Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

Catatan 26 Tahun Madina: Pendekatan Sejarah, Soiologi, Antropologi, dan Kultural

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
  • print Cetak

Askolani Nasution

Budayawan Mandailing Askolani Nasution menyampaikan catatan ringkas di Focus Grup Discussion yang diselenggarakan KNPI Mandaiiling Natal di D’San Hotel, Panyabungan, Jum’at (14/3/2025).

Askolani melihat peluang pembangunan Mandailing Natal berdasar potensi kultural dan alamnya, namun pemerintah justru mengabaikannya.

Padahal, menurut Askolani, sejarah Mandailing Natal (Madina) adalah sejarah gemilang pada masa lalu. Belasan kerajaan besar menancapkan pengaruhnya di kawasan Mandailing. Mulai dari Singosari, Majapahit, Sriwijaya, Aru, Pagaruyung, Aceh, hingga Inggris, Portugis, Jepang dan Belanda.

Jejak itu tampak dalam bentuk peninggalan sejarah, baik meriam, benteng, bahkan candi, dan lain-lain.

Kenapa Mandailing menarik? Karena potensi sumber daya alamnya. Askolani mengungkap, bahwa emas di kawasan Aek Simalagi sudah ada penambangan sejak abad ke 8-9 masehi. Emas itu menjadi komoditas ekspor penting melalui pantai Barat Sumatera. Belum lagi hasil rempah.

Tak hanya itu, Panyabungan (ibu kota Mamdailing Natal saat ini) sudah menjadi transit perdagangan antara pantai Timur dan Barat Sumatera. Berbagai negara berdagang ke sini. Baik Cina, India, atau Arab. Tetapi, kenapa setelah 13 abad kemudian Panyabungan tidak berkembang? Kecuali sebagai kawasan perdagangan ganja?

“Itu persoalannya. Kita tidak pernah membangun daerah ini berdasarkan potensi kultural dan alamnya. Kita membangun hanya meniru kabupaten lain, bukan karena kebutuhan daerah,” kata Askolani.

“Mestinya, dari aspek sejarah itu, pembangunan Mandailing Natal sebagai pusat perdagangan global menjadi pilihan penting,” imbuhnya.

Potensi lainnya adalah beras. Jepang tidak akan merampas Mandailing dari Belanda kalau bukan karena stok berasnya. Mereka butuh itu untuk Perang Asia Fasifik. Dan sejak berabad-abad sebelumnya, Mandailing telah menjadi pusat persawahan yang maju. Itu ditandai dengan temuan arca perunggu Dwi Sri di Tombang Bustak. Itu dewa kesuburan yang identik dengan padi.

Belum lagi potensi kopi. Sebelum Belanda masuk, Inggris sudah mengembangkan perkebunan kopi di sini. Hingga tahun 1870-an, terdapat 2,8 juta batang kopi di sini.

Ekspor kopi melalui pantai Barat Sumatera itu bahkan menjadi andalan utama pembiayaan pemerintah kolonial di Batavia.

“Tetapi apa yang kita capai selama 26 tahun Mandailing Natal. Bahkan bebatuan Candi Simangambat akhirnya diboyong ke Cibinong tahun lalu, karena kita tidak mengurusnya. Padahal, di Sumatera Utara hanya di Mandailing ada tinggalan candi Hindu seperti Candi Simangambat, pragmen candi Siabu dan Saba Biara Pidoli. Itu tanda bahwa peradaban kita sudah demikian maju sejak dulu,” ungkanya.

Belum lagi soal efektivitas program-program pemerintah daerah sesuai dengan asumsi-asumsi ekonomi makro.

