Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Gen Z Menganggur, Antara Keahlian dan Pasar Kerja

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 5 Jun 2024
  • print Cetak

Oleh: Hadi Kartini

Pengangguran merupakan masalah yang tidak pernah selesai di negeri ini. Angka pengangguran mengalami peningkatan dari hari ke hari. Mahalnya biaya pendidikan tinggi mengakibatkan banyak anak-anak lulusan SMA/SMK tidak melanjutkan pendidikan. Menambah daftar panjang pengangguran usia produktif.

Generasi muda lulusan pendidikan SMA/SMK dan perguruan tinggi yang baru lulus sulit mendapatkan pekerjaan. Ini disebabkan berbagai faktor, salah satunya tidak sesuainya pendidikan dan keahlian lulusan pendidikan dengan pasar kerja yang ada.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 9,9 juta penduduk Indonesia yang tergolong usia muda atau Gen Z belum memiliki pekerjaan. Usia paling banyak antara 18 hingga 24 tahun. Data ini disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziah.

Pengangguran terbanyak berstatus sedang mencari pekerjaan usai lepas dari masa pendidikan. Namun, mereka tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Menurut Ida, banyak anak muda yang belum mendapatkan pekerjaan karena tidak cocok (mismatch) antara pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja. Hal ini terjadi kepada lulusan SMA/SMK yang menyumbang jumlah tertinggi dalam angka pengangguran (Kumparan, Bisnis.com, 20-5-24).

Tidak Sesuai Keahlian dengan Pasar Kerja

Penyataan dari Menaker Ida Fauziah, generasi Z yang baru lulus sulit mendapatkan pekerjaan, karena tidak sesuai pendidikan dan keahlian yang dimiliki dengan pasar kerja. Jika akar masalahnya sudah jelas maka pemerintah harus mengambil kebijakan yang tepat sehingga masalah pengangguran tidak semakin membesar.

Pemerintah harus mengkaji ulang sistem pendidikan yang sudah berjalan yang mengakibatkan terjadinya pengangguran dengan rentang usia tersebut. Merancang dan menetapkan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Serta membekali anak didik dengan keahlian dan keterampilan. Sehingga lulusan pendidikan bisa langsung diserap oleh pasar kerja. Di mana tujuan pendidikan saat ini adalah setiap lulusan pendidikan bisa memasuki lapangan kerja baik itu di dunia usaha maupun industri.

Bagi perusahaan penyedia lapangan kerja, tentu lebih memilih pekerja yang mempunyai keahlian dan pengalaman kerja dibanding generasi muda yang baru lulus pendidikan. Lagi-lagi, lulusan baru akan terus tersingkirkan oleh orang-orang yang sudah punya pengalaman dan keahlian dalam bidang pekerjaan tersebut.

Apalagi saat ini, di mana ekonomi masyarakat semakin merosot. Banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dalam negeri. Baik itu karena gulung tikar atau mengurangi biaya produksi, menambah daftar panjang pengangguran di negeri ini. Jika pun ada lapangan kerja pasti menjadi rebutan para pencari kerja. Walaupun gaji yang ditawarkan kecil, tetapi yang melamar untuk mendapatkan pekerjaan itu sangat banyak.

Pengangguran tidak hanya dari generasi yang baru lulus pendidikan. Rata-rata generasi usia produktif saat ini tidak mempunyai pekerjaan tetap dan bekerja secara serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin mencekik. Generasi yang baru menamatkan pendidikan akan sulit bersaing karena tidak mempunyai pengalaman kerja sama sekali ditambah dengan ketersediaan lapangan kerja yang sangat minim.

