Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Catatan 26 Tahun Madina: Pendekatan Sejarah, Soiologi, Antropologi, dan Kultural

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
  • print Cetak

Askolani Nasution

Budayawan Mandailing Askolani Nasution menyampaikan catatan ringkas di Focus Grup Discussion yang diselenggarakan KNPI Mandaiiling Natal di D’San Hotel, Panyabungan, Jum’at (14/3/2025).

Askolani melihat peluang pembangunan Mandailing Natal berdasar potensi kultural dan alamnya, namun pemerintah justru mengabaikannya.

Padahal, menurut Askolani, sejarah Mandailing Natal (Madina) adalah sejarah gemilang pada masa lalu. Belasan kerajaan besar menancapkan pengaruhnya di kawasan Mandailing. Mulai dari Singosari, Majapahit, Sriwijaya, Aru, Pagaruyung, Aceh, hingga Inggris, Portugis, Jepang dan Belanda.

Jejak itu tampak dalam bentuk peninggalan sejarah, baik meriam, benteng, bahkan candi, dan lain-lain.

Kenapa Mandailing menarik? Karena potensi sumber daya alamnya. Askolani mengungkap, bahwa emas di kawasan Aek Simalagi sudah ada penambangan sejak abad ke 8-9 masehi. Emas itu menjadi komoditas ekspor penting melalui pantai Barat Sumatera. Belum lagi hasil rempah.

Tak hanya itu, Panyabungan (ibu kota Mamdailing Natal saat ini) sudah menjadi transit perdagangan antara pantai Timur dan Barat Sumatera. Berbagai negara berdagang ke sini. Baik Cina, India, atau Arab. Tetapi, kenapa setelah 13 abad kemudian Panyabungan tidak berkembang? Kecuali sebagai kawasan perdagangan ganja?

“Itu persoalannya. Kita tidak pernah membangun daerah ini berdasarkan potensi kultural dan alamnya. Kita membangun hanya meniru kabupaten lain, bukan karena kebutuhan daerah,” kata Askolani.

“Mestinya, dari aspek sejarah itu, pembangunan Mandailing Natal sebagai pusat perdagangan global menjadi pilihan penting,” imbuhnya.

Potensi lainnya adalah beras. Jepang tidak akan merampas Mandailing dari Belanda kalau bukan karena stok berasnya. Mereka butuh itu untuk Perang Asia Fasifik. Dan sejak berabad-abad sebelumnya, Mandailing telah menjadi pusat persawahan yang maju. Itu ditandai dengan temuan arca perunggu Dwi Sri di Tombang Bustak. Itu dewa kesuburan yang identik dengan padi.

Belum lagi potensi kopi. Sebelum Belanda masuk, Inggris sudah mengembangkan perkebunan kopi di sini. Hingga tahun 1870-an, terdapat 2,8 juta batang kopi di sini.

Ekspor kopi melalui pantai Barat Sumatera itu bahkan menjadi andalan utama pembiayaan pemerintah kolonial di Batavia.

“Tetapi apa yang kita capai selama 26 tahun Mandailing Natal. Bahkan bebatuan Candi Simangambat akhirnya diboyong ke Cibinong tahun lalu, karena kita tidak mengurusnya. Padahal, di Sumatera Utara hanya di Mandailing ada tinggalan candi Hindu seperti Candi Simangambat, pragmen candi Siabu dan Saba Biara Pidoli. Itu tanda bahwa peradaban kita sudah demikian maju sejak dulu,” ungkanya.

Belum lagi soal efektivitas program-program pemerintah daerah sesuai dengan asumsi-asumsi ekonomi makro.

“Misal jika asumsi inflasi sekian persen, laju ekonomi sekian persen, mana di antara program pembangunan kita yang menjadi indikator pemulihan inflasi daerah dan mana yang menjadi indikator laju ekonomi sekian persen. Tidak pernah kita kaji secara mendalam sehingga menjadi acuan yang ilmiah,” ujar Askolani. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Safari Ramadhan Kunjungi Kebun PTPN IV di Madina

    Tim Safari Ramadhan Kunjungi Kebun PTPN IV di Madina

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Ketua Majelis Taklim & Syiar Islam (MTSI) Pusat PTPN IV Taufiqurrachman bersama Ketua Tim IV Safari Ramadhan Aminuddin Thoha serta anggota (Syahrul Aman Siregar, Rabiullah Harahap, Syahrial Nasution, Alhusri Naipospos), berkesempatan melakukan Safari Ramadhan di Kebun Mandina Grup (Kebun Timur, Kebun Batang Laping, Proyek Plasma) yang dipusatkan di Mess Batang Laping yang terletak […]

  • Ada Konpensasi 5 M Untuk KTBM Terkait Lahan di Batahan

    Ada Konpensasi 5 M Untuk KTBM Terkait Lahan di Batahan

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Ribut ribut masalah lahan stanvas di Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) ternyata Kelompok Tani Batahan Mandiri yang beralamat di Kelurahan Pasar Baru Batahan telah menerima konpensasi tali asih dari PT. Sago Nauli. Konpensasi tali asih ini sendiri tertuang dalam surat kesepakatan perdamaian atas lahan yang telah dibatalkan oleh Putuskan […]

  • Gas LPG 3 Kg Langka, Pemkab Madina Gelar Operasi Pasar

    Gas LPG 3 Kg Langka, Pemkab Madina Gelar Operasi Pasar

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal melakukan operasi pasar terkait kelangkaan gas LPG 3Kg beberapa pekan terakhir. Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Madina Jhon Amriadi, Senin (25/4) menyatakan operasi pasar ini berlangsung sejak tanggal 22 hingga 30 April 2016. Operasi pasar dilakukan  di beberapa lokasi yang mengalami kelangkaan seperti kota Panyabungan dan Siabu. Kelangkaan gas […]

  • KPK Perluas Pengawasan Penggunaan APBD

    KPK Perluas Pengawasan Penggunaan APBD

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi akan memperluas pengawasan dalam penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) karena tingkat penyalahgunaan tertinggi saat ini justru berada di daerah. “Saat ini tindak penyalahgunaan korupsi justru lebih banyak berada di daerah, karena itu tugas KPK ke depan akan memperluas pengawasananya di berbagai daerah,” kata Deputi Informasi dan Data KPK, Ade Raharja, […]

  • Tim Pemenangan Harun- Ichwan Dicurhati Warga Terkait Minimnya Perhatian Pemkab Madina

    Tim Pemenangan Harun- Ichwan Dicurhati Warga Terkait Minimnya Perhatian Pemkab Madina

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batang Natal ( Mandailing Online) : Bertandang ke dusun air putih di desa Hadangkahan, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Tim pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Madina dicurhati warga desa. Mereka mengaku merasa terasing di Kabupaten Madina karena minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten. ” Kami di dusun air putih Desa Hadangkahan ini merasa […]

  • Ribuan Warga Madina Dapat Sertifikat Tanah

    Ribuan Warga Madina Dapat Sertifikat Tanah

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 1.000 lembar sertifikat tanah diterbitkan untuk masyarakat di sejumlah desa di Mandailing Natal (Madina). Masyarakat yang memperoleh sertifikat tanah itu antara lain Desa Banjar Aur Utara, Rantobi, Muara Parlampungan, Batu Sondat, Simpang Koje. Penyerahan secara simbolik dilakukan Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution […]

expand_less