Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Bagas Godang dan Mandheling Coffee

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 29 Mar 2019
  • print Cetak

Rombongan Mandailing Malaysia di depan Bagas Godang di Hutanagodang, Ulu Pungkut. (foto : Ikatan Mandailing Malaysia-Indonesia)

 

Catatan : Dahlan Batubara

 

Bagas Godang. Di Mandailing. Rumah Besar bahasa Melayu-nya. Istana raja yang memerintah negerinya. Masa lalu. Sebelum ada negara Indonesia.

Setiap ada Bagas Godang selalu ada Sopo Godang.

Banyak pelajaran yang harus diperoleh dari Sopo Godang.

Sopo Godang melambangkan demokrasi kerajaan-kerajaan Mandailing masa lalu. Bahkan ketika Eropa masih gelap, otoritarian, Mandailing sudah lebih dulu berdemokrasi. Bukan demokrasi ala Barat.

Jika Indonesia memakai fungsi DPR. Di gedung DPR. Maka kerajaan-kerajaan Mandailing masa lalu sidang MPR-nya di Sopo Godang.

Rakyat akan ramai duduk di luar Sopo Godang. Menyaksikan sidang yang berada di lantai Sopo. Dari luar Sopo Godang rakyat juga diperkenankan menyampaikan usul.

Itulah Mandailing masa lalu.

Tapi, kini. Bagas Godang dan Sopo Godang tak lagi berfungsi. Apalagi bangunan fisiknya tak lagi dipelihara.

Silahkan pembaca mengujungi Bagas Godang di Hutanagodang, Ulu Pungkut, Mandailing Julu. Atau Bagas Godang di Mandailing Godang. Anda akan tahu bagaimana keadaannya kini.

Anda akan berasumsi bahwa Pemerintah Daerah tidak memiliki kepekaan terhadap sejarah Bagas dan Sopo Godang.

Rumah Gadang di Pagaruyung, Minangkabau pernah terbakar. Habis. Lalu dibangun ulang. Tidak ada istilah dana tak cukup.

Bagas Godang di Hutanagodang itu sudah nyaris ambruk atapnya. Lantai sudah rapuh. Dinding sudah rapuh. Tetapi pemerintah daerah diam membisu.

Saban tahun saya membawa rombongan Mandailing Malaysia ke Bagas Godang di Hutanagodang itu. Bagas Godang itu selalu menjadi pilihan utama bagi mereka yang mengunjungi tanah leluhur.

Kata mereka : Bagas Godang itu memiliki daya magis bagi jiwa. Daya tarik yang sulit terbahasakan. Daya sedotnya tinggi sehingga selalu buka internet untuk sekedar melihat kembali foto Bagas Godang itu. Terbayang bagaimana kerajaan-kerajaan di Mandailing masa lalu.

Kata mereka : meski terlihat cantik dengan cat warna warni Rumah Gadang Pagaruyung tak mampu menggugah jiwa.

Tetapi Bagas Godang Hutanagodang menggugah jiwa. Magnitnya berada di tidak adanya cat warna warni. Warna alam. Mengunjunginya seperti masuk ke masa lalu. Perasaan seolah dapat melihat raja ketika kita masuk ke dalam Bagas Godang itu.

Bukan karena mereka etnis Mandailing. Sekiranya orang Suriname pun yang berkunujung dipastikan akan berpendapat yang sama.

Bagas Godang di Hutanagodang, Ulu Pungkut, Mandailing Julu.

Seandainya pemerintah daerah nihil apresiasi sejarah. Nihil pelestarian peninggalan masa lalu. Nihil menghormati kerajaan-kerajaan Mandailing masa lalu. Setidaknya jangan nihil melihatnya dari sisi pariwisata.

Rumah Gadang di Pagaruyung membawa devisa yang banyak kepada Minangkabau. Candi Prambanan membawa devisa bagi Yogyakarta.

Saya pernah ke Candi Prambanan tahun 2014. Beli tiket masuk 50 ribu rupiah. Ada sekitar 100 pengunjung selama 1 jam saya berada di situ. 100 x 50.000 = 5 juta. Kalau 200 orang akan menjadi 10 juta.

Bukan lokal saja. Di komplek candi itu banyak turis asing. Ada kulit putih. Ada Jepang.

Saya bertemu pasangan Swedia. Prianya ganteng. Gadisnya cantik. Saya ajak gadisnya foto bersama dengan bahasa nekad : “Please ficture together”.

“Oh, yes,” kata gadis Swedia. Untung saya bukan pria ganteng sehingga pria Swedia itu tak bakalan cemburu. Yang bisa saja berpotensi mendua hati via facebook. Padahal foto berdua itu rapat. Saking rapatnya menyebabkan bahu kami menyatu.

Untung gadis itu bersandal jepit sehingga tak terlalu tinggi. Beruntung saya pakai hak sepatu tinggi jadinya agak tinggi. Serasi terlihat. Fotonya saya upload di Facebook. Banyak yang komentar.

Sejatinya Bagas Godang mendatangkan devisa. Juga mendatangkan rupiah dari wisatawan lokal.

