Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Mandailing, Mahasiswa dan Literasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2020
  • print Cetak

Oleh : Muhammad Anwar Lubis

Sejak 2017 silam, ketika saya masih semester tujuh di UIN Jakarta, saya aktif sebagai ketua seksi sosial-keagamaan dalam sebuah perhimpunan mahasiswa Mandailing Natal Jakarta, himpunan itu bernama HM Madina (Himpunan Mahasiswa Mandailing Natal). Saya terlibat banyak obrolan dengan teman-teman HM Madina, terutama soal kemandailingan: sosial, politik, ekonomi, budaya, dan agama.

Beberapa kali dalam setiap kesempatan pertemuan di ruang-ruang diskusi, saya “memuncratkan” kegelisahan dan renungan-renungan yang terbenam dalam pikiran saya selama ini. Di antara renungan yang sering sekali saya “muncratkan” dalam forum adalah pentingnya dan mendesaknya melakukan revivalisasi (menghidupkan) kultur literasi di internal HM Madina Jakarta, khusunya, mahasiswa Madina di seluruh nusantara pada umumnya.

Tak hanya di Jakarta, dalam beberapa kesempatan ketika saya “ngopi” dengan kawan-kawan aktivis mahasiswa STAIM (sekarang STAIN) yang aktif di beberapa organisasi, seperti IM3, Parmusi, Semmi, PMII, dan HMI di Mandailing Natal, satu-satunya yang sering sekali saya tanyakan: bagaimana tingkat literasi para aktivis mahasiswa di Mandailing? Jawaban mereka sering membuat saya sedih. Kebanyakan dari mereka tak kenal buku-buku dan pemikiran tokoh yang menjadi penggagas, perancang, dan ideolog dalam organisasi mereka.

Kenapa harus dengan literasi? Saya ingin memaknai literasi dengan pemaknaan yang integral-radikal. Literasi, saya kira bukan hanya membaca teks dalam sebuah buku, majalah, koran, dlsb. Tapi, literasi juga adalah kegiatan berefleksi, merenung, mengkaji, dan berpikir. Kegiatan membaca pada akhirnya akan mengajak dan membawa pembaca pada kegiatan-kegiatan lanjutan berikutnya, seperti berpikir, berefleksi, dan bahkan “ber-ijtihad”. Inilah “final destination” dari kegiatan membaca: berpikir dan ber-ijtihad tentang problem konteks yang mengitari pembaca, untuk menciptakan perubahan sosial-kebudayaan yang lebih baik.

Seorang aktivis mahasiswa atau intelektual-akademisi yang sadar adalah yang senantiasa memiliki rasa kegelisahan terhadap konteks sosial-politik-budaya-ekonomi, dlsb yang mengitarinya, tempat di mana ia hidup. Dengan demikian, jika budaya “sadar” dan literasi berjalan, maka akan tercipta kultur budaya yang hidup, bukan statis dan mati. Jika kemudian seorang sarjana/mahasiswa tak memiliki rasa “kuriositas” (rasa ingin tahu terhadap apa saja) yang tinggi, maka wacana dalam hal yang disebutkan di atas akan stagnan, vakum, dan mati.

Nah, kejadian yang sedang menghinggapi para aktivis mahasiswa atau intelektual-milenial Mandailing, baik di kota maupun di daerah adalah penyakit semacam “impotensi” dalam literasi, gagasan, pemikiran, kebudayaan, dlsb. Fungsi vitalnya sebagai “agen perubahan” kini telah berbalik, alih-alih sebagai pembaharu-pengubah, justru menjadi perusak, turut memperkeruh keadaan. Ada banyak kalangan aktivis mahasiswa yang kehilangan identitas dirinya sebagai putra-putri Mandailing. Tak lagi mengenal, bahkan “enggan” untuk mengenal dan mempelajari budaya dan falsafah Mandailing. Yang lebih menyedihkan justeru adat-budaya Mandailing disebut sebagai: kampungan, norak. Jika demikian, banyak di antara kita yang sudah melenceng jauh dari semboyan mandailing yang sangat indah: “Negeri Beradat Taat Beribadat.”

