Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

Hari Ibu Menjadi Kelabu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 24 Des 2020
  • print Cetak

Oleh : Enni Etika Mardia, S.Pd

Aktivis Peduli Ummat / tinggal di Padangsidempuan

Bulan  Desember dikenal dengan hari Ibu. Sebuah kebiasaan yaitu tepat tanggal 22 Desember diperingati hari ibu setiap tahunnya.

Pada peringatan hari ibu adalah momen untuk mengingat kembali bagaimana peran penting seorang ibu dalam kehidupan. Dengan bimbingan ibu, setiap anak menjadi lebih memahami kehidupan.

Dengan hadirnya ibu, setiap anak mampu menghadapi ujian kehidupan. Sosok ibu senantiasa mendorong anak anaknya untuk tegar menghadapinya tantangan kehidupan. Ibu adalah sosok yang penuh kasih sayang. Ibulah yang mengandung dan melahirkan setiap manusia yang lahir ke bumi ini. Berkat kasih sayangnya tubuh yang dulu mungil sekarang tumbuh hingga menjadi dewasa.

Namun, hari ibu kali ini menjadi kelabu. Bagaimana tidak, banyak berita yang beredar bahwa sosok ibu yang penuh kasih sayang berubah menjadi sosok mengerikan.

Seperti kejadian di Nias Utara baru- baru ini.

Ibu pembunuh ketiga anak kandungnya, berinsial MT, meninggal dunia di RSUD Gunungsitoli, Sumatera Utara pada Minggu pagi 13 Desember 2020, sekitar Pukul 06.10 WIB. Usai membunuh, wanita berusia 30 tahun itu sempat beberapa kali coba bunuh diri, namun berhasil digagalkan. “Tersangka MT dinyatakan oleh dokter umum piket RSUD Gunungsitoli telah meninggal dunia di RSUD Gunungsitoli,” ungkap Perwira Urusan Hubungan Masyarakat (Paur Humas) Polres Nias, Aiptu Yadsen Hulu, kepada wartawan, Minggu siang 13 Desember 2020.(sumut.inews.id, 10/12/2020).

Selain kasus di atas ada juga seorang Ibu menganiaya anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 1. Sang ibu tersebut mencubit, memukul menggunakan gagang sapu, bahkan memukulinya di kepala bagian belakang sebanyak tiga kali. (megapolitan.kompas.com, 16/9/2020).

Di tempat lain, seorang ibu tega menganiaya anak perempuannya hingga tewas, gara-gara masalah sepele saja. Polres Lebak, Banten, mengungkap motif pembunuhan anak perempuan berusia 8 tahun oleh orang tua kandungnya, warga Jakarta Pusat. Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP David Adhi Kusuma mengatakan, ibu korban melakukan penganiayaan karena putrinya sulit memahami pelajaran, saat belajar daring.  Pelaku IS, yang juga ibu korban, mengaku menganiaya korban pada 26 Agustus 2020 lalu, hingga tewas. (Kompastv.com).

Inilah fakta ibu yang begitu menyayat hati. Kasus di atas menambah deret panjang jumlah ibu yang kesehatan mentalnya terganggu. Mereka adalah korban pemberlakuan sistem yang salah sehingga mereka jadi sakit mental. Yaitu sistem sekuler kapitalistik telah merusak mentalnya. Ini dikarenakan kondisi saat ini jauh dari sentuhan agama, membuat kaum ibu mudah gelap mata. Bahkan tega membunuh buah hatinya sendiri. Dimana sosok yang penuh kasih itu, berubah menjadi sosok bengis dan kejam.

Menjadi tanda tanya besar,  kenapa bisa seorang ibu tega membunuh anak kandungnya sendiri? Namun, inilah sistem sekuler yang menyebabkan tindakan kriminal mudah terjadi, karena menuhankan aturan manusia. Padahal aturan Sang Pencipta, Allah SWT yang paling benar dan mengetahui apa yang terbaik bagi manusia.

Naluri keibuan terkikis habis dalam sistem saat ini, padahal naluri keibuan merupakan naluri yang Allah berikan kepada setiap perempuan, ini adalah bagian dari fitrahnya. Seorang ibu seharusnya sosok yang lembut, penuh kasih sayang, dan menjaga kelangsungan generasi.

Sistem sekuler ini juga menyebabkan abainya negara menanamkan akidah Islam dalam pendidikan setiap individu masyarakat hingga tidak mampu melahirkan individu bertakwa. Seharusnya hasil dari pendidikan ialah kesiapan orang tua menjalankan salah satu amanahnya yaitu merawat dan mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang. Sampai mengantarkan mereka ke gerbang kedewasaan. Orang tua mempunyai peranan penting dalam menyayangi anak-anak, mendidiknya, serta menjaganya dari ancaman kekerasan, kejahatan, serta terjerumus pada azab neraka.

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At- Tahrim [66]: 6).

Berbeda dengan  Islam yang memberikan solusi yang solutif bagi setiap permasalahan manusia. Ini karena Islam berasal dari Sang Pencipta, Allah SWT, yang Maha Memahami hakikat manusia; sehingga Syariat pasti sesuai dengan kondisi manusia. Tidak akan menimbulkan kerusakan dan tidak akan  memunculkan permasalahan baru.SyariatNya akan sempurna memancarkan keberkahannya manakala diterapkan secara keseluruhan dalam sebuah institusi negara.

