Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Ibu Bunuh Anak Kandung, Buah dari Demokrasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
  • print Cetak

Oleh : Radayu Irawan, S.Pt
Tinggal di Padangsidimpuan

Lagi, dan terus berulang. Bak buih di lautan. Kali ini kasus pembunuhan anak kandung berasal dari Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara. Ibu muda (30) berinisial MT tega membunuh ketiga anak balitanya yang berinisial YL (5), SL (4), dan DL (2). Ketiganya tewas dalam keadaan leher tergorok. (Detiknews, 13/12/2020)

Sesaat setelah melakukan pembunuhan terhadap tiga bocah malang itu, tersangka berniat untuk bunuh diri dengan cara menyayat lehernya sendiri dengan menggunakan parang. Tetapi niatnya tersebut gagal karena diselamatkan oleh suaminya sehingga hanya mengalami luka pada bagian leher depan saja. Tersangka sempat mendapat perawatan dari rumah sakit. Karena tidak mau makan dan minum sehingga mengalami muntah-muntah, pada hari Minggu, tersangka meninggal dunia. (Liputan6.com, 14/12/2020)

Menurut Cnn Indonesia (11/12/2020) dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, diketahui bahwa motif tersangka membunuh ketiga anaknya itu karena tak kuat menanggung himpitan ekonomi. Sehingga sering bertengkar dengan suaminya (kompas.com 15/12/2020).

Tragis, miris dan ironis. Ada seorang ibu yang memiliki naluri kasih sayang yang teramat dalam tega membunuh darah dagingnya sendiri karena faktor ekonomi. Astaghfirullah, jikalau seperti ini pastilah tersangka merasakan ekonomi yang sangat sulit dan menghimpit ditambah lagi pertengkaran dengan suaminya, sehingga tega membunuh jiwa raganya sendiri.

Apakah kasus yang seperti ini, merupakan kasus yang langka kita temukan di negeri tercinta ini? Atau kah ini merupakan satu dari sekian ribu kasus yang terjadi di negeri ini?

Jikalau hanya satu, mungkin bisa dikatakan peristiwa ini merupakan kesalahan individu. Namun sayang seribu sayang. Ini hanya secuil peristiwa pembunuhan anak oleh ibu kandung dari berbagai ribuan peristiwa.

Dapat dipastikan, bahwa peristiwa serupa sangat banyak ditemui di negeri ini. Maka, berarti, peristiwa ini bukan merupakan kesalahan individu melainkan kesalahan yang lebih kompleks yaitu kesalahan sistemik.

Kesalahan sistemik yang dimaksud adalah akibat penerapan dari sistem yang dianut di negeri ini, yaitu sistem sekuler (pemisahan agama dengan kehidupan) dengan sistem pemerintahan bernama demokrasi. Karena penerapan sistem inilah, peristiwa serupa tumbuh subur bagai bunga yang bermekaran di musim semi.

Dengan dalih ekonomi, banyak ibu yang terbunuh hati nurani dan pintu hatinya. Kemiskinan yang menjadi sumber dari segala peristiwa ini membuktikan bahwa sistem demokrasi tidak mampu mengentaskan kemiskinan hingga ke akarnya.

Padahal Kabupaten Nias Utara berada di samudera Hindia, memiliki sumber daya laut yang sangat luar biasa, memiliki sejumlah pantai yang sangat indah yang merupakan tempat wisata selancar nomor dua setelah hawai.

Tentunya dengan kekayaan sumber daya alam tersebut, warga Nias harusnya tidak hidup dibawah garis kemiskinan. Namun karena kesalahan pengelolaan SDA menyebabkan warga Nias, hidup di bawah garis kemiskinan yang berkepanjangan.

Sangat berbeda bila Islam yang dijadikan sebagai sistem pemerintahan dalam bernegara. Maka SDA akan dikelola oleh negara Islam (khilafah) dan hasilnya akan dikembalikan kepada rakyat. Sehingga tidak akan terjadi kemiskinan yang menyebabkan pembunuhan ibu kandung terhadap anaknya.  Dan juga di dalam sistem Islam kebutuhan pokok rakyat wajib untuk dipenuhi. Dengan cara, setiap kepala keluarga di dalam negara khilafah diberikan lapangan pekerjaan yang layak sehingga mampu menafkahi keluarganya. Serta khilafah wajib untuk menggratiskan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas.