Pada akhirnya, saya sebagai manusia Mandailing yang mencoba dan berusaha untuk sadar, mengajak siapa saja para mahasiswa yang memiliki kesamaan semangat, minat, dan pemikiran dengan saya untuk menghidupkan budaya literasi di internal mahasiswa atau pemuda Mandailing, demi tercapainya cita-cita transformasi sosial-budaya Mandailing yang lebih mencerahkan, beradab, beradat, dan sekaligus religius, seperti pesan semboyan kita.

Wa Allahu A’lam bi al-Shawab.***

Muhammad Anwar Lubis adalah mahasiswa Studi Islam UIN Jakarta. Tertarik pada kajian isu-isu Sejarah dan Pemikiran Islam.

Beliau juga peraih beasiswa Chin-Kung, Taiwan.

Aktif di Forum Penulis Madina;
Islam Nusantara Center Jakarta;
Forum Mahasiswa Ciputat.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rektor UMTS Diperiksa Penyidik Tipiter

    Rektor UMTS Diperiksa Penyidik Tipiter

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Rektor UMTS Michwar Zaini diperiksa penyidik Subdit Tipiter Dit Reskrimsus Polda Sumut, Rabu (8/2/2012) sebagai saksi terlapor atas dugaan data tesis palsu. Pemeriksaan Michwar Zaini itu disampaikan Kasubdit Tipiter Direktorat Reskrimsus Polda Sumut AKBP Yusuf Rizal saat ditanya Tribun terkait perkembangan kasus yang semula dilaporkan LSM Partabagsel. “Itu kita masih periksa rektornya. Pak […]

  • Terus Melorot ke Peringkat 22, MTQ Sumut 2026 Pantulkan Bayangan Suram Tata Kelola dan Religiusitas Madina

    Terus Melorot ke Peringkat 22, MTQ Sumut 2026 Pantulkan Bayangan Suram Tata Kelola dan Religiusitas Madina

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Tim Mandailing Epicentrum*     “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim) Kalimat Nabi Muhammad SAW itu mengingatkan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan yang indah dilantunkan, melainkan pedoman hidup yang harus membentuk manusia, keluarga, masyarakat, hingga peradaban. Maka, ketika Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) digelar […]

  • Rahudman mau jadi Ketum PSMS

    Rahudman mau jadi Ketum PSMS

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Mundurnya Dzulmi Eldin sebagai Ketua Umum PSMS hari ini membuat wacana baru timbul, siapa yang akan memimpin Ayam Kinantan selanjutnya. Dan nama Rahudman Harahap pun digadang-gadang akan menggantikan Eldin. “Memang ada beberapa kandidat ketua yang mencalonkan,” kata Sekretaris Umum PSMS yang menjabat sebagai Plt Ketum PSMS, Idris, kepada Waspada Online, malam ini. Menurut […]

  • Rp1 M program fiktif Disdukcapil

    Rp1 M program fiktif Disdukcapil

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Madina, Aswan Hasibuan, diterpa isu tentang dugaan memiliki program fiktif terkait pemutakhiran data penduduk dengan sumber dana dekonsentrasi pusat 2010. Program bantuan pusat itu kabarnya berjalan tiap tahun. Isu yang beredar luas via pesan singkat (sms) di kalangan wartawan baru-baru ini menyebutkan, dana pemutakhiran data diduga fiktif […]

  • NasDem Komit Perjuangkan Saipullah-Atika

    NasDem Komit Perjuangkan Saipullah-Atika

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution kompak menghadiri syukuran ulang tahun ke-13 Partai Nasional Demokrat (NasDem), Senin (11/11/2024). Syukuran hari jadi Partai NasDem di Kabupaten Madina dilakukan di Sekretariat DPD Partai NasDem Madina, Jalan Willem Iskandar nomor 64, […]

  • Kuasa Hukum Ali Makmur Nasution Ajukan PK, Minta Eksekusi Ditunda

    Kuasa Hukum Ali Makmur Nasution Ajukan PK, Minta Eksekusi Ditunda

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kuasa hukum Ali Makmur Nasution, Elsa Syarif meminta Kejaksaan Negeri Panyabungan menunda eksekusi hukuman terhadap Ali Makmur Nasution yang divonsi 2 tahun penjara oleh Mahkamah Agung. Permintaan penundaan eksekusi tersebut dikirim melalui surat nomor 012/ESL/1/2014 tanggal 20 Januari 2014. Sementara itu, Kajari Panyabungan, Satimin, SH melalui Kasi Intel, Muhammad Yusuf, SH […]

expand_less