Sistem pemerintahan Islam akan menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah Islam yang akan mampu memperkuat iman umat Islam termasuk kalangan ibu, sehingga lahir sosok ibu yang mempunyai kepribadian Islam yang tangguh. Terdiri dari  pemikiran dan pola sikap yang Islami, kaum ibu akan mampu melalui  ujian hidup seberat apapun. Bahkan  Kaum ibu juga disiapkan agar  memiliki pemahaman Fiqih Munakahat atau Syariat tentang Pernikahan, sehingga paham hak dan kewajiban mereka sebagai istri yang shalihah. Semua demi mendapatkan ridhoNya dan terbentuk keluarga yang sakinah mawaddah Warrahmah. Dengan begitu kaum ibu akan merasakan kebahagiaan hakiki dalam berkeluarga. Islam memuliakan kaum ibu, dimana mereka tidak diwajibkan Allah untuk mencari nafkah sehingga mereka akan fokus pada kewajiban sebagai ibu yaitu sebagai ibu dan pengurus rumah tangga  (al-umm wa rabbatul bait), sehingga kaum ibu terhindarkan dari stres karena menjadi tulang punggung keluarga.  Disamping itu, dalam sistem Islam memastikan para lelaki yang telah berkeluarga untuk mampu mencari nafkah bagi keluarganya. Dimana seorang suami harus bertanggung jawab terhadap anak istrinya dengan mencari nafkah. Dalam sistem Islam juga akan membuka lowongan kerja seluas-luasnya bagi para suami. Bagi para suami yang malas mencari nafkah, akan diingatkan dan menghukum mereka agar sadar akan kewajibannya. Dengan demikian pondasi ekonomi keluarga akan kokoh dan sejahtera.

Inilah solusi Islam  dalam rangka memuliakan kaum ibu. Dengan sistem Islam  terbukti menciptakan peradaban yang cemerlang selama 13 abad lamanya. Sehingga hari ibu dalam rangka memuliakan perannya, tidak sebatas seremonial, tapi memang terwujud dalam kehidupan nyata dan terhindarkan dari stres berkepanjangan karena sistem sekuler  yang batil.

Wallahua’lam bishshawwab

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa 5,5 SR Guncang Psp

    Gempa 5,5 SR Guncang Psp

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- Gempa berkekuatan 5,5 skala Richter mengguncang Psp, Senin (7/2) sekira pukul 15.08 WIB. Guncangan gempa terasa sampai ke Madina, Sibolga, dan Tapteng. Uniknya, meski guncangan terasa hingga ke luar daerah, masyarakat Psp justru banyak yang mengaku tidak merasakan gempa yang memang hanya berlangsung selama 5 detik tersebut. Kabid Pelayanan Data dan Informasi Balai Besar […]

  • Pembangunan Bandar Udara Di Madina Terus di Kebut

    Pembangunan Bandar Udara Di Madina Terus di Kebut

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) PT. Modrn Bahana,Kso dan PT. Waskita Karya (persero) tbk terus mengebut pembangunan bandar udara Mandailing Natal hingga enam bulan ke depan. Keseluruhan progres pembangunan bandara, baik sisi udara mapun darat bisa selesai akhir tahun 2023. Seperti diketahui, Bandar Udara Mandailing Natal ( Madina ) termasuk salah satu Bandar Udara baru yang harus […]

  • Komunitas Santet Banten Spontan akan Serang KPK

    Komunitas Santet Banten Spontan akan Serang KPK

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    JAKARTA, (Mandailing Online) – Kesaktian Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah memang tak dapat dipandang sebelah mata. Alam nyata dan metafisika seakan bercampur aduk saling melengkapi kisah keluarga dan perjalanan karirnya. Tak pelak, Atut dipandang lebih, hingga keluarganya dapat mencengkeram daerah yang tersebut. Mungkin tidak tanpa sebab, Atut semakin menggurita di Banten. Selain pengaruh Tb Chasan […]

  • Siporngas

    Siporngas

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    CARITO on pe ba tarsarupo juo do on dohot carito ni Jaolah i, tai soni juo mantong, inda binoto carito on na betul do sanga na inda, arana na i karang-karang do on songon i mambaenna laos painte-inte potang ari. So hum tagi antong na manulis carito on, upabaenkonma sacangkir kopi paet tu donganku, oni […]

  • Enam Penambang Emas Huta Bargot Ditangkap

    Enam Penambang Emas Huta Bargot Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak enam penambang emas di Huta Bargot, Mandailing Natal (Madina) ditangkap tim gabungan Polres Madina dan aparat TNI-AD dari Subdenpom yang menggelar operasi terpadu, Kamis (23/1/2014). Mereka tertangkap di jembatan Simalagi, Desa Simalagi, Kecamatan Hutabargot , Kabupaten Madina, kemarin saat ketika mereka kembali dari lokasi perbukitan tambang. Keenam penambang emas tersebut, […]

  • Pemkab Labura Sesuaikan SE Menpan-RB

    Pemkab Labura Sesuaikan SE Menpan-RB

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Aek Kanopan  – Terkait surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang larangan bagi PNS untuk melakukan rapat di hotel, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Pemkab Labura) mengaku akan menyesuaikan terhadap kebijakan yang ada. Kadis Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Labura, Irwan Faisal SE melalui sekretarisnya Agusman Sinaga kepada MedanBisnis, Selasa (2/12), […]

expand_less