Senin, 2 Nov 2026
light_mode

Proyeksi Palsu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh : Alfisyah S.Pd
Guru dan Pemerhati Masyarakat

Sungguh jika manusia yang membuat sebuah proyeksi, apalagi proyeksi ekonomi masa depan, maka siap-siaplah akan keliru. Andaipun jika proyeksi itu tepat, tetap saja akan meleset dan ada galat erornya. Itulah buktinya bahwa manusia itu lemah, serba kurang dan sangat terbatas. Apalagi yang dijadikan sebagai pijakan adalah sistem ekonomi yang rusak tentu akan menghasilkan kesalahan yang besar. Maka wajarlah kemudian jika hasilnya menjadi angan-angan dan halusinasi belaka.

Begitulah ketika Menkeu Sri Mulyani mempromosikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 lalu untuk tahun ini. Beliau menyatakan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia terukur dengan angka PDB yang berkisar minus 1,7 hingga monus 2,2. Proyeksi ini lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. Sementara itu Asian Development Bank (ADB) juga memprediksikan pada angka minus 2,2. Demikian juga world bank di angka yang sama.

Realitanya kegiatan ekonomi di negeri ini belumlah seperti yang dikehendaki. Sebab pandemi belum usai sepanjang tahun 2020 dan entah sampai kapan. Realitanya justru sebaliknya karena sektor usaha makro dan usaha mikro shock. Angka produksi dan konsumsi pun melorot. Semuanya itu akibat dari kebijakan negara maju dan berkembang yang masih belum membuka diri untuk investasi besar- besaran dalam bidang ekonomi.

Proyeksi Menkeu, ADB dan World Bank itu memang bukan gambaran yg sebenarnya. Pasalnya kondisi masyarakat masih belum sejahtera  bahkan menderita dalam tekanan ekonomi yang menimpa mereka. Proyeksi itu tak terwujud sama sekali. Sebab semua parameternya palsu. Perhitungan angka PDB yang diambil dari penjumlahan pendapatan semua penduduk Indonesia lalu dibagikan dengan jumlah itu juga menghasilkan angka rata-rata. Angka itu menutupi kenyataan sebenarnya pendapatan orang per orang. Sekali lagi proyeksi itu semu. Jika proyeksi semu itu saja tidak terwujud, bagaimana mungkin angka sesungguhnya dari pertumbuhan ekonomi itu akan terwujud?

Inilah sebuah pertanyaan retoris yang tidak membutuhkan jawaban. Pertumbuhan ekonomi itu disandarkan pada mata uang yg palsu. Mata uang yang nilai intrinsiknya tidak sama dengan nilai zat mata uangnya. Bahkan dalam pencetakannya tidak ditopang oleh sesuatu yang tetap (fix) semisal emas dan perak. Pasarnya pun  juga tidak ril sebab jual belinya banyak di sektor non ril. Oleh karena itu pertumbuhan ekonominya palsu atau semu.

Itulah jika sistem ekonominya berbasis ekonomi kapitalistik. Selama sistem ekonomi itu yang digunakan maka proyeksinya selalu meleset dan tidak terbukti. Berdasaran uraian di atas bangsa ini sangat membutuhkan sistem ekonomi yang stabil, anti krisis dan juga tumbuh secara ril. Ukuran kesejahteraannya pun dihitung orang per orang. Bukan dari nilai rata-rata hasil bagi.

Sistem itu juga akan menata kebijakan fiskalnya. Sehingga pergerakan roda ekonomi tidak lagi bertumpu pada pajak yang rentan krisis. Sistem ekonomi itu pula tidak berbasis riba. Sebab Riba itu menjadi biang krisis di negara-negara maju saat ini. Benarlah jika dalam beberapa agama termasuk Islam, bahwa pelaku riba itu akan seperti orang yg labil. Tidak bisa berdiri tegak sebab dia seperti orang yang kerasukan setan. Saat berdiri orang itu akan gamang, mudah jatuh dan tumbang. Begitulah juga sebuah negara yg berbasis riba. Dipastikan keadaannya tak jauh dari gambaran pemakan riba. Negara itu akan rapuh dan goncang ekonominya karena kerusakan sistem itu sendiri.

Bukan hanya itu, sistem ekonomi yg baik adalah sistem yang bergerak dalam sektor ril. Sektor non ril dalam saham, obligasi dan surat berharga, pasar uang itu hanya akan membuat pergerakan ekonomi rapuh dan jauh dari keadilan untuk seluruh manusia. Pada sektor non ril para kapital yang memegang akses ekonominya. Kesejahteraan hanya akan menimpa mereka para pemilik modal, bukan untuk seluruh rakyat.

