Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Seekor Lumba-lumba mati terdampar di Pantai Barat Tapsel

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
  • print Cetak

BATANG TORU (Mandailing Online) – Seekor ikan lumba-lumba atau Dolphin ditemukan mati terdampar di Pantai Barat Sumatera tepatnya di Sitolu-tolu, Desa Muara Upu, Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. 

Lumba-lumba mati itu berukuran lebih satu meter dengan berat lebih 30 kg. Kulitnya sudah mulai tampak mengelupas. 

Dolphin ini diperkirakan terpisah dari ribuan lumba-lumba yang hilir mudik di perairan Batang Toru pada Jum’at.

Dilansir Antara, Kepala Desa Muara Upu, Husnul Amir Harahap yang menghubungi melalui selularnya, Minggu (21/3), mengatakan lumba-lumba itu ditemukan mati oleh warga sekitar lebih kurang lebih 3 meter di bibir pantai.

“Memang pada hari Jumat, (19/3) sekira pukul 11.30 WIB ribuan kawanan lumba-lumba terlihat mundar-mandir di Pantai Muara Upu. Terlihat jelas lebih dari tiga jam,” katanya. 

Bahkan, nelayan yang sedang mencari ikan sempat terusik, sebab tak mendapat hasil tangkapan atas kehadiran lumba-lumba mencari makan yang hingga pinggir pantai. 

“Namun, pada Sabtu,(20/3), diperkirakan salah satu dari seribuan kelompok lumba-lumba itu didapati sudah tidak bernyawa di atas pasir putih Pantai Barat Samudra Hindia itu,” katanya. 

“Diduga lumba-lumba yang hendak menerkam ikan terdampar ke pasir dan tak mampu untuk kembali lagi ke laut. Sehingga mamalia laut itu akhirnya mati,” katanya. 

Ia menjelaskan, jarang terjadi kelihatan kehadiran lumba-lumba hingga ribuan ekor di Pantai Muara Upu yang memiliki garis pantai 17 kilometer itu. Apalagi hingga menyentuh dekat bibir pantai.

“Sekitar 2016 atau 2017 pernah ribuan kelompok Lumba-lumba terlihat melintas di daerah sini, tetapi tidak sampai ke pinggir dekat pasir pantai atau ada yang mati terdampar,” ungkapnya. 

Menurut Kades di perairan Muara Upu kerap bisa menyaksikan pemandangan lumba-lumba berenang. Jenisnya ada warna putih dan hitam. Tetapi, untuk kehadiran hingga ribuan kawanan lumba-lumba jarang sekali terjadi, tutupnya. 

Sumber : Antara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Putus Listrik BPM, Indikasi Sistem Birokrasi Madina Melemah

    PLN Putus Listrik BPM, Indikasi Sistem Birokrasi Madina Melemah

    • calendar_month Rabu, 19 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus pemutusan listrik di gedung Badan Pemberdayaan Masyarakat  Mandailing Natal (Madina) dinilai sebagai indikator kian melemahnya sistem birokrasi Kabupaten Madina masa kini. Pihak PLN memutus listrik ke gedung Badan Pemberdayaan Masyarakat  Madina dua pekan lalu karena instansi itu tak mampu membayar tagihan. Kondisi ini dinilai kalangan DPRD Madina sebagai gambaran bahwa […]

  • Harga TBS Terus Melonjak

    Harga TBS Terus Melonjak

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Mandailing Natal dalam tiga bulan terakhir terus melambung. Saat ini harga TBS Sawit di tingkat petani sebesar Rp 1.700 per kilo. Kenaikan harga TBS kelapa sawit perlahan tapi pasti membuat keuntungan yang berlimpah bagi petani kelapa sawit. Seperti diungkapakan Darman Nasution, petani kelapa sawit di […]

  • Masyarakat Tetap Tolak Keberadaan KP-USU

    Masyarakat Tetap Tolak Keberadaan KP-USU

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Kehadiran KP-USU dalam usaha pembukaan kebun sawit di Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) masih pro kontra ditengah berlanjutnya sidang di PTUN Medan. Kasus KP-USU ini mencuat setelah pihak Polres Madina menyetop aktivitas KP-SU di lapangan pada bulan Oktober 2012 karena izin lokasi dan izin usaha perkebunan KP […]

  • Pemeriksaan Hasil Tes CPNS di USU Tipis Kemungkinan Muncul KKN

    Pemeriksaan Hasil Tes CPNS di USU Tipis Kemungkinan Muncul KKN

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Pemeriksaan lembar jawaban (LJK) seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan pola scanning yang diterapkan Universitas Sumatra Utara (USU) tipismemunculkan peluang korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) maupun permainan lain. Sekdaprovsu RE Nainggolan dan Tim Komisi A DPRD Sumut yang menyaksikan langsung pembukaan segel packing LJK CPNS Pemprovsu untuk diperiksa di USU Medan, Selasa […]

  • Tak Lulus Akreditasi, 483 Prodi Harus Dibubarkan

    Tak Lulus Akreditasi, 483 Prodi Harus Dibubarkan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek-Dikti) Muhammad Nasir merespon banyaknya program studi (prodi) kampus negeri yang tidak lulus akreditasi. Dia mengatakan, prodi-prodi itu dilarang menerima mahasiswa baru. Nasir menuturkan pengelola PTN harus fair terhadap penilaian dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Ketika hasil penilaian BAN-PT menetapkan ada prodi yang tidak lulus […]

  • Adik Ali Umri Diduga Terlibat

    Adik Ali Umri Diduga Terlibat

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kasus Penipuan Honorer Dishub Binjai BINJAI- Terkait kasus penipuan 18 honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Binjai, Polresta Binjai menetapkan mantan Kepala Bidang (Kabid) Perizinan Dishub Binjai Anto menjadi tersangka, Senin (25/7). Keterangan yang dihimpun wartawan Sumut Pos di Polres Binjai, menyebutkan, berkas perkara penipuan ini, sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai, bersama tersangka dan barang […]

expand_less