Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Atika : Pebukaan Jalan ke Perkebunan Rakyat Satu Solusi Penting

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
  • print Cetak

Atika Azmi Utammi Nasution,B.AppFin.MFin

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perkebunan rakyat merupakan salah satu lapangan usaha rakyat yang terbesar dalam struktur ekonomi Madina di sektor pertanian.

Bahkan, secara kalkulasi, perkebunan jauh lebih rill memakmurkan petani ketimbang sawah.

Sebab, standar kepemilikan luas lahan sawah sejatinya adalah 2 hingga 3 hektar per kepala keluarga. Tetapi luas sawah itu tak bisa tercapai per kepala keluarga akibat luas lahan di desa-desa tak sebanding dengan jumlah keluarga petani.

Oleh karena itu, selain menggenjot laju pendapatan rakyat dari sawah yang sudah ada, pengembangan sektor perkebunan dan pembukaan lahan kebun mutlak disediakan untuk rakyat.

Itu diungkap Calon Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Urammi Nasution, B.AppFin,MFin menjawab wartawan, Sabtu (5/12/2020) di Panyabungan.

“Jika petani hanya memiliki 0,2 hingga 0,5 hektar sawah akan tetap sulit makmur. Bahkan banyak petani tak punya sawah, hanya berposisi penyewa lahan,” ungkap Atika.

Oleh karena itu, Atika melihat bahwa perkebunan merupakan solusi penting mengalihkan pendapatan utama petani dari sawah.

Karena, 3 hektar sawah itu setara dengan 1,5 hektar perkebunan dari sisi perolehan hasil.

Oleh karena itu, sektor perkebunan harus dipacu untuk menjadi sumber pendapatan utama rakyat.

“Hal yang pertama yang harus dilakukan adalah pembukaan jalan ke lokasi-lokasi perkebunan,” katanya.

Dan itu tertuang di dalam misi Sukhairi-Atika pada poin 1 yakni “Meningkatkan ekonomi di bidang agrikultur, industri dan pariwisata berlandaskan kearifan lokal guna terwujudnya kebijakan yang inklusif (menyeluruh) dan berkelanjutan.

Bahkan secara geografis maupun sosio ekonomi, perkebunan justru seharusnya menjadi salah satu solusi utama meningkatkan pendapatan mayoritas penduduk Mandailing Natal (Madina).

Secara geografis, wilayah Mandailing Julu dan Mandailing Godang atau dari Muarasipongi hingga Siabu; dari Lingga Bayu hingga Nagajuang, struktur ekonomi wilayahnya adalah kawasan perkebunan.

Tetapi, rakyat tidak memperoleh dukungan penting dari pemerintah daerah sehingga lapangan usaha perkebunan belum mampu secara signifikan mengangkat rakyat ke tingkat kemakmuran ekonomi.

Salah satu indikator tidak adanya perhatian itu adalah minimnya akses jalan ke lokasi-lokasi perkebunan rakyat.

“Infrastruktur berupa pembukaan-pembukaan jalan ke lokasi-lokasi perkebunan rakyat mutlak dilakukan. Keberadaan jalan yang lebar adalah faktor utama agar sektor perkebunan bisa bergairah,” sebut Atika.

“Rakyat akan selalu sulit mengembangkan perkebunan jika jalan tak ada, mobilisasi petani hingga angkutan saprodi dan angkutan hasil kebun akan selalu terkendala serta menjadi penghalang bagi rakyat,” katanya.

 

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • TANAH PENGABDIANKU

    TANAH PENGABDIANKU

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Karya : Annisah Pelajar MAN Simpanggambir Dikala pagi buta mengawali hari / dengan malu fajar menyingsing di ufuk mentari / terdengar suara hiruk pikuk yang menjadi saksi akan perjuangan anak bangsa yang mengabdi / tanda terimaksih atas perjuangan yang telah dilalui Di sepanjang jalan terlihat anak bangsa / dengan seragam sekolah yang mendarah di […]

  • Pemekaran 3 Desa Masuk Ranperda Tahun 2021

    Pemekaran 3 Desa Masuk Ranperda Tahun 2021

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemekaran 3 desa di Mandailing Natal (Madina) masuk dalam pembahasan tahap pertama rancangan peraturan daerah (Ranperda) tahun 2021. Ketiga desa itu adalah Aek Galoga, Sido Nauli, dan Tabuyung Juo. Pemekaran 3 desa tersebut merupakan inisiasi anggota DPRD. Selain pemekaran desa, anggota DPRD juga menginisiasi 6 poin ranperda lainnya. Pertama, izin pengelolaan […]

  • Refleksi Pawai Obor 1 Muharram 1448 H: Di Sini Bersalawat, Di Sana Menghujat

    Refleksi Pawai Obor 1 Muharram 1448 H: Di Sini Bersalawat, Di Sana Menghujat

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Moechtar Nasution*   Suatu malam di tahun  lalu, sesudah salat isya, saya duduk di teras Masjid Jamik Kota Siantar bertepatan dengan malam 1 Muharram. Sepertinya hampir setiap tahun, masyarakat didominasi anak-anak di kelurahan ini memang selalu menggelar pawai obor berkeliling kampung. Malam ini juga dipastikan ada karena sudah dipost di linimasa facebook saudara saya, […]

  • Dari Batta ke Batak

    Dari Batta ke Batak

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Profesor Uli Kozok memosting artikel singkat di akun facebooknya pada 25 November 2019 memaparkan masa awal sebutan “Batak”. Artikel singkat berjudul “Dari Batta ke Batak” ini memaparkan kajian-kajian bahwa sebutan “Batak” baru muncul pada abad 19 dari pihak luar seperti Aceh dan Melayu. Merujuk naskah-naskah kuno maupun catatan para misionaris Jerman yang dimuat di […]

  • Diizinkan Berjilbab, Polwan: Alhamdulillah

    Diizinkan Berjilbab, Polwan: Alhamdulillah

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BOGOR – Para polisi wanita beragama Islam, bersyukur diizinkan mengenakan jilbab. Salah satunya anggota Kepolisian Resor Kota Bogor, AKP Yuni Astuti. Yuni menyambut baik pernyataan Kapolri Jenderal Pol Sutarman yang mengizinkan polwan menutup auratnya. “Alhamdulillah, saya bersyukur atas hal itu,” kata Kasubag Sarana Prasarana itu. Ia memutuskan berjilbab sepulangnya menunaikan ibadah haji beberapa waktu lalu. […]

  • Bupati Madina Perjuangkan Revisi SK 44

    Bupati Madina Perjuangkan Revisi SK 44

    • calendar_month Sabtu, 11 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara saat ini tengah berjuang di Jakarta untuk mengembalikan kawasan Madina yang tercaplok oleh SK Menhut Nomor 44 Tahun 2005. SK 44 adalah Surat Keputusan Menteri Kahutanan Nomor 44/ Menhut – II/ 2005 tentang Penunjukan kawasn Hutan di Wilayah Sumatra Utara. SK 44 ini menetapkan 115 pemukiman […]

expand_less