Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Gen Z Menganggur, Antara Keahlian dan Pasar Kerja

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 5 Jun 2024
  • print Cetak

Oleh: Hadi Kartini

Pengangguran merupakan masalah yang tidak pernah selesai di negeri ini. Angka pengangguran mengalami peningkatan dari hari ke hari. Mahalnya biaya pendidikan tinggi mengakibatkan banyak anak-anak lulusan SMA/SMK tidak melanjutkan pendidikan. Menambah daftar panjang pengangguran usia produktif.

Generasi muda lulusan pendidikan SMA/SMK dan perguruan tinggi yang baru lulus sulit mendapatkan pekerjaan. Ini disebabkan berbagai faktor, salah satunya tidak sesuainya pendidikan dan keahlian lulusan pendidikan dengan pasar kerja yang ada.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 9,9 juta penduduk Indonesia yang tergolong usia muda atau Gen Z belum memiliki pekerjaan. Usia paling banyak antara 18 hingga 24 tahun. Data ini disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziah.

Pengangguran terbanyak berstatus sedang mencari pekerjaan usai lepas dari masa pendidikan. Namun, mereka tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Menurut Ida, banyak anak muda yang belum mendapatkan pekerjaan karena tidak cocok (mismatch) antara pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja. Hal ini terjadi kepada lulusan SMA/SMK yang menyumbang jumlah tertinggi dalam angka pengangguran (Kumparan, Bisnis.com, 20-5-24).

Tidak Sesuai Keahlian dengan Pasar Kerja

Penyataan dari Menaker Ida Fauziah, generasi Z yang baru lulus sulit mendapatkan pekerjaan, karena tidak sesuai pendidikan dan keahlian yang dimiliki dengan pasar kerja. Jika akar masalahnya sudah jelas maka pemerintah harus mengambil kebijakan yang tepat sehingga masalah pengangguran tidak semakin membesar.

Pemerintah harus mengkaji ulang sistem pendidikan yang sudah berjalan yang mengakibatkan terjadinya pengangguran dengan rentang usia tersebut. Merancang dan menetapkan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Serta membekali anak didik dengan keahlian dan keterampilan. Sehingga lulusan pendidikan bisa langsung diserap oleh pasar kerja. Di mana tujuan pendidikan saat ini adalah setiap lulusan pendidikan bisa memasuki lapangan kerja baik itu di dunia usaha maupun industri.

Bagi perusahaan penyedia lapangan kerja, tentu lebih memilih pekerja yang mempunyai keahlian dan pengalaman kerja dibanding generasi muda yang baru lulus pendidikan. Lagi-lagi, lulusan baru akan terus tersingkirkan oleh orang-orang yang sudah punya pengalaman dan keahlian dalam bidang pekerjaan tersebut.

Apalagi saat ini, di mana ekonomi masyarakat semakin merosot. Banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dalam negeri. Baik itu karena gulung tikar atau mengurangi biaya produksi, menambah daftar panjang pengangguran di negeri ini. Jika pun ada lapangan kerja pasti menjadi rebutan para pencari kerja. Walaupun gaji yang ditawarkan kecil, tetapi yang melamar untuk mendapatkan pekerjaan itu sangat banyak.

Pengangguran tidak hanya dari generasi yang baru lulus pendidikan. Rata-rata generasi usia produktif saat ini tidak mempunyai pekerjaan tetap dan bekerja secara serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin mencekik. Generasi yang baru menamatkan pendidikan akan sulit bersaing karena tidak mempunyai pengalaman kerja sama sekali ditambah dengan ketersediaan lapangan kerja yang sangat minim.

SDA Dikuasai Swasta

Saat ini, sebagian besar sumber daya alam (SDA) dikuasai oleh swasta dan swasta  asing. Di mana dalam pengelolaan SDA bisa menciptakan lapangan kerja yang sangat banyak dan bisa menyelesaikan masalah pengangguran. Tetapi pemerintah tidak bisa berbuat banyak dan ikut campur dalam pengelolaan SDA tersebut. Kebijakan dalam pengelolaan SDA menjadi hak pemilik modal, termasuk dalam perekrutan tenaga kerja. Maka tidak heran jika kita banyak melihat tenaga kerja asing bekerja di negeri ini. Padahal, rakyat Indonesia sendiri banyak yang menganggur. Hal ini terjadi karena negara melalui undang-undang mempersilahkan pihak investor untuk mempekerjakan warga negara asing di mana mereka melakukan investasi.

