Senin, 24 Agu 2026
light_mode

Proyeksi Palsu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh : Alfisyah S.Pd
Guru dan Pemerhati Masyarakat

Sungguh jika manusia yang membuat sebuah proyeksi, apalagi proyeksi ekonomi masa depan, maka siap-siaplah akan keliru. Andaipun jika proyeksi itu tepat, tetap saja akan meleset dan ada galat erornya. Itulah buktinya bahwa manusia itu lemah, serba kurang dan sangat terbatas. Apalagi yang dijadikan sebagai pijakan adalah sistem ekonomi yang rusak tentu akan menghasilkan kesalahan yang besar. Maka wajarlah kemudian jika hasilnya menjadi angan-angan dan halusinasi belaka.

Begitulah ketika Menkeu Sri Mulyani mempromosikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 lalu untuk tahun ini. Beliau menyatakan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia terukur dengan angka PDB yang berkisar minus 1,7 hingga monus 2,2. Proyeksi ini lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. Sementara itu Asian Development Bank (ADB) juga memprediksikan pada angka minus 2,2. Demikian juga world bank di angka yang sama.

Realitanya kegiatan ekonomi di negeri ini belumlah seperti yang dikehendaki. Sebab pandemi belum usai sepanjang tahun 2020 dan entah sampai kapan. Realitanya justru sebaliknya karena sektor usaha makro dan usaha mikro shock. Angka produksi dan konsumsi pun melorot. Semuanya itu akibat dari kebijakan negara maju dan berkembang yang masih belum membuka diri untuk investasi besar- besaran dalam bidang ekonomi.

Proyeksi Menkeu, ADB dan World Bank itu memang bukan gambaran yg sebenarnya. Pasalnya kondisi masyarakat masih belum sejahtera  bahkan menderita dalam tekanan ekonomi yang menimpa mereka. Proyeksi itu tak terwujud sama sekali. Sebab semua parameternya palsu. Perhitungan angka PDB yang diambil dari penjumlahan pendapatan semua penduduk Indonesia lalu dibagikan dengan jumlah itu juga menghasilkan angka rata-rata. Angka itu menutupi kenyataan sebenarnya pendapatan orang per orang. Sekali lagi proyeksi itu semu. Jika proyeksi semu itu saja tidak terwujud, bagaimana mungkin angka sesungguhnya dari pertumbuhan ekonomi itu akan terwujud?

Inilah sebuah pertanyaan retoris yang tidak membutuhkan jawaban. Pertumbuhan ekonomi itu disandarkan pada mata uang yg palsu. Mata uang yang nilai intrinsiknya tidak sama dengan nilai zat mata uangnya. Bahkan dalam pencetakannya tidak ditopang oleh sesuatu yang tetap (fix) semisal emas dan perak. Pasarnya pun  juga tidak ril sebab jual belinya banyak di sektor non ril. Oleh karena itu pertumbuhan ekonominya palsu atau semu.

Itulah jika sistem ekonominya berbasis ekonomi kapitalistik. Selama sistem ekonomi itu yang digunakan maka proyeksinya selalu meleset dan tidak terbukti. Berdasaran uraian di atas bangsa ini sangat membutuhkan sistem ekonomi yang stabil, anti krisis dan juga tumbuh secara ril. Ukuran kesejahteraannya pun dihitung orang per orang. Bukan dari nilai rata-rata hasil bagi.

Sistem itu juga akan menata kebijakan fiskalnya. Sehingga pergerakan roda ekonomi tidak lagi bertumpu pada pajak yang rentan krisis. Sistem ekonomi itu pula tidak berbasis riba. Sebab Riba itu menjadi biang krisis di negara-negara maju saat ini. Benarlah jika dalam beberapa agama termasuk Islam, bahwa pelaku riba itu akan seperti orang yg labil. Tidak bisa berdiri tegak sebab dia seperti orang yang kerasukan setan. Saat berdiri orang itu akan gamang, mudah jatuh dan tumbang. Begitulah juga sebuah negara yg berbasis riba. Dipastikan keadaannya tak jauh dari gambaran pemakan riba. Negara itu akan rapuh dan goncang ekonominya karena kerusakan sistem itu sendiri.

Bukan hanya itu, sistem ekonomi yg baik adalah sistem yang bergerak dalam sektor ril. Sektor non ril dalam saham, obligasi dan surat berharga, pasar uang itu hanya akan membuat pergerakan ekonomi rapuh dan jauh dari keadilan untuk seluruh manusia. Pada sektor non ril para kapital yang memegang akses ekonominya. Kesejahteraan hanya akan menimpa mereka para pemilik modal, bukan untuk seluruh rakyat.

