Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Soal Oknum Polisi Pukuli Imam Salat Tarawih

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 24 Jul 2013
  • print Cetak

Kapolres Tapsel: Pelaku Akan Diberhentikan


SIDIMPUAN, –
Kapolres Tapsel AKBP Rizal Engahu akan memberhentikan Bripka Sawal Harahap, oknum polisi yang memukuli M Nabis Batubara, imam salat tarawih, jika terbukti mengalami gangguan kejiwaan.

AKBP Rizal Engahu kepada METRO, Selasa (23/7), mengatakan, kejadian itu terjadi di wilayah hukum Polres Psp. Dan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kapolres Psp AKBP Budi Hariyanto, untuk mengamankan anggotanya tersebut.

“Untuk masalah hukumnya saya sudah serahkan langsung kepada pihak yang bersangkutan, yaitu Polres Kota Psp. Saya juga sudah langsung berkoordinasi dengan Kapolres Psp untuk mengamankan pelaku. Kini, pelaku sudah ditahan di Lapas Salambue,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, mengenai permintaan masyarakat yang meminta pelaku untuk diberhentikan, menurutnya hal itu sah-sah saja karena masyarakat sudah merasa tidak nyaman atas kejadian tersebut.

Untuk itu, sambung kapolres, ia akan segera meminta anggotanya untuk melakukan pemeriksaan terkait adanya gangguan kejiwaan pada pelaku. Dan bila nanti terbukti, maka Rizal akan berkordinasi dengan pihak yang terkait untuk segera memroses pemberhentiannya.

“Akan segera kita periksa ia terlebih dahulu. Apapbila hasilnya memang sudah tidak bisa ditolerir maka saya siap memberhentikannya. Itupun dengan pertimbangan dari banyak pihak. Tapi akan saya koordinasikan kepada anggota untuk segera melakukannya,” pungkas kapolres.

Sebelumnya, kekhusyukan salat Tarawih di Masjid Nurul Iman, Kampung Darek Lingkungan I Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kamis (18/7) sekitar pukul 20.30 WIB, berubah gaduh dan berdarah. Penyebabnya, oknum polisi bernama Bripka Sawal Harahap (33) memukuli M Nabis Batubara (65) yang saat itu menjadi imam salat.

M Nabis Batubara, warga Kampung Darek, kepada METRO, Jumat malam (19/7), menceritakan kronologi kejadian. Malam itu, ia menjadi imam salat tarawih di Masjid Nurul Iman, yang berada tak jauh dari rumahnya. Di belakang Nabis, berbaris rapi saf makmum laki-laki dan perempuan.

Tiba-tiba, saat ia bangkit dari sujud dan hendak mengakhiri salat, dari arah sampingnya datang seseorang dan langsung memukulinya tanpa ampun. “Saya tidak tahu mengapa tiba-tiba masuk ke dalam masjid dengan cara melangkahi orang yang sedang salat.

Sehabis saya bangkit dari sujud, dan hendak menghabiskan dua rakaat pertama, tepatnya saat duduk tahiyat akhir, pelaku langsung memukuli saya hingga berdarah. Kini, wajah ini harus dijahit,” ujar Nabis sambil menunjukkan lukanya yang masih diperban.

Nabis menambahkan, saat dipukuli ia tidak melawan sama sekali. Ia hanya bisa pasrah menahankan rasa sakit di wajah yang bersimbah darah. Selanjutnya, beberapa makmum melerai dan membawa pelaku ke luar masjid.

“Saya terkejut dan tidak melawan sama sekali. Kemudian saya berdiri, dan melihat pakaian yang saya pakai sudah penuh dengan tetesan darah. Saya heran mengapa dia memukuli saya,” kata Nabis.

“Demi Allah tidak pernah saya berurusan dengan pelaku. Bicara sepatah kata pun tidak pernah, makanya saya bingung, tiba-tiba saja dia datang dan memukuli saya,” sambungnya.