SDA Dikuasai Swasta

Saat ini, sebagian besar sumber daya alam (SDA) dikuasai oleh swasta dan swasta  asing. Di mana dalam pengelolaan SDA bisa menciptakan lapangan kerja yang sangat banyak dan bisa menyelesaikan masalah pengangguran. Tetapi pemerintah tidak bisa berbuat banyak dan ikut campur dalam pengelolaan SDA tersebut. Kebijakan dalam pengelolaan SDA menjadi hak pemilik modal, termasuk dalam perekrutan tenaga kerja. Maka tidak heran jika kita banyak melihat tenaga kerja asing bekerja di negeri ini. Padahal, rakyat Indonesia sendiri banyak yang menganggur. Hal ini terjadi karena negara melalui undang-undang mempersilahkan pihak investor untuk mempekerjakan warga negara asing di mana mereka melakukan investasi.

Jika pengelolaan SDA tidak diserahkan kepada pihak swasta maka Indonesia bisa mengambil langkah untuk mengatasi pengangguran yang semakin meningkat. Indonesia tidak hanya mempunyai satu, dua sumber daya alam saja. Tetapi Indonesia mempunyai berbagai macam ragam sumber kekayaan alam, baik yang berada di dataran, di lautan, maupun di dalam perut bumi. Cadangannya sangat fantastis dan tidak akan habis dari generasi ke generasi.

Dengan begitu banyaknya sumber daya alam, tentu membutuhkan banyak orang untuk mengelolanya. Pengangguran yang ada di Indonesia mungkin tidak akan ada lagi dan lulusan pendidikan baru bisa langsung bekerja dan tidak sempat menganggur. Itu kalau pemerintah Indonesia tidak menyerahkannya kepada pihak swasta apalagi swasta asing. Tetapi sangat disayangkan, sebagian besar sumber daya alam yang kita miliki dikuasai dan dikelola oleh asing.

Generasi Z sebagai generasi penerus bangsa tidak mendapatkan apa-apa dari sumber daya alam yang melimpah. Jika keadaan terus seperti ini, bonus demografi yang dimiliki Indonesia bisa berakhir bencana. Indonesia emas tidak akan pernah terwujud. Pengangguran semakin meningkat, kejahatan semakin meningkat, serta ancaman keamanan akan terjadi di mana-mana.

Solusi Islam Atasi Pengangguran

Masalah pengangguran ini harus diselesaikan secara cepat, karena bila dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan masalah yang lebih kompleks. Islam sebagai agama sekaligus mempunyai aturan tentang kehidupan termasuk menyelesaikan masalah pengangguran ini. Salah satunya dimulai dari sistem pendidikan. Sistem pendidikan Islam berasaskan akidah sehingga membentuk pola pikir dan pola sikap sesuai Islam. Disertai dengan memberikan ilmu dan pengetahuan tentang kehidupan yang sangat dibutuhkan untuk menjalani kehidupan itu sendiri.

Negara memfasilitasi pendidikan setiap warga negaranya hingga ke jenjang level tertinggi. Membekali anak didiknya dengan kompetensi dan keahlian tertentu. Mencetak pakar dalam ilmu dan bidang apa pun yang bertujuan untuk kemaslahatan umat. Potensi dan kemampuan yang mereka miliki nantinya bisa melahirkan penemuan yang bermanfaat bagi umat sehingga bisa menghasilkan peradaban terdepan dengan kemajuan.

Negara juga menjamin generasinya tidak ada yang menganggur. Keahlian yang dimiliki para pemuda bisa disalurkan dengan membuka lapangan kerja yang luas. Dalam Islam, sumber daya alam yang depositnya melimpah tidak boleh dikelola oleh pihak swasta apalagi swasta asing. Dikelolanya SDA oleh negara secara mandiri tentu akan membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Negara juga akan membuka lapangan kerja dari sektor lain, seperti sektor pertanian, perdagangan, pemerintahan, dan lainnya.

Negara Islam (khilafah) sangat bertanggung jawab atas semua kebutuhan rakyatnya. Ini berdasarkan hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, “Khalifah/kepala negara adalah pengurus rakyat dan akan dimintai pertanggungjawaban atas pengurusan rakyatnya“.

Baik itu kebutuhan pokok (pangan, sandang, papan), kebutuhan akan kesehatan, pendidikan, dan keamanan wajib dipenuhi negara secara langsung maupun tidak langsung. Salah satunya dengan membuka lapangan kerja bagi warga negaranya sehingga tidak ada yang menganggur dan bisa memenuhi semua kebutuhan hidup tersebut.

