Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Mandailing, Mahasiswa dan Literasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2020
  • print Cetak

Oleh : Muhammad Anwar Lubis

Sejak 2017 silam, ketika saya masih semester tujuh di UIN Jakarta, saya aktif sebagai ketua seksi sosial-keagamaan dalam sebuah perhimpunan mahasiswa Mandailing Natal Jakarta, himpunan itu bernama HM Madina (Himpunan Mahasiswa Mandailing Natal). Saya terlibat banyak obrolan dengan teman-teman HM Madina, terutama soal kemandailingan: sosial, politik, ekonomi, budaya, dan agama.

Beberapa kali dalam setiap kesempatan pertemuan di ruang-ruang diskusi, saya “memuncratkan” kegelisahan dan renungan-renungan yang terbenam dalam pikiran saya selama ini. Di antara renungan yang sering sekali saya “muncratkan” dalam forum adalah pentingnya dan mendesaknya melakukan revivalisasi (menghidupkan) kultur literasi di internal HM Madina Jakarta, khusunya, mahasiswa Madina di seluruh nusantara pada umumnya.

Tak hanya di Jakarta, dalam beberapa kesempatan ketika saya “ngopi” dengan kawan-kawan aktivis mahasiswa STAIM (sekarang STAIN) yang aktif di beberapa organisasi, seperti IM3, Parmusi, Semmi, PMII, dan HMI di Mandailing Natal, satu-satunya yang sering sekali saya tanyakan: bagaimana tingkat literasi para aktivis mahasiswa di Mandailing? Jawaban mereka sering membuat saya sedih. Kebanyakan dari mereka tak kenal buku-buku dan pemikiran tokoh yang menjadi penggagas, perancang, dan ideolog dalam organisasi mereka.

Kenapa harus dengan literasi? Saya ingin memaknai literasi dengan pemaknaan yang integral-radikal. Literasi, saya kira bukan hanya membaca teks dalam sebuah buku, majalah, koran, dlsb. Tapi, literasi juga adalah kegiatan berefleksi, merenung, mengkaji, dan berpikir. Kegiatan membaca pada akhirnya akan mengajak dan membawa pembaca pada kegiatan-kegiatan lanjutan berikutnya, seperti berpikir, berefleksi, dan bahkan “ber-ijtihad”. Inilah “final destination” dari kegiatan membaca: berpikir dan ber-ijtihad tentang problem konteks yang mengitari pembaca, untuk menciptakan perubahan sosial-kebudayaan yang lebih baik.

Seorang aktivis mahasiswa atau intelektual-akademisi yang sadar adalah yang senantiasa memiliki rasa kegelisahan terhadap konteks sosial-politik-budaya-ekonomi, dlsb yang mengitarinya, tempat di mana ia hidup. Dengan demikian, jika budaya “sadar” dan literasi berjalan, maka akan tercipta kultur budaya yang hidup, bukan statis dan mati. Jika kemudian seorang sarjana/mahasiswa tak memiliki rasa “kuriositas” (rasa ingin tahu terhadap apa saja) yang tinggi, maka wacana dalam hal yang disebutkan di atas akan stagnan, vakum, dan mati.

Nah, kejadian yang sedang menghinggapi para aktivis mahasiswa atau intelektual-milenial Mandailing, baik di kota maupun di daerah adalah penyakit semacam “impotensi” dalam literasi, gagasan, pemikiran, kebudayaan, dlsb. Fungsi vitalnya sebagai “agen perubahan” kini telah berbalik, alih-alih sebagai pembaharu-pengubah, justru menjadi perusak, turut memperkeruh keadaan. Ada banyak kalangan aktivis mahasiswa yang kehilangan identitas dirinya sebagai putra-putri Mandailing. Tak lagi mengenal, bahkan “enggan” untuk mengenal dan mempelajari budaya dan falsafah Mandailing. Yang lebih menyedihkan justeru adat-budaya Mandailing disebut sebagai: kampungan, norak. Jika demikian, banyak di antara kita yang sudah melenceng jauh dari semboyan mandailing yang sangat indah: “Negeri Beradat Taat Beribadat.”

Pada akhirnya, saya sebagai manusia Mandailing yang mencoba dan berusaha untuk sadar, mengajak siapa saja para mahasiswa yang memiliki kesamaan semangat, minat, dan pemikiran dengan saya untuk menghidupkan budaya literasi di internal mahasiswa atau pemuda Mandailing, demi tercapainya cita-cita transformasi sosial-budaya Mandailing yang lebih mencerahkan, beradab, beradat, dan sekaligus religius, seperti pesan semboyan kita.