Sofyan Saleh Nasution (50), seorang saksi menambahkan, saat kejadian ia menjadi makmum dalam salat tarawih itu. Ia berada persis di belakang korban.

Ia sempat melihat pelaku melewati jamaah dengan melangkahinya. Kemudian, pelaku berdiri di samping korban dan langsung menghantam dan memukuli korban dengan kedua tangannya seperti orang yang sedang kesetanan. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemiri dari Pastap Julu

    Kemiri dari Pastap Julu

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Dua orang memindahkan goni berisi biji kemiri ke atas mobil di Desa Pastap Julu, beberapa waktu lalu. Desa Pastap Julu, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, Sumut merupakan desa penghasil kemiri dan hasil kebun lainnya. Desa ini berada di ujung selatan barat daya Kecamatan Tambangan. Berbatas langsung dengan hutan. Pohon kemiri menyebar di beberapa titik perbukitan […]

  • Malaysia Belajar Tangani Napi ke Indonesia

    Malaysia Belajar Tangani Napi ke Indonesia

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Penyebutan penjara di Indonesia dengan “pemasyarakatan” menarik perhatian pihak Maktab Penjara Kerajaan Malaysias. Mereka juga salut melaihat keterampilan warga binaan LP Klas I Tanjung Gusta Medan, khususnya dalam budidaya jangkrik. Komandan Maktab Penjara Kerajaan Malaysia Nawawi Bin Hamid dalam kunjungannya sekaligus studi banding 54 taruna Maktab Penjara Kerajaan Malaysia atau Akademi Pemasyarakatan ke di […]

  • Muneera Martina: Jadi Muslim Bukan Teroris

    Muneera Martina: Jadi Muslim Bukan Teroris

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Muneera Martina menatap kosong. Ia teringat betapa hampa hidupnya meski memiliki kemampuan finansial berlebih. “Inilah rahasia kekuatan Allah, kita membutuhkan-Nya. Dia bimbing manusia dengan rahmat-Nya. Ini yang tidak pernah dipikirkan manusia,” ucap dia seperti dilansir onislam.net, Kamis (26/12). Martina telah mengunjungi banyak negara dengan harapan memperoleh apa yang dicarinya. Ia ingin mendapatkan kebahagiaan, hal yang […]

  • 80 Atlit Madina ke Popdasu

    80 Atlit Madina ke Popdasu

    • calendar_month Kamis, 19 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina mengirim 80 atlit untuk berlaga di Popdasu. Seluruh atlit itu terbagi dalam 6 cabang, yakni Atletik, Tennis Meja, Pencak Silat, Bola Volly dan Renang. Pekan Olah Raga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popdasu) ke XIII Tahun 2018 itu akan berlangsung di Padangsidimpuan dari 21 hingga 28 Juli 2018. Kepala Dinas […]

  • Ustadz dari PKS: Ya Tanda-tanda Kiamat Memang itu

    Ustadz dari PKS: Ya Tanda-tanda Kiamat Memang itu

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Kehebohan tentang suara mirip trompet dari langit di seluruh pelosok dunia seperti di Amerika, Kanada, Jerman, Hungaria, Ceko, Denmark, Swedia, Inggris, Kosta Rika, Ukraina, dan Prancis, ikut dikomentari oleh politikus PKS, Hidayat Nur Wahid. Sosok yang kini menjabat Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan bahwa salah satu tanda-tanda kiamat adalah terdengarnya sangkakala […]

  • Wabup Minta Masyarakat dan Perusahaan di Madina Dukung Bandara AHN

    Wabup Minta Masyarakat dan Perusahaan di Madina Dukung Bandara AHN

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BUKITMALINTANG, (Mandailing Online) – Masyarakat dan perusahaan di Mandailing Natal (Madina), Sumut diharap menggunakan pesawat Madina-Medan dan Medan-Madina sebagai salah satu dukungan bagi keberadaan Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (AHN). Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution mengungkapkan ketercapaian target penumpang akan mendorong peningkatan jenis pesawat yang mendarat dan penambahan jumlah hari jadwal […]

expand_less