Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Ketika Pelita Tak Menerangi Gulita

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh: Nurasiah Lubis, S.Pd
Ibu rumah tangga, tinggal di Tapsel

Cahaya menerangi kegelapan, penunjuk jalan di kala gelap. Kita sangat membutuhkan cahaya untuk melihat segala sesuatu, begitulah perumpamaan seorang guru bak pelita penerang di dalam gulita.

Menurut Imam al~Ghazali Guru merupakan Siraj (pelita) segala zaman, orang yang hidup semasa dengannya akan memperoleh pancaran cahaya keilmuannya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) guru adalah seorang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar.

Dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Pasal 1 ayat 1).

Dalam bahasa arab guru sama dengan ustadz, muddaris, muallim, muadib, murabbi: kata-kata tersebut secara keseluruhan mengacu kepada orang yang memberikan pengetahuan, keterampilan atau pengalaman kepada orang lain.

Seorang guru harus kita muliakan karena Allah berfirman dalam Alquran yang artinya Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [TQS. al~Mujadalah: 11]

Dari ayat tersebut Allah menyampaikan kepada kita bahwa Allah sungguh akan meninggikan kedudukan orang-orang yang berilmu beberapa derajat, jadi sudah sepantasnya kita memuliakan profesi seorang guru sebagai pengajar dan pendidik.

Rasulullah saw. juga bersabda: Sesungguhnya Allah SWT, Malaikat- malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, hingga semut dalam lubangnya dan ikan dalam lautan, bershalawat  (mendoakan) para pendidik manusia kepada kebaikan.[HR. Tirmidzi]

Dalam hadis Nabi saw. yang lain: Tinta para ulama lebih tinggi nilainya daripada darah para Shuhada. [HR. Abu Daud dan Tirmidzi]

Sungguh mulia profesi seorang guru sebagai pengajar dan pendidik, namun muliakah guru kita hari ini?

Ketika kita melihat fakta yang ada di Indonesia saat ini, dengan keadaan guru honorer yang begitu banyak degan gaji yang tidak mensejahterakan. Ada ribuan guru honorer di Indonesia dengan gaji Rp 200.000 – 300.000/bulan. Nasib mereka berbeda dibanding guru dengan status PNS. Bahkan, di tahun 2020 masih ada guru honorer yang digaji RP 100-150 ribu perbulan dan ini pun diberikan secara rapel 3 bulan sekali pada saat dana BOS dicairkan, ungkap wasekjen FSGI Fahriza Martha Tanjung. (suara.com).

Selain dari gaji honoror yang sangat memprihatinkan, beberap guru honor juga kerap mengalami perjuangan yang tidak begitu mudah karena harus melewati berbagai rintangan, mulai dari gunug, rimba, lautan, pantai dan sungai atau lebih akrab di telingan dengan sebutan (GURILAPS).

Kesulitan itu harus dialami oleh Dasep Hermawan (31) seorang guru honorer di SDN Walantara, kampung Walantara, Desa Tanjolaut, Kecamatan Cidadap Kabupaten Sukabumi. Dasep terjatuh dari atas motor ketika melewati sungai Cikidang untuk sampai di kantor Dinas Pendidikan Kecamatan untuk menyampaikan laporan kinerja. Dasep menjelaskan, ia terjatuh dari motor karena ban motor terbawa arus sungai dan kakinya menginjak lubang di sungai sehingga ia terjatuh dan basah kuyup, beruntung ia tidak terbawa arus sungai yang cukup deras. Dasep mengabdikan diri sebagai guru honorer sudah sekitar 13 tahun. (tribunnews.com,sukabumi)

Dari beberapa fakta yang ada saat ini bahwa guru tidak lagi menjadi pelita dalam gulita, karena mirisnya nasib yang mereka alami guna untuk mendidik anak bangsa, namun pengorbanan yang mereka berikan tidak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan.

Kondisi tersebut tentu bertolak belakang dengan Islam, karena tujuan pendidikan Islam adalah untuk membentuk kepribadian Islami. Maka para guru yang dicetak sistem Islam adalah guru yang bertakwa.

Ke-profesional-an seorang guru terbentuk dengan diwujudkannya kurikulum pendidikan Islam yang dijabarkan dalam tiga komponen materi pokok yaitu Pembentukkan Kepribadian Islam (Syakhsyiyyah Islamiyyah), Penguasaan tsaqafah (pemahaman) Islam dan Penguasaan ilmu kehidupan (sains dan teknologi), sehingga guru-guru dalam islam punya ilmu yang sangat mumpuni untuk membentuk kepribadian islam dalam diri setiap pelajarnya.

Tidak hanya itu kesejahteraan seorang guru juga dijamin dalam sistem pendidikan islam, mereka tidak akan disengsarakan dengan gaji yang sedikit, bahkan para guru akan mendapatkan gaji sesuai dangan kemampuan dan profesinya sebagai tenaga pengajar dan pendidik.

