Jumat, 6 Mar 2026
light_mode

Puskesmas Rawat Inap, Atika Melawan Dahlan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 18 Nov 2020
  • print Cetak

 

Di debat itu Dahlan Hasan Nasution menyalahkan Atika Azmi Utammi soal puskesmas rawat inap.

Puskesmas rawat inap itu mencuat ketika Calon Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution,B.AppFin,M.Fin mengemukakan gagasan agar puskesmas difungsikan sebagai rawat inap agar rakyat di pelosok yang sakit tak susah ke rumah sakit, terutama puskesmas yang jauh dari rumah sakit.

Gagasan Atika itu mendapat resfon sanggah dari Calon Bupati Madina (petahana) Dahlan Hasan Nasution.

Dahlan menyatakan bahwa puskesmas tidak boleh dijadikan rawat inap, sesuai hasil kordinasi para bupati dengan Kementerian Ksehetan RI, beberapa waktu lalu. Dan Dahlan Hasan menyindir agar Atika membaca peraturan yang berlaku.

Lalu Atika membalas, fakta membuktikan bahwa ada rawat inap di Puskesmas Kotanopan.

Pasca debat Pilkada Madina tanggal 13 November itu, publik pun ramai berdebat di Facebook dan WhatsApp.

Pendukung kubu 02 (Dahlan-Aswin) memuji Dahlan Hasan yang mampu menyanggah gagasan Atika.

Pendukung kubu 01 (Sukhairi-Atika) pun tak tinggal diam, mereka membuka tabir-tabir bahwa banyak puskesmas yang berfungsi rawat inap di berbagai belahan Indonesia bahkan di Sumatera Utara, juga bahkan di Madina sendiri.

Benarkah puskesmas tak boleh difungsikan sebagai rawat inap bagi pasien?

Website Kementerian Kesehatan membantah pernyataan Dahlan Hasan itu.

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Repubik Indonesia 2019 justru membeberkan data-data banyak puskesmas di seluruh Indonesia yang berfungsi sebagai rawat inap, termasuk di Sumatera Utara, termasuk di Mandailing Natal (Madina).

Di dalam data PKM Sumut yang dirilis Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Repubik Indonesia 2019 itu melaporkan tabel terdapat 175 layanan rawat inap di puskesmas-puskesmas di Sumatera Utara. Data itu termasuk sebanyak 3 layanan rawat inap di Madina.

Data yang dikeluarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Repubik Indonesia 2019 itu menunjukkan adanya regulasi layanan rawat inap di puskesmas.

Data itu juga sekaligus membantah pernyataan Dahlan Hasan. Pun data itu membenarkan Atika Azmi Utammi Nasution.

Yang menjadi pertanyaan adalah : mengapa Dahlan Hasan yang berkuasa 7 tahun di Madina itu tidak mengetahui bahwa ada pusksesmas di Madina yang melayani rawat inap? Apakah Dahlan kecolongan di wilayah yang dikuasainya?

Jika memang ada relugasi yang melarang puskesmas melayani rawat inap, dimana regulasinya? Mengapa tak diperlihatkan Dahlan Hasan?

Dan sesungguhnya, gagasan Atika agar puskesmas di kawasan-kawasan jauh untuk difungsikan sebagai puskesmas rawat inap adalah gagasan yang sangat brilian dan patut dijempoli.

Mengapa Dahlan Hasan seolah menghalangi gagasan Atika itu? Tidakkah Dahlan Hasan memiliki hati untuk sekedar merasakan bagaimana sakitnya penduduk di desa-desa pelosok yang jauh dari rumah sakit?

Bayangkan jika saudara kita tinggal di Sibinail dalam keadaan sakit dan keluarganya harus bersusah payah membawanya ke rumah sakit di Panyabungan. Padahal di Muarasipongi ada pusksesmas.

Bayangkan jika saudara kita tinggal di Lubuk Kapundung, Muara Batang Gadis; atau di Bintungan Bejangkar. Para penduduk sakit harus dibawa ke RSU Natal yang sangat jauh.

Itu masih membawa orang sakit. Belum lagi keluarga yang harus berhenti mencari nafkah demi menemani anggota keluarga sakit di rumah sakit.

Banyak keluarga yang hidupnya pas-pasan, mencari hari ini hanya cukup untuk makan keluarga satu hari. Bagaimana jika tak mencari nafkah selama seminggu atau dua minggu selama anggota keluarga berada di rumah sakit?

