Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Tambang Emas Hutabargot Longsor, 50 Orang Tertimbun

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Feb 2013
  • print Cetak

Panyabungan, (MO) – Tambang emas tradisional di Desa Hutabargot Julu, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut), Senin dini hari (5/2) longsor. Dikabarkan, sedikitnya 50 orang penambang emas tradisional tertimbun longsor, dan hingga Senin sore, masih belum dapat dievakuasi.

Lomo Lubis, salah seorang warga yang turut melakukan evakuasi, saat diwawancarai wartawan, mengatakan, kejadian longsor ditambang emas tradisional itu sekitar pukul 02.00 WIB Senin dini hari.

Evakuasi dan penggalian terus dilakukan oleh masyarakat yang tinggal disekitar lokasi tambang yang berjarak 12 jam dari Kota Medan itu. Baru satu penambang yang berhasil diangkat ke atas dalam keadaan tewas.

Lomo memerkirakan, dugaan awal longsor terjadi, karena kondisi tanah yang tidak kuat. Sehingga ketika longsong terjadi, puluhan penambang tidak bisa menyelamatkan diri. Diduga puluhan penambang berjumlah 50 orang ini, terjepit didalam lubang sedalam 140 meter, dan hingga Senin petang belum diketahui statusnya.

“Ini kami masih terus berupaya melakukan evakuasi, ” katanya dengan tergopoh-gopoh karena tengah melakukan bantuan pertolongan.

Benny, salah seorang Tim SAR yang turut melakukan upaya penyelamatan, menyatakan, upaya yang dilakukan saat ini adalah membongkar atau menggali lubang dari lokasi tambang tradisional warga lainnya.

Sebab jika harus menggali lubang yang tertimbun, maka membutuhkan waktu lebih dari dua hari. Sehingga upaya atau cara satu-satunya adalah menggali dari lokasi lubang penambang emas lainnya. “Ini masih dikomunikasikan. Kalau di izinkan, maka akan digali dari lubang tambang emas warga lainnya yang berdekatan, ” katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh wartawan, puluhan penambang emas tradisional itu berasal dari Desa Sigalapang, Desa Panyabungan, dan Desa Sabapadang.

Tambang emas Hutabargot sudah ada lebih dari 10 tahun. Meski sudah ada larangan dari Pemkab Madina, tetapi warga masih saja melakukan penambangan tanpa alat pengaman yang memadai. Kejadian ini sendiri bukan yang pertama kali terjadi. Namun diperkirakan longsor ini yang terparah.(Jurnas)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 30 Siswa PDM Ikuti Olimpiade Sains IPB

    30 Siswa PDM Ikuti Olimpiade Sains IPB

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Plus Studi Tour ke ITB dan Observatorium Bosscha TAPSEL; Sebanyak 30 siswa dan siswi Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM), akan mengikuti Olimpiade Sains Institut Pertanian Bogor (IPB), pada Jumat (12/11) hingga Minggu (14/11) mendatang. Kemarin (8/11), keselurahan peserta diberangkatkan dari Desa Sidapdap-Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Puluhan siswa-siswi […]

  • Warga Aek Mata Keluhkan Jalan Berlumpur. Kadis PUPR Madina Pastikan Perbaikan 2024 Masuk di Dana DAK

    Warga Aek Mata Keluhkan Jalan Berlumpur. Kadis PUPR Madina Pastikan Perbaikan 2024 Masuk di Dana DAK

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Warga Desa Aek Mata, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) keluhkan jalan ke desa mereka yang tak kunjung dapat perhatian Pemerintah Daerah. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses satu satunya warga menunu Ibu kota Kabupaten yakni Panyabungan. Kondisi jalan menuju desa tersebut tergolong parah, jalan yang masih tanah dilapis batuan […]

  • Baru Pertama Kali Anggota DPRD Madina Reses di Desa Pardomuan

    Baru Pertama Kali Anggota DPRD Madina Reses di Desa Pardomuan

    • calendar_month Jumat, 5 Mei 2017
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Panyabungan Timur Baru pertama kali Anggota DPRD Mandailing Natal, melakukan reses ke Desa Pardomuan Kecamatan Panyabungan Timur, Masyarakat Desa Pardomu sangat berterimakasih. Ini termasuk sejarah bagi kami masyarakat Desa Pardomuan yang telah di datangi Anggota DPRD Madina dari Fraksi Demokrat Dodi Martua dalam rangka Reses II Tahun 2017,”sebut Kepala Desa Pardomuan Mahlil Hakim Nasution saat […]

  • Riza Pahlevi Hibahkan Tanah untuk Pembangunan Puskesmas

    Riza Pahlevi Hibahkan Tanah untuk Pembangunan Puskesmas

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    GUNUNGTUA (Mandailing Online) – Ir. H. Riza Pahlevi, Warga Desa Gunung Tua Iparbondar, Kecamatan Panyabungan menghibahkan tanah miliknya seluas 3704.92 M² untuk pembangunan puskesmas. Hibah tanah tersebut diterima secara langsung oleh Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution didampingi Asisten I Alamulhaq Daulay, Kepala Dinas Pertanian Siar Nasution SP, Sekretaris Dinas Kesehatan Rukun Nasution S.Sos, anggota […]

  • Keluarga Besar Dinas PUPR Madina Ucapkan Selamat Palantikan Sukhairi Atika

    Keluarga Besar Dinas PUPR Madina Ucapkan Selamat Palantikan Sukhairi Atika

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar
  • Ketua MUI Madina: Puasa Ramadhan Bukan Hukuman

    Ketua MUI Madina: Puasa Ramadhan Bukan Hukuman

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Mengerjakan Ibadah Puasa pada bulan Ramadhan bukanlah penjara atau hukuman bagi kaum Muslimin. Jika bukan hanya sebatas manahan haus dan lapar, ibadah puasa seseorang justru dapat memberikan sejumlah tingkatan hikmah. Salah satu bentuk hikmahnya adalah peningkatan ukhuah antar sesama Muslim. Demikian gambaran yang terungkap dalam talk show khas bertajuk “Cerlang Cemerlang” Radio Madina Prima FM […]

expand_less