Ad-Dimsyaqy mengisahkan dari al-Wadliyah bin Ataha bahwa Umar bin Khathab memberikan gaji kepada tiga orang guru yang mengajar anak-anak di kota Madinah masing-masing sebesar 15 dinar setiap bulan, 15 dinar (1 dinar=4,25 gram emas) Jika 1 gram emas Rp 500,000 maka 1 dinar berarti setara dengan Rp 2,1255,000. Artinya, gaji seorang guru adalah 15 (dinar) X Rp 2,1255,000 = Rp 31,875,000. Jika gaji seorang guru seperti yang disebutkan diatas maka guru tidak bersusah payah untuk sejahtera. Sistem pendidikan islam menghargai Pendidikan dan mensejahterkan Guru.

Kemudian pertanyaannya, bagaimana kita mewujudkan sistem pendidikan islam tersebut? Hanya ada dengan satu cara yaitu mengembalikan kembali kehidupan islan dengan cara berdakwah atau menyampaikan kebenaran kepada setiap orang sehingga sama-sama memahami pentingnya sistem islam untuk diterapkan tidak hanya akan mensejahterakan guru, bahkan hewan yang hidup dalam sistem tersebut akan terlindungi. Semua manusia akan hidup dalam naungan islam, dimana hanya aturan islam yang diterapakn yang UUD berasal dari sang maha pencipta yaitu Allah swt. Wallohu a’lam.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Walbup: Membaca Al-Qur’an Mampu Merubah Diri

    Walbup: Membaca Al-Qur’an Mampu Merubah Diri

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Al-Qur’an berlaku sepanjang zaman dan dijamin oleh Allah SWT atas kesucian serta keasliannya. Untuk itu setiap mukmin yakin bahwa membaca Al-Qur’an adalah termasuk amal yang sangat mulia dan akan mendapat pahala apabila mengerti makna serta mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya. Demikian disampaikan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution […]

  • Kapolres Asahan : Pemakai dan Pengedar Narkoba Rusak Masa Depan Generasi Muda

    Kapolres Asahan : Pemakai dan Pengedar Narkoba Rusak Masa Depan Generasi Muda

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kisaran, Pengguna dan pengedar narkoba, merupakan musuh negara serta menjadi beban sekaligus merusak kehidupan masa depan para generasi muda. “Pengguna dan pengedar narkoba, musuh negara yang harus dibasmi”, ungkap Kapolres Asahan AKBP J. Didiek Dwi Priantono, SH pada saat pembukaan Pelatihan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada pengurus OSIS SLTA dan SLTP […]

  • Tambang Emas Hutabargot Longsor, 50 Orang Tertimbun

    Tambang Emas Hutabargot Longsor, 50 Orang Tertimbun

    • calendar_month Rabu, 6 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) – Tambang emas tradisional di Desa Hutabargot Julu, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut), Senin dini hari (5/2) longsor. Dikabarkan, sedikitnya 50 orang penambang emas tradisional tertimbun longsor, dan hingga Senin sore, masih belum dapat dievakuasi. Lomo Lubis, salah seorang warga yang turut melakukan evakuasi, saat diwawancarai wartawan, mengatakan, kejadian […]

  • Muspika Jaring Puluhan Pelajar

    Muspika Jaring Puluhan Pelajar

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lubuk Pakam. Muspika Lubuk Pakam terdiri dari pihak kecamatan, Polsek dan Danramil serta dibantu personil Satpol PP Deliserdang sedikitnya menjaring 27 pelajar SMK/SMA dan SMP yang bolos pada jam belajar pada razia operasi kasih sayang, Kamis (4/10). Para pelajar terjaring di lokasi warnet dan bilyar. Dengan menggunakan mobil pickup Satpol PP dan Trantib serta mobil […]

  • Danrem 023/KS Instruksikan  Prajurit Tanam Cabai di Polybag

    Danrem 023/KS Instruksikan Prajurit Tanam Cabai di Polybag

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Danrem 023/KS Kolonel Inf Richard TH Tampubolon menginstruksikan kepada seluruh prajurit di jajarannya menanam cabai di pekarangan rumah maupun di wilayah perkantoran memakai polybag. Hal tersebut disampaikan Richard TH Tampubolon melalui Kapenrem Mayor Arm Ojak Simarmata kepada wartawan, Kamis (26/1/2016) dalam mensiasati lonjakan harga cabai. Jika seluruh prajurit yang ada di […]

  • Ricuh Tolang Berdampak Pada Perekonomian Madina

    Ricuh Tolang Berdampak Pada Perekonomian Madina

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ricuh di Desa Tolang Jae Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan, berdampak pada sejumlah kegiatan ekonomi dan pasokan bahan bakar minyak jenis bensin dan solar terhenti di Mandailing Natal (Madina). Ricuh yang berujung pada pemblokiran jalan negara di Tolang pada Rabu kemarin selama sekitar 12 jam menyebabkan aktivitas pedagang yang yang […]

expand_less