Maka, sebagai kaum muslimin, kita harus berjuang untuk menegakkan kembali khilafah agar bisa tegak di bumi Allah. Karena khilafah adalah kebutuhan, janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah SAW. Wallahu a’lam bishowab.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekretaris Komisi III DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution Ternyata Sering Absen Dalam Agenda Dewan

    Sekretaris Komisi III DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution Ternyata Sering Absen Dalam Agenda Dewan

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Ketidak hadiran Sekretaris Komisi III DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution dalam sejumlah agenda kerja Dewan sedang jadi sorotan. Sudah hampir setahun sejak dilantik jadi anggota DPRD Madina dari Partai Golkar Nasrul Hilmi Nasution nyaris tidak pernah mengikuti agenda resmi DPRD seperti sidang paripurna. Dan baru baru ini Komisi III DPRD […]

  • DCS Dapil 5 HANURA Madina

    DCS Dapil 5 HANURA Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari HANURA Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

  • Desa Lumban Dolok Ditarget Jadi Kampung Al-Qura’n

    Desa Lumban Dolok Ditarget Jadi Kampung Al-Qura’n

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menarget Desa Lumban Dolok Kecamatan Siabu jadi Kampung Al-Qur'an. Hanya saja belum dijelaskan apa dan bagaimana pola dan bentuk serta program yang dimainkan dalam menciptakan kampong Al-Qur’an ini. Sejauh ini pihak Pemkab Madina melalui Kepala Bagian Kesra, Taufik Lubis kepada wartawan, Jum'at (13/2) menyatakan bahwa […]

  • DD dan ADD 2024 Desa Hutaraja Takbersilpa. Gaji dan Insentif BPD, Bilal Mayit, guru MDA Diduga Digelapkan Kades

    DD dan ADD 2024 Desa Hutaraja Takbersilpa. Gaji dan Insentif BPD, Bilal Mayit, guru MDA Diduga Digelapkan Kades

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – (Mandailing Online) – Dari laporan keuangan Desa Hutaraja di Kecamatan Panyabungan Selatan, Madina.  Anggaran Dana Desa ( ADD ) Dan Dana Desa tahun 2024 senilai Rp. 681.183.000 ternyata tidak ditemukan silpa. Artinya gaji dan insentif perangkat desa, BPD, bilal mayit, guru MDA dan guru mengaji sudah dicairkan Kepala Desa dan dugaan kuat telah […]

  • Panyabungan Timur Kecamatan Pertama Dapat Raskin Tahun Ini

    Panyabungan Timur Kecamatan Pertama Dapat Raskin Tahun Ini

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal merupakan kecamatan pertama penyaluran beras miskin tahun ini di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Penyaluran dilakukan Rabu (17/2) untuk bulan Januari, Pebruari dan Maret disaksikan Sekda Mandailing Natal, Syafei Lubis dan Kepala Bagian Perekonomian Jhon Amriadi. Jhon Amriadi kepada Mandailing Online di Gunung Baringin  mengatakan […]

  • Agar Tidak Disangka Liar, Jukir di Madina Harus Pungut Parkir Dengan Karcis

    Agar Tidak Disangka Liar, Jukir di Madina Harus Pungut Parkir Dengan Karcis

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : Jukir ( juru parkir) wajib berikan karcis pada setiap kendaraan yang dipungut biaya parkirnya agar tidak dikira parkir ilegal atau liar. Hal ini dikatakan Kadishub Madina Adi Wardhana menyikapi banyaknya keluhan bahwa parkir di kota panyabungan kerap tidak disertai kertas retribusi parkir. Terkait adanya pungutan parkir di jalan nasional bukan jalan Kabupaten, Kadishub […]

expand_less