Sistem ekonomi yg benar akan menjadikan mata uangnya berbasis emas dan perak. Jika ingin mencetak uang kertas, back up emas dan peraknya sesuai dengan yang dicetak. Sebab back up emas dan perak itulah yg menjadi nilai intrinsiknya atas kertas yang digunakan. Meskipun demikian cetakan uang yg merupakan bahan emas dan perak akan tetap ada. Goncangan inflasi dan deflasi mustahil ada dalam sistem ini.

Oleh karena itu jika sistem yg benar ini diterapkan maka tak dibutuhkan proyeksi yg keliru dan semu itu. Perekonomian akan bergerak cepat dan hidup. Konsep kepemilikan umum akan diurus sendiri oleh negara secara independen. Peluang intervensi dan penjajahan negara lain akan nihil. Kekayaan milik umum akan dinikmati bersama. Sama-sama sejahtera akan tercapai. Bahkan peluang APBN yg surplus mudah dicapai secara otomatis. Jaminan kesejahteraan orang per orang bukan hanya menjadi janji namun terbukti pada masyarakat baik muslim maupun non muslim tanpa kecuali.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA : Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam satu pekan terakhir mengakibatkan produksi dan harga getah karet di pasar-pasar lelang karet menurun. Seperti di Kelurahan Kota Siantar, harga getah karet turun dari semula Rp15.000 menjadi Rp13.500 per kilogramnya. Begitu juga di Desa Gunungtua Kecamatan Panyabungan, harganya hanya Rp13.000 per kg, dan […]

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 2)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 2)

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Beberapa tonggak sastra yang berkembang di kolonial tersebut patut dicatat periode-periode pertumbuhan sastra berikut: Willem Iskander (1840-1876). Ia menulis dalam bahasa Mandailing yang amat imajinatif terutama karena dipengaruhi kemampuannya yang tinggi dalam penguasaan bahasa Melayu. Karya-karyanya dipublikasikan secara luas setelah kematiannya, antara lain: “Hendrik Nadenggan Roa, Sada Boekoe Basaon ni Dakdanak.” […]

  • E-Voting salah satu alat Pemilu yang syah

    E-Voting salah satu alat Pemilu yang syah

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kepala Badan Pengkajian danPenerapan Teknologi (BPPT), Dr Marzan A. Iskandar mengatakan,pemilihan umum secara elektronik atau e-voting menjadi alternatif,karena berdasarkan hasil Yudisial Review dari Mahkamah Konstitusi,bahwa e-voting merupakan salah satu alat pemilihan yang syah. Oleh karena itu, mulai saat ini metodologinya akan disusun,karena pada Mei 2010 yang lalu sudah diadakan dialog nasionalmengenai e-voting, dan salah satu […]

  • Pelayanan publik masih jadi keluhan

    Pelayanan publik masih jadi keluhan

    • calendar_month Kamis, 3 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Masih banyak warga di Kota Medan, khususnya Kecamatan Medan Amplas mengeluh terhadap buruknya pelayanan publik untuk mengurus akta lahir dan perekaman e-KTP. Hal ini disampaikan warga sewaktu Ketua DPRD Medan, Amiruddin melakukan reses di Medan Amplas, kemarin. Amiruddin mengakui selain mengeluh terkait pelayanan publik yang diberikan Pemerintah Kota (Medan) Medan, masyarakat juga […]

  • Penembak Misterius Beraksi di Papua, 1 Tewas

    Penembak Misterius Beraksi di Papua, 1 Tewas

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gerombolan itu menghadang orang di jalan ramai. Satu tewas dan beberapa orang luka tembak. Ditembak dari jarak 10 meter. Gimana tak mati. Peluru itu merobek dada Riswandy Junus. Lelaki itu tewas seketika. Dian, istri Riswandy yang membonceng di belakang, terluka tangan kanannya. Helm yang dipakai berlubang. Aksi brutal para penembak itu terjadi di Kampung Nafri, […]

  • Yusril Ihza Mahendra Terpilih Sebagai Ketua Umum PBB

    Yusril Ihza Mahendra Terpilih Sebagai Ketua Umum PBB

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      CISARUA  – Mukhtamar ke IV Partai Bulan Bintang (PBB) menghasilkan ketua umum baru. Nama Yusril Ihza Mahendra dipilih untuk menjadi imam politik PBB untuk masa jabatan 2015 sampai 2020. Yusril resmi menggantikan kepemimpinan MS Ka'ban yang sudah memimpin partai turunan Masyumi itu selama dua periode terakhir. "Dengan bertawakal kepada Allah Subhanawataala, memutuskan menetapkan, mengesahkan […]

expand_less