Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Proyeksi Palsu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh : Alfisyah S.Pd
Guru dan Pemerhati Masyarakat

Sungguh jika manusia yang membuat sebuah proyeksi, apalagi proyeksi ekonomi masa depan, maka siap-siaplah akan keliru. Andaipun jika proyeksi itu tepat, tetap saja akan meleset dan ada galat erornya. Itulah buktinya bahwa manusia itu lemah, serba kurang dan sangat terbatas. Apalagi yang dijadikan sebagai pijakan adalah sistem ekonomi yang rusak tentu akan menghasilkan kesalahan yang besar. Maka wajarlah kemudian jika hasilnya menjadi angan-angan dan halusinasi belaka.

Begitulah ketika Menkeu Sri Mulyani mempromosikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 lalu untuk tahun ini. Beliau menyatakan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia terukur dengan angka PDB yang berkisar minus 1,7 hingga monus 2,2. Proyeksi ini lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. Sementara itu Asian Development Bank (ADB) juga memprediksikan pada angka minus 2,2. Demikian juga world bank di angka yang sama.

Realitanya kegiatan ekonomi di negeri ini belumlah seperti yang dikehendaki. Sebab pandemi belum usai sepanjang tahun 2020 dan entah sampai kapan. Realitanya justru sebaliknya karena sektor usaha makro dan usaha mikro shock. Angka produksi dan konsumsi pun melorot. Semuanya itu akibat dari kebijakan negara maju dan berkembang yang masih belum membuka diri untuk investasi besar- besaran dalam bidang ekonomi.

Proyeksi Menkeu, ADB dan World Bank itu memang bukan gambaran yg sebenarnya. Pasalnya kondisi masyarakat masih belum sejahtera  bahkan menderita dalam tekanan ekonomi yang menimpa mereka. Proyeksi itu tak terwujud sama sekali. Sebab semua parameternya palsu. Perhitungan angka PDB yang diambil dari penjumlahan pendapatan semua penduduk Indonesia lalu dibagikan dengan jumlah itu juga menghasilkan angka rata-rata. Angka itu menutupi kenyataan sebenarnya pendapatan orang per orang. Sekali lagi proyeksi itu semu. Jika proyeksi semu itu saja tidak terwujud, bagaimana mungkin angka sesungguhnya dari pertumbuhan ekonomi itu akan terwujud?

Inilah sebuah pertanyaan retoris yang tidak membutuhkan jawaban. Pertumbuhan ekonomi itu disandarkan pada mata uang yg palsu. Mata uang yang nilai intrinsiknya tidak sama dengan nilai zat mata uangnya. Bahkan dalam pencetakannya tidak ditopang oleh sesuatu yang tetap (fix) semisal emas dan perak. Pasarnya pun  juga tidak ril sebab jual belinya banyak di sektor non ril. Oleh karena itu pertumbuhan ekonominya palsu atau semu.

Itulah jika sistem ekonominya berbasis ekonomi kapitalistik. Selama sistem ekonomi itu yang digunakan maka proyeksinya selalu meleset dan tidak terbukti. Berdasaran uraian di atas bangsa ini sangat membutuhkan sistem ekonomi yang stabil, anti krisis dan juga tumbuh secara ril. Ukuran kesejahteraannya pun dihitung orang per orang. Bukan dari nilai rata-rata hasil bagi.

Sistem itu juga akan menata kebijakan fiskalnya. Sehingga pergerakan roda ekonomi tidak lagi bertumpu pada pajak yang rentan krisis. Sistem ekonomi itu pula tidak berbasis riba. Sebab Riba itu menjadi biang krisis di negara-negara maju saat ini. Benarlah jika dalam beberapa agama termasuk Islam, bahwa pelaku riba itu akan seperti orang yg labil. Tidak bisa berdiri tegak sebab dia seperti orang yang kerasukan setan. Saat berdiri orang itu akan gamang, mudah jatuh dan tumbang. Begitulah juga sebuah negara yg berbasis riba. Dipastikan keadaannya tak jauh dari gambaran pemakan riba. Negara itu akan rapuh dan goncang ekonominya karena kerusakan sistem itu sendiri.

Bukan hanya itu, sistem ekonomi yg baik adalah sistem yang bergerak dalam sektor ril. Sektor non ril dalam saham, obligasi dan surat berharga, pasar uang itu hanya akan membuat pergerakan ekonomi rapuh dan jauh dari keadilan untuk seluruh manusia. Pada sektor non ril para kapital yang memegang akses ekonominya. Kesejahteraan hanya akan menimpa mereka para pemilik modal, bukan untuk seluruh rakyat.