Jika pengelolaan SDA tidak diserahkan kepada pihak swasta maka Indonesia bisa mengambil langkah untuk mengatasi pengangguran yang semakin meningkat. Indonesia tidak hanya mempunyai satu, dua sumber daya alam saja. Tetapi Indonesia mempunyai berbagai macam ragam sumber kekayaan alam, baik yang berada di dataran, di lautan, maupun di dalam perut bumi. Cadangannya sangat fantastis dan tidak akan habis dari generasi ke generasi.

Dengan begitu banyaknya sumber daya alam, tentu membutuhkan banyak orang untuk mengelolanya. Pengangguran yang ada di Indonesia mungkin tidak akan ada lagi dan lulusan pendidikan baru bisa langsung bekerja dan tidak sempat menganggur. Itu kalau pemerintah Indonesia tidak menyerahkannya kepada pihak swasta apalagi swasta asing. Tetapi sangat disayangkan, sebagian besar sumber daya alam yang kita miliki dikuasai dan dikelola oleh asing.

Generasi Z sebagai generasi penerus bangsa tidak mendapatkan apa-apa dari sumber daya alam yang melimpah. Jika keadaan terus seperti ini, bonus demografi yang dimiliki Indonesia bisa berakhir bencana. Indonesia emas tidak akan pernah terwujud. Pengangguran semakin meningkat, kejahatan semakin meningkat, serta ancaman keamanan akan terjadi di mana-mana.

Solusi Islam Atasi Pengangguran

Masalah pengangguran ini harus diselesaikan secara cepat, karena bila dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan masalah yang lebih kompleks. Islam sebagai agama sekaligus mempunyai aturan tentang kehidupan termasuk menyelesaikan masalah pengangguran ini. Salah satunya dimulai dari sistem pendidikan. Sistem pendidikan Islam berasaskan akidah sehingga membentuk pola pikir dan pola sikap sesuai Islam. Disertai dengan memberikan ilmu dan pengetahuan tentang kehidupan yang sangat dibutuhkan untuk menjalani kehidupan itu sendiri.

Negara memfasilitasi pendidikan setiap warga negaranya hingga ke jenjang level tertinggi. Membekali anak didiknya dengan kompetensi dan keahlian tertentu. Mencetak pakar dalam ilmu dan bidang apa pun yang bertujuan untuk kemaslahatan umat. Potensi dan kemampuan yang mereka miliki nantinya bisa melahirkan penemuan yang bermanfaat bagi umat sehingga bisa menghasilkan peradaban terdepan dengan kemajuan.

Negara juga menjamin generasinya tidak ada yang menganggur. Keahlian yang dimiliki para pemuda bisa disalurkan dengan membuka lapangan kerja yang luas. Dalam Islam, sumber daya alam yang depositnya melimpah tidak boleh dikelola oleh pihak swasta apalagi swasta asing. Dikelolanya SDA oleh negara secara mandiri tentu akan membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Negara juga akan membuka lapangan kerja dari sektor lain, seperti sektor pertanian, perdagangan, pemerintahan, dan lainnya.

Negara Islam (khilafah) sangat bertanggung jawab atas semua kebutuhan rakyatnya. Ini berdasarkan hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, “Khalifah/kepala negara adalah pengurus rakyat dan akan dimintai pertanggungjawaban atas pengurusan rakyatnya“.

Baik itu kebutuhan pokok (pangan, sandang, papan), kebutuhan akan kesehatan, pendidikan, dan keamanan wajib dipenuhi negara secara langsung maupun tidak langsung. Salah satunya dengan membuka lapangan kerja bagi warga negaranya sehingga tidak ada yang menganggur dan bisa memenuhi semua kebutuhan hidup tersebut.

Dengan diterapkannya sistem Islam dalam semua lini kehidupan, semua masalah yang kita alami saat ini bisa diselesaikan, termasuk masalah pengangguran.