Dengan diterapkannya sistem Islam dalam semua lini kehidupan, semua masalah yang kita alami saat ini bisa diselesaikan, termasuk masalah pengangguran.

Wallahu’alam bissawab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lencana Pancawarsa Harus Akhiri Kevakuman Pramuka

    Lencana Pancawarsa Harus Akhiri Kevakuman Pramuka

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sembilan penggerak pramuka di Mandailing Natal (Madina) memperoleh Tanda Penghargaan Lencana Pancawarsa. Tanda Penghargaan itu berdasar Surat Keputusan Kwartir Daerah Sumatera Utara Nomor 42 Tahun 2021 tentang Penganugerahan Tanda Penghargaan Lencana Pancawarsa tanggal 24 Agustus 2021 ditandatangani Ketua Kwarda Pramuka Sumut, H. Nurdin Lubis, SH.MM. Penyematan dilakukan Asisten II Pemkab […]

  • Korban Kebakaran Kotanopan Butuh Tempat Tinggal

    Korban Kebakaran Kotanopan Butuh Tempat Tinggal

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) –  Keluarga korban kebakaran di Desa Ujung Marisi, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal sangat membutuhkan tempat tinggal. Mereka berharap kepada pemerintah dan masyarakat luas turut membantu menyumbangkan bahan bangunan bagi pembangunan kembali rumah yang sudah rata dengan tanah. Saat ini keluarga korban hanya tinggal di bawah tenda darurat yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana […]

  • Kertas Suara Salah Cetak, Pilkades 6 Desa di Madina Ditunda Beberapa Jam

    Kertas Suara Salah Cetak, Pilkades 6 Desa di Madina Ditunda Beberapa Jam

    • calendar_month Senin, 21 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut hari ini Senin (21/8/2023) berlangsung, namun ada sejumlah masalah yang terjadi seperti di Desa Gunubg Barani, Kecamatan Panyabungan. Surat suara mengalami salah cetak, akibatnya pelaksanaan Pilkades di desa itu di tunda beberapa jam menunggu cetak ulang kertas suara selesai. Salah cetak […]

  • Guru bukan lagi panggilan jiwa

    Guru bukan lagi panggilan jiwa

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Guru di Sumatera Utara masih banyak yang menjadikan prefesi gurunya hanya sebagai pekerjaan biasa yang tidak berdasarkan panggilan jiwa untuk memberikan pengetahuan kepada siswa. “Menurut saya masih banyak guru di Sumut bukan berdasarkan panggilan jiwa,” kata Rektor UISU kampus Al-Munawwarah, Zulkarnain Lubis kepada Wasada Online, hari ini. Dia menilai guru yang mengajar […]

  • Bupati Tapsel Lantik 67 Kepala Desa

    Bupati Tapsel Lantik 67 Kepala Desa

    • calendar_month Selasa, 15 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPANULI SELATAN (Mandailing Online) – Bupati Tapanuli Selatan, H. Syahrul M Pasaribu melantik 67 kepala desa, Senin (14/5/2018). Para kepala desa terpilih itu hasil Pemilihan Kepala Desa Serentak pada tanggal 23 April 2018 lalu. Mereka dilantik di Gedung Serbaguna, Kompleks Perkantoran Pemerintah Tapanuli Selatan, Jl. Prof. Lafran Pane, Sipirok. Pelantikan tersebut sesuai dengan Surat Keputusan […]

  • 900 guru non PNS menanti tunjangan

    900 guru non PNS menanti tunjangan

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Sekitar 900-an guru non pegawai negeri sipil yang terdiri guru-guru madrasah di bawah lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal menanti realisasi dicairkannya dana tunjangan fungsional dari Kantor Perbendaharaan Negara ( KPN) yang akan ditrasfer ke rekening masing-masing. Keterangan diperoleh dari para guru non PNS ini di Panyabungan, siang tadi mengakui, pihak kantor […]

expand_less