Mungkin semua sepakat bahwa puskesmas yang dekat dengan rumah sakit tak boleh melayani rawat inap, seperti Puskesmas Mompang atau Puskesmas Panyabungan Jae, karena hanya berjarak beberapa kilo meter dari RSU Panyabungan. Tetapi bagimana dengan nasib penduduk di Muara Soma atau Sopo Tinjak?

Gagasan Atika menjadikan puskesmas-puskesmas melayani rawat inap terutama yang berlokasi jauh dari rumah sakit patut diapresiasi dan harus diwujudkan. Karena rakyat Madina butuh layanan yang mudah. Bukan dipersulit. Karena mayoritas rakyat masih miskin. Terutama yang berada di desa-desa pelosok. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Diimbau Waspada Banjir

    Warga Diimbau Waspada Banjir

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL; Warga Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), khususnya warga Angkola Selatan diminta mewaspadai banjir. Penyebabnya, curah hujan cukup tinggi sejak Sabtu (8/1) malam. “Kita semua harus waspada terhadap segala kemungkinan yang paling buruk, seperti banjir. Sebab, hujan yang turun tadi malam (kemarin, red) cukup mengkhawatirkan,” kata Camat Angkola Selatan, Hamdy S Pulungan SSos, kepada METRO, Minggu […]

  • Ditjen Pajak: Nomor Objek Pajak KBM Boleh Dipecah

    Ditjen Pajak: Nomor Objek Pajak KBM Boleh Dipecah

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Sidang kasus dugaan korupsi tukar guling atau ruislag Kebun Binatang Medan (KBM) dengan terdakwa mantan Sekda Kota Medan Ramli Lubis, mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (KP PBB) Medan II Tarmizi dan Direktur Utama PT Gemilang Kreasi Utama (GKU) Haryono, kembali digelar PN Medan, Senin (28/02/2011). Sidang yang digelar di Ruang Cakra […]

  • H. Ayyub Sulaiman Lubis, Perintis Kemerdekaan Asal Kotanopan

    H. Ayyub Sulaiman Lubis, Perintis Kemerdekaan Asal Kotanopan

    • calendar_month Senin, 21 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Askolani Nasution Tahun 1990, saya mewakili orang tua dalam Ramah Tamah dengan para keluarga Perintis Kemerdekaan asal Sumatera Utara di Medan, bertemu dengan H. Ayyub Sulaiman Lubis. Lelaki berperawakan kecil yang menjadi Ketua Persatuan Persatuan Perintis Kemerdekaan Sumatera Utara setelah H. Mahals meninggal. Tak banyak bicara. Bersama saya waktu itu ada Muhammad TWH, […]

  • Ivan Batubara dan Pesan Sang Ayah

    Ivan Batubara dan Pesan Sang Ayah

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Bagian 4 dari 4 tulisan) Oleh: Ludfan Nasution, S.Sos Iya, mengingat pesan Ayahanda, berarti mengenang begitu banyak momentum. Tak jauh beda dengan orang lain atau saudaranya sendiri. Ivan pun sering mengenang Ayahanda dari kisah orang lain dan catatan media. Itu menjadi frame yang bikin rasa “holong na marama” itu lebih besar dan lebih dahsyat lagi. […]

  • Peduli Lingkungan, PMII Madina Tanam Pohon Mangrove

    Peduli Lingkungan, PMII Madina Tanam Pohon Mangrove

    • calendar_month Minggu, 13 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Dalam rangka menjaga kelestarian alam dan peduli lingkungan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan giat rehabilitasi tanaman mangrove di Desa Kunkun, Kecamatan Natal, Minggu (13/3). Giat ini merupakan kerja sama dengan beberapa stakeholder seperti Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, Kepala Dinas PMD Parlin Lubis, Kepala Dinas Pariwisata […]

  • Poldasu Tahan 3 Pemilik SPBU di Madina, Labuhanbatu dan Nisel

    Poldasu Tahan 3 Pemilik SPBU di Madina, Labuhanbatu dan Nisel

    • calendar_month Minggu, 10 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Polda Sumatera Utara menahan 3 pemilik SPBU di Sumut karena diduga kuat mempermainkan BBM jenis solar bersubsidi. Salah satunya SPBU di Mandailing Natal. Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, mengungkap hal itu saat mendampingi Menteri ESDM RI, Arifin Tasrif, meninjau salah satu SPBU di Medan Amplas, Kota Medan, […]

expand_less