Wallahu’alam bissawab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait RSU Husni Thamrin di Natal.Teguh Hasahatan Minta Nakes Harus Komitmen Terhadap Tugas

    Terkait RSU Husni Thamrin di Natal.Teguh Hasahatan Minta Nakes Harus Komitmen Terhadap Tugas

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masih ingat kejadian di RSUD Husni Thamrin di Kecamatan Natal yang belakangan viral gegara  pasien tak dapat pelayanan dari petugas medis saat hendak berobat. Hal tersebut menimbulkan spekulasi tentang diduga adanya indikasi terkait gaji yang tak dibayarkan ataupun hal lainnya yang membuat para petugas enggan bekerja secara disiplin. Dari data yang […]

  • Sudah Takdigaji, 11 Perangkat Desa Hutaraja Juga Diberhentikan Kades Secara Sepihak

    Sudah Takdigaji, 11 Perangkat Desa Hutaraja Juga Diberhentikan Kades Secara Sepihak

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN SELATAN ( Mandailing Online ): – 11 orang Perangkat serta Aparatur Desa Hutaraja di Kecamatan Panyabungan Selatan, Madina menjerit lantaran gaji mereka Tahun 2024 hingga Tahun 2025 tidak divairkan Kades. Parahnya sudah tak dapat gaji, aparatur desa itu diberhentikan sepihak oleh Kepala Desa Hutaraja. Ahmad Suhdi Lubis selaku Kaur Pembangunan Desa Hutaraja pun membenarkan […]

  • Warga Muara Ngungsi ke Masjid dan Madrasah

    Warga Muara Ngungsi ke Masjid dan Madrasah

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Penduduk Desa Muara Batang Angkola, Siabu, Mandailing Natal sempat mengungsi menyusul ketinggian banjir mencapai 1 meter. Masjid dan gedung madrasah yang ada di desa itu menjadi tempat pengungsian. Pemukiman desa ini yang paling parah oleh terjangan banjir di kawasan Siabu karena Desa Muara Batang Angkola berada persis di zona pertemuan dua […]

  • Jelang Tasyakuran, DPD Golkar Madina Berbagi Rezeki dengan Masyarakat

    Jelang Tasyakuran, DPD Golkar Madina Berbagi Rezeki dengan Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    DALAN LIDANG (Mandailing Online) – Menjelang tasyakuran ulang tahun ke-57 Partai Golkar, DPD Golkar Madina (Mandailing Natal) berbagi rezeki dengan masyarakat di Desa Pidoli Lombang dan Dalan Lidang, Panyabungan. Giat berbagi rezeki ini dimulai dengan salat Subuh berjamaah di Masjid Al-Abshor Aek Galoga dilanjutkan pembagian bingkisan sarapan kepada jamaah. Usai sarapan bersama, pengurus DPD Golkar […]

  • Aneh Dana Jambore TP.PKK Siabu Tahun 2023 Dikerjakan Tahun 2024

    Aneh Dana Jambore TP.PKK Siabu Tahun 2023 Dikerjakan Tahun 2024

    • calendar_month Sabtu, 6 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    SIABU ( Mandailing Online )- Aneh Jambore Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahtraan Keluarga (  TP. PKK ) di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) sumber dana dari dana desa tahun 2023 di laksanakan tahun 2024. Informasinya, Jambore TP. PKK ini hanya diikuti 11 desa dari 26 desa di Kecamatan itu. Jambore TP.PKK yang dilaksanakan […]

  • Ketua IMAM Diminta Maju Calon Bupati Madina

    Ketua IMAM Diminta Maju Calon Bupati Madina

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rahmad Lubis diusulkan untuk maju mencalonkan diri sebagai kandidat bupati Mandailing Natal (Madina) pada pilkada Madina yang akan dilangsungkan pada Desember 2015. Rahmad Lubis adalah ketua Ikatan Masyarakat Asal Mandailing (IMAM) kota Balikpapan, Kalimatan Timur, berasal dari Mandailing Julu, Madina. Desakan itu berdatangan dari berbagai penjuru, baik yang berada di […]

expand_less