Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Demi Citra, PM Malaysia Suap Stasiun TV

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
  • print Cetak


KUALA LUMPUR –
Stasiun TV internasional CNBC membatalkan siaran program utama mereka World Business yang diduga menerima suap dari Perdana Menteri Malaysia Najib Razak untuk wawancara khusus dan pencitraan pemerintah Malaysia.

Situs themalaysianinsider.com pada Kamis malam (4/8/2011) merilis laporan FBC Media sebuah perusahaan jasa humas di Inggris menerima uang jutaan Ringgit Malaysia untuk merekayasa pemberitaan.

CNBC menyatakan sedang menginvestigasi sepak terjang FBC Media dengan PM Najib dan pemerintah Sarawak agar stasiun TV internasional yang dipercaya pelaku bisnis dunia itu tidak terkena nasib seperti tabloid News of The World, yang tutup setelah terlibat skandal pemberitaan yang melanggar hukum.

“Sebagai jawaban atas pertanyaan Malaysian Insider kami mengakui sudah menutup program World Business karena dugaan jual-beli berita dan mulai menginvestigasi FBC dan praktik bisnis mereka,” kata Wakil Presiden Komunikasi dan Pemasaran CNBC Charlotte Westgate dalam surat elektronik.

World Business dipimpin Redaktur Pelaksana CNBC, John Defterios langsung dihentikan tayangannya setelah sebuah pemberitaan internet di Negara Bagian Sarawak melansir berita dugaan suap oleh PM Najib dan pemerintah Sarawak terhadap program paling bergengsi, yang juga ditonton jutaan pebisnis di Indonesia itu. Berita online oleh Anil Neto di Sarawak menulis “CNBC Memutus Hubungan Dengan FBC Media!”.

Seorang whistle blower di London mengungkapkan betapa politisi kubu penguasa Malaysia, Barisan Nasional (BN) membayar jutaan Ringgit dari anggaran nasional ke FBC untuk mengatur pemberitaan yang “baik-baik” di Stasiun TV CNBC.

Laporan dari Sarawak menampilkan sederet nama politisi seperti PM Najib Razak, mantan PM Abdullah Badawi, Menteri Kepala Sarawak Tan Sri Taib Mahmud, menggunakan suap untuk membeli pencitraan di TV CNBC dan media internasional lainnya.

“Mengijinkan program dibayar oleh politisi merupakan praktik penipuan jutaan pemirsa yang mengira mereka sedang menonton tayangan yang obyektif dan tidak memihak. Ini merupakan kejahatan berat terhadap hukum penyiaran. Terlebih bagi perusahaan global sekelas CNBC dan induk usahanya NBC di Amerika Serikat,” ujar laporan dari Sarawak itu.

Charlotte Westgate, menolak memberikan keterangan lebih lanjut untuk saat ini karena pihaknya masih terus menyelidiki skandal itu. Selain dengan CNBC, FBC mengakui pihaknya juga berhubungan profesional dengan BBC dan CNN. (Themalaysianinsider.com/anilneto.com/Iwan Santosa)
Sumber : tribunnews.com/

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Massa DPD IMM Minta Polisi Tangkap Dalang Penculikan

    Massa DPD IMM Minta Polisi Tangkap Dalang Penculikan

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Selain mendesak Kapolda Sumut, Irjend Pol Eko Hadi Sutedjo untuk menangkap Plt Bupati Tapteng Syukran Jamilan Tanjung, massa dari Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Utara (DPD IMM Sumut) juga meminta polisi untuk menangkap dalang penculikan dua anggota IMM. Hal itu disampaikan massa ketika menggelar aksi di depan Mapolda Sumut. "Kami mendesak […]

  • Mengenal Bahasa Mandailing (2)

    Mengenal Bahasa Mandailing (2)

    • calendar_month Kamis, 17 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Basyral Hamidi Harahap (in memoriam)     BAHASA DAUN Prof. C.A. Van Ophuysen, ahli bahasa Melayu dan bahasa Mandailing menulis sejumlah artikel tentang bahasa Mandailing. Salah satu diantaranya ialah tulisan berjudul  De Poezie in het Bataksche Volksleven, 1886. Tulisan ini membahas bahasa daun dan 80 ende dan ungkapan tradisional Mandailing. Van Ophuysen pernah menjadi […]

  • Hujan Deras, Jembatan Penghubung Antardesa Ambruk di Tapsel

    Hujan Deras, Jembatan Penghubung Antardesa Ambruk di Tapsel

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPANULI SELATAN: Hujan deras yang turun sejak beberapa hari ini di Desa Kampung Lalang, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mengakibatkan salah satu jembatan penghubung antar kampung yang ada di desa itu terputus. Jembatan itu selama ini menjadi fasilitas menyeberangi Sungai Aek Baringin. Badan jembatan yang sudah ambruk hanya diganti dengan batang pohon kelapa.Para […]

  • Kisah di Balik Tugu Perintis Kotanopan

    Kisah di Balik Tugu Perintis Kotanopan

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Askolani Nasution Budayawan   Suatu hari di tahun 80-an, H. Mahals, nama pertama di prasasti Tugu Perintis Kemerdekaan Kotanopan, datang ke rumah kami yang berdinding “gogat”. Ia menanyakan arsip-arsip almarhum ayah ketika masih bersama beliau dipenjara Belanda di Sukamiskin dan Digul. Bertemu beberapa catatan. Ia menyebut beberapa tokoh (di prasasti itu) masih […]

  • 5 Orang Tertembak di Panyabungan Timur

    5 Orang Tertembak di Panyabungan Timur

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Onlie) – Sebanyak 5 orang warga Desa Rantonatas Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal tertembak di Desa Pardomuan, kecamatan yang sama, Kamis (11/2). Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat sekitar  50 warga desa Rantonatas sekitar pukul 5:30 WIB beramai-ramai ke Desa Pardomuan berjarak sekira 2 Km dari Desa Rantonatas hendak menangkap Munir […]

  • Elemen Masyarakat dan Mahasiswa Madina Dukung Perampingan SKP

    Elemen Masyarakat dan Mahasiswa Madina Dukung Perampingan SKP

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa Mandailing Natal menyatakan dukungan penuh terhadap draf perampingan SKPD yang diajukan Pj. Bupati Mandailing Natal kepada DPRD pada sidang paripurna yang digelar Kamis (11/11) di ruang Paripurna DPRD. Usulan Pj. Bupati Madina untuk memangkas instansi / SKPD yang dinilai tumpang tindih (Over Lapping) dan tidak efektif merupakan langkah maju […]

expand_less