Sistem ekonomi yg benar akan menjadikan mata uangnya berbasis emas dan perak. Jika ingin mencetak uang kertas, back up emas dan peraknya sesuai dengan yang dicetak. Sebab back up emas dan perak itulah yg menjadi nilai intrinsiknya atas kertas yang digunakan. Meskipun demikian cetakan uang yg merupakan bahan emas dan perak akan tetap ada. Goncangan inflasi dan deflasi mustahil ada dalam sistem ini.

Oleh karena itu jika sistem yg benar ini diterapkan maka tak dibutuhkan proyeksi yg keliru dan semu itu. Perekonomian akan bergerak cepat dan hidup. Konsep kepemilikan umum akan diurus sendiri oleh negara secara independen. Peluang intervensi dan penjajahan negara lain akan nihil. Kekayaan milik umum akan dinikmati bersama. Sama-sama sejahtera akan tercapai. Bahkan peluang APBN yg surplus mudah dicapai secara otomatis. Jaminan kesejahteraan orang per orang bukan hanya menjadi janji namun terbukti pada masyarakat baik muslim maupun non muslim tanpa kecuali.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paripurna Pansus Palmaris Gagal Dijadwalkan

    Paripurna Pansus Palmaris Gagal Dijadwalkan

    • calendar_month Kamis, 20 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Hingga menjelang akhir September, laporan hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) Palmaris DPRD Mandailing Natal (Madina) belum juga masuk ke meja pimpinan dewan. Akibatnya, laporan kerja Pansus Palmaris tidak masuk dalam daftar tunggu pada sejumlah item agenda sidang paripurna yang ditetapkan Badan Musyawarah DPRD Madina. “Pimpinan Pansus belum menyampaikan laporan kepada pimpinan DPRD, […]

  • Silk Air Jajaki Rute Penerbangan Pinangsori – Singapura

    Silk Air Jajaki Rute Penerbangan Pinangsori – Singapura

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Medan – Operator penerbangan asing Silk Air akan membuka rute penerbangan baru langsung dari Bandara Dr Ferdinand Lumbantobing Pinangsori – Singapura. Rencana membuka rute penerbangan baru itu kini sudah memasuki tahap pembicaraan serius antara pihak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) dengan Silk Air. "Hari Rabu (14/4) ini, saya diundang pihak Silk Air di Singapura […]

  • Aswin Parinduri Mendaftar di Gerindra

    Aswin Parinduri Mendaftar di Gerindra

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, H. Aswin Parinduri mendaftar ke DPC Partai Gerindra, di Panyabungan, Jum’at (8/11/2019). Aswin Parinduri yang juga Ketua DPD Partai Golkar Madina ini datang ke Partai Gerindra didampingi Sekretaris DPD Golkar Madina, Erwin Nasution dan pengurus Golkar Madina lainnya. Rombongan Aswin Parinduri di terima langsung Ketua DPC […]

  • Tahu Dimana Ngarijan Salim & Linda Kodrat? Laporkan!

    Tahu Dimana Ngarijan Salim & Linda Kodrat? Laporkan!

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisnu AS meminta bantuan masyakarat Provinsi Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, agar memberitahukan keberadaan pasangan suami istri, Ngarijan Salim dan Linda Kodrat, yang sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polri dan buronan Interpol 182 Negara sejak Tahun 2006. “Kita berharap bantuan seluruh masyarakat agar memberitahukan keberadaan pasangan suami istri […]

  • 17 Kasus Korupsi Ditangani Ditreskrimsus Polda Sumut Sejak 2011

    17 Kasus Korupsi Ditangani Ditreskrimsus Polda Sumut Sejak 2011

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Sepanjang Tahun 2011, sedikitnya hampir 17 kasus korupsi yang ada di Sumatera Utara di tangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, dari 17 kasus tersebut, sembilan diantaranya telah memasuki tahap penyidikan dan dalam pengawasan ketat pihak Polda Sumut, sedangkan sisanya baru memasuki tahap pemberkasan. Demikian disampaikan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes […]

  • Kapolres Asahan : Pemakai dan Pengedar Narkoba Rusak Masa Depan Generasi Muda

    Kapolres Asahan : Pemakai dan Pengedar Narkoba Rusak Masa Depan Generasi Muda

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kisaran, Pengguna dan pengedar narkoba, merupakan musuh negara serta menjadi beban sekaligus merusak kehidupan masa depan para generasi muda. “Pengguna dan pengedar narkoba, musuh negara yang harus dibasmi”, ungkap Kapolres Asahan AKBP J. Didiek Dwi Priantono, SH pada saat pembukaan Pelatihan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada pengurus OSIS SLTA dan SLTP […]

expand_less