Sistem ekonomi yg benar akan menjadikan mata uangnya berbasis emas dan perak. Jika ingin mencetak uang kertas, back up emas dan peraknya sesuai dengan yang dicetak. Sebab back up emas dan perak itulah yg menjadi nilai intrinsiknya atas kertas yang digunakan. Meskipun demikian cetakan uang yg merupakan bahan emas dan perak akan tetap ada. Goncangan inflasi dan deflasi mustahil ada dalam sistem ini.

Oleh karena itu jika sistem yg benar ini diterapkan maka tak dibutuhkan proyeksi yg keliru dan semu itu. Perekonomian akan bergerak cepat dan hidup. Konsep kepemilikan umum akan diurus sendiri oleh negara secara independen. Peluang intervensi dan penjajahan negara lain akan nihil. Kekayaan milik umum akan dinikmati bersama. Sama-sama sejahtera akan tercapai. Bahkan peluang APBN yg surplus mudah dicapai secara otomatis. Jaminan kesejahteraan orang per orang bukan hanya menjadi janji namun terbukti pada masyarakat baik muslim maupun non muslim tanpa kecuali.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Innocence of Muslims: Hadiah Rp900 Juta Bagi Pembunuh Pembuat Film

    Innocence of Muslims: Hadiah Rp900 Juta Bagi Pembunuh Pembuat Film

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ESHAWAR, (MO) – Seorang menteri Pakistan menawarkan hadiah US$100.000 atau sekitar Rp900 juta bagi pembunuh pembuat film Innocence of Muslims. pada hari Sabtu untuk siapa saja yang membunuh pembuat video online yang menghina Islam, sebagai protes sporadis bergemuruh di seluruh bagian dunia Muslim. “Saya mengumumkan hari ini, si penghujat adalah orang berdosa yang telah berbicara […]

  • Buntut Perzinahan, Nasab Berantakan

    Buntut Perzinahan, Nasab Berantakan

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah Ummu Arifah, S.Pd Pegiat Literasi Islam Kota Medan Pantas jika Allah melarang mendekati zina. Mendekatinya saja pun sudah dilarang. Karena saat mendekatinya, akan menyeret pelakunya pada prilaku yang keji selanjutnya. Kemaksiatan pun terjadi berulang kali, sekian kali hingga memberikan buntut masalah yang makin ruwet. Beberapa hari lalu Kota Medan dikagetkan dengan video yang […]

  • Pemulihan Pendidikan Pasca Bencana, Tanggung Jawab Negara

    Pemulihan Pendidikan Pasca Bencana, Tanggung Jawab Negara

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Srg, M.Pd.I Dosen dan Pegiat Opini Islam Sudah hampir dua bulan penuh pasca bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Sumatera (Aceh, Sumut, dan Sumbar), tetapi kondisi lapangan menunjukkan bahwa kinerja pemerintah dinilai lambat. Negara memang hadir dalam menyahuti keinginan dan harapan warga yang terdampak bencana banjir dan longsor yang telah menelan […]

  • Bupati Madina Salurkan Zakat PNS Kepada 400-an Parbeca

    Bupati Madina Salurkan Zakat PNS Kepada 400-an Parbeca

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak sekitar 400 orang penarik beca memperoleh kucuran zakat, Jum’at (29/4/2022). Penyaluran dilakukan Bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution dan Wabup Atika Azmi Utammi Nasution dan pihak Baznas kepada para parbeca di halaman masjid Nur Ala Nur, Panyabungan usai solat Jum’at (29/4/2022). Nilai uang yang disalurkan sebesar Rp 300.000 per orang. Sejumlah […]

  • Teguh Nilai Pernyataan Bupati yang Akui Tau Siapa Dibelakang Aksi Demo Dinilai ” nyeleneh “

    Teguh Nilai Pernyataan Bupati yang Akui Tau Siapa Dibelakang Aksi Demo Dinilai ” nyeleneh “

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : Teguh W Hasahatan Nasution Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) menilai pernyataan bupati Saipullah Nasution yang mengaku mendapat informasi siapa dibelakang aksi demo perkebunan adalah pernyataan ” nyeleneh ” ” Ini adalah sebuah penyataan ‘nyeleneh’ dari seorang kepala daerah. Unras itu di atur dalam UU No.9 thn 1998. Relevan atau […]

  • Anggaran Tak Cair Akibat Sistem, Kegiatan Trantibum Terkendala

    Anggaran Tak Cair Akibat Sistem, Kegiatan Trantibum Terkendala

    • calendar_month Senin, 29 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) pakum nya kegiatan penertipan dan raziah oleh Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ), ternyata  gegara 5 bulan anggaran tak cair, bahkan banyak anggota Satpol PP memilih tidak masuk kantor karena kekosongan kegiatan. Seperti biasanya memang, Satpol PP yang membidangi Trantibum ( ketentraman […]

expand_less