Ulupungkut bukan saja memiliki Bagas Godang yang memiliki daya tarik. Tetapi juga memiliki tanah kopi. Mandheling Coffee. Yang termahsyur di dunia internasional. Di pasaran dunia Mandheling Coffe hanya punya satu saingan : kopi Brazil. Keduanya sama-sama kelas wahid.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang tersenyum

Saya (memegang HP yang juga guide) hendak mengabadikan rombongan Mandailing Malaysia yang berkunjung di lokasi penjemuran Mandheling Coffee merek Banamon di Desa Alahan Kae, Ulu Pungkut.

 

Saking terkenalnya Mandheling Coffe menyebabkan orang Italia lebih sering mendengar kata “Mandheling” ketimbang nama “Indonesia”.

Nyaris di negara-negara Eropa ada Mandheling Coffee. Rusia hingga Jepang dan Tiongkok.

Keterkenalan Mandheling Coffee akan menimbulkan ketertarikan mengunjungi tanah kopi Mandailing.

Tentu itu potensi devisa.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri, pohon, langit, luar ruangan dan alam

Bus pariwisata ukuran sedang saja masih sulit menjangkau Ulu Pungkut akibat jalan yang masih sempit.

 

Caranya : benahi Bagas Godang. Benahi jalan menuju ke sana agar terlalui bus besar. Termasuk jalan besar menuju perkebunan kopi. Sediakan tempat minum kopi di dekat kebun kopi. Sediakan juga kopi bubuk atau kopi beras. Turis pasti akan membawa buah tangan.

Tak sampai di situ. Selain promosi. Harus kerjasama dengan perusahaan-perusahan travel.

Toh, tiap hari bus pariwisata senantiasa melewati Mandailing. Yang berada di jalur lintas Sumatera.***

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadin Madina Buka Bersama dengan Anak Yatim

    Kadin Madina Buka Bersama dengan Anak Yatim

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Mandailing Natal (Kadin Madina) menggelar acara silaturahmi pengurus dan buka bersama dengan anak yatim di resto Lopo Itik, Desa Gunungtua, Panyabungan. Acara silaturahmi ini dihadiri mantan ketua Kadin Sobir Lubis, Ketua Kadin Bahran Daulay, Ketua HIPMI Zainal Arifin, Ketua Karang Taruna Zul Kifli dan Presiden Ikatan […]

  • Aspirasi Ade Melalui Mural

    Aspirasi Ade Melalui Mural

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Diurnarii Publisher / Zakiyah Rizki Sihombing “Dalam mural aku bukan cuma sekedar coret-coret dinding, tapi ada makna yang ingin aku ungkapkan lewat mural ini” Ungkap Ade di sela-sela kesibukannya mengaduk cat sebelum memural. Pada kenyataannya setiap orang memiliki ekspresi yang berbeda dalam kehidupan. Profesi, skill, bakat menjadi modal utama bagi seseorang dalam […]

  • Guru Ngaji, Bilal Mait dan BKM di Bukit Malintang Terima Insentif

    Guru Ngaji, Bilal Mait dan BKM di Bukit Malintang Terima Insentif

    • calendar_month Sabtu, 1 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) setelah sempat tidak terima insentif / honor beberapa tahun karena Pemda kekurangan anggaran. Para guru mengaji, bilal mait dan BKM ( badan kenaziran masjid )  di Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) bernafas lega karena siang tadi, mereka telah menerima honor yang sumber dananya dari Dana Desa. Mereka […]

  • Soal Surat Rekomendasi Pindah Palsu Bupati Madina Harus Cabut SK Idris Batubara

    Soal Surat Rekomendasi Pindah Palsu Bupati Madina Harus Cabut SK Idris Batubara

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Sekretaris Komisi I DPRD Madina Iskandar Hasibuan meminta Bupati HM Hidayat Batubara mencopot Mhd Idris Batubara sebagai Sekretaris Camat Panyabungan Kota dengan mencabut SK pengangkatannya. Pasalnya, eks PNS Pemkab Labuhanbatu Utara (Labura) itu diduga memalsukan surat rekomendasi persetujuan pindah Bupati Labura ke Pemkab Madina. “Saya melihat Bupati Madina harus segera menuntaskan persoalan ini, meskipun […]

  • Izin Operasional SMGP Menciderai Hati Rakyat Madina

    Izin Operasional SMGP Menciderai Hati Rakyat Madina

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online) – Izin pengoperasian kembali sebagian aktivitas PT SMGP di Mandailing Natal, Sumut menuai protes dan kecaman dari sejumlah elemen masyarakat. Izin dari Kementerian ESDM dinilai produk yang premateur, suatu kebijakan yang tidak populis atau tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Bahkan pengoperasian secara terbatas PT SMGP diduga kuat telah melanggar standar dan aturan baku […]

  • Menghina Bupati Madina, Tuanku Syarif Dicari Polisi

    Menghina Bupati Madina, Tuanku Syarif Dicari Polisi

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kini MSL yang diduga pemilik akun “Tuanku Syarif” di Facebook, sudah berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang) alias dicari polisi, karena dia dituduh menghina Dahlan Hasan Nasution, bupati Madina, di facebook. Status DPO itu tertuang dalam surat Polres Madina Nomor B/94/X/2015/Reskrim tanggal 22 Oktober 2015 tentang Perkembangan Hasil Penyidikan yang ditantandangani […]

expand_less