“Misal jika asumsi inflasi sekian persen, laju ekonomi sekian persen, mana di antara program pembangunan kita yang menjadi indikator pemulihan inflasi daerah dan mana yang menjadi indikator laju ekonomi sekian persen. Tidak pernah kita kaji secara mendalam sehingga menjadi acuan yang ilmiah,” ujar Askolani. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • UISU Akhirnya Bersatu

    UISU Akhirnya Bersatu

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEDAN , – Pasca desakan ratusan mahasiswa Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) di Jalan Sisingamangaraja Medan, akhirnya UISU yang sebelumnya terpecah dua, berdamai guna menyelamatkan UISU dari ancaman tutup. Penyatuan UISU Almunawarah di Jalan Sisingmangaraja dan UISU Almanar di Jalan Karya Bakti disepakati dalam satu nota kesepahaman antara kedua belah pihak. Selanjutnya, kedua pihak UISU […]

  • Oknum DPRD Labuhanbatu Pukul Meja , Rapat Diskorsing

    Oknum DPRD Labuhanbatu Pukul Meja , Rapat Diskorsing

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    RANTAUPRAPAT : Rapat pembahasan nota Keuangan tahun anggaran (TA) 2010 di gedung DPRD Labuhanbatu diwarnai insiden ‘ngamuk’nya seorang anggota DPRD setempat. Aksi itu dilakukan dengan pemukulan meja. Dampaknya, rapat di skors hingga Rabu, 10 Agustus 2011. Pada hari Selasa 9 Agustus 2011 seorang oknum anggota dewan pada rapat dengan SKPD Dinas Pendidikan menanyakan terkait penggunaan […]

  • 2 Unit Rumah di Tanggabosi Madina Hangus Terbakar

    2 Unit Rumah di Tanggabosi Madina Hangus Terbakar

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Dua unit rumah semi permanen milik warga Desa Tanggabosi II, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), hangus terbakar, Jumat (06/05/2011) malam sekitar pukul 21.15 WIB. Satu unit rumah habis total dan satu unit lagi terbakar sebagian. Penyebab kebakaran diduga akibat pemilik rumah meninggalkan sayur yang masih dimasak di dapur rumah. Rumah yang hangus terbakar […]

  • Paripurna DPRD Madina Setujui Bahas 14 Ranperda

    Paripurna DPRD Madina Setujui Bahas 14 Ranperda

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA : Seluruh fraksi di DPRD Mandailing Natal (Madina) menyetujui 14 rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang diajukan Pemkab untuk dibahas. Persetujuan itu diputuskan dalam siding paripurna pandangan fraksi-fraksi atas pengajuan ranperda tersbeut, di geudng dewan, Panyabungan,sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD As Imran Khatamy Daulay SH, dihadiri Pejabat Bupati Ir.Aspan Sopian Batubara. Fraksi PKS lewat juru […]

  • Dua Hari Pasca Camp PT Sorikmas

    Dua Hari Pasca Camp PT Sorikmas

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mining Dibakar Kapolsek Ngaku Dianiaya, Solatiyah Ngadu ke Medan MADINA- Pembakaran camp PT Sorikmas Mining, Minggu (29/5) lalu, menyisakan sejumlah cerita. Saat peristiwa itu, Kapolsek Siabu AKP S Daulay mengaku dipukul dan ditendang warga hingga babak-belur. Sedangkan korban penembakan, Solatiyah, kemarin mengadukan kasus penembakan itu ke Bitrah Indonesia di Medan. Kedatangan mereka ke Bitrah Indonesia […]

  • Harga Daging Mahal, Bupati Madina Sampaikan Aspirasi Kaum Ibu

    Harga Daging Mahal, Bupati Madina Sampaikan Aspirasi Kaum Ibu

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), Saipullah Nasution menyampaikan aspirasi kaum ibu kepeda pedagang terkait harga daging di Panyabungan lebih mahal dibandingkan di Sidimpuan. “Kami berkeliling ke beberapa tempat dan ada aspirasi masyarakat, aspirasi ibu-ibu yang katanya harga daging di Panyabungan lebih mahal dibandingkan di Sidimpuan misalnya,” kata bupati memulai diskusi dengan pedagang […]

expand_less