir. Kegiatan membaca pada akhirnya akan mengajak dan membawa pembaca pada kegiatan-kegiatan lanjutan berikutnya, seperti berpikir, berefleksi, dan bahkan “ber-ijtihad”. Inilah “final destination” dari kegiatan membaca: berpikir dan ber-ijtihad tentang problem konteks yang mengitari pembaca, untuk menciptakan perubahan sosial-kebudayaan yang lebih baik.

Seorang aktivis mahasiswa atau intelektual-akademisi yang sadar adalah yang senantiasa memiliki rasa kegelisahan terhadap konteks sosial-politik-budaya-ekonomi, dlsb yang mengitarinya, tempat di mana ia hidup. Dengan demikian, jika budaya “sadar” dan literasi berjalan, maka akan tercipta kultur budaya yang hidup, bukan statis dan mati. Jika kemudian seorang sarjana/mahasiswa tak memiliki rasa “kuriositas” (rasa ingin tahu terhadap apa saja) yang tinggi, maka wacana dalam hal yang disebutkan di atas akan stagnan, vakum, dan mati.

Nah, kejadian yang sedang menghinggapi para aktivis mahasiswa atau intelektual-milenial Mandailing, baik di kota maupun di daerah adalah penyakit semacam “impotensi” dalam literasi, gagasan, pemikiran, kebudayaan, dlsb. Fungsi vitalnya sebagai “agen perubahan” kini telah berbalik, alih-alih sebagai pembaharu-pengubah, justru menjadi perusak, turut memperkeruh keadaan. Ada banyak kalangan aktivis mahasiswa yang kehilangan identitas dirinya sebagai putra-putri Mandailing. Tak lagi mengenal, bahkan “enggan” untuk mengenal dan mempelajari budaya dan falsafah Mandailing. Yang lebih menyedihkan justeru adat-budaya Mandailing disebut sebagai: kampungan, norak. Jika demikian, banyak di antara kita yang sudah melenceng jauh dari semboyan mandailing yang sangat indah: “Negeri Beradat Taat Beribadat.”

Pada akhirnya, saya sebagai manusia Mandailing yang mencoba dan berusaha untuk sadar, mengajak siapa saja para mahasiswa yang memiliki kesamaan semangat, minat, dan pemikiran dengan saya untuk menghidupkan budaya literasi di internal mahasiswa atau pemuda Mandailing, demi tercapainya cita-cita transformasi sosial-budaya Mandailing yang lebih mencerahkan, beradab, beradat, dan sekaligus religius, seperti pesan semboyan kita.

Wa Allahu A’lam bi al-Shawab.***

Muhammad Anwar Lubis adalah mahasiswa Studi Islam UIN Jakarta. Tertarik pada kajian isu-isu Sejarah dan Pemikiran Islam.

Beliau juga peraih beasiswa Chin-Kung, Taiwan.

Aktif di Forum Penulis Madina;
Islam Nusantara Center Jakarta;
Forum Mahasiswa Ciputat.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abyadi Siregar : PPPK Madina Yang Merasa Dirugikan Lapor Ke Ombudsman RI

    Abyadi Siregar : PPPK Madina Yang Merasa Dirugikan Lapor Ke Ombudsman RI

    • calendar_month Selasa, 26 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Medan- ( Mandailing Online ): Pemkab Mandailing Natal (Madina) diminta memberi penjelasan berbasis regulatif terkait dugaan kecurangan dalam proses seleksi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diprotes ratusan peserta. Permintaan itu disampaikan Abyadi Siregar, Direktur MATA Pelayanan Publik–sebuah NGO konsultan dan pengawas pelayanan publik–menanggapi wartawan, Selasa (26/12/2023). “Pemkab Madina harus bisa menjelaskan secara […]

  • Mundur CPNS, Pemprovsu Tetapkan Denda Rp 15 Juta

    Mundur CPNS, Pemprovsu Tetapkan Denda Rp 15 Juta

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MEDAN, – Bagi calon peserta ujian CPNS di lingkungan Pemprov Sumut, harus benar-benar siap menjadi PNS. Sebab jika lulus ujian namun mengundurkan diri akan didenda Rp 15 juta. Kemudian haknya mengikuti pengadaan CPNS di tahun-tahun selanjutnya gugur. “Peserta harus menandatangani surat pernyataan bersedia mengganti biaya yang telah dikeluarkan panitia Rp 15 juta di atas kertas […]

  • Pemkab Madina Anggarkan Pelatihan Masuk Akpol dan Sekolah Ikatan Dinas di APBD 2023

    Pemkab Madina Anggarkan Pelatihan Masuk Akpol dan Sekolah Ikatan Dinas di APBD 2023

    • calendar_month Jumat, 13 Jan 2023
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Jafar Sukhairi Nasution mengatakan pemerintah daerah telah menganggarkan pembinaan generasi muda yang akan melanjutkan pendidikan di Akpol, Akmil, dan sekolah ikatan dinas lainnya. Hal itu disampaikan Sukhairi saat melantik anggota Polisi Khusus Patroli Keamanan Sekolah (Polsus PKS) dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Madrasah Aliyah […]

  • Progres Pembangunan Pasar Baru Panyabungan 65 Persen

    Progres Pembangunan Pasar Baru Panyabungan 65 Persen

    • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Progres pembangunan Pasar Baru Panyabungan hingga kini sudah mencapai 65 persen. Target penyelesaian insyaallah tidak meleset. Sehingga derita pedagang bisa segera berakhir. Itu diketahui ketika Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution melakukan peninjauan proyek pembangunan Pasar Baru itu, Rabu (28/7/2021). Atika meninjau lokasi itu untuk memperoleh kondisi lapangan […]

  • Sukhairi Buka Kejuaraan Bola Voli Pra Porprovsu

    Sukhairi Buka Kejuaraan Bola Voli Pra Porprovsu

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution membuka Kejuaraan Bola Voli Pra Porprovsu seleksi 16 besar wilayah IV di Gedung Serbaguna, Desa Parbangunan, Panyabungan, Kamis (14/7). Pembukaan ini turut dihadiri Kapolres Madina, Wakapolres Madina, Ketua KONI Madina, dan Ketua BPVSI Madina. Dalam sambutannya, Bupati Madinah HM Jafar Suhairi Nasution mengucapkan […]

  • Madina WDP Sejak 2014

    Madina WDP Sejak 2014

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Enam tahun sudah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menetapkan Pemkab Madina dalam kategori WDP (Wajar Dengan Pengecualian). Itu terungkap dalam laporan pertanggungjawaban (LPj) bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di DPRD Madina, Senin (24/8/2020). Dalam nota pengantar LPj tahun anggaran 2019 yang dibacakan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution di sidang paripurna DPRD itu […]

expand_less