Wa Allahu A’lam bi al-Shawab.***

Muhammad Anwar Lubis adalah mahasiswa Studi Islam UIN Jakarta. Tertarik pada kajian isu-isu Sejarah dan Pemikiran Islam.

Beliau juga peraih beasiswa Chin-Kung, Taiwan.

Aktif di Forum Penulis Madina;
Islam Nusantara Center Jakarta;
Forum Mahasiswa Ciputat.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Rantopuran Madina Rawan Kecelakaan

    Jembatan Rantopuran Madina Rawan Kecelakaan

    • calendar_month Selasa, 28 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Minggu Kemarin Satu Keluarga Terjatuh PANYABUNGAN (MO) – Sejak jembatan bantu beroperasi di sisi timur jembatan Rantopuran yang ambruk dioperasikan, kecelakaan acap terjadi, terutama bagi pengendera sepeda motor. Berdasar data dan informasi yang berhasil dihimpun dari warga setempat, jembatan yang dipergunakan pertengahan bulan Maret itu sudah menelan beberapa korban, terutama yang jatuh akibat kurang hati-hati […]

  • Merusak Konstruksi Tanah, Tinjau Ulang Izin PT BME di Siabu

    Merusak Konstruksi Tanah, Tinjau Ulang Izin PT BME di Siabu

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN, Secara empiris semua perusahaan tambang pasti akan merusak lingkungan, terutama tambang emas, batubara dan timah, karena bahan tambangnya ada di perut bumi yang harus dibor atau digali baik secara manual maupun secara modern. “ kibatnya kontruksi tanah pegunungan dan lingkungan hidup lainnya akan rusak baik hutan, batuan dan sumber daya alam hayati, flora dan […]

  • 16 Nopember Diumumkan ke Publik

    16 Nopember Diumumkan ke Publik

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kuota formasi penerimaan CPNS untuk Kota Padangsidimpuan (Psp) tahun 2010 yang diterima dari Pemprov Sumut dalam rapat penerimaan CPNS di Medan, Jumat (12/11), tetap sebanyak 210 orang. Selanjutnya hasil rapat tersebut akan diumumkan kepada masyarakat Psp tanggal 16 November mendatang. “Rencananya sepulang kita dari Medan, apa hasil rapat di Medan ini akan kita umumkan tanggal […]

  • Indonesia for Sale, Dampak Kebijakan Ala Penguasa Kapitalis

    Indonesia for Sale, Dampak Kebijakan Ala Penguasa Kapitalis

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk menawarkan harga lahan lebih murah bagi perusahaan asing yang ingin berinvestasi di Indonesia. Jokowi ingin harga lahan bisa lebih murah dari negara-negara lain agar Indonesia tak kalah saing. Jokowi menjelaskan jika negara lain memberikan harga tanah 500.000, maka pemerintah Indonesia harus bisa dibawahnya. Jokowi […]

  • Sadrak Pasaribu : DPC PA GMNI Tabagsel Segera Dibentuk

    Sadrak Pasaribu : DPC PA GMNI Tabagsel Segera Dibentuk

    • calendar_month Rabu, 23 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (mandailing Online) – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) akan segera dibentuk di kawasan Tabagel. Hal itu diungkapkan Sadrak Pasaribu kepada wartawan di Panyabungan, Rabu (23/11) terkait rencana pembentukan DPC AP GMNI tersebut. Dikatakannya, rencana pembentukan itu setelah adanya instruksi dari Ketua DPD PA GMNI Sumut, Ir. Lancar Siahaan […]

  • Sampah Menumpuk di Depan SDN 0102 Sibuhuan

    Sampah Menumpuk di Depan SDN 0102 Sibuhuan

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALAS – Sejak seminggu terakhir, sampah dibiarkan menumpuk di depan SDN 0102 Sibuhuan. Dilokasi ini juga tidak disediakan tong sampah sehingga sampah berserakan dan terlihat jorok. Ahmad Zuhri salah satu warga kepada wartawan kemarin mengatakan, melihat kondisi sampah sejak lama didiamkan di depan SD tersebut. Dan tidak jarang pula sampah dibakar. Kemudian sampah ini juga […]

expand_less