Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

QRIS Tak Secanggih Pemasukan Rakyat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 17 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh : Riani, S.Pd.I
Guru tinggal di Medan

Ditengah naik turunnya roda perekonomian masyarakat saat ini, berbagai manuver dilakukan pemerintah guna mempermudah masyarakat dalam bertransaksi. Semua didesign canggih berbasis online, begitupun transaksi perbankan dan pembayaran pajak, walaupun pruduk yang dikeluarkan Bank Indonesia kali ini cukup canggih namun kenyataannya tak secanggih pemasukan rakyat.

Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, menerima audiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut, Soekowardojo, di ruang khusus Wali Kota. Selain silaturahmi, kunjungan ini juga mengajak Pemko Medan agar mengadopsi elektronifikasi transaksi. Diharapkan nantinya cukup dengan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standar) sudah dapat membayar PBB. Selain aman, transaksi juga lebih efektif. Wali Kota Medan juga mendukung program Bank Indonesia untuk transaksi QRIS bagi pelaku UMKM. Selain itu Pemko Medan, juga bersedia membantu dalam mengendalikan Inflasi di Kota Medan serta meningkatkan daya beli masyarakat (9/3).

Produk QRIS ini diluncurkan dengan tujuan memudahkan masyarakat berbelanja dan membayar pajak, ditengah daya beli masyarakat yang semakin menurun karena dampak pandemi, pajak tetap terus berjalan karena pajak menjadi penopang terbesar Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di Indonesia. Selain itu, sistem ekonomi kapitalis yang diemban saat ini mempertahankan berjalannya transaksi jual beli tanpa berupaya menyelesaikan masalah pangkalnya, yakni kebijakan pemerintah. Kebijakan yang fokus pada pertumbuhan ekonomi bukan pada pemerataan ekonomi.

Salah satu mekanisime pemerataan ekonomi adalah mengatur masalah kepemilikan. Dalam Islam, semua kebutuhan umum seperti BBM, listrik, air, dan lainnya sesungguhnya adalah milik rakyat yang harus dikelola negara untuk kesejahteraan rakyat. Selain itu negara tidak memungut pajak dan menjadikan pajak sebagai pintu pemasukan negara, serta negara menjamin kebutuhan dasar (sandang, pangan dan papan) masyarakat, sehingga perputaran uang di pasar berjalan tanpa hambatan. Kebijakan seperti ini akan menjauhkan monopoli oleh swasta dan meminimalisir gejolak harga pasar, harga barang-barang publik akan sangat murah dan senantiasa stabil. Sehingga tercipta kesejahteraan yang merata. Wallahu ‘alam bishawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kongres PSSI Utusan FIFA Cuma Diam Saat Agum Gumelar Minta Maaf

    Kongres PSSI Utusan FIFA Cuma Diam Saat Agum Gumelar Minta Maaf

    • calendar_month Minggu, 22 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Usaha agar FIFA tak menjatuhkan sanksi kepada PSSI terus dilakukan Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar. Sehari setelah Kongres PSSI di Golden Ballroom Hotel Sultan Gagal, Agum menemui utusan FIFA, Thierry Regennas untuk meminta maaf agar Indonesia tak dijatuhi sanksi. “Saya memohon pengertian bahwa Komite Normalisasi sudah bekerja keras, tapi ternyata seperti itu hasilnya. […]

  • Beberapa Kawasan Mandailing Lintasan Gerhana 9 Maret 2016

    Beberapa Kawasan Mandailing Lintasan Gerhana 9 Maret 2016

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Peta magnitudo gerhana matahari 9 Maret 2016 yang teramati dari Sumatera Utara berupa gerhana matahari sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,947 di pulau Bojo, sebelah Selatan Nias, hingga 0,800 yaitu di sebelah Utara Stabat. Data tersebut berdasar data yang dirilis Badan Meteorologi Klimataologi dan Geofisika, Selasa 8 Maret 2016. Keteramatan GMT 9 Maret 2016 […]

  • Sebuah CeritaTentang Kopi

    Sebuah CeritaTentang Kopi

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MITOS minum kopi berasal dari zaman kuno. Popularitas kopi telah membuat orang percaya berbagai hal yang berbeda tentang bagaimana kopi mempengaruhi kesehatan. Beberapa hal tentang kopi adalah benar, yang lain hanyalah sebuah mitos yang telah dipertahankan selama bertahun-tahun. Kopi sering disalahkan karena kandungan utamanya, yaitu kafein. Kafein adalah zat alami yang ditemukan dalam daun, biji […]

  • Idris Laena bantah peras BUMN

    Idris Laena bantah peras BUMN

    • calendar_month Kamis, 8 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, (MO) – Anggota DPR RI dari Idris Laena menegaskan dirinya tidak pernah melakukan pemerasan sama sekali terhadap BUMN seperti yang disampaikan Menteri Dahlan Iskan. “Atas tuduhan tersebut, saya menyatakan dengan tegas, tidak benar sama sekali,” kata Idris Laena dalam keterangan persnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis. Ia menambahkan, dirinya juga kecewa kepada Dahlan […]

  • Amin Daulay: Perlu reformasi birokrasi Madina

    Amin Daulay: Perlu reformasi birokrasi Madina

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal Amin Daulay menilai reformasi birokrasi di tubuh Pemkab Madina pasca masuknya Pj Bupati Madina Ir Aspan Sofian Batubara sangat diperlukan. Hal itu dianggapnya sangat penting untuk mensukseskan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat yang dibebankan oleh presiden kepadanya disamping untuk menghantarkan pemungutan suara ulang di Madina sampai […]

  • Gubsu lantik Hasban Ritonga jadi Sekda

    Gubsu lantik Hasban Ritonga jadi Sekda

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Rabu, melantik H Hasban  Ritonga menjadi Sekretaris Daerah Provinsi setelah Surat Keputusan  Presiden Joko Widodo atau Jokowi No 214/M Tahun 2014yang dikeluarkan 29 Desember 2014. "Hasban diharapkan bisa mengemban tugas membantu Pemerintah Provinsi membawap  Sumut ke arah lebih baik.Peran Sekda sangat strategis," kata Gubernur Sumut H